Advertisement
loading...

LOGO BUPEKO BARU 2015

 

Advertisement

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MELAKUKAN INSTALASI

OPERATING SYSTEM JARINGAN

TIK.CS02.050.01

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………. 1

BAB I PENGANTAR…………………………………………………………………………………..3

1.1         Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)…………………………………….. 3

1.2         Penjelasan Modul ………………………………………………………………………………3

1.2.1    Desain Modul………………………………………………………………………….. 3

1.2.2      Isi Modul …………………………………………………………………………………4

1.2.3      Pelaksanaan Modul…………………………………………………………………..  5

1.1         Pengakaun Kompetensi Terkini (RCC)……………………………………………………. 5

1.2         Pengertian-pengertian/Istilah………………………………………………………………. 6

 

BAB II STANDAR KOMPETENSI…………………………………………………………………8

2.1    Peta Paket Pelatihan…………………………………………………………………………….8

2.2    Pengertian Unit Standar Kompetensi………………………………………………………. 8

2.3    Unit Kompetensi Yang Dipelajari……………………………………………………………..9

2.3.1  Kode dan Judul Unit………………………………………………………………….. 9

2.3.2  Deskripsi Unit………………………………………………………………………… ..9

2.3.3  Elemen Kompetensi……………………………………………………………….. ..10

2.3.4  Batasan Variabel…………………………………………………………………….. 10

2.3.5  Panduan Penilaian………………………………………………………………… …11

2.3.6  Kompetensi Kunci…………………………………………………………………. ..14

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN …………………………………………..15

3.1 Strategi Pelatihan ………………………………………………………………………………..15

3.2 Metode Pelatihan……………………………………………………………………………… …16

 

BAB IV MATERI DAN UNTI KOMPETENSI …………………………………………………18

4.1   Tujuan Instruksional Umum ………………………………………………………………….18

4.2   Tujuan Instruksional Khusus …………………………………………………………………18

4.3   Sekilas Tentang Instalasi Jaringan Komputer ……………………………………………19

4.4   Mempersiapkan Peralatan Instalasi Jaringan Komputer ……………………………….19

4.5   Menyiapkan Operating System Komputer…………………………………………………22

4.6   Melaksanakan Instalasi Operating System Jaringan…………………………………….24

4.6.1  Partisi Hardisk Diidentifikasi Sesuai dengan Kebutuhan Jaringan

Komputer…………………………………………………………………………………26

4.6.2  Instalasi Operating System Jaringan……………………………………………….29

4.6.3  Instalasi Service Aplikasi yng Dibutuhkan ………………………………………..35

4.6.4  Hak dan Aturan User Diidentifikasi Sesuai dengan Kebutuhan…………………41

4.6.5  Group User Diidentifikasi Sesuai dengan Kelompok Aktifitasnya………………52

4.7  Melakukan Dokumentasi Instalasi Jaringan Computer………………………………….64

4.7.1  Pencatatan Hasil Instalasi Operating System Jaringan…….…………………….64

4.7.2  Penyebab Tidak Teridentifikasinya Perangkat Jaringan Seperti NIC

Dicatat Penyebabnya….………………………………………………………………..……64

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI……………………………………………………………………………..66

5.1  Sumber Daya Manusia…………………………………………………………………………66

5.2  Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi)…………………………………………67

5.3  Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan…………………………………………….68

 

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………69

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

 

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2     Penjelasan Modul

1.2.1    Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2  Isi Modul

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

1.2.3  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.
  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)

1.1 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

1.2 Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.050.01     Melakukan Instalasi Operating System Jaringan

2.2    Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara melakukan instalasi Operating System jaringan.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3    Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.CS02.050.01

Judul Unit      : Melakukan Instalasi Operating System Jaringan

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk   melakukan instalasi Operating System Jaringan. Instalasi Operating System  jaringan yang dibahas dalam unit ini adalah Windows Server 2000 yang akan menjadi server dan client akan menggunakan Operating system windows XP. Unit bukan hanya membahas tentang instalasi semata, tetapi membahas peralatan apa-apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan instalasi Operating System jaringan, dan mendokumentasi Operating System jaringan yang telah terinstal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01      Menyiapkan peralatan instalasi Operating System Jaringan 1.1   Perangkat jaringan komputer disiapkan dan diidentifikasi.

 

1.2     Software Operating System jaringan

diidentifikasi sesuai kebutuhan.

 

02      Instalasi operating system  jaringan. 2.1   Partisi harddisk diidentifikasi sesuai kebutuhan

jaringan komputer.

 

2.2   Instalasi operating system jaringan sesuai

dengan SOP.

 

2.3   Instalasi service aplikasi yang dibutuhkan

diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan.

 

2.4   Hak dan aturan user diidentifikasi sesuai dengan

kebutuhan.

 

2.5   Group user diidentifikasi sesuai dengan

kelompok aktifitasnya.

 

03      Membuat dokumentasi instalasi jaringan komputer

 

3.1    Hasil instalasi operating system jaringan

komputer dapat dicatat.

 

3.2.    Penyebab perangkat jaringan seperti NIC/card

Ethernet yang tidak teridentifikasi dengan

baik dicatat penyebabnya.

 

Tabel 1Element Kompetensi

2.3.4 Batasan Variabel

1.   Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1      Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2      Perangkat peripheral komputer.

2.3      Jumlah atau besar sistem.

2.4      Beban kerja tiap perangkat.

2.5      OS yang digunakan.

2.6      Tools yang digunakan

3.  Rincian biaya meliputi:

3.1    Waktu pelaksanaan

3.2    Peralatan

3.3    Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan

3.4    Penyediaan barang yang dapat dikonsumsi

4.  Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1    Kesulitan teknis.

4.2    Pertimbangan hubungan industri.

4.3    Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4    Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.  Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1     Teknisi Perakitan Komputer.

5.2     Teknisi Perawatan Komputer.

5.3     Teknisi Perbaikan Komputer.

2.3.5 Panduan Penilaian

 

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan  tertulis.

1.1.2    Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia,

mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi

informasi.

1.1.3    Manajemen projek.

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1   Kemampuan  menyeluruh sektor industri

1.2.2   Kemampuan menangani  dokumen secara akurat

1.2.3   Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

 

2.       Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1 Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali

untuk menentukan konsistensi kemampuan).

2.2 Studi kasus.

2.3 Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4 Menanyakan secara lisan/interview.

2.5 Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6 Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7 Bukti penilaian.

 

3.       Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian

akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi

kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai.

Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel, yang

terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek

yang dipilih.

Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada

unit ini:

3.1   Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2     Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dengan:                 4.1.1  TIK.CS02.049.01  Melakukan Instalasi Jaringan Komputer.                 4.1.2  TIK.CS02.051.01  Melakukan Konfigurasi System Jaringan                                                          Komputer.

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

2.3.6 Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

2

Tabel 2 Kompetensi Kunci

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan bagaimana melakukan instalasi Operating System jaringan secara konseptual, termasuk kebutuhan-kebutuhan (requirement) yang perlu diperhatikan.
  • Siswa dapat melakukan instalasi Operating System jaringan dengan baik, dengan memperhatikan perangkat hardware apa saja yang diperlukan serta operating system yang dibutuhkan.
  • Siswa dapat mengetahui dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul pada saat terjadi kerusakan instalasi.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan Operating System jaringan.
  • Siswa dapat mengidentifikasi perangkat hardware dan operating system yang dibutuhkan.
  • Siswa dapat mengetahui tahpan-tahapan sehingga masing-masing komputer di dalam jaringan dapat saling berkomunikasi.
  • Siswa dapat melakukan pembagian hak akses informasi di dalam jaringan pada setiap Group.
  • Siswa dapat mengetahui permasalahan-permasalahan yang akan timbul dalam melakukan instalasi Operating Sytem jaringan.

 

 

 

 

4.3 Sekilas Tentang Instalasi Jaringan Komputer

 

Sebelum membahas tentang bagaimana melakukan instalasi jaringan komputer, terlebih dahulu diketahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan jaringan komputer.

Secara sederhana jaringan komputer adalah 2 (dua) komputer atau lebih yang saling berhubungan satu sama lain, saling berkomunikasi secara elektronik, saling membagi sumber daya (misalnya cd-rom, printer, file sharing, pertukaran file, internet, dll) dan juga dapat saling mempergunakan sumber daya yang sama.

Komputer yang terhubung satu sama lain tersebut biasanya dapat dihubungkan melalui berbagai macam media seperti media kabel, gelombang radio, satelit, sinar infra merah.

Ada 3 macam jenis jaringan, yaitu :

  1. Local Area Network (LAN)
  2. Metropolitan Area Network (MAN)
  3. Wide Area Network (WAN)

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa saat ini, jaringan komputer terus berkembang semakin pesat. Hampir setiap perusahaan di berbagai bidang sudah menggunakan jaringan dalam kegiatan usaha mereka. Termasuk pada area perumahan di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi. Dalam unit ini peserta kompetensi akan mempelajari tentang Local Area Network (LAN) yang memiliki lingkup yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan MAN dan WAN.

 

4.4     Mempersiapkan Peralatan Instalasi Jaringan Komputer

          Sebelum Anda mulai melakukan instalasi jaringan komputer, kita harus terlebih dahulu memikirkan kira-kira rancangan Topologi apa yang akan digunakan. Topologi adalah pola yang dianut dalam merangkai jaringan yang menunjukan bagaimana bentuk hubungan antara server dengan workstation lainnya.

Ada beberapa sistem topologi yang umum dipakai, yaitu

  1. Topologi Star (Bintang)

Yaitu Topologi yang menjadikan komputer server menjadi titik pusat pelayanan bagi semua workstation.

  1. 2.    Topologi Linier Bus

Yaitu workstation saling berhubungan dengan kabel berbaris yang salah satu ujungnya dihubungkan dengan server melalui suatu Hub.

  1. Topologi Ring (Cincin)

Yaitu server dihubungkan ke beberapa workstation yang membentuk lingkaran (cincin).

  1. 4.    Topologi Tree

Yaitu penggabungan beberapa jalur bus kecil ke dalam sebuah jalur bus besar. Merupakan perluasan dari topologi Bus Linear.

Setelah kita mengetahui sistem Topologi yang akan dipakai, kita dapat menyiapkan peralatan-peralatan yang diperlukan untuk membangun jaringan komputer serta mengidentifikasi apakah operating system yang ada memungkinkan kita untuk membuat sistem Topologi yang sudah kita pilih.

 

Perangkat hardware  jaringan adalah komputer itu sendiri, kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC), modem, kabel, konektor, konsentrator kabel, pelindung, Hub, Switch  dan perlengkapan tambahan (tools).

Komputer yang dipakai dalam jaringan umumnya mempunyai spesifikasi kelas AT dengan prosesor 80386 ke atas, kelas prosesor ini mampu memproses data dengan sistem arsitektur 32 bit. Untuk stations atau dumb-terminal bisa lebih rendah spesifikasinya.

 

Figure 1 : NIC

Kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC) seperti gambar di atas menjadi syarat utama komputer tergabung dalam sebuah jaringan, setiap komputer minimal mempunyai satu kartu. Kartu ini bisa didesain sebagai Ethernet Card, Token Ring Card atau Fiber Distributed Data Interface (FDDI). Ketika Anda memilih kartu jaringan perhatikan hal-hal berikut :

  1. Tipe Network (Ethernet, Token Ring, FDDI)
  2. Tipe Media (Twisted pair, coaxial, atau fiber-optic)
  3. Tipe Sistem Bus (PCI/ISA)

Modem memungkinkan computer untuk mentransmisi data melalui kabel telepon. Sehingga kita bisa terhubung dengan jaringan computer yang lebih luas lagi lingkupnya sudah terpisahkan oleh batas greografis.

Kabel yang digunakan bervariasi sesuai dengan topologi jaringan. Kabel jaringan yang paling banyak dipakai sekarang adalah Unshielded Twisted Pair (UTP) atau pasangan kabel berpilin tanpa pelindung. Jenis kabel ini mudah dalam pemasangan, tidak mahal, dan memiliki kinerja yang baik. Untuk pemakaian luar gedung digunakan Shielded Twisted Pair (STP).

Konektor yang dipakai dalam jaringan harus sesuai dengan jenis kabel dan jenis NIC. Beberapa konektor tertentu harus disertakan dengan pemasangan grounding untuk menghindari imbas listrik atau petir.

Hub dan Switch tidak jauh berbeda Pada switch paket diteruskan berdasarkan MAC address yang disimpan dalam table MAC address yang dimiliki switch. Fungsi keduanya adalah menghubungkan beberapa komputer menjadi satu jaringan. Mendukung media transmisi UTP.

Selain peralatan fisik juga dibutuhkan peralatan bantuan untuk pengerjaan pemasangan kabel seperti crimper, cable tester, AVOmeter dan network tester. Network tester cukup mahal, bisa ribuan dollar, untuk jariungan kecil bisa cukup dengan AVOmeter saja untuk memastikan kondisi sambungan yang dilakukan crimper layak digunakan.

 

4.5 Menyiapkan Operating System Komputer

Sebelum Anda memilih Operating System apa yang akan Anda gunakan, salah satu keputusan pertama yang harus Anda buat ketika memutuskan bagaimana Anda ingin men-setup jaringan adalah apakah Anda ingin memberikan atau tidak memberikan seseorang control terhadap jaringan tersebut. Pada salah satu tipe jaringan yang disebut client/server, sebuah computer yang disebut server mengontrol akses ke jaringan dan bekerja sebagai tempat penyimpanan pusat untuk file dan informasi. Di bawah ini ditampilkan rangkuman kedua tipe jaringan.

 

Jaringan peer-to-peer

Jaringan Client-Server

Bisa Berbagi File, printer, dan fax/modem

Setiap orang abl terhubung ke jaringan

 

Tak ada pusat penyimpanan file

Sekuriti diatur oleh masing-masing pengguna

Mudah di-setup dan dikelola

Biaya rendah

Perluasan terbatas

Bisa berbagi file, printer, dan fax/modem

Hanya pengguna yang sah yang abl akses ke jaringan

Ada pusat penyimpanan file

Sekuriti terpusat

 

Setup dan pengelolaan lebih rumit

Biaya sedang hingga mahal

Perluasan tak terbatas

 

 

              Biasanya banyak perusahaan kecil maupun besar yang menggunakan jaringan Clien/Server, karena memberikan keuntungan seperti di bawah ini:

  • Server abl berperan sebagai lokasi penyimpanan pusat yang abl dijangkau setiap orang di jaringan. Karena Server selalu hidup, Anda abl mngeggunakannya untuk menyimpan gambar, file yang di-download dari internet, dan dokumen lain yang Anda ingin gunakan bersama oleh setiap orang. File-file ini selalu tersedia bagi setiap orang yang diotentikasi oleh server.
  •  Anda juga abl memproteksi file dengan password. Server akan mengotentikasi pengguna sebelum abl mengakses server, mereka juga membutuhkan password untuk mengakses file atau folder yang diproteksi.
  • Anda abl memanggil dan menjalankan aplikasi dari server bukannya menginstal di setiap computer. Dengan cara ini, Anda abl yakin bahwa setiap orang di jaringan menggunakan program yang sama dan abl berbagi file dengan muda. Jika Anda ingin memperbarui sebuah program- dari versi 6 ke 7 misalnya- Anda hanya perlu menginstall update di server. Namun menjalankan Aplikasi di server abl menurunkan kinerja jaringan secara keseluruhan, khusunya jika banyak pengguna mencoba mengakses aplikasi secara bersamaan.
  • Server pada jaringan client/server abl berperan sebagai pusat pesan untuk email dan diskusi. Seperti halnya pada newsgroup Internet atau buylletin board computer, Anda abl meninggalkan pesan pada server yang abl dibaca dan direspon setiap orang di jaringan.

Anda membutuhkan Microsoft Windows NT Server atau Microsoft Windows 2000 Server untuk membuat jaringan Client/Server. Server tidak abl menggunakan Microsoft Windows 95 atau Microsoft Windows 98, walaupun kliennya abl. Windows NT dan Windows 2000 memiliki versi server abler; Untuk men-setup dan mengelola sendiri sebuah jaringan berbasis Windows NT atau Windows 2000. Namun dengan berkembangnya jaringan Anda dan akan mulai mengunakan lebih banyak sumber daya, Anda harus meluangkan lebih banyak waktu untuk mengelola jaringan. Jika perusahaan dan jaringhan Anda tumbuh lebih besar lagi, Anda mungkin harus mempekerjakan seorang Administrator jaringan part-time atau full-time.

Tentunya kita perlu menyiapkan spesifikasi hardware yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing Operating system. Untuk Windows server 2000 karena bertindak sebagai server tentunya harus memiliki spesifikasi yang lebih tinggi atau baik dibandingakan dengan client.

 

4.6 Melaksanakan Instalasi Operating System Jaringan

Selanjutnya tahap yang harus Anda lakukan adalah melakukan instalasi Operating system jaringan, untuk computer client biasanya sudah terinstal Windows 9X atau Windows XP. Jadi kita hanya perlu melakukan instalasi Operating System untuk Server.

Sebelum melakukan Instalasi Anda perlu memilih computer dengan spesifikasi hardware yang paling baik ablerg dengan Komputer-komputer yang berada di tempat Anda.

Agar able Windows 2000 Server dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan hardware dan software yang sesuai dengan persyaratan minimal. Berdasarkan informasi resmi dari website Microsoft, persyaratan hardware yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server adalah sebagai berikut:

Komponen

Spesfikasi Minimum

Spesifikasi Yang Disarankan

Processor Pentium 133 Pentium 166
RAM 128 MB 256 MB
Harddisk 2 GB dengan space bebas minimal 1 GB Sesuai dengan data yang akan disimpan di server
Display VGA Card dan monitor yang mendukung resolusi 640 x 480 Mendukung resolusi 1024 x 768
CDROM Drive 12X Speed, tidak dibutuhkan untuk instalasi lewat jaringan Lebih tinggi dari 12X
Network Card Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan
Disk Drive Disk drive 3.5”, untuk instalasi dengan disket. Disk drive 3.5”, untuk instalasi dengan disket.

 

Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, spesifikasi yang disebutkan di atas adalah kebutuhan minimum agar Windows 2000 Server dapat terinstal dalam abler. Apabila Anda serius menjadikan sebuah abler sebagai server jaringan, maka sangat disarankan menggunakan mesin kelas Pentium III dengan RAM 256 MB untuk memperoleh kinerja maksimal.

Partisi Hardisk Diidentifikasi Sesuai dengan Kebutuhan Jaringan Komputer

Pilihan file system akan sangat berpengaruh terhadap jenis able operasi yang dapat disimpan dalam harddisk. Setiap file system memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga Anda harus menentukan file system yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda.

Sistem operasi Windows NT baik versi Server maupun Workstation hanya mendukung able file FAT16 dan NTFS. Sedangkan keluarga Windows 2000 mendukung able file FAT16, FAT32, maupun NTFS. Anda harus memperhatikan dukungan able file terhadap setiap jenis able operasi terutama jika Anda ingin mengkonfigurasi instalasi dual boot. Karakteristik setiap jenis file system dalam able operasi Windows dapat dilihat pada able berikut :

 

 

 

 

Karakteristik FAT16 FAT32 NTFS
Sistem operasi yang didukung DOS

Windows 3.11

Windows 9X

Windows NT

Windows 2000

Windows 95 OSR2

Windows 98

Windows 2000

Windows NT

Windows 2000

Efisiensi penggunaan space harddisk Tidak Ya Ya
Kemampuan kompresi dan quota Tidak Tidak Ya
Enkripsi dan local security Tidak Tidak Ya
Dukungan network security Ya Ya Ya
Ukuran partisi maksimum 2GB 32GB 2TB

 

Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa kemampuan maksimum keluarga Windows NT dan Windows 2000 hanya dapat digunakan bila diinstal pada partisi NTFS. Dengan menggunakan sistem file NTFS anda dapat melakukan proteksi security hingga ke tingkat file, dibandingkan dengan partisi jenis FAT yang hanya dapat memberikan security hingga tingkat folder.

Keuntungan menggunakan sistem file FAT16 adalah dukungan yang luas terhadap berbagai sistem operasi. Partisi jenis ini merupakan pilihan tepat bila anda akan ingin mengkonfigurasi instalasi dual boot antara Windows NT dengan Windows 2000 atau Windows 95. Kekurangan utama FAT16 adalah metode penyimpanan yang kurang efisien, sehinnga ruang harddisk anda akan lebih cepat penuh dibandingkan bila Anda menggunakan Fat32 atau NTFS.

Harddisk yang akan Anda gunakan dapat dipartisi dalam beberapa logical partition. Partisi adalah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut pembagian logical dari sebuah harddisk.

Misalkan anda memiliki sebuah harddisk berkapasitas 10 GB, maka anda dapat membaginya menjadi dua logical partition yaitu drive C sebagai primary partition sebesar 4 GB dan sisanya drive D sebesar 6 GB sebagai secondary partition. Anda dapat membagi lagi secondary partition tersebut menjadi beberapa logical drive sesuai dengan kepentingan Anda. Dalam menentukan ukuran partisi Anda perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Berapa jenis dan berapa banyak sistem operasi yang akan anda instal dalam harddisk.
  • Kebutuhan ruang harddisk, misalkan anda akan menginstal Windows 2000 Server di drive C maka disarankan ruang kosong sebesar 1GB ditambah space untuk menginstal berbagai macam software aplikasi.
  • Lokasi system partition dan boot partition Windows 2000 Server. System partition berisi berbagai file yang dibutuhkan Windows 2000 Server untuk melakukan booting, yang secara default terinstal pada active partition, umumnya drive C. Boot partition adalah partisi yang berisi folder WINNT dimana file-file Windows 2000 Server tersimpan. Ukuran boot partition disarankan minimal 1GB, yang lokasinya secara default ada di drive C tetapi Anda dapat menentukan lokasi lain sesuai dengan ukuran partisi harddisk Anda.

Anda dapat melakukan partisi harddisk dengan menggunakan utility FDISK yang terdapat dalam MS DOS atau dengan aplikasi pihak ketiga seperti Partition Magic. Penulis mengasumsikan Anda sudah cukup memahami penggunaan utility FDISK sehingga tidak akan dibahas secara detil dalam buku ini. Apabila Anda belum memahami penggunaan utility untuk partisi ini, silahkan membaca dokumentasi ataupun help file dalam MS DOS.

 

4.6.2 Instalasi Operating System Jaringan

 

Untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server dapat digunakan beberapa metode sebagai berikut :

1) CDROM Bootable

Cara ini paling mudah dan cepat untuk dilakukan. Anda harus mengkonfigurasi BISO komputer untuk booting dari CDROM. Sebuah tampilan text based akan memberikan beberapa pertanyaan mengenai lokasi penempatan Windows 2000 dan sistem partisi yang digunakan.

2) Setup Disk

Metode ini memerlukan waktu paling lama, penulis tidak merekomendasikan cara ini kecuali anda tidak memiliki CDROM drive yang dapat digunakan secara bootable. Sebelum melakukan instalasi anda perlu membuat setup disk dari komputer lain yang sudah terinstal Windows 2000 Server.

3) Instalasi dari OS lain

Apabila anda telah memiliki sistem operasi lain di komputer, maka dapat langsung menjalankan proses instalasi dengan memasukkan CDROM Windows 2000 Server dan memanfaatkan proses autorun.

Untuk konfigurasi dual boot, pilihlah option kedua. Sedangkan untuk mengupgrade Windows NT Server ke Windows 2000 Server pilihlah option ke-1. Proses instalasi dilanjutkan dengan mencopy temporary file ke harddisk, booting ulang, dan selanjutnya tampil dialog text based sebagaimana instalsi dengan CDROM bootable.

Berikutnya tiba saatnya bagi anda untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server. Dalam praktek ini penulis menggunakan skenario instalasi dengan bootable CDROM pada harddisk kosong yang belum terisi sistem operasi lain. Setelah Windows 2000 Server terpasang sebagai Member Server, dilakukan instalasi Active Directory untuk mengupgrade server tersebut sebagai DC dengan perintah DCPROMO.

Instalasi Member Server

1) Lakukan setting pada BIOS komputer anda untuk booting dari CDROM

2) Masukkan bootable CDROM Windows 2000 Server, dan restart komputer anda.

3) Tampil dialog text based, lanjutkan instalasi dengan menekan Enter.

4) Setelah tampil dialog License Agreement, tekan F8 untuk menerima agreement.

5) Selanjutnya anda diminta menentukan lokasi instalasi. Pada bagian ini anda juga dapat menghapus dan membuat partisi baru di harddisk.

6) Tentukan jenis file sistem yang akan digunakan.

Note : Apabila anda ingin membuat uial boot, jangan menghapus partisi yang telah terisi OS lain. Pada bagian penentuan jenis partisi, jangan merubah jenis partisi di drive yang telah terisi OS. Menghapus maupun merubah jenis partisi akan menghilangkan OS yang telah anda install di partisi tersebut.

7) Setelah selesai, proses intalasi dilanjutkan dengan mengecek dan mencopy temporary file ke harddisk.

8) Keluarkan CDROM dan restart komputer.

9) Proses intalasi dilanjutkan dengan mendeteksi hardware di komputer.

10) Selanjutnya tentukan regional setting (keyboard layput, sistem tanggal,  jam, dll) sesuai dengan kondisi lokasi anda.

11) Isikan nama pemilik komputer dan organisasinya.

12) Pilih jenis dan banyaknya lisensi yang akan digunakan. Lisensi per server berarti dihitung berdasarkan jumlah klien yang melakukan koneksi ke server. Sedangkan lisensi per seat mengharuskan tiap klien untuk memiliki license, yang dapat digunakan untuk mengakses server manapun. Untuk latihan, pilihlah per Server dan isikan jumlah koneksi = 5 klien

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13) Langkah berikutnya adalah mengisikan nama komputer. Nama tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi komputer di dalam jaringan. Misalkan anda menginstal server pertama dalam jaringan, isikan SERVERPUSAT sebagai nama server.

14) Isikan password untuk account Administrator. Pastikan anda mengisikan password yang cukup baik, karena account tersebut merupakan administrator dengan hak tertinggi dalam jaringan.

15) Tampil dialog pilihan service yang akan diinstall. Anda dapat memilih jenis service yang akan disediakan server tersebut, misalnya IIS (web server), DNS Server, maupun DHCP server. Dalam latihan ini, biarkan pilihan tersebut dalam kondisi default dan lanjutnkan instalasi. Anda akan melakukan instalasi setiap service pada bab-bab selanjutnya sesuai dengan kebutuhan.

16) Selanjutnya tampil pilihan dialog untuk Network Setting. Pilih Custom untuk menampilkan dialog konfigurasi jaringan.

17) Sorot Internet Protocol, dan klik Properties untuk mengisikan konfigurasi IP Address sebagai berikut :

IP Address : 192.168.0.1

Subnet Mask : 255.255.255.0

Kosongkan kotak lain, dan tutup dialog. Pengisian IP address tersebut menggunakan klas C yang biasa dipakai di lingkungan LAN. Anda dapat menyesuaikannya dengan kondisi jaringan bila diperlukan.

18) Tampil dialog Workgroup dan Domain, yang menanyakan kedudukan server tersebut di dalam jaringan. Karena dalam praktek ini anda menginstal server pertama dalam jaringan dan domain baru, maka pilihlah option pertama dan kosongkan kotak Workgroup or computer domain.

 

 

 

19) Klik Next untuk melanjutkan instalasi. Proses instalasi akan dilanjutkan dengan melakukan setting jaringan dan hardware. Proses tersebut bervariasi kecepatannya, tergantung spesifikasi komputer anda. Anda mungkin diminta memasukkan CDROM Windows 2000 atau disket driver sesuai keperluan. 20) Setelah konfigurasi selesai, booting ulang komputer anda dan selanjutnya tampil dialog login ke Windows 2000 Server. Tekan Ctrl+Alt+Del dan masukkan password untuk user Administrator.

 

21) Tampil desktop Windows 2000 Server, dan anda siap melakukan berbagai konfigurasi server.

Pada tahap ini Windows 2000 Server telah terinstal sebagai member server. Untuk membuatnya sebagai Domain Controller perlu dieksekusi perintah DCPROMO.

 

4.6.3 Instalasi Service Aplikasi yang Dibutuhkan

Member Server bersifat stand alone sehingga tidak dapat digunakan untuk mengatur konfigurasi jaringan. Biasanya Member Server menginduk ke DC untuk memberikan service jaringan tertentu. Pada praktek berikutnya anda akan mengupgrade Member Server menjadi DC, yang merupakan DC pertama di jaringan anda.

 

 

 

 

 

1) Klik Start > Run dan ketikkan DCPROMO Perintah tersebut akan menginstal Active Directory sehingga server dinaikkan statusnya dari Member Server ke Domain Controller. Anda akan menginstal DC pertama dalam Domain.

 

 

 

2) Tampil Dialog type Domain Controller, pilih Domain Controller For A New Domain. Apabila anda menginstal DC tambahan dalam sebuah Domain, aktifkan option ke-2.

 

3) Berikutnya tampil pilihan untuk menentukan jenis domain yang dibuat. Aktifkan Create A New Domain Tree untuk membuat Domain pertama dalam jaringan.

 

4) Pilih Create A New Forest Of Domain Trees pada dialog Join Forest. Domain yang dibuat adalah level tertinggi dalam Forest baru.

Note : Forest, Tree, dan Domain adalah terminologi yang digunakan dalam konsep jaringan Windows 2000 untuk mengidentifikasi kesatuan organisasi jaringan. Domain merupakan kesatuan terkecil dari sebuah jaringan. Beberapa Domain dapat bergabung membentuk Tree dan gabungan dari beberapa Tree disebut Forest.

5) Isikan nama Domain untuk organisasi anda, Gunakan Full Qualified Domain Name sesuai peraturan Internic. Anda dapat menggunakan Domain yang sudah terdaftar resmi, atau domain fiktif dengan nama tertentu yang dikehendaki. Apabila anda akan mempublish jaringan ke internet, sebaiknya digunakan nama Domain yang telah terdaftar.

 

6) Langkah selanjutnya adalah menentukan NETBIOS Name untuk Domain tersebut. Hal ini digunakan untuk mendukung OS sebelum Windows 2000 seperti Win98 dan Win NT yang menggunakan NETBIOS untuk meresolve nama host di jaringan.

 

7) Tentukan lokasi penyimpanan data Active Directory, yaitu data log, system volume, dan Active Directory Database.

 

 

 

Note : Lokasi penyimpanan data Active Directory harus menggunakan partisi NTFS. Apabila system partition anda menggunakan FAT32, anda harus menyediakan sebuah volume dengan partisi NTFS untuk menyimpan data tersebut. Dalam sebuah jaringan besar dimana sering terjadi update dan replikasi data Active Directory sebaiknya data tersebut disimpan di harddisk terpisah dari sistem operasi, sehingga meningkatkan kinerja sistem.

8) Proses instalasi dilanjutkan dengan mengecek keberadaan DNS Server di dalam jaringan. Apabila tidak terdapat DNS Server maka Windows 2000 akan meminta konfirmasi untuk menginstal DNS Server di DC tersebut.

9) Tunggu sampai proses instalasi selesai, instalasi dilanjutkan dengan booting ulang.

10) Lakukan login ke DC sebagai Administrator, setelah Active Directory terpasang akan terlihat beberapa menu tambahan di bagian Administrative Tools, antara lain Active Directory Users and Computers yang merupakan menu utama untuk konfigurasi user, group dan security jaringan.

 

Selamat, anda telah menginstal DC pertama di jaringan…..

 

 

 

4.6.4 Hak dan Aturan User Diidentifikasi Sesuai dengan Kebutuhan

 

Untuk memberikan hak akses berbagai sumberdaya jaringan kepada para pengguna maka harus dibuat terlebih dahulu user dan group untuk tiap-tiap pengguna. Windows 2000 mengenali seorang pengguna serta hak-hak yang dimilikinya berdasarkan user dan group yang terdapat di DC.

Representasi seorang pengguna dalam sebuah jaringan adalah user account (untuk selanjutnya disebut account). Sebuah account biasanya diberi nama sesuai dengan nama pengguna yang bersangkutan, atau dengan nama khusus sesuai dengan tujuan dibuatnya account tersebut.

Beberapa account dapat digabungkan dalam satu atau lebih group. Fungsi group adalah menggolongkan account ke dalam kelompok-kelompok tertentu sesuai dengan hak yang akan diberikan. Biasanya account yang berada dalam satu group memiliki hak akses yang sama terhadap sumber daya jaringan tertentu. Dengan menggunakan group tersebut maka pekerjaan administrator akan menjadi lebih mudah, karena hak akses cukup diterapkan terhadap suatu group daripada harus menetapkan policy satu per satu untuk tiap account.

 

Membuat dan Mengatur User Account

User account digunakan oleh pengguna untuk login ke domain Windows 2000 dalam jaringan. Berdasarkan scope nya user account dapat dibedakan menjadi 2 jenis :

Local user account

Adalah account yang terdapat di suatu komputer baik DC maupun klien dan hanya dapat digunakan untuk login ke komputer dimana account tersebut dibuat. Konsep local user account dan domain user account ini sangat penting dipahami, terutama bila komputer klien menggunakan Windows 2000 Professional / Server maupun Windows XP. Demikian juga jika klien menggunakan Windows NT baik Workstation maupun Server.

Dalam arsitektur Windows NT dan Windows 2000/Xp, setiap komputer memiliki user dan group sendiri yang hanya berlaku untuk komputer tersebut saja. Selain itu terdapat account di level domain yang dibuat di DC dan memiliki scope untuk semua komputer di dalam domain.

 

Domain user account

Domain user account adalah account yang memiliki cakupan di seluruh domain, dan dibuat dengan menggunakan faslitas AD yang terdapat di DC. Domain account dibuat di DC dan dapat digunakan oleh pengguna untuk login ke dalam jaringan dari komputer manapun selama hak login tersebut diberikan.

Berbeda dengan local account, domain account memiliki scope untuk seluruh domain sehingga policy yang ditetapkan untuk suatu account akan berlaku pula di seluruh domain. Misalnya suatu account diberikan hak untuk menggunakan printer A yang terdapat di komputer B. Maka pengguna yang menggunakan account tersebut dapat menggunakan printer A tanpa dipengaruhi di computer mana pengguna tersebut sedang bekerja.

Bagan berikut menggambarkan kedudukan domain account dan local account dalam sebuah domain :

 

 

Apabila seorang pengguna login ke domain menggunakan domain account maka policy yang ditetapkan adalah di level domain, yang dibuat oleh administrator melalui fasilitas AD. Data domain account tersebut tersimpan di DC. Apabila dalam jaringan terdapat lebih dari satu DC maka data domain account tersebut direplikasikan di semua DC. Dengan demikian konfigurasi policy untuk suatu account yang terdapat di AD akan tetap diterapkan terlepas dari komputer mana seorang pengguna melakukan login. Selama komputer tersebut masih berada dalam satu domain maka policy tersebut akan tetap diterapkan.

Sedangkan local account berlaku sebaliknya, yaitu hanya memiliki lingkup di suatu computer tertentu. Misalkan dalam gambar diatas menggunakan local account yang terdapat di Klient1 untuk login ke komputer tersebut, maka akan diterapkan policy yang hanya berlaku di Klien1. Account yang dibuat di Klien1 tidak dapat digunkan untuk login ke Klien2, begitu juga sebaliknya. Tetapi account yang terdapat di DC dapat digunakan untuk login ke Klien1 dan Klien2, karena informasi account tersebut tersimpab di AD.

 

Membuat User Account

Dalam latihan ini anda akan membuat account di DC sehingga account tersebut merupakan domain account. Penulis mengasumsikan anda sudah menginstal Windows 2000 dan mengkonfigurasikannya sebagai DC sebagaimana dijelaskan di bahasan sebelumnya.

Lakukan login ke DC anda sebagai Administrator dengan menggunakan user name dan password yang telah anda buat di Bahasan sebelumnya. Anda tidak akan dapat membuat user dan group apabila tidak login sebagai administrator.

Buka Menu Start > Program > Administrative Tools > Active Directory User and Computer untuk menampilkan menu konfigurasi user, group dan berbagai obyek AD.Pada gambar berikut terlihat AD dengan domain bernama Matrik.com. Di folder user terlihat beberapa user baik yang dibuat sendiri maupun built in user.

Untuk membuat user baru, klik kanan di area kosong yang terdapat di jendela sebelah kanan. Pilih New > User. Alternatif lain adalah dengan mengklik kanan folder atau OU tertentu yang terdapat di bawah domain. Misalnya anda mengklik kanan OU Sales maka user account yang dibuat akan langsung ditempatkan di bagian Sales.

 

 

Setelah tampil dialog New Object-User, isikan data untuk user yang akan dibuat. Data First name, Last name, dan Intials merupakan data yang akan ditampilkan dijendela AD Users and Computers. Sedangkan data yang digunakan untuk login ke jaringan adalah User logon name. Dengan demikian anda dapat saja memberikan nama yang berbeda antara nama seorang pengguna dangan logon name yang digunakan sebagai account login. Penulis menyarankan untuk tetap menggunakan nama yang berkaitan dengan nama user yang sebenarnya untuk menghindari kesulitan administrasi di kemudian hari. Selain itu terdapat logon name untuk pre-windows 2000 yang digunakan untuk login dari Klien yang tidak memakai Windows 2000 seperti Windows 98 atau NT. Secara default bagian ini langsung terisi sama dengan logon name untuk Windows 2000.

 

Isikan password untuk user tersebut, dan ulangi pengisian di bagian Confirm password. Apabila anda menghendaki pengguna menetapkan passwordnya sendiri, aktifkan User must change password at next logon. Dengan demikian seorang pengguna dapat mengganti password yang anda berikan, sehingga lebih menjamin privacy pengguna tersebut.

 

Note : penetapan penggantian password oleh pengguna saat pertama kali login dapat membawa masalah tersendiri apabila anda tidak memberikan keterangan yang cukup kepada para pengguna.

Penulis sering menjumpai pengguna pemula, apalagi yang kurang memahami bahasa Inggeris menganggap permintaan penggantian password oleh komputer saat login pertama sebagai error yang harus ditangani. Apabila terdapat 50 pengguna semacam ini dalam jaringan anda, maka bersiaplah untuk menerima telepon komplain yang sebenarnya tidak diperlukan

 

 

Setelah pengisian selesai, klik Next dan akan tampil kotak konfirmasi berisi data user yang telah dibuat.

Setelah proses pembuatan user selesai, tampak user bernama Alisha Fatah terdapat di jendela kanan MMC anda.

 

 

Note : Anda harus selalu ingat bahwa Alisha Fatah adalah nama untuk user tersebut, sedangkan untuk login ke jaringan harus menggunakan account : Lisha. Penulis sering menjumpai administrator pemula salah menafsirkan dan tidak dapat membedakan antara User name dan Logon name.

 

Mengatur Property User

Setelah account untuk user dibuat maka perlu dikonfigurasi property untuk account tersebut sesuai hak dan policy yang akan diterapkan. Berikut dijelaskan beberapa jenis property yang sering digunakan dalam administrasi jaringan, dan untuk lebih lengkapnya mengenai properti account tersebut anda dapat merujuk pada help file Windows 2000 Server yang cukup lengkap pembahasannya. Property account diakses dengan mengklik ganda suatu account atau dengan mengklik kanan dan memilih Properties.

 

 

Selanjutnya akan tampil jendela pengaturan property user sebagai berikut:

 

Pada bab ini hanya akan dibahas tab Account dan Member Of dari 12 tab yang terdapat di jendela tersebut.

 

 

Membatasi Waktu Login

Anda dapat membatasi waktu login user di jaringan dengan menekan tombol Logon Hours yang terdapat di tab Account. Misalnya ada user yang hanya boleh mengakses jaringan dari jam 08.00 s/d 17.00, maka anda dapat menerapkan pembatasan waktu terhadap user tersebut.

Pembatasan ini sering digunakan untuk menghindari adanya pengguna yang mengakses sumber daya jaringan di luar jam kerja, atau menghindari penyalahgunaan account oleh pihak yang tidak berkepentingan. Gambar berikut menunjukkan setting untuk user Lisha yang hanya diperbolehkan login dari hari Senin s/d Jumat jam 08:00 s/d 18:00.

Blok warna menunjukkan user tersebut diijinkan login, sedangkan blok putih menunjukkan waktu dimana user tersebut tidak diijinkan login.

Perlu diketahui bahwa pembatasan tersebut adalah untuk login ke domain atau ke jaringan. Sedangkan bila pengguna tersebut login ke komputer lokal (bila memakai Win NT/2000) maka tetap bisa dilakukan.

 

Dari Komputer Mana Boleh Login ?

Pembatasan lain yang dapat dilakukan adalah dari komputer mana seorang pengguna dapat login ke jaringan. Secara default account yang dibuat dapat digunakan di semua workstation dalam jaringan. Anda dapat membatasi komputer yang dapat digunakan untuk login oleh suatu account, dengan mengklik tombol Log On To yang terdapat di tab Account. Pembatasan tersebut biasanya bertujuan agar pengguna yang berbeda bagian / departemen tidak dapat memakai komputer milik departemen lain.

Pada gambar di atas terlihat dimasukkan nama komputer Purchasing dan Akunting, sehingga account tersebut hanya dapat digunakan untuk login dari 2 komputer tersebut. Pada bagian Computer name dimasukkan nama komputer, yang dapat anda lihat di property Network Neighbourhood (Win98/ NT) atau My Network Places (Win 2000).

Note : Fasilitas ini menggunakan protocol NetBIOS, sehingga anda harus mengaktifkan protocol tersebut di Windows 2000 Server. Sistem Operasi Windows non Windows 2000 menggunakan NetBIOS untuk me-resolve nama komputer, sedangkan Windows 2000 mengunakan sistem DNS. Penggunaan NetBIOS dalam fasilitas ini adalah pengecualian, karena kemungkinan terdapat klien yang belum menggunakan Windows 2000. Untuk mengaktifkan NetBIOS di Windows 2000 anda dapat melihat petunjuknya di help Windows 2000 dengan keyword NetBT.

4.6.5 Group User Diidentifikasi Sesuai dengan Kelompok Aktifitasnya

Beberapa account dapat dikelompokkan menjadi group sesuai dengan kepentingan administrasinya. Dengan mengelompokkan beberapa account menjadi group maka policy dan hak untuk suatu account cukup diterapkan di level group saja, tanpa perlu menerapkan satu per satu ke tiap account. Pengaturan group untuk user terdapat di tab Member Of, apabila anda klik tombol Add akan tampil dialog Select Groups yang menampilkan nama-nama group yang tersedia. Group tersebut dapat merupakan built in group maupun yang anda buat sendiri selaku administrator.

Sebuah account dapat menjadi anggota satu atau lebih group, tergantung kepentingan administrativenya. Dalam gambar di atas terlihat user Lisha dimasukkan sebagai anggota group Administrator.

 

 

 

 

Mereset Password

Sering ditemui seorang user lupa passwordnya, sehingga anda perlu mereset password tersebut dan memberikan password baru. Menu yang  digunakan sama dengan menonaktifkan account dengan memilih Reset Password dari context menu.

 

Selanjutnya anda dapat mengisikan password baru untuk account tersbut dan menentukan pilihan apakah user perlu mengganti passwordnya pada saat login atau tidak.

 

Mengedit Nama dan Logon

Tab General dan Account account menyediakan fasilitas untuk mengganti Nama dan Logon Name seorang pengguna. Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya, Name adalah nama yang didisplay untuk suatu account. Sedangkan nama yang digunakan untuk login adalah logon Name. Anda dapat langsung menghapus dan mengganti data Name dan deskripsi lainnya di tab General tersebut. Sedangkan penggantian Logon Name tersedia di tab Account.

Menghapus Account

Apabila suatu account sudah tidak diperlukan lagi, anda dapat menghapusnya dengan sanga mudah. Sorot account yang akan dihapus dan tekan tombol Delete pada keyboard anda. Alternatif lain adalah dengan memilih Delete pada context menu sebagaimana cara mereset password diatas. Windows 2000 akan menampilkan dialog konfirmasi untuk menegaskan kebenaran perintah penghapusan tersebut.

 

Mengedit dan Mengatur Account

Dalam latihan ini anda akan merubah beberapa property user Lisha yang telah dibuat di Latihan 4.1.

1. Buka menu Administrative Tools > Active Directory Users & Computers, lalu tampilkan property untuk account Lisha.

2. Tambahkan keterangan alamat E-Mail di tab General denga alamat lisha@hotmail.com

 

 

 

 

3. Klik tab Account dan tentukan pembatasan jam login dengan menekan tombol Logon hours. Tetapkan hak login sepanjang hari kecuali hari minggu.

 

4. Selanjutnya klik tab Member Of dan klik tombol Add untuk memunculkan daftar nama group yang tersedia di domain. Pilih group Administrators lalu klik Add untuk menambahkan group tersebut ke daftar Member of. Dengan demikian account lisha tersebut menjadi anggota group Administrator dan memiliki hak penuh untuk melakukan berbagai konfigurasi server.

 

5. Klik OK untuk mengakhiri Konfigurasi.

 

 

Membuat dan Mengatur Group Account

Setelah anda membuat user account, maka langkah selanjutnya adalah membuat group account yang digunakan untuk memudahkan administasi jaringan. Group account merupakan sekumpulan user account, di dalamnya dapat terdiri dari user account atau group account lainnya. Jadi tidak ada halangan suatu group beranggotakan group lain. Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya, group account sangat memudahkan pengaturan jaringan karena policy yang diterapkan di suatu group akan diterapkan pula terhadap anggota group tersebut.

Ketika anda membuat group maka tersedia beberapa jenis pilihan untuk menentukan tipe group yangdibuat. Penting bagi anda selaku administrator memahami dengan baik type dan ruang lingkup dari tiap jenis group.

 

 

Type Group Account

Berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis group yaitu Security Group dan Distribution Group.

Security Group

Digunakan untuk memberikan hak akses terhadap sumber daya jaringan tertentu. Windows 2000 menggunakan security group dalam penentuan hak suatu account, termasuk juga untuk melakukan suatu job tertentu untuk sekumpulan user. Penggunaan praktisnya antara lain pemberian hak akses terhadap suatu file, atau mendistribusikan e-mail ke sekelompok user. Security group memiliki semua kemampuan dan fungsi distribution group, tetapi tidak sebaliknya.

Distribution Group

Group jenis ini digunakan untuk berbagai fungsi yang tidak terkait dengan masalah security atau pemberian hak akses. Misalnya untuk mendistribusikan pesan kepada sekelompok user. Integrasi dengan active directory memungkinkan administrator menyampaikan pesan atau distribusi file ke sekelompok user yang dimasukkan dalam distribution group.

 

Group Scope

Berdasarkan scope atau ruang lingkup suatu group, terdapat 3 jenis group yang masing-masing memiliki scope tersendiri.

 

Gambar di atas menunjukkan pilihan scope dan type group yang tersedia ketika anda membuat sebuah group.

Untuk memahami scope dan type tersebut, sebaiknya anda memikirkan sebuah jaringan Windows 2000 dalam skala besar, yang terdiri dari beberapa domain dan bergabung menjadi tree atau forest

Domain Local Group

Domain local group biasanya digunakan untuk memberikan hak akses terhadap sumber daya jaringan tertentu dalam suatu domain, misalnya printer, folder, file maupun hardware lainnya.

Karakteristik domain local group adalah :

  • Dapat beranggotakan user atau group dari domain manapun
  • Hanya dapat digunakan untuk memberikan hak akses yang terdapat di domain dimana group tersebut dibuat.
  • Group ini hanya dapat dilihat di domain dimana group tersebut dibuat

 

 

Global Group

Penggunaan group jenis ini biasanya adalah untuk memberikan hak akses kepada user atau group yang memiliki kesamaan hak akses terhadap sumber daya jaringan tertentu.

  • Hanya dapat beranggotakan user atau group yang terdapat di domain dimana group trsebut dibuat
  • Dapat digunakan untuk memberikan hak akses yang terdapat di domain manapun, meskipun bukan di domain asal group tersebut
  • Group ini dapat dilihat dari domain manapun dalam jaringan

Universal Group

Universal group memiliki karakteristik yang merupakan gabungan dari domain local dan global group. Group jenis ini biasa digunakan apabila terdapat user atau group yang memerlukan hak akses sumber daya jaringan lintas domain. Misalnya untuk mobile user yang sering berpindah kota, dan harus mengakses file di tiap-tiap kota tersebut.

  • Dapat beranggotakan user atau group dari domain manapun
  • Dapat digunakan untuk memberikan hak akses yang terdapat di domain manapun
  • Group ini dapat dilihat dari domain manapun dalam jaringan
  • Tersedia apabila semua DC menggunakan Windos 2000 Server (Native Mode)

Karena karakteristik universal group yang sangat flexible tersebut, disarankan kepada administrator untuk tidak menggunakan universal group kecuali benar-benar dibutuhkan. Penggunaan universal group tanpa kontrol yang baik akan memperbesar kemungkinan lubang keamanan dalam jaringan anda.

 

Note : Pemula Windows 2000, apalagi yang belum pernah mengenal dunia jaringan computer sering sulit untuk memahami tujuan dibuatnya scope dan type masing-masing group tersebut. Apabila anda mengelola jaringan 1 domain dengan hanya 30 PC, pemahaman type dan scope tersebut mungkin tidaklah terlalu penting. Ketika anda mengelola 100 PC dengan 2 atau 3 domain, maka anda akan menemukan bahwa konsep active directory, termasuk di dalamnya type dan scope group tersebut menjadi sangat berguna untuk menentukan policy dan pembuatan group dalam jaringan.

 

Untuk membuat sebuah group anda menggunakan menu yang sama dengan membuat user account yaitu dari console Active Directory Users and Computers. Klik Menu Action > New > Group atau dengan mengklik kanan pada ruang kosong di console tersebut.

Selanjutnya anda dapat mengisikan nama group, type dan scopenya sesuai dengan deskripsi yang telah dijelaskan di atas. Apabila dalam jaringan anda terdapat komputer yang menggunakan system operasi non windows 2000 maka perlu diisikan group name untuk pre Windows 2000. Secara default bagian ini terisi sama dengan group name nya.

 

Dalam gambar di atas terlihat dibuat group bernama Sales dengan type Security dan scope nya adalah global. Dengan demikian Sales merupakan global group yang dapat dilihat dari domain manapun di dalam jaringan, tetapi hanya dapat beranggotakan user/group yang berada di domain yang sama dengan domain asal group Sales tersebut. Untuk mengedit property group tersebut, anda tinggal mengklik kanan nama group tersebut untuk menampilkan jendela property nya.

Tab Members berisi daftar user account yang menjadi anggota group Sales tersebut. Anda dapat menambahkan user untuk menjadi anggota group tersebut dengan menekan tombol Add untuk menampilkan daftar user sebagai berikut:

 

Pada bagian dialog Select users terdapat drop down combo Look in dimana anda dapat memilih dari domain mana user account yang akan dimasukkan. Tampak domain Matrik.com yang telah dibuat penulis untuk latihan ini. Apabila anda memiliki lebih dari satu domain di jaringan, maka akan terlihat beberapa domain yang masing-masing memiliki user dan group.

Pada bagian ini juga terlihat komputer lain yang menggunakan Windows 2000, dimana di dalam komputer tersebut terdapat user dan group dengan scope lokal untuk komputer tersebut saja. Anda dapat memasukkan local user di suatu komputer menjadi anggota domain group yang terdapat di domain server. Inilah yang disebut kemudahan administrasi terpusat yang memanfaatkan AD, karena anda dapat menambil dan mengatur user dan group yang terdapat di jaringan dari satu tempat saja. Pada tab Member of terdapat daftar nama group yang menjadi induk group sales tersebut. Artinya sebuah group dapat menjadi anggota dari group lain di atasnya, begitu seterusnya.

 

 

4.7 Melakukan Dokumentasi Instalasi Jaringan Computer.

Hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah melakukan dokumentasi keseluruhan kegiatan yang telah anda lakukan dalam proses Instalasi jaringan computer. Ini akan membantu anda nantinya ketika anda ingin mebangun jaringan computer baru lagi, jadi dengan adanya dokumentasi anda akan mengerjakan instalasi jaringan computer dengan lebih cepat dalam hal waktu.

4.7.1 Pencatatan Hasil Instalasi Operating System Jaringan

 

Pencatatan ini dilakukakan oleh user yang melakukan instalasi jaringan. Pada tahap ini Anda menuliskan semua kerusakan atau masalah yang Anda hadapi ketika melakukan instalasi Operating Sytem jaringan. Dan anda perlu sertakan juga bagaimana cara Anda mengatasi masalah tersebut. Laporan ini akan sangat membantu sekali untuk administrator jaringan yang nantinya bertugas untuk memastikan jaringan komputer yang telah anda buat berjalan dengan baik.

4.7.2 Penyebab Tidak Teridentifikasinya Perangkat Jaringan Seperti NIC Dicatat Penyebabnya.

 

Untuk mengetahui apakah kartu jaringan atau NIC yang telah kita pasang telah terdeteksi oleh Windows, ikuti langkah berikut:

  1. Klik kanan pada My Computer.
  2. Pilih Properties.
  3. Pilih Tab Hardware.
  4. Klik pada Device Manager.
  5. Klik Network Adapters, di sana anda akan menemukan kartu NIC yang telah terinstal.
  6. Klik nama NIC Anda yang terinstal, lalu klik properties
  7. Pada kotak dialog Properties untuk perangkat jaringan Anda. Lihatlah bagian Device Status di tab General.

Jika Anda melihat pesan “This Device is Either not present, not working properly, or does not have all the drivers installed,” berarti NIC Anda rusak atau Drivernya belum terinstall.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

 

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Melakukan Instalasi Operating System Jaringan
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.050.1

 

NO.

UNIT

KOMPE-TENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETE-RANGAN

1.

Melakukan Instalasi Operating System Jaringan

TIK.CS02.050.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- Keyboard dan mouse

-NIC, Modem, Hub/Switch, kabel Lan, Crimping Tool, Cable Tester.

- Driver untuk NIC dan Modem

 

- CD Windows Server 2000

- Buku informasi atau manual installation Windows Server 2000

- Buku informasi tentang jaringan komputer

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Website:

  • Neibauer, Alan (2000). Small Business Solution for Networking, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
  • http://ilmukomputer.com/2006/09/11/cepat-mahir-windows-2000-server/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: