Menu

Konsep Komunikasi Leadership Untuk Membangun Tim

Jan
02
2012
by : 1. Posted in : blog

MEMBANGUN TIM

 

 

 

WAKTU : 1,5 Sesi @ 90 menit (135 menit)

 

 

 

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

 

Mengenalkan kepada para peserta pentingnya kualitas dan peningkatan tim kerja yang harmonis dalam mencapai tujuan yang disepakati.

 

 

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

 

Setelah menyelesaikan kegiatan sesi ini, peserta diharapkan dapat:

 

  1. Mengetahui dan memahami pentingnya tim kerja dalam klinik/institusi pelayanan kesehatan
  2. Membentuk tim kerja yang harmonis di klinik keperawatan dan kebidanan

 

 

MATERI

 

  1. Definisi Membangun Tim
  2. Karakteristik Kelompok Keja
  3. Manfaat Membangun Tim

 

METODA PENGAJARAN

 

  1. Kuliah singkat
  2. Kerja Kelompok
  3. Presentasi -  Diskusi Pleno

 

RENCANA PEMBELAJARAN

 

 

SESI  I

Bagian A

Topik     : Membangun  tim  kerja  dalam Institusi / Organisasi

Metode  : Kuliah  singkat

Waktu    : 30 menit

 

Bagian B

Topik    : Menyusun Puzzle
Metode : Kerja Kelompok

Waktu   : 45 menit

Bagian C

Metode : Diskusi  Kelompok

Waktu  : 60 menit

 

 

 

 

 

 

 

 


DINAMIKA KELOMPOK

 

 

A Tujuan Pembelajaran

Setelah pokok bahasan ini peserta diharapkan dapat :

  1. Saling mengenal satu dengan yang  lain
  2. Saling berinteraksi dengan aktif
  3. Mengemukakan harapan-harapan mengikuti pelatihan ini

 

B Metoda :

  1. Curah pendapat
  2. Diskusi kelompok

 

C Alat Bantu :

  1. Petunjuk permainan
  2. Kertas warna warni, spidol
  3. Permainan untuk saling mengenal

 

D Waktu :

135 menit

 

LANGKAH-LANGKAH (proses) :

 

1 Persiapan :

Fasilitator mempersiapkan pita perekat (selotif), kertas lembar balik (kertas koran) dan spidol.

2 Pengantar :

Fasilitator menyampaikan tujuan pokok bahasan, serta proses dan waktu yang diperlukan untuk kegiatan belajar ini.

 

 

3 Pencairan dan permainan :
  Cara 1 :

  1. Fasilitator membagikan kepada peserta masing-masing 1 buah kartu atau kertas yang bertuliskan kata-kata.
  2. Setelah dibagikan kepada seluruh peserta, fasilitator meminta peserta mencari pasangan masing-masing dengan cara mencari kata-kata yang cocok artinya.
  3. Masing-masing pasangan dipersilakan berkenalan dengan pasangannya.
  4. Pasangan yang salah tidak sesuai dengan permainan atau peserta yang tidak menemukan pasangan diberi hukuman (diserahkan kepada peserta lainnya).
  5. Minta masukan dari peserta tentang manfaat permainan ini..

 

  Cara 2 :

  1. Fasilitator membagikan kepada peserta masing-masing 1 buah kartu (bertuliskan kata) yang ditempelkan di punggung peserta.
  2. Fasilitator meminta peserta untuk mencari temannya dan membentuk kelompok  sesuai dengan pedoman kata atau kalimat yang tertera dengan cara melihat kata pada punggung temannya.
  3. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk berkenalan.
  4. Peserta yang salah menentukan kelompoknya diberikan hukuman sesuai permintaan peserta lainnya.
  5. Masing-masing kelompok secara bergiliran menjelaskan makna dari kalimat tersebut.
  6. Fasilitator meminta pendapat peserta mengenai manfaat dari permainan ini.
  7. Fasilitator merangkum hasil permainan.

 

4 Pengungkapan harapan peserta :

  1. Fasilitator menanyakan kepada peserta tentang harapannya terhadap penyelenggaraan pelatihan ini.
  2. Fasilitator meminta peserta menulis harapan-harapan peserta yang ditulis diatas kertas warna warni.
  3. Setiap peserta menempelkan harapannya, yang telah ditulis, di papan atau dinding di depan kelas.
  4. Pendapat peserta yang sama atau memiliki kesamaan agar dikelompokan oleh peserta sendiri.
  5. Fasilitator meminta beberapa peserta untuk merangkum harapan-harapan peserta yang telah dikelompokan tersebut.
  6. Fasilitator menyimpulkan harapan peserta secara keseluruhan.

 

 

Jawaban Pencairan

(Lawan Kata)

Tali

Pusat

Tablet

Besi

Air susu

Ibu

Etos

Kerja

Fungsi

Manajemen

Rumah

Sakit

Pengambilan

Keputusan

Uraian

Tugas

Rawat

Inap

Konsep

Diri

Pelayanan

Kesehatan

Sikap

Mental

Paradigma

Sehat

Visi

Misi

Indonesia Sehat

2010

Jawaban Pencairan

(Rangkaian Kata/Kalimat)

Tidak

Ada

Hari

Tanpa

Prestasi

Perilaku

Hidup

Bersih

Dan

Sehat

Segalanya

Tanpa

Kesehatan

Tidak Ada

Artinya

Sistem

Pengembangan

Manajemen

Kinerja

Klinis

Tercapainya

Indonesia

Sehat

Tahun

2010

MATERI

MEMBANGUN TIM

 

 

PENGERTIAN

 

Team building adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk mengembangkan kerja kelompok dalam suatu organisasi. Ahli-ahli ilmu sosial menyebut kelompok adalah suatu kumpulan orang yang terdiri dari dua atau lebih yang berinteraksi dengan stabil dan diantara mereka mempunyai tujuan yang sama serta menganggap kelompok itu sebagai kelompoknya sendiri (merasa memiliki). Walaupun tak dapat disangkal bahwa ada beberapa kegiatan/aktifitas yang mungkin lebih efisien bila  dikerjakan  oleh perseorangan, namun banyak sekali masalah yang bersifat terlalu luas dan terlalu kompleks untuk ditangani oleh satu orang. Dalam hal ini kerja team pada manajemen dapat memberikan hasil akhir yang lebih efektif dibanding dengan kerja perorangan.

 

KARAKTERISTIK KELOMPOK/TIM

 

Karakteristik Kelompok atau Tim:

  1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
  2. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
  3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
  4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
  5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.

 

 

Mengapa Diperlukan Team Building ?

 

Pada prinsipnya kita memerlukan team building untuk memperbaiki kinerja kelompok yang kita miliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan team building, antara lain:

  1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
  2. Pucuk pimpinan yang jarang berfikir dan bertindak sebagai bagian  sebuah kelompok.
  3. Terjadi kurang pengertian antar sesama anggota kelompok,  tidak ada arahan  dan semangat  kerja yang timbul dalam suatu kelompok,  sehingga kelompok  kehilangan arah kerja.
  4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat bekerja bersama dalam kelompok.
  5. Kurangnya rasa percaya diri antar sesama anggota tim, tidak dapat dicapai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktahuan akan  kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota tim.

 

MANFAAT MEMBANGUN TIM

 

Team building  yang dilakukan secara benar dan berkesinambungan akan memberikan hasil perubahan yang seringkali jauh lebih baik dari dugaan semula.

 

 Manfaat atau hasil yang dirasakan : 

 Bagi pimpinan tim /kelompok:

  1. Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif
  2. Pimpinan tim mampu menyesuaikan gaya kepimimpinannya, dengan lebih memperhatikan kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan kepentingan pribadi
  3. Terdapat apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim terhadap kebutuhan anggota tim dan bagian-bagian dalam tim.
  4. Pimpinan menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi  secara langsung kepada anggota tim sehingga terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara pimpinan dan anggota tim.
  5. Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami prakasa anggotanya.
  6. Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap sasaran kerja dan memiliki harapan yang lebih besar.

 

Bagi individu anggota tim /kelompok
  1. Sebagian besar individu memiliki pendekatan yang lebih persuasif, toleransi menjadi lebih tinggi dan memiliki kepercayaan untuk mengajukan argumentasi tanpa terikat oleh hirarki.
  2. Komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok menjadi lebih bebas  dan terbuka, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan kelompok.
  3. Terdapat “ruang “ yang lebih terbuka untuk mengakui beberapa kelemahan-kelemahan pribadi, bahkan kadangkala tidak jarang yang mengundurkan diri karena kesadaran diri (ini bukan penyelesaian yang diharapkan).
  4. Banyak masalah antar pribadi sesama anggota tim/kelompok yang selama ini mengganjal dapat dipecahkan dengan lebih mudah karena keterbukaan semua anggota tim.

 

Bagi pelaksanaan  kerja tim/kelompok
  1. Pertemuan tim/kelompok menjadi lebih terstruktur dan efektif.
  2. Hasil   yang diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik kepada sesama peserta.
  3. Terjadi perbaikan kerja dalam mencapai sasaran,  peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional.
  4. Tingkat komunikasi dalam dan antar kelompok menjadi lebih komprehensif dan efektif, walaupun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.
  5. Komitmen yang lebih kuat terhadap sasaran-sasaran baru.
  6. Terciptanya otonomi yang lebih besar pada tingkat manajer.
  7. Lebih banyak waktu digunakan untuk bekerja sama dengan kolega dan bekerja sama dalam mencapai tujuan.

 

KASUS

 

 

  1. Refleksikan dalam pekerjaan Anda sendiri dan tim bahwa Anda bekerja di dalamnya dan jawablah pertanyaan berikut ini:
    1. Apakah Anda bekerja dalam tim dengan posisi yang sama ?
    2. Apakah setiap profesional dalam tim keperawatan/kebidanan menggunakan pemikiran mereka, emosi, pengalaman dan sensitivitas mereka dalam bekerja?

 

  1.  a.    Bentuk kelompok menjadi empat (4)
    1. Setiap kelompok  terdiri dari sepuluh (10)  orang
    2. Setiap kelompok yang terdiri dari sepuluh (10) orang  dibagi lagi  menjadi dua kelompok (sub group)
    3. Setiap  sub  group  memilih seorang  pemimpin

 

  1. 3.      Fasilitator menjelaskan  cara memainkan puzzle

 

  1. Jelaskan bahwa untuk satu kelompok mengerjakan satu puzzle dan satu kelompok akan mengamati /observasi dengan menggunakan checklist.

 

  1.  Anggota diberi nomor 1-10  dan nomor 1-5 mengerjakan puzzle selama 20-30 menit

 

  1. Anggota  nomor 6-10 sebagai pengamat: Mereka mengamati semua prilaku dan spesifikasi dari semua anggota  kelompok;

Anggota nomor 6 mengamati nomor 1

Anggota nomor 7 mengamati nomor 2

Anggota nomor 8 mengamati nomor 3

Anggota nomor 9 mengamati  nomor 4

Anggota nomor 10 mengamati nomor 5

 

  1. 7.      Pengamat memantau partnernya dalam kelompok dan melengkapi  checklist

 

 

 

 

CHECK LIST UNTUK PENGAMAT

(beri tanda  pada kolom ya/tidak)

No.

Aspect

Ya

Tidak

1. Apakah dia tersenyum kepada anggota lainnya dalam kelompok    
2. Apakah dia terlibat penuh dalam mengerjakan puzzle    
3. Apakah dia mencoba memecahkan masalah    
4. Apakah dia mencoba untuk membuat suatu keputusan    
5. Apakah dia terlalu banyak bicara/mendominasi    
6. Apakah dia mendorong/memberi semangat yang lainnya    
7. Apakah bahasanya membuat yang lainnya berhenti berbicara    
  1-7 mengamati setiap individu    
1. Apakah ada konflik / kesenjangan antara anggota tim    
2. Apakah ada kebingungan tentang penugasan/hubungan yang tidak jelas antara individu    
3. Apakah ada kejelasan tujuan untuk anggota tim    
4. Apakah dia mengungkapkan gagasan-gagasan, inisiatif atau menggunakan imajinasinya    
5. Apakah mereka takut untuk berbicara/mengeluarkan pendapatnya    
6. Apakah mereka saling mendengarkan satu sama lainnya    
7. Apakah mereka diberi penghargaan untuk kemajuan yang mereka lakukan    
8. Apakah mereka dianjurkan oleh pimpinan mereka untuk bekerja sama dalam tim    
  1-8 mengamati dalam kelompok    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RANGKUMAN

 

  1. Team building atau membangun tim perlu dilakukan dalam suatu organisasi agar terbentuk suatu kelompok kerja yang tangguh, memiliki kesamaan pandang dan langkah mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

  1. Alasannya perlu membangun tim, antara lain; berorientasi kepda tujuan bersama, kerja tim dan semangat kerja tim akan mendorong tercapainya tujuan organisasi secara efisien dan efektif.

 

  1. Team building dirasakan manfaatnya, baik  bagi pimpinan maupun anggota tim, sehingga dapat menyebabkan;  efektifnya kepemimpinan, rasa memiliki dari setiap anggota tim, komunikasi yang lebih luas antara anggota tim, setiap anggota tim dapat berkontribusi sesuai dengan keahliannya, komitmen yang tinggi untuk mencapai tujuan bersama.

 

 

EVALUASI

 

  1. Apa bedanya Tim dengan kelompok ?
  2. Apa manfaat dengan adanya team building (membangun tim) ? jelaskan manfaat bagi pimpinan, anggota tim maupun organisasi.

 

 

REFERENSI

 

  1. Madded, R. B.,  (2ed),  “Team Building; Terampil Membangun Tim Handal”,  Penerbit Erlangga, Alih bahasa; Kristyabudi P. Hananto, S.Psi. MM. Editor Deborah P. Hutahuruk
  2. Fachda L.,  “Team Building;  Pembentukan Sinergi dan Dinamika Kelompok
  3. Wiyadi N. dr., MPH., (penyunting)  “Modul Team Building

artikel lainnya Konsep Komunikasi Leadership Untuk Membangun Tim

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Sunday 21 June 2015 | blog

Silabus Nama Sekolah : Sma Warga Surakarta Mata Pelajaran : Basa Jawa Kelas/Semester : xii/gasal standar…

Sunday 14 June 2015 | blog

Di UPT LK Technopark Belum bgitu banyak arsip yang tersimpan. Semua arsip kepegawaian di simpan di…

Wednesday 15 July 2015 | blog

SISTEM OPERASI A. PENGERTIAN SISTEM OPERASI ( OPERATING SYSTEM ) Secara umum, Sistem Operasi diartikan sebagai…

Wednesday 11 September 2013 | blog

Temukan ebooknya gratis di sini . Disni akan anda temui orang orang yang sukses di dunia…