Menu

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS NOMOR KEP. 164/LATTAS/XI/2009

Oct
23
2014
by : 1. Posted in : blog

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI
DIREKTORAT JENDERAL
PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 51 Lt. 6A Telp/Fax. (021) 5262643 Jakarta Selatan 12950

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

NOMOR KEP. 164/LATTAS/XI/2009

TENTANG

PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS,

Menimbang : a. bahwa Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Nomor KEP.224/Lattas/VIII/2006 tentang Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi sudah tidak sesuai dengan sistem pelatihan berbasis kompetensi, sehingga perlu disempurnakan;

b. bahwa Keputusan Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam huruf a merupakan pelaksanaan ketentuan Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menyusun kembali Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4637);

3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER. 05/MEN/IV/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.28/MEN/XII/2008;

4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER. 21/MEN/X/2007 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia;

LAMPIRAN I
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
NOMOR KEP. 164/LATTAS/XI/2009
TENTANG
PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perubahan paradigma sistem pelatihan dari konvensional kepada Sistem Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competency Based Training) berimplikasi terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelatihan. Salah satu aspek yang perlu dimodifikasi dan diadaptasikan dengan sistem pelatihan tersebut adalah modul pelatihan.
Modul pelatihan merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan dan keterampilan kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program yang mengacu kepada standar.
Modul pelatihan yang berorientasi kepada Sistem Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penggunaannya sebagai referensi bagi peserta pelatihan.
Secara substansial dengan ditetapkannya pedoman penyusunan modul PBK, maka aspek – aspek yang perlu diketahui dan dilakukan oleh peserta pelatihan berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan serta ukuran pencapaian kompetensi sesuai dengan standar terdistribusi dalam satu modul.
Dengan tersedianya modul di suatu lembaga pelatihan yang berorientasi kepada PBK akan lebih memacu dan mendorong proses penyiapan dan penyediaan tenaga kerja kompeten melalui pelatihan dan siap untuk berkompetisi di pasar kerja.

B. Tujuan dan Sasaran

1. Tujuan
Tujuan disusunnya pedoman penyusunan modul PBK adalah untuk dijadikan sebagai acuan bagi pihak yang terkait dalam penyusunan modul PBK sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang dipersyaratkan.

2. Sasaran
Sasaran disusunnya pedoman penyusunan modul pelatihan berbasis kompetensi adalah tersedianya pedoman penyusunan modul PBK bagi lembaga pelatihan dari setiap sektor atau bidang dalam menyusun modul PBK yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar kerja yang mengacu kepada standar kompetensi

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Pedoman Penyusunan Modul PBK terdiri dari : tata cara dan sistematika penyusunan modul.

D. Pengertian

Dalam Keputusan Direktur Jenderal ini yang dimaksud dengan:

1. Lembaga Pelatihan Kerja yang selanjutnya disingkat LPK, adalah instansi pemerintah, badan hukum, atau perorangan yang memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan pelatihan kerja.
2. Program Pelatihan Kerja adalah keseluruhan isi pelatihan yang tersusun secara sistematis dan memuat tentang kompetensi kerja yang akan dicapai, materi pelatihan teori dan praktik, jangka waktu pelatihan, metode dan sarana pelatihan, persyaratan peserta dan tenaga kepelatihan serta evaluasi dan penetapan kelulusan peserta pelatihan.
3. Kompetensi Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan.
4. Standar Kompetensi Kerja nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat SKKNI, adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
5. Modul Pelatihan adalah uraian materi pelatihan yang disusun berdasarkan unit kompetensi yang terdiri dari buku informasi, buku kerja, dan buku penilaian.
6. Buku Informasi adalah referensi yang berisi informasi tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang berkaitan dengan unit kompetensi yang akan dipelajari.
7. Buku Kerja adalah panduan yang digunakan peserta untuk melakukan pekerjaan/praktik yang berkaitan dengan unit kompetensi yang akan dikerjakan atau dipraktikkan.
8. Buku Penilaian adalah panduan penilaian yang digunakan oleh pelatih untuk menilai penguasaan teori, kemampuan kerja/praktik dan sikap kerja peserta pelatihan.

BAB II
TATA CARA PENYUSUNAN MODUL
PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Penyusunan modul pelatihan berbasis kompetensi merupakan proses menyusun substansi atau materi pelatihan secara sistematis, sehingga siap dipelajari dan dipraktikkan oleh peserta pelatihan untuk mencapai unit kompetensi tertentu.

A. PENYUSUN
Modul pelatihan berbasis kompetensi dapat disusun oleh perorangan yang kompeten di bidangnya atau kelompok dengan melibatkan perwakilan dari unsur pemangku kepentingan antara lain instruktur, industri/pengguna tenaga kerja, pakar dan praktisi.

B. TEKNIS PENYUSUNAN MODUL PBK
Teknis penyusunan modul PBK dilakukan melalui 5 tahapan antara lain:
1. Penyusunan draft modul PBK
Penyusunan draft modul merupakan proses penyusunan dan pengorganisasian materi/substansi pelatihan dari suatu kompetensi menjadi satu kesatuan yang sistematis, bertujuan untuk menyediakan draft suatu modul sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
2. Pembahasan draft modul PBK
Pembahasan draft modul merupakan kegiatan penyempurnaan draft modul dengan menerima masukan dari aspek materi pelatihan dan tata cara penulisan.
Metode pembahasan dapat dilakukan sebagai berikut:
- Seminar
- Workshop
- Wawancara dengan para ahli sesuai dengan bidangnya
- Kuesioner
- Kunjungan lapangan
- dan metode lain yang terkait
3. Penyempurnaan modul PBK
Penyempurnaan modul merupakan kegiatan merumuskan masukan-masukan yang dilakukan pada pembahasan draft modul PBK kedalam penetapan modul pelatihan, meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
- Pengorganisasian materi pelatihan
- Penggunaan metoda
- Penggunaan bahasa
- Pengorganisasian tata tulis dan cover
4. Validasi Materi Modul Pelatihan
Upaya validasi materi modul pelatihan merupakan langkah akhir dari pembuatan modul, sebelum modul digunakan dalam pelatihan.
Validasi diperoleh dari analisis hasil evaluasi. Untuk mendapatkan persetujuan atau pengesahan terhadap kesesuaian modul dengan kebutuhan lapangan usaha/ industri dilakukan validasi materi modul pelatihan dengan melibatkan pihak industri, ahli dan praktisi pelatihan yang kompeten di bidang profesinya dan terkait dengan modul.
5. Standarisasi Modul Pelatihan
Hasil validasi akan distandarisasi mejadi program baku, yang selanjutnya akan disusun menjadi modul standar. Standarisasi modul harus mencakup aspek-aspek penting antara lain :
- Pengorganisasian materi pelatihan
- Penggunaan metoda dan media pelatihan
- Penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing
- Pengorganisasian tata tulis dan cover
a. Langkah – langkah uji coba modul
1) Menyiapkan dan menggandakan draft modul yang akan divalidasi sesuai dengan banyaknya validator yang akan memvalidasi.
2) Menyusun instrumen pendukung validasi.
3) Mendistribusikan draft modul dan instrumen validasi kepada peserta validator.
4) Menginformasikan kepada validator tentang tujuan validasi dan kegiatan yang harus dilakukan oleh validator.
5) Mengumpulkan kembali draft modul dan instrumen validasi.
6) Memproses dan menyimpulkan hasil pengumpulan masukan yang dijaring melalui instrumen validasi.
7) Memvalidasi draft modul dilaksanakan setelah draft modul diuji- cobakan.
b. Hasil validasi draft materi modul
Kegiatan validasi akan menghasilkan berbagai macam masukan dari validator dan digunakan sebagai bahan untuk penyempurnaan modul. Penyempurnaan modul berdasarkan hasil penjaringan yang dilakukan melalui validasi dan instrumen pendukung.
6. Revisi Modul
Perbaikan atau revisi modul merupakan proses penyempurnaan modul setelah memperoleh masukan dari kegiatan uji coba dan validasi. Beberapa aspek penting dalam perbaikan/atau revisi modul harus, antara lain :
- Pengorganisasian materi pelatihan
- Penggunaan metoda dan media pelatihan
- Penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing
- Pengorganisasian tata tulis dan cover
a. Langkah – langkah revisi
1) Menyiapkan modul dan semua masukan dari hasil uji coba dan validasi.
2) Mengidentifikasi hal – hal yang harus dilakukan perbaikan.
3) Menganalisis dan mengkaji ulang terhadap kebutuhan perbaikan tersebut.
4) Melakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan.
5) Mencetak terbatas modul yang telah diperbaiki.
6) Melakukan baca ulang (proofread) sebelum modul digandakan.
7) Merevisi draft modul dilakukan setelah kegiatan validasi, sedangkan revisi modul dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
b. Hasil revisi draft modul
Dari kegiatan revisi dan finalisasi modul, hasil yang diharapkan adalah modul yang telah disahkan oleh berbagai pihak terkait, sehingga modul tersebut siap untuk digandakan atau diproduksi.
7. Produk Modul PBK
Kegiatan akhir dari proses penyusunan modul adalah produk modul PBK yaitu kegiatan menggandakan atau memperbanyak modul PBK yang siap untuk didistribusikan dan digunakan.

BAB III
SISTEMATIKA PENULISAN
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Modul pelatihan merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu bardasarkan program yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Modul pelatihan berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi (competence based training) yang diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penggunaanya sebagai referensi media pembelajaran bagi peserta pelatihan.

A. FORMAT BUKU INFORMASI
Buku Informasi adalah referensi yang berisi atau memuat informasi tentang pengetahuan yang berkaitan dengan unit kompetensi yang dipelajari, dan sebagai salah satu acuan untuk mendukung proses pelatihan berbasis kompetensi, sehingga tujuan pelatihan dapat tercapai.
Buku Informasi terdiri atas :
1. Cover Buku Informasi
Dalam cover Buku Informasi dicantumkan kalimat-kalimat sebagai berikut :
a. MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI :
(Sektor/Sub Sektor/Golongan Lapangan Usaha)
b. Judul Modul dan Kode Modul :
(dalam kotak diisi Judul Unit Kompetensi dan Kode Unit)
c. BUKU INFORMASI
d. Nama dan Alamat Instansi/Lembaga :
(Penyusun Modul)
2. Kata Pengantar
Kata pengantar memuat informasi positif tentang modul untuk dipakai sebagai acuan peserta pelatihan selama mengikuti program pelatihan berbasis kompetensi. Kata pengantar berasal dari Pimpinan Instansi/ Lembaga Penyusun Modul.
3. Daftar Isi
4. BAB I STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI
Bab ini memuat :
A. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
1. Unit kompetensi.
2. Kemampuan Awal dan Unit kompetensi prasyarat.
B. Silabus PBK Unit Kompetensi.
5. BAB II MATERI MODUL PELATIHAN
Bab ini memuat penjelasan:
A. Latar Belakang
B. Tujuan Modul
C. Ruang Lingkup
D. Pengertian Istilah yang digunakan dalam modul
E. Diagram Alir Pencapaian Kompetensi
F. Uraian Materi Modul Pelatihan
1. Elemen Kompetensi I (EK I), berisi :
(sesuai urutan isi silabus PBK)
1.1. Kriteria unjuk kerja.
a. Pengetahuan, (kalimat mudah dipahami peserta)
b. Keterampilan, (langkah-langkah kerja)
c. Sikap Kerja, (sesuai SOP/SPM)
2. Elemen Kompetensi II, III, (EK II,III dan seterusnya)

Penjelasan Bab II
Latar belakang, tujuan modul, ruang lingkup dan pengertian istilah terbatas pada bahan pembelajaran substansif informasi yang berkaitan dengan judul modul pelatihan. Diagram alir menekankan alur proses teknis unit kompetensi bukan pada uraian materi modul.
- Pada Uraian materi modul pelatihan harus menjelaskan tentang pemberalajaran substansif berupa pengetahuan, keterampilan dan skap kerja secara lengkap, penggunaan media pelatihan, seperti ilustrasi berupa gambar, media bagan mesin/peralatan, format/tabel data dll.
- Penggunaan peralatan/mesin dan bahan yang dipergunakan dalam pelatihan berkaitan dengan unit kompetensi dalam modul.
6. BAB III SUMBER PELATIHAN UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI
A. Sumber-Sumber Perpustakaan dan Media Pembelajaran.
1. Daftar Pustaka, yang dipergunakan dalam penyusunan modul.
2. Media Pembelajaran (media cetak berupa : referensi/buku lain, dan media elektronik seperti : internet, TV, Power Point/ komputer, film bingkai/slide dll, yang dapat digunakan untuk pencapaian kompetensi).
B. Daftar Peralatan/ Mesin dan Bahan yang dipergunakan.
7. TIM PENYUSUN MODUL

B. FORMAT BUKU KERJA
Buku Kerja adalah panduan yang digunakan peserta untuk melakukan pekerjaan/praktik yang berkaitan dengan unit-unit kompetensi yang akan dikerjakan atau dipraktikkan.

Buku Kerja terdiri atas :
1. Cover Buku Kerja
Dalam cover buku kerja dicantumkan kalimat-kalimat sebagai berikut :
a. MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI :
(Sektor/Sub Sektor/Golongan Lapangan Usaha)
b. Judul Modul dan Kode Modul :
(dalam kotak diisi Judul Unit Kompetensi dan Kode Unit)
c. BUKU KERJA
d. Nama dan Alamat Instansi/Lembaga :
(Penyusun Modul)
2. Daftar Isi
3. BAB I TUGAS TEORI, PRAKTIK DAN SIKAP KERJA.
a. Tugas Teori
Bentuk tugas teori diberikan kebebasan dan tetap mengacu urutan elemen kompetensi pada unit kompetensi, menggunakan prosedur sama pada pembuatan materi uji kompetensi (MUK) teori. Tugas teori dibuat bertahap, mulai tingkat soal yang mudah sampai ke tingkat soal yang sulit.
Tugas Teori Unit Kompetensi (UK), berasal dari masing-masing Elemen kompetensi (EK), Kriteria unjuk kerja (KUK) dan Uraian materi silabus pengetahuan. Tugas teori dapat disusun dalam bentuk soal tertulis, terdiri dari : Pilihan Ganda (Multiple Choise), Jawaban Singkat (Short Answer), Uraian (Essay) dan Wawancara (Interview). Bentuk masing-masing soal tugas teori , sebagai berikut:
1). Perintah tugas teori dapat berbentuk : MC, SA, Esay dan Interview.
2). Jumlah soal masing-masing tugas teori.
3). Waktu penyelesaian tugas teori (dalam menit)
4). Indikator unjuk kerja (IUK) pengetahuan.
5). Lembar Pemeriksaan tugas teori.

b. Tugas Praktik/Demonstrasi.
Tugas Praktik/ Demonstrasi Unit Kompetensi (UK), berasal dari masing-masing Elemen kompetensi (EK), Kriteria unjuk kerja (KUK) dan Uraian materi silabus Keterampilan. Tugas Praktik untuk menilai keterampilan (skill) dalam menampilkan tata urutan pelaksanaan praktik/ demonstrasi pada setiap masing-masing tugas praktik, sebagai berikut :
1). Nama Tugas praktik : 1, 2, 3 dan seterusnya.
2). Waktu Penyelesaian tugas praktik (dalam menit/ jam).
3). Tujuan Tugas Praktik/ Demonstrasi.
4). Daftar Alat/ Mesin dan Bahan praktik.
5). Indikator unjuk kerja (IUK) keterampilan.
6). Standar kinerja.
7). Instruksi kerja (kalimat perintah)
8). Hasil kerja (Persiapan, langkah kerja, K3, hasil kerja dan waktu kerja).
9). Lembar Pemeriksaan (Daftar cek tugas praktik).

c. Tugas Unjuk Sikap Kerja.
Tugas Unjuk Sikap Kerja Unit Kompetensi (UK), berasal dari masing-masing Elemen kompetensi (EK), Kriteria unjuk kerja (KUK) dan Uraian materi silabus Sikap Kerja. Tugas unjuk sikap kerja untuk menilai sikap kerja (attitude) dalam menampilkan urutan tata laksana sikap kerja yang dilakukan sesuai instruksi pada setiap masing-masing tugas unjuk sikap kerja, sebagai berikut :
1). Nama tugas unjuk sikap kerja : 1, 2, 3 dan seterusnya.
2). Waktu penyelesaian tugas unjuk sikap (dalam menit/ jam).
3). Tujuan Tugas Praktik/ Demonstrasi.
4). Daftar Alat/ Mesin dan Bahan praktik.
5). Indikator unjuk kerja (IUK) sikap kerja.
6). Standar kinerja.
7). Instruksi unjuk sikap kerja (kalimat perintah)
8). Hasil unjuk kerja (kesadaran, taat prosedur, tanggung jawab, K3)
9). Lembar Pemeriksaan (Daftar cek tugas unjuk sikap kerja).
4. BAB.II. DAFTAR TUGAS UNJUK KERJA (PRAKTIK KETERAMPILAN)
5. BAB.III. CEK LIST TUGAS PRAKTIK DAN UNJUK SIKAP KERJA.
C. FORMAT BUKU PENILAIAN.
Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai kompetensi peserta dan/ atau anda melakukan penilaian mandiri (self asessment) selama mengikuti pelatihan. Dalam konsep pelatihan berbasis komoetensi, ketentuan mengenai buku penilaian adalah ssebagai berikut :
1. Penilai akan mengumpulkan bukti-bukti dan membuat pertimbangan atas pengetahuan, ketarampilan dan sikap kerja, dengan pendekatan penilaian berdasarkan kriteria (criterion referenced asessment)
2. Untuk menentukan, apakah anda telah mencapai kompetensi sesuai standar yang dijelaskan dalam kriteria unjuk kerja pada Unit kompetensi ini.

Buku Penilaian terdiri atas :
1. Cover Buku Penilaian
Dalam cover buku kerja dicantumkan kalimat-kalimat sebagai berikut :
b. MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI :
(Sektor/Sub Sektor/Golongan Lapangan Usaha)
b. Judul Modul dan Kode Modul :
(dalam kotak diisi Judul Unit Kompetensi dan Kode Unit)
c. BUKU PENILAIAN.
d. Nama dan Alamat Instansi/Lembaga :
(Penyusun Modul)
2. Daftar Isi
3. BAB I KONSEP PENILAIAN
a. Bagimana pelatih menilai peserta.
b. Bagaimana menilai diri anda (self asessment)
3. BAB II PENILAIAN TEORI
a. Kunci jawaban buku kerja teori
b. Soal lainnya untuk uji dan jawabannya yang terlampir
4. BAB III PENILAIAN PRAKTIK
a. Kunci jawaban buku kerja
b. Soal lainnya untuk uji dan jawabannya yang terlampir.
5. BAB IV PENILAIAN SIKAP KERJA
a. Kunci jawaban buku kerja
b. Soal lainnya untuk uji dan jawabannya yang terlampir
6. CHECKLIST AKTIFITAS PRAKTIK/OBSERVASI

BAB IV
PENUTUP

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi merupakan salah satu media pembelajaran yang dikembangkan untuk mendukung proses pelatihan yang mengacu kepada standar kompetensi. Dengan ditetapkannya pedoman penyusunan modul ini diharapkan lembaga pelatihan dapat menyusun dan mengembangkan sesuai dengan tuntutan industri dan kebutuhan pasar kerja.
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi bersifat dinamis, oleh karena itu secara periodik perlu dikaji dan disesuaikan dengan perkembangan pasar kerja/industri serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tetap mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Pedoman penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik–baiknya oleh Lembaga Pelatihan Kerja untuk mendorong para instruktur guna meningkatkan kualitas pelatihan kerjanya agar dapat melayani permintaan masyarakat dan memenuhi kebutuhan industri atau pasar kerja.

artikel lainnya KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS NOMOR KEP. 164/LATTAS/XI/2009

Saturday 10 October 2015 | blog

Contoh surat sosialisasi untuk LKP No. : 0011/JI-Srg/P/X/2111 Lamp : 1 (satu) lembar Hal : Sosialisasi…

Wednesday 13 August 2014 | blog

EVALUASI KEGIATAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2013-2014 Mata Pelajaran    TIK Kelas    XII  IPA / IPS Nama Guru  …

Thursday 27 November 2014 | blog

Kunci Jawaban Elemen 1   1.  Tuliskan 2 dari 3(tiga) fungsi evaluasi program pelatihan ! Evaluasi…

Friday 11 October 2013 | blog

Description: This is a course on “creativity”, about the human mind and its immense potential and…