Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Kebijakan lembaga penjamin simpanan

Jul
24
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

4.1. Definisi Simpanan

Menurut peraturan Pemerintah no 9 tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Koperasi Simpan Pinjam oleh Koperasi, pengertian simpanan adalah : “Dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota, koperasi-koperasi lain dan atau anggotanya kepada koperasi dalam bentuk simpanan tabungan dan simpanan koperasi berjangka”.

4.2. Prinsip Operasional Syariah Simpanan

Prinsip operasional syariah yang diterapkan dalam penghimpunan dana simpanan di BMT dibedakan atas prinsip Wadiah dan Mudharabah :

1. Prinsip Wadiah. Prinsip Wadiah yang diterapkan adalah Wadi’ah Yad Dhamanah yang berarti BMT dapat memanfaatkan dan menyalurkan dana yang disimpan serta menjamin bahwa dana tersebut dapat ditarik setiap saat oleh pemilik dana. Keuntungan dan kerugian dari pemanfaatan dana menjadi hak milik dan ditanggung oleh BMT. BMT dapat memberikan bonus kepada pemilik dan namun tidak boleh diperjanjikan dimuka.

2. Prinsip Mudharabah . Prinsip Mudharabah yang diterapkan adalah Mudharabah Mutlaqah, dimana dana yang dihimpun diperlakukan sebagai investasi dan dapat dimanfaatkan secara produktif dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat pengusaha/perorangan secara profesional dan memenuhi aspek syariah. Besarnya kompensasi yang akan diberikan BMT kepada anggota (nisbah dan tata cara pemberian keuntungan) tergantung dari kesepakatan pada saat terjadinya akad antar BMT dengan pemilik dana (anggota) .

4.3. Manfaat Simpanan

Manfaat Simpanan bagi penyimpan :

• Membentuk sikap hemat

• Menyimpan dan mengembangkan permodalan

• Menyiapkan hari depan yang yang lebih baik

• Mengendalikan diri dari sikap boros

• Memperoleh bagi hasil

• Memenuhi kebutuhan secara mendadak

Manfaat Simpanan bagi BMT :

• Meningkatkan permodalan BMT

• Sumber dana penyaluran pembiayaan kepada anggota BMT

• Dapat digunakan sebagai jaminan

• Meningkatkan SHU

• Memupuk kerbersamaan, saling percaya dan membantu sesama anggota BMT

4.4. Simpanan Tabungan

Simpanan tabungan di BMT adalah tabungan dari anggota (perorangan atau lembaga) di BMT dalam bentuk uang Rupiah yang setorannya dapat dilakukan secara berangsur-angsur dan penarikan hanya dapat dilakukan dengan syarat-syarat tertentu yang telah disepakati antara anggota dan BMT. Penarikan dilakukan dengan menggunakan kartu tabungan sebagai media. Tujuan penyelenggaraan simpanan tabungan adalah untuk menjadikan tabungan sebagai produk yang dapat menjangkau masyarakat luas termasuk golongan ekonomi menengah kebawah dan meningkatkan serta memperluas usaha penghimpunan dana masyarakat.

4.4.1. Produk Simpanan Tabungan

1. Produk Simpanan Tabungan di BMT DT yang ada saat ini adalah adalah produk simpanan dengan prinsip Mudharabah. Simpanan Tabungan di BMT DT dapat dibedakan atas 2 (dua) jenis tabungan, yaitu Jenis Tabungan Biasa dan Jenis Tabungan Khusus.

A. Jenis Tabungan Biasa

Jenis simpanan yang pengambilannya bisa dilakukan setiap saat pada jam buka layanan kas . Produk Tabungannya adalah :

1. Tabungan Da Ta SiRela ( Tabungan Perorangan )

Simpanan ini terbuka untuk anggota atau masyarakat umum.

2. Tabungan Da Ta Amanah (Tabungan Badan )

Jenis simpanan yang diperuntukan bagi lembaga atau beberapa individu dalam satu kelompok.

3. Tabungan Da Ta Tarbiyah (Pendidikan)

Jenis simpanan yang diperuntukan bagi pelajar yang berkeinginan untuk menyisihkan sebagian uang sakunya untuk masa depan pendidikannya

B. Jenis Tabungan Khusus

Jenis tabungan yang pengambilannya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu untuk tujuan khusus. Produk-produk tabungannya adalah :

1. Tabungan Walimah (Pernikahan)

Jenis simpanan untuk membantu persiapan pernikahan dengan jangka waktu minimal 3 (tiga) bulan

2. Tabungan Qurban (Idul Qurban)

Jenis simpanan untuk membantu persiapan menunaikan ibadah qurban pada bulan dzulhijah dengan minimal jangka waktu 3 (tiga) bulan .

3. Tabungan Da Ta Al Hajj (Haji/umroh)

Jenis simpanan untuk membantu persiapan menunaikan ibadah umroh atau ibadah haji yang sifatnya berjangka waktu minimal 3 (tiga) bulan. Tabungan Al Hajj, memberikan banyak kemudahan dan manfaat untuk persiapan ibadah ke tanah suci.

4. Tabungan Fitroh

Jenis tabungan untuk membantu persiapan kebutuhan dana di hari raya idul fitri yang sifat simpanannya berjangka waktu minimal waktu 3 (tiga) bulan.

4.4.2. Kebijakan Umum Simpanan Tabungan

1. Yang dapat menjadi penabung adalah perorangan dan lembaga

2. Setiap penabung harus terlebih dahulu menjadi anggota

3. Penyetoran tabungan dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak harus pemilik tabungan, namun penarikan tabungan harus dilakukan oleh pemilik yang sah atau dapat dikuasakan kepada pihak lain dengan disertai surat kuasa

4. Proses pembukaan, penutupan, kartu tabungan hilang dan keluhan dari anggota ditangani dan dikoordinasikan langsung oleh Customer Service

5. Sistem bagi hasil/bonus diatur sebagai berikut :

• Tabungan Mudharabah mendapatkan bagi hasil dari laba/ bagi hasil pembiayaan, yang dibagi antara BMT DT dan penabung sesuai nisbah (porsi) yang disepakati pada saat pembukaan tabungan. Besarnya nisbah untuk seluruh produk simpanan tabungan Mudharabah ditetapkan oleh Pengurus BMT.

• Tabungan Wadiah tidak mendapatkan bagi hasil, namun untuk merangsang pada penabung menyimpan dananya maka dapat dipertimbangkan pemberian bonus secara sukarela dan sesuai dengan kemampuan dan hasil usaha BMT

• Pembayaran bagi hasil simpanan tabungan dilakukan setiap bulan pada tanggal kerja terakhir bulan yang bersangkutan atau pada tanggal tertentu sesuai surat edaran Pengurus BMT

• Perhitungan bagi hasil dilakukan dengan metode cash basis dimana BMT mempunyai kewajiban membayar bagi hasil dan bonus pada akhir bulan sesuai periode akuntansinya.

• Bagi hasil tabungan diperhitungan dari saldo rata-rata harian per anggota pada posisi akhir yang bersangkutan selama 1 (satu) bulan dibagi rata-rata saldo tabungan seluruh anggota selama periode yang sama dikalikan pendapatan operasional BMT dan nisbah untuk anggota.

• Untuk mendapatkan bagi hasil maka saldo minimal yang ada direkening ditetapkan sebesar minimal tertentu (akan ditetapkan pengurus BMT ).

• Seluruh pembayaran bagi hasil tabungan akan dikreditkan secara langsung ke dalam masing-masing rekening Tabungan yang bersangkutan.

• Bonus diperhitungkan secara proposional dari masing-masing simpanan dengan formula yang ditetapkan secara tersendiri sesuai surat edaran Pengurus BMT DT.

6. Penutupan Rekening

• Seluruh produk tabungan yang selama 1 (satu) tahun tidak efektif dengan saldo dibawah atau sebesar minimal tertentu (akan ditetapkan oleh pengurus) maka akan ditutup secara otomatis.

• Rekening tabungan (untuk seluruh produk tabungan) yang ditutup karena permintaan anggota akan dikenakan biaya administrasi tutup rekening sebesar jumlah yang akan ditetapkan oleh Pengurus BMT .

7. Nominal Setoran dan Penarikan

Minimal setoran (setoran awal dan selanjutnya), serta besarnya maksimal penarikan untuk masing-masing produk tabungan, akan ditetapkan oleh Pengurus BMT, sebagai berikut :

A.Jenis Tabungan Biasa

1. Tabungan SiRela/ Tabungan Perorangan :

Setoran awal minimal Rp. 10.000 , selanjutnya minimal Rp. 5.000

Besarnya penarikan sehari maksimal Rp.5.000.000, apabila penarikan melebihi plafon diatas, maka anggota harus memberikan informasi minimal satu hari sebelumnya .

2. Tabungan Amanah / Tabungan Badan atau Lembaga

Setoran Awal minimal Rp.25.000, selanjutnya minimal Rp.10.000

Besar penarikan setiap harinya maksimal Rp.10.000.000, apabila penarikan melebihi plafon diatas, maka anggota harus memberikan informasi minimal satu hari sebelumnya.

3. Tabungan Pendidikan

Setoran awal minimal Rp 5.000, selanjutnya minimal Rp 2.500

Besarnya penarikan sehari maksimal Rp.5.000.000, apabila penarikan melebihi plafon diatas, minimal memberikan informasi satu hari sebelumnya. Penabung yang belum cukup umur harus diwakili oleh orang tua atau wali ybs.

B. Jenis Tabungan Khusus

Penarikan dana untuk Tabungan khusus hanya dapat dilakukan apabila habis jangka penyimpanan telah berakhir ( atau masa penutupan rekening). Penarikan kurang dari jangka waktu yang ditetapkan harus disetujui oleh Manager Operasional.

1. Tabungan Walimah

Setoran awal minimal Rp.25.000, selanjutnya minimal Rp.10.000

Jangka waktu penyimpanan dana minimal 3 bulan.

2. Tabungan Qurban

Setoran awal minimal Rp.25.000 , selanjutnya minimal Rp.10.000

Jangka waktu penyimpanan dana minimal 3 bulan atau nilai simpanan telah mencapai harga minimal hewan kurban. Penabung dapat memilih paket hewan qurban yang ditawarkan atau dana tabungannya.

3. Tabungan Fitrah.

Setoran awal minimal Rp.25.000 , selanjutnya minimal Rp.10.000

Jangka waktu penyimpanan dana minimal 3 bulan. Tidak terdapat batasan minimal untuk saldo akhir.

4. Tabungan Al Hajj (Haji)

Setoran awal minimal Rp.50.000, selanjutnya minimal Rp.25.000

Jangka waktu penyimpanan dana minimal 3 bulan. Bagi anggota Tabungan Haji yang ingin memiliki jaminan asuransi jangka waktu dan minimal setoran disesuaikan dengan ketentuan yang diatur tersendiri oleh pihak BMT dengan pihak Asuransi.

8. Penarikan Tanpa Buku Tabungan

Penarikan tanpa buku tabungan hanya dapat dilakukan atas persetujuan Manajer Operasional dan hanya diperkenankan 1 (satu) kali.

9. Penggantian Buku Tabungan hanya dapat dilakukan dengan alasan buku hilang, rusak atau sudah penuh.

10. Proses Verifikasi

• Tabungan Perorangan (non lembaga)

Tanda tangan yang tercantum dalam spesimen adalah tanda tangan dari penabung. Penabung dapat menerbitkan surat kuasa penarikan tabungan yang ditandatangani di atas materai kepada pihak lain. Jika tidak terdapat kesamaan tanda tangan dengan data spesimen penabung maka untuk pelaksanaan verifikasi pembayaran, harus dimintakan bukti identitas asli penabung (KTP/SIM).

• Tabungan Lembaga (Amanah)

Penarikan Tabungan Amanah hanya dapat dilakukan dengan mencantumkan minimal 2 (dua) tanda tangan dari yang tercantum dalam specimen atau yang diberikan kuasa oleh lembaga yang bersangkutan.

11. Transaksi di Lapangan

BMT dapat mengoptimalkan pelayanan transaksi keuangan diluar Kantor (misal : pelayanan lapangan ), untuk pelaksanaan transaksi dilapangan , Manajer Operasional BMT dapat menunjuk aparat/petugas untuk melakukan pelayanan transaksi. Otoritas proses operasional di lapangan menjadi tanggung jawab petugas yang bersangkutan dan harus dikoordinasikan kepada masing-masing unit kerja terkait sesuai proses transaksinya. Kebijakan yang terkait dengan proses transaksi dilapangan dapat diatur sebagai berikut :

1. Transaksi di lapangan harus sudah dipertanggungjawabkan oleh petugas/aparat yang bersangkutan pada hari yang sama sebelum tutup Kas. Manajer Operasional menetapkan batas akhir (cut-off) pertanggungjawaban transaksi tersebut.

2. Transaksi dilapangan yang sudah melampaui batas cut-off pertanggungjawaban (Kas telah ditutup tetapi petugas masih di lapangan), maka transaksi akan dibukukan keesokan harinya. Terhadap transaksi sejenis ini maka Manajer Operasional BMT yang bersangkutan harus melakukan monitoring dan pengawasan untuk tujuan pengamanan hasil transaksi.

3. Untuk tujuan koordinasi dan keamanan, terhadap transaksi di lapangan ditetapkan ketentuan sebagai berikut :

• Aparat di lapangan bertanggungjawab penuh atas seluruh transaksi yang kerja di lapangan.

• Aparat di lapangan dapat diberikan uang modal untuk transaksi di pasar sesuai dengan kondisi masing-masing pasar dengan jumlah maksimal tertentu yang akan ditetapkan tersendiri dalam surat edaran Manajer Operasional . Setiap Aparat/ Petugas harus melaporkan/mempertanggungjawabkan penggunaan uang modal sebelum tutup kas kepada Teller.

• Untuk tujuan pengamanan (kontrol), jumlah penarikan diatas jumlah tertentu dilakukan konfirmasi terlebih dahulu sehari sebelumnya kepada Manager Operasional BMT)

• Pembukaan dan penutupan tabungan di lapangan tidak diperkenankan , anggota harus datang ke kantor BMT.

4.4.3. Kebijakan Simpanan Tabungan Lainnya

1. Rekening simpanan tabungan dapat dijadikan sebagai jaminan . Rekening tabungan yang dijadikan jaminan harus dilakukan pemblokiran di sistem atas jumlah saldo yang dijaminkan

2. Buku tabungan yang dijaminkan harus diberi tanda/cap “Dijaminkan”

3. Apabila pemilik simpanan tabungan meninggal, maka akan dikuasakan kepada ahli waris yang ditunjuk pada awal pembukaan simpanan tabungan

4. Pengembangan produk-produk tabungan dapat disusun dan dibuat berdasarkan pada kebijakan Umum di atas.

4.4.4. Kebijakan Pengelolaan Administrasi Simpanan Tabungan

1. Pengelolaan administrasi simpanan tabungan (harian) merupakan tanggung jawab Petugas Teller. Tanggung jawab harian pengelolaan administrasi simpanan harian meliputi :

• Me-review dan memonitor transaksi pada sistem untuk memastikan bahwa mutasi simpanan Tabungan harian telah berjalan dengan wajar : proses penutupan tabungan sudah sesuai ketentuan, transaksi penarikan/penyetoran rekening tabungan sesuai bukti/slip dari anggota.

• Melakukan rekonsiliasi antara buku Tabungan (pada anggota) dan sistem, jika terjadi selisih, selisih tersebut harus ditelusuri dan diketahui faktor penyebab terjadinya.

• Pada akhir hari kerja, petugas Teller melakukan verifikasi/pemeriksaan ulang seluruh mutasi tabungan masing-masing, dan mencocokkan/membandingkan dengan dokumen dasar pelaksanaan transaksinya. Jika terjadi kesalahan (posting/input), pada kesalahan tersebut harus diupayakan segera dikoreksi pada hari itu juga.

• Pada akhir hari kerja , petugas Teller melakukan pencetakan (ke file) nominatif rekening tabungan, sebagai backup sistem.

• Pada proses akhir hari Teller akan melakukan pengecekan fisik uang dengan transaksi /mutasi yang terjadi pada hari tsb., membuat Laporan Mutasi Kas Harian dan menyerahkan fisik uang kepada Manager Operasional.

4.5. Simpanan Berjangka

Simpanan Berjangka di BMT DT adalah Simpanan Berjangka Mudharabah al Muthlaqoh dari pihak ketiga BMT yang dananya diperlakukan sebagai investasi secara produktif dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat, pengusaha dan perorangan secara profesional. Penempatan dana masyarakat ke dalam Simpanan Berjangka ini akan memperoleh pendapatan bagi hasil. Pembayaran bagi hasil antara anggota dan BMT DT sesuai nisbah (porsi) berdasarkan akad yang telah disepakati

4.5.1. Kebijakan Umum Simpanan Berjangka

1. Simpanan Berjangka yang diterima dari perorangan atau lembaga untuk ditempatkan didalam Simpanan Berjangka, dibukukan kedalam Perkiraan Buku Besar Berjangka Simpanan Berjangka dengan Buku Besar Pembantu sesuai dengan jenis/produk Simpanan Berjangka dan jangka waktu simpanannya.

2. Setiap pemohon simpanan berjangka diharuskan memiliki rekening tabungan.

3. Besarnya Simpanan Berjangka yang dapat diproses oleh BMT ditetapkan ditetapkan oleh Manajemen BMT, yaitu sebesar Rp. 1.000.000

4. Jangka waktu Simpanan Berjangka ditetapkan dalam jangka waktu 1 (satu), 3 (tiga), 6 (enam) dan 12 (dua belas) bulan, dengan masing-masing persentase bagi hasil (nisbah) yang akan ditetapkan tersendiri sesuai surat edaran Manajemen BMT.

Jangka Waktu Anggota BMT

1 Bulan 60 % 40 %

3 Bulan 63 % 37 %

6 Bulan 70 % 30 %

12 Bulan 73 % 27 %

5. Konsep Bagi Hasil untuk Simpanan Berjangka Mudharabah

DN = Dana simpanan anggota

DP = Dana masyarakat yg ada di BMT

PB = Pendapatan BMT (Bulan berjalan)

NB = Nisbah Bagi Hasil (Anggota)

6. Simpanan Berjangka hanya dikeluarkan apabila anggota sudah menyetujui/menandatangani suatu perjanjian (akad) yang menyebutkan tanggal jatuh tempo simpanan berjangka, jumlah simpanan berjangka dan nisbah (porsi) bagi hasil, cara-cara pembayaran bagi hasil, termasuk syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Anggota . Pembayaran bagi hasil dilakukan dengan mengkreditkan langsung nominal bagi hasil ke dalam rekening tabungan anggota.

7. Perjanjian ditandatangani anggota pada waktu penempatan dananya pada Simpanan Berjangka dan harus dilakukan oleh anggota (tidak dapat diwakilkan) di kantor BMT. Pembukaan dan Pencairan Simpanan berjangka dilakukan oleh Customer Services

8. Setiap Simpanan Berjangka yang dikeluarkan dituangkan kedalam formulir Simpanan Berjangka (Bilyet) yang mempunyai nomor urut . Formulir Simpanan Berjangka (Bilyet) yang belum digunakan dikontrol untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

9. Setiap bagi hasil Simpanan Berjangka dihitung selama 1 bulan penuh dan Bagi Hasil-nya akan dibayar setiap tanggal jatuh tempo pada periode tersebut.

10. Untuk pencairan simpanan berjangka, anggota harus menunjukkan Bilyet . Apabila Bilyet hilang maka pencairan dana harus meminta persetujuan Manajer Operasional.

11. Simpanan Berjangka hanya bisa diambil pada saat telah jatuh tempo sesuai dengan perjanjian. Untuk Simpanan Berjangka yang telah jatuh tempo (tidak diperpanjang secara otomatis) maka akan dicairkan dan dipindahkan ke rekening tabungan

12. Ketentuan untuk pencairan simpanan berjangka sebelum jatuh tempo, ditetapkan sebagai berikut :

• Pada Prinsipnya sebelum jatuh tempo, bilyet simpanan berjangka tidak dapat dicairkan.

• Dalam hal terdapat kondisi yang mendesak atau pemintaan mendesak dari pemilik bilyet simpanan berjangka, maka harus sepengetahuan dan atas persetujuan Manajer Operasional BMT

• Pemilik simpanan berjangka yang melakukan pencairan sebelum jatuh tempo hanya akan mendapatkan dana pokok dan bagi hasil bulan berjalan.

13. Apabila bilyet simpanan berjangka hilang maka akan dibuatkan bilyet baru dan dikenakan biaya administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

14. Apabila pemilik simpanan berjangka meninggal, maka simpanan berjangka akan dikuasakan kepada ahli waris yang ditunjuk pada awal pembukaan simpanan berjangka

4.5.2. Kebijakan Pengelolaan Administrasi Simpanan Berjangka

Teller bertanggung jawab atas pelaksanaan transaksi simpanan berjangka . Tanggung jawab pengelolaan harian administrasi simpanan berjangka antara lain:

• Meneliti Laporan Mutasi Simpanan Berjangka harian dan membandingkan dengan data aplikasi permohonan/slip transaksinya (pembukaan baru), monitor penutupan/penyelesaian Simpanan Berjangka.

• Meneliti kebenaran perhitungan Basil (Bagi Hasil) Simpanan Berjangka, dan melaporkannya kepada Manager Operasional atas ketidaksempurnaan hasil perhitungan bagi hasil tersebut.

• Memastikan bahwa pembayaran bagi hasil simpanan berjangka telah dilakukan sesuai jadual waktunya.

• Melakukan monitoring saldo Simpanan Berjangka Harian, dan membuat Laporan Simpanan Berjangka setiap periodik (pada akhir bulan), untuk membandingkan jumlah rincian saldo simpanan berjangka sesuai dokumen yang sah, dan dibandingkan dengan saldo Buku Besarnya/ Buku Pembantu pada Neraca Percobaan.

• Meneliti proses perpanjangan otomatis Simpanan Berjangka yang berjalan sesuai ketentuan.

• Mengkoordinasikan timbulnya selisih (jika ada) pada hasil monitoring/pemeriksaan pada bagian diatas kepada unit kerja terkait atau melakukan koreksi seperlunya atas transaksi yang menjadi tanggung jawabnya.

• Pada akhir hari kerja, petugas administrasi Simpanan Berjangka (Teller) diwajibkan untuk melakukan verifikasi/pemeriksaan ulang transaksi/data Simpanan Berjangka yang bermutasi (pada sistem) dan mencocokkan/ membandingkannya dengan dokumen dasar pelaksanaan transaksinya. Jika terjadi kesalahan buku, kesalahan tersebut harus segera dikoreksi pada hari itu juga.

4.5.3. Kebijakan Simpanan Berjangka Lainnya

1. Simpanan Berjangka yang dijaminkan sebagai jaminan pembiayaan, maka harus dilakukan pemblokiran pada sistem. Bilyet yang berkaitan dengan pembiayaan tersebut akan disimpan oleh BMT.

2. Pengembangan produk-produk Simpanan Berjangka lainnya dapat disusun dan dibuat berdasarkan pada kebijakan Umum di atas.

4.6. Proses Awal dan Akhir Hari Administrasi Simpanan& Simpanan Berjangka

1. Proses awal dan akhir administrasi simpanan (tabungan dan simpanan berjangka) menjadi tanggung jawab Manager Operasional. Manager Operasional merupakan penanggung jawab akhir administrasi simpanan tabungan/simpanan berjangka :

• Membuka sisi kerja dan menyerahkan modal untuk masing-masing Teller

• Memverifikasi jumlah fisik uang dengan laporan Mutasi Kas Harian sebagai laporan dari masing-masing Teller pada akhir hari dan melaporkan ke Akunting sesuai dengan kebijakan Pemeriksaan Harian Kas Teller .

• Mengkoordinasikan timbulnya selisih (jika ada) pada hasil monitoring atau pemeriksaan kepada unit kerja terkait dan atau melakukan koreksi seperlunya atas transaksi yang menjadi tanggung jawabnya.

• Menutup Sesi Kerja

2. Tugas bulanan lain yang harus dilakukan oleh Manager Operasional pada akhir bulan adalah :

• Memastikan bahwa pembayaran bagi hasil simpanan tabungan dan simpanan berjangka telah dilakukan sesuai jadual waktunya.

• Mereview kebenaran perhitungan bagi hasil simpanan tabungan dan simpanan berjangka dan melakukan koreksi (jika ada) atas ketidaksempurnaan hasil perhitungan bagi hasil tersebut.

• Memastikan biaya administrasi bulanan telah dibebankan sesuai jadwalnya.

3. Jika Manager Operasional berhalangan hadir, maka tugas tersebut diatas dialihkan kepada pejabat 1 level diatas. Apabila pejabat satu level diatas berhalangan juga, maka akan diwakilkan oleh Manager lainnya ( selevel).

4.7. Kebijakan Simpanan di atas platform

Pengajuan Permohonan Simpanan Tabungan yang jumlah dananya melebihi jumlah platform/khusus harus melalui tahap wawancara oleh pihak BMT dalam hal ini Pimpinan BMT untuk memastikan keabsahan asal uang simpanan dan usaha yang dilakukan oleh anggota menyimpan dana tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari kasus mencucian uang “ Money Loundry” oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Testimoni

artikel lainnya Kebijakan lembaga penjamin simpanan



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Sunday 18 September 2011 | blog

download program animasi instant LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TANGGAL STANDAR KOMPETENSI…

Saturday 1 March 2014 | blog

REKAPITULASI PEMANTAUAN KEPUASAN   PELANGGAN Periode :   NO NAMA PELANGGAN HASIL PEMANTAUAN JMLH SCORE SARAN SARAN…

Wednesday 5 November 2014 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI   SUB SEKTOR METODOLOGI PELATIHAN KERJA     MERANCANG DAN MENCIPTAKAN…

Wednesday 7 September 2016 | blog

Bahwa sekarang sudah enggak jamannya lagi punya properti (rumah) dengan KPR Ribawi. Bahwa rugi jika beli…