Advertisement
loading...

Wanita adalah sebutan yang digunakan untuk homo sapiens berjenis kelamin dan mempunyai alat reproduksi berupa vagina. Lawan jenis dari wanita adalah pria atau laki-laki. Daftar isi 1 Terminologi 2 Etimologi 3 Reproduksi 4 Lihat pula 5 Pranala luar Terminologi Wanita adalah kata yang umum digunakan untuk menggambarkan perempuan dewasa. Perempuan yang sudah menikah juga biasa dipanggil dengan sebutan ibu. Untuk perempuan yang belum menikah atau berada antara umur 16 hingga 21 tahun disebut juga dengan anak gadis. Etimologi Wanita berdasarkan asal bahasanya tidak mengacu pada wanita yang ditata atau diatur oleh laki-laki atau suami pada umumnya terjadi pada kaum patriarki. Arti kata wanita sama dengan perempuan perempuan atau wanita memiliki wewenang untuk bekerja dan menghidupi keluarga bersama dengan sang suami. Tidak ada pembagian peran perempuan dan laki-laki dalam rumah tangga pria dan wanita sama-sama berkewajiban mengasuh anak hingga usia dewasa.Jika ada wacana perempuan harus di rumah menjaga anak dan memasak untuk suami maka itu adalah konstruksi peran perempuan karena laki-laki juga bisa melakukan hal itu contoh lain misalnya laki-laki yang lebih kuat tegas dan perempuan lemah lembut ini yang kemudian disebut dengan gender. Reproduksi Perempuan yang memiliki organ reproduksi yang baik akan memiliki kemampuan untuk mengandung melahirkan dan menyusui yang tidak bisa dilakukan oleh pria ini yang disebut dengan tugas perempuan/wanita/ibu. Lihat pula Perempuan Betina Laki-laki Pranala luar (Indonesia) Fakta Wanita Human.jpg Artikel bertopik manusia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Fashion) Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail “Following the Fashion” sebuah karikatur karya James Gillray. Mode atau fesyen (Inggris fashion) adalah gaya berpakaian yang populer dalam suatu budaya. Secara umum fesyen termasuk masakan bahasa seni dan arsitektur. Daftar isi 1 Etimologi 1.1 Fesyen dan gaya hidup 1.2 Fesyen dan komunikasi 2 Kota fesyen 3 Sejarah fesyen 3.1 Medieval 3.1.1 1910 – 1930 3.1.2 1940 – 1950 3.1.3 1970 – 1980 3.1.4 1990 – sekarang 4 Referensi 5 Pranala luar Etimologi Dikarenakan fesyen belum terdaftar dalam bahasa Indonesia maka mode adalah kata untuk bahasa resminya. Secara etimologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mode merupakan bentuk nomina yang bermakna ragam cara atau bentuk terbaru pada suatu waktu tertentu (tata pakaian potongan rambut corak hiasan dan sebagainya). Gaya dapat berubah dengan cepat. Mode yang dikenakan oleh seseorang mampu mecerminkan siapa si pengguna tersebut. Thomas Carlyle mengatakan “Pakaian adalah perlambang jiwa. Pakaian tak bisa dipisahkan dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia.” Fesyen dimetaforakan sebagai kulit sosial yang membawa pesan dan gaya hidup suatu komunitas tertentu yang merupakan bagian dari kehidupan sosial. Di samping itu mode juga mengekspresikan identitas tertentu. Fesyen dan gaya hidup Fesyen yang dipilih seseorang bisa menunjukkan bagaimana seseorang tersebut memilih gaya hidup yang dilakukan. Seseorang yang sangat fashionable secara tidak langsung mengkonstruksi dirinya sebagai seseorang dengan gaya hidup modern dan selalu mengikuti tren yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa dalam dunia modern gaya hidup membantu menentukan sikap dan nilai-nilai serta menunjukkan status sosial. Fesyen dan komunikasi Menurut Malcolm Barnard etimologi kata fashion terkait dengan bahasa Latin factio artinya “membuat”. Karena itu arti asli fesyen adalah sesuatu kegiatan yang dilakukan seseorang. Sekarang terjadi penyempitan makna dari fesyen.

Advertisement

Fesyen sebagai sesuatu yang dikenakan seseorang khususnya pakaian beserta aksesorinya. Fesyen didefinisikan sebagai sesuatu bentuk dan jenis tata cara atau cara bertindak. Polhemus dan Procter menunjukkan bahwa dalam masyarakat kontemporer barat istilah fesyen kerap digunakan sebagai sinonim dari istilah dandanan gaya dan busana. Kota fesyen Beberapa kota dianggap sebagai pusat fesyen dunia adalah New York Milan Paris dan London. Sejarah fesyen Fashion adalah suatu sistem penanda dari perubahan budaya menurut suatu kelompok atau adat tertentu. Bisa juga sebagai strata pembagian kelas status pekerjaan dan kebutuhan untuk menyeragamkan suatu pakaian yang sedang merek. Berikut ini adalah daftar urutan fesyen dari terdahulu hingga terbaru Medieval Sekitar tahun 1000 Masehi fesyen dengan gaya Eropa klasik abad ke-16 terlihat memiliki baju yang besar dan tidak minimalis pada zaman tersebut semua model sangat terkesan sopan. 1910 – 1930 Fesyen model ini masih ada dan digunakan hingga sekarang pakaian yang sederhana dengan topi bundar bagi perempuan dan topi baret bagi laki-laki. Kemeja yang biasa digunakan untuk kegiatan resmi seperti setelan jas yang biasa digunakan hingga saat ini. 1940 – 1950 Era Perang Dunia II dan Perang Dingin masa-masa klasikal saat foto mulai marak. Pakaian yang berkerah bundar dan lebar dengan baju luaran mulai populer. Model Pria masih sama dengan era fesyen sebelumnya sopan dengan topi dan jas. 1970 – 1980 Pada era ini semua orang sudah mengenal fesyen. Dengan terkenalnya Madonna pada tahun 1980-an Elvis Presley pada tahun 1970-an dan perkembangan televisi memulai perkembangan fesyen secara global. Mulai ada pakaian bernuansa gothic. Pakaian berbahan denim mulai sangat populer seiring populernya musik disko. 1990 – sekarang Hampir semua bangsa mempunyai andil dalam menciptakan tren fesyen di masing-masing negaranya di setiap negara biasanya memiliki tren tersendiri dan presepsi yang berbeda dalam berekspresi tentang fesyen sehingga fesyen yang tercipta hampir tidak ada batasannya pada era ini. Referensi Barnard Malcolm. 2007. Fashion sebagai komunikasi Jalasutra Jogja Chaney David. 2008. Lifestyle Jalasutra Jogja Pranala luar (Indonesia) Sejarah Fashion Dunia (Indonesia) Mode KBBI. Edisi Ketiga. Jakarta Balai Pustaka 2002 (Indonesia) Fesyen menurut para ahli (Inggris) Sejarah fesyen hingga saat ini Budaya Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. “Virgin” beralih ke halaman ini. Untuk film berjudul Virgin lihat Virgin (film). Lukisan berjudul Virgin Enthroned yang menggambarkan seorang wanita suci sedang duduk di takhta yang didampingi dua gadis kecil. Kesuciannya sebanding dengan kedua gadis tersebut dikarenakan kemurnian harga diri tanpa dinodai zina. Perawan atau gadis adalah perempuan yang belum mempunyai suami dan belum pernah melakukan persetubuhan. Secara umum perawan juga direlasikan dengan kesucian. Daftar isi 1 Ciri-ciri 2 Pendeteksian 3 Persepsi Barat mengenai keperawanan 4 Pentingnya menjaga keperawanan 5 Kualitas keperawanan 6 Apalah arti keperawanan 7 Lihat pula 8 Pranala luar Ciri-ciri Secara fisik seorang perawan ditandai dengan utuhnya selaput dara yang berada pada daerah vagina. Hilangnya keperawanan biasanya disertai dengan keluarnya darah dari daerah vagina yang tergantung bentuk dan ketebalan selaput dara saat mengadakan persetubuhan pertama kali. Secara Islami keperawanan bukan sekadar masih utuhnya selaput dara melainkan setiap perempuan yang belum pernah melakukan aktivitas seksual seperti main jari masturbasi dan sepong. Kesucian dan kehormatan perempuan bagi manusia yang memahami makna kehormatan bukan sebatas berpedoman dengan selaput dara melainkan perempuan yang tidak pernah ternodai setitik zina. Biasanya perempuan yang tidak perawan sebelum menikah memberikan pernyataan bahwa dirinya pernah nikah siri atau telah menjadi korban suatu kecelakaan sehingga mengakibatkan hilangnya keperawanan. Hal tersebut semata-mata menutupi aibnya dari dosa zina yang pernah dilakukannya sehingga calon suaminya bersedia menerimanya sebagai istri dan akan menyayanginya sepenuh hati. Strategi klasik tersebut bukanlah hal yang efektif untuk menakhlukkan kaum pria yang terhormat dari berbagai segi kehidupan.

Pada umumnya orang yang berpengetahuan rendah masih terpengaruh dengan kebodohan penghibur yang mempublikasi hiburan yang membodohi kaum yang mudah terpengaruhi hal-hal yang belum tepat. Akibat dari kebodohan tersebut maka kenistaan dan siksaan dalam kehidupannya akan tetap berlanjut selama hidupnya. Pendeteksian Banyak persepsi yang menggambarkan ciri-ciri perempuan yang masih perawan melalui melihat bagian-bagian tubuhnya seperti kening bibir bokong cara berjalan perut dan lain sebagainya. Semua pedoman tersebut tidak dapat dijadikan acuan secara pasti dan terkesan mitos. Secara realistis keperawanan seorang perempuan hanya dapat dideteksi dengan cara menyelidiki keadaan selaput dara yang dimilikinya untuk memastikannya. Pendeteksian dapat dilakukan dengan cara menelentangkan perempuan yang ingin diperiksa. Posisikan kaki dengan mengangkang seperti pada ilustrasi gambar di samping supaya dapat terlihat dengan jelas selaput dara pada vaginanya. Tingkat kualitas keperawanan dapat dinilai dari bentuk selaput dara yang nampak. Meskipun masih ada selaput dara namun kerusakan tetap masih dapat diketahui jika perempuan telah melakukan aktivitas seksual dalam kehidupannya. Beberapa ahli seksologi sering berpendapat bahwa selaput dara dapat rusak jika perempuan melakukan aktivitas olahraga seperti mengendarai sepeda senam atau olahraga berat lainnya. Itu anggapan yang belum tepat karena selaput dara hanya bisa rusak jika vagina dimasukkan benda tertentu atau terkena kecelakaan yang pastinya menusuk vagina. Perilaku seksual yang melibatkan penis merupakan penyebab utama secara pasti dan nyata yang mengakibatkan hilangnya keperawanan seorang perempuan. Persepsi Barat mengenai keperawanan Dunia Barat berpandangan bahwa keperawanan tidak identik dengan kesucian perempuan karena perempuan dikatakan masih perawan jika selaput dara masih utuh keberadaannya meskipun mereka telah melakukan aktivitas seksual padahal makna virgin tersirat pada istilah Virgin Mary yang mereka maksudkan mengenai ibu Nabi Isa adalah wanita suci bukan sebatas wanita yang masih utuh selaput dara. Kekaburan istilah kesucian disebabkan keburaman pemikiran saat ketidakpahaman manusia menjaga kehormatan perempuan sesungguhnya ajaran terdahulu sudah mulai sirna sehingga ajaran Islam berusaha mengembalikan tradisi-tradisi terdahulu yang mulai menghilang tersebut dengan pengembalian ajaran yang terlupakan. Kesalahan persepsi mengenai keperawanan telah menyebar dengan cepatnya karena dunia Barat yang secara teknologi lebih maju sehingga penyebarannya sangat dahsyat dirasakan. Termasuk negara-negara sekelas Indonesia yang masih konsumtif dalam berbagai aspek kehidupan. Pada era saat ini kaum muda maupun tua di Indonesia telah terpengaruhi dengan pandangan dunia Barat yang menganggap keperawanan masih terjaga jika selaput dara masih utuh keberadaannya bahkan tidak lagi menjaga keperawanan mereka selayaknya kaum remaja di dunia Barat yang biasa dipublikasikan di media massa. Pentingnya menjaga keperawanan Perawan sangat erat dengan kehormatan dan harga diri perempuan. Setiap laki-laki terhormat mendambakan perempuan yang perawan untuk dijadikan istri demi menjaga harga diri dan kehormatannya. Rasa cinta untuk menjaga membahagiakan menafkahi dan menyayangi setulus hati akan terbina karena suami merasakan ketenteraman memiliki istri yang belum digagahi siapa pun selain dirinya. Secara logika manusia yang diberi petunjuk kehidupan yang benar laki-laki tidak ingin menikahi perempuan yang telah bekas pelaku zina. Meskipun telah terjadi pernikahan dengan adanya unsur penipuan ataupun tidak perempuan yang tidak perawan tersebut akan hidup tidak selayaknya seorang istri yang diberikan haknya sebagaimana ketentuan yang dijanjikan saat pernikahan. Perempuan yang tidak perawan cenderung diceraikan dan akan berstatus janda. Setelah menjanda dan kembali menikah hidup perempuan tersebut akan masih tidak akan berubah sebagaimana hubungan pernikahan sebelumnya.

Pernikahan berdasarkan hubungan cinta dan kasih sayang yang telah dijanjikan saat ijab kabul akan sulit dirasakan oleh kaum perempuan yang tidak menjaga keperawanannya sebelum menikah. Kualitas keperawanan Berikut ini persentase kualitas perawan yang dinilai kesuciannya berdasarkan aktivitas dosa zina yang dilakukan dalam kehidupannya Status Persentase Belum pernah sanggama 50% Belum dilihat auratnya 20% Belum disentuh auratnya 30% Dari persentase di atas perawan yang 100% adalah perempuan yang belum pernah melakukan sanggama selama hidupnya auratnya berupa bagian-bagian tubuh selain wajah dan telapak tangan belum pernah dilihat terlebih lagi disentuh oleh yang tidak berhak sebelum pernikahan dan telah sah menjadi suaminya. Kalau perempuan pernah dilihat auratnya itu berarti ia perawan 80%. Kalau perempuan pernah dilihat dan disentuh auratnya itu berarti ia perawan 50%. Hal ini berarti bahwa perempuan saat pacaran telah melakukan aktivitas memperlihatkan dan memperbolehkan auratnya disentuh maka sudah 50% kualitas keperawanannya sudah hilang. Kualitas keperawanan sangat mempengaruhi kualitas perlakukan suami terhadap mereka. Setiap laki-laki yang memiliki kehormatan kecerdasan kesejahteraan dan hal-hal baik lainnya dipastikan memperlakukan istrinya sebagaimana tuntunan dan ajaran agama hukum yang berlaku dan etika serta estetika yang ditentukan dalam menjalani kehidupan ke arah kebaikan. Apalah arti keperawanan Virgin Ketika Keperawanan Dipertanyakan merupakan sebuah film yang bertemakan keperawanan. Film dengan pengaruh yang cukup besar dalam mempengaruhi persepsi kaum perempuan Indonesia tentang keperawanan. Beberapa orang menganggap keperawanan bukanlah suatu hal yang penting. Berikut ini golongan yang tidak menganggap keperawanan suatu hal yang berharga Kaum laki-laki dan perempuan yang tidak memperdulikan makna keperawanan dikarenakan mereka golongan yang tidak mengerti arti kehormatan dan harga diri. Mereka adalah orang-orang yang bangga berzina di saat pacaran yang penuh sandiwara mengisi kehidupannya sebagaimana drama yang biasa ditonton atau dibaca melalui media massa. Itu semua kebahagiaan sesaat yang setara dengan efek narkoba. Selain merusak pikiran kegiatan ini juga merusak perasaan sehingga jiwa juga rusak akibatnya. Kaum laki-laki yang secara spiritual finansial dan intelektual yang lemah tidak berfokus untuk menyayangi kaum perempuan targetnya untuk memperistri perempuan yang tidak perawan adalah demi menutup kekurangan kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan materi yang dimiliki oleh perempuan tersebut. Seandainya si perempuan tidak memadai materinya perempuan tersebut akan dijadikan budak terselubung tanpa sepengetahuan mereka. Kaum laki-laki yang masih lugu dengan dominannya perasaan daripada akal dan belum memahami makna mahkota kaum perempuan yakni keperawanan. Setelah pengetahuan telah dimilikinya kesadaran akan timbul dan menyebabkan rasa cinta menjadi pudar. Kebencian akan mulai nampak dan kemuliaan sikap dan tindakan tidak diberikan lagi kepada kaum perempuan yang tidak perawan. Jika rencana pernikahan telah dilakukan pernikahan akan dibatalkan. Jika terlanjur menikah bagi yang memahami undang-undang pernikahan maka ikatan pernikahan secara sah menurut hukum dibatalkan karena telah terjadi penipuan dalam statusnya pada pengarsipan dokumen pernikahan yang tertulis perawan. Kaum laki-laki yang sudah terlalu sering merusak kesucian para perempuan dengan cara menzinai perempuan perawan. Golongan ini pada umumnya tidak mementingkan keperawanan bagi pasangan hidupnya yang sah dan resmi. Golongan inilah yang secara turun-temurun memelihara dan melestarikan perzinaan bagi generasi berikutnya. Pasangan dari kaum laki-laki ini adalah kaum perempuan yang secara filosofis dikiaskan setara dengan seekor anjing betina (bahasa Inggris bitch). Tidak mengherankan jika dalam bahasa Inggris kaum perempuan jalang seperti ini disebut bitch (anjing betina). Mal adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada di antara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan [1]. Karena bentuk arsitektur bangunannya yang melebar (luas) umumnya sebuah mal memiliki tinggi tiga lantai. Di dalam sebuah mal penyewa besar (anchor tenant) lebih dari satu (banyak). Seperti jenis pusat perbelanjaan lain seperti toko serba ada untuk masuk di dalamnya. Contoh dari sebuah standar mal adalah Cinere Mal dan Blok M Mal. Jika ditinjau dari lokasi mal sebenarnya diperuntukkan berada di dekat lokasi perumahan. Karena itulah bangunan mal melebar karena dalam pada umumnya lokasi yang dekat perumahan ini harga tanah relatif lebih murah daripada pembangunan sebuah plaza yang berada di lokasi pusat kota. Dalam bangunan mal juga umumnya terdapat atrium. Catatan kaki (Inggris) Dewan Internasional Pusat Perbelanjaan (International Council of Shopping Center) Bacaan lebih lanjut Hardwick M. Jeffrey. Mall Maker Victor Gruen Architect of an American Dream (2004) excerpt and text search Ngo-Viet Nam-Son. Google Docs 2002. The Integration of the Suburban Shopping Center with its Surroundings Redmond Town Center (PhD Dissertation) University of Washington. Scharoun Lisa. America at the Mall The Cultural Role of a Retail Utopia (Jefferson NC McFarland 2012) 263 pp. Pranala luar Search Wikimedia Commons Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Mal International Council of Shopping Centers (ICSC) American Institute of Architects Retail and Entertainment Committee Knowledge Community Mal Cinere.jpg Artikel bertopik mal toserba atau pusat perbelanjaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan

Sumber :

Ada kabarr baruu siss . achhh .. barang ini baguss .. baguss

Klik gambarnya 2x ya, buat liyat keterangan lengkapnya

Dress WH Suna KP

Dress WH Almas begitu anggun

Tote Bag Taylor Fine Goods 401 Black

Tote Bag Taylor Fine Goods 401 Army

Dress Umi Pipik WH Lale

Ransel Shoe Compartment Taylor Fine Goods 405 Orange

Tas Ransel Taylor Fine Goods Backpack 201 Khaki

Tas Ransel Taylor Fine Goods Backpack 302 Khaki

Tas Ransel Taylor Fine Goods Backpack 201 Black

Ransel Shoe Compartment Taylor Fine Goods 405 Blue

Tote Bag Taylor Fine Goods 301 Cream

Sling Bag Taylor Fine Goods 402 Blue

Dapatkan Bahan Kain Fashion Batik Terbaik

tombol klikdisini

Testimoni

Filed under : blog,
SLIDESERAGAMBATIK