Advertisement
loading...

KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS TINDAKAN  OLEH: MULYADI HP KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN LEMBAGA PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN JAWA TENGAH SEMARANG 2010

Variabel masalah (y) proses pembelajaran/pembimbingan: keaktifan., keberanian., kreativitas., motivasi.., minat.. Dst hasil pembelajaran/pembimbingan: kompetensi.., hasil.., prestasi., keterampilan.., kedisiplinan/perilaku. Dst bidang bk (masalah siswa)..y jenis bk (masalah siswa)..y variabel tindakan guru (x) pendekatan pembelajaran: ppsi, cbsa, sas, ls, keterampilan proses, kontekstual, tematik, kontruktivisme, realistik, kooperatif, open ended, pakem dsb berbagai strategi: strategi interaktif, induktif, deduktif, pemecahan masalah dst berbagai model pembelajaran: model directif, sinectic, inquiry, stad dst variabel tindakan guru (x) berbagai metode: berbagai teknik : tgt, nht, tai, stad, jigsaw, gi, dst berbagai media: ohp, power point, animasi, dst berbagai alat peraga: kit ipa, garis bilangan, dst

TINDAKAN GURU BK JUDUL PENELITIAN :
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA . MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA . BAGI SISWA KELAS .

Sd/smp/ . pada semester . Tahun . Langkah awal penelitian
( menentukan masalah pokok) bab ii
kajian teori dan pengajuan hipotesis a.kajian teori b .penelitian yang relevan (bila ada) kerangka berfikir hipotesis tindakan benar menurut metode ilmiah 1. Benar menurut teoretik bab i, ii berdasarkan teori (buku, referensi, rujukan, pustaka, penelitian yg relevan) kajian teori dan analisis dengan kerangka berfikir disimpulkan, simpulannya berupa hipotesis tindakan. Lanjutan (2) benar menurut empirik bab iii, iv berdasarkan pengalaman/indera (data yang dikumpulkan) hasil pengamatan/datadan dianalisis berdasarkan deskriftif komparatif maupun deskriftif kualitatif yang dilanjutkan dengan refleksi disimpulkan, simpulannya berupa hasil tindakan. A. Kajian teori kebenaran menurut metode ilmiah dapat berupa kebenaran berdasarkan teori dan kebenaran berdasarkan empirik. Kajian teori sebagai dasar untuk mencari kebenaran berdasarkan teori/ buku referensi atau buku rujukan. Kajian teori (2) teori-teori yang diambil harus relevan relevan dengan: (1) permasalahan dilihat dari isinya, dan (2) variabel yang diteliti dilihat dari judul/sub judul yang ditulis pada kajian teori. Diambil dari teori-teori yang terbaru diambil dari berbagai aliran langkah awal penelitian

MENENTUKAN MASALAH POKOK) JUDUL PENELITIAN :
Peningkatan kreativitas dan hasil belajar matematika . Melalui pemanfaatan alat peraga . Bagi siswa kelas . Sd/smp/ . pada semester . Tahun . Variabel yang diteliti: y1: kreativitas belajar matematika y2: hasil belajar matematika x: pemanfaatan alat peraga relevan dengan variabel: judul atau sub judul yang ditulis pada kajian teori harus sesuai dengan variabel yang diteliti untuk memudahkan pada contoh di atas, karena terdapat dua variabel maka dapat ditulis dua judul pada kajian teori a. Kajian teori kreativitas belajar matematika (y1) a. Hakikat matematika (irawan,2006:25) Dst b. Hakikat belajar bambang(2008:24) Dst c. Kreativitas belajar  dst 2. Hasil belajar matematika . (y2) a. Hakikat matematika  A. Hakikat belajar . Dst a. Hasil belajar . Dst b. Hasil belajar matematika .. . Dst 3. Pemanfaatan alat peraga dalam pembel matematika .. (variabel x) a. Hakekat pembelajaran  dst b. Pengertian alat peraga  dst c. Pemanfaatan alat peraga secara kelompok besar . Dst d. Pemanfaatan alat peraga secara kelompok kecil . Dst isi pada kajian teori ( variabel y) mengambil teori-teori yang relevan dengan hakekat belajar, hakekat matematika, hasil belajar matematika,. Diambil teori-teori yang relevan dengan permasalahan dalam penelitian dihubungkan dengan pemanfaatan alat peraga isi kajian teori ( variabel x) mengambil teori-teori yang relevan dengan hakekat pembelajaran, pengertian alat peraga dan hakekatnya, pemanfaatan alat peraga dalam pembelajaran matematika diambil teori-teori yang relevan dengan permasalahan dalam penelitian, berhubungan dengan hasil belajar matematika. B. Penelitian yang relevan (bila ada) relevan dengan penelitian yang telah ada/ dilakukan sebelumnya, relevan dengan permasalahan dan variabel yang diteliti untuk menghindari duplikasi penelitian yang relevan baik yang dilakukan oleh peneliti sendiri maupun oleh orang lain c. Kerangka berpikir berisi analisis, kajian dan simpulan secara deduksi hubungan antar variabel berdasar kepada teori dan hasil-hasil penelitian yang telah dibahas merupakan pendapat dan pandangan penulis terhadap teori yang dikemukakan lanjutan merupakan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi obyek permasalahan menggunakan alur pikiran yang logis stuktur logikanya didasarkan : – mempergunakan premis-premis yang benar – mempergunakan cara penarikan kesimpulan yang sah kerangka berpikir didasarkan pada landasan teori disesuaikan dengan permasalahan yang diambil sebagai dasar untuk menentukan pengajuan hipotesis klimaks dari kerangka berpikir umumnya terdapat kata :  berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir diatas, diduga .

(MISALNYA DIDUGA MELALUI X DAPAT MENINGKATKAN Y) DIDASARKAN KEPADA ARGUMENTASI BERPIKIR
DEDUKTIF, GUNA MENJAMIN:

- kebenaran pernyataan ilmiah yang telah teruji lewat proses keilmuwan, sehingga
jawaban yang diperoleh benar pula.

-keabsyahan yang diakui sebagai
pengetahuan ilmiah yang ditarik secara
deduktif akan bersifat konsisten

kerangka berpikir
bukan sebagai kumpulan teori, melainkan teori yang dipilih secara selektif untuk membangun kerangka argumentasi.

Berupa kesimpulan, misalnya “berdasarkan analisis ini diduga bahwa ………….”
Mencerminkan pernyataan klimak dari seluruh upaya dalam membangun kerangka teoritis yang mendukung hipotesis
kondisi
awal kondisi akhir contoh skema kerangka berpikir: judul penelitian: “peningkatan kreativitas dan hasil belajar matematika  melalui pemanfaatan alat peraga . Bagi siswa kelas . Sd . pada semester . Tahun .” Bentuk umum skema kerangka berpikir: y: kreativitas dan hasil belajar matematika . X: pemanfaatan alat peraga . Tindakan 1: pemanfaatan alat peraga secara kelompok besar (satu alat untuk 7-9 siswa) tindakan 2: pemanfaatan alat peraga secara kelompok kecil ( satu alat untuk 3-4 siswa) kondisi awal kondisi akhir judul: mengatasi agresifitas negatif melalui pemberian layanan bimbingan individu . Tindakannya: layanan bimbingan individu tindakan 1: layanan bimbingan individu tanpa dilanjutkan home visit tindakan2: layanan bimbingan individu yg dilanjutkan home visit kondisi awal kondisi akhir judul: peningkatan keaktifan dan kemampuan menyelesaian soal cerita dlm pembelajaran matematika melalui penggunaan media powerpoint tindakannya: penggunaan media power point tindakan 1:penggunaan media power point tanpa animasi tindakan2: penggunaan media power point dgn animasi judul: peningkatan keberanian berenang melalui pemanfaatan alat peraga renang . Variabel tindakan :pemanfaatan alat peraga renang  tindakan 1:pemanfaatan alat peraga renang didemonstrasikan guru , siswa melihat tindakan 2:pemanfaatan alat peraga renang didemonstrasikan guru , siswa mengikuti contoh sub judul pada kajian teori judul penelitian : “peningkatan minat dan kemampuan menyusun silabus melalui pembinaan berkelanjutan bagi guru . Pada semester . Tahun .” Kondisi
awal kondisi akhir judul: peningkatan kehadiran masuk sekolah melalui jabat tangan bagi .

JUDUL: UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN KEHADIRAN MASUK .

Melalui pembinaan lewat jabat tangan bagi . Variabel tindakan : penerapan jabat tangan tindakan 1: penerapan jabat tangan tiap seminggu dua kali tindakan 2: penerapan jabat tangan tiap hari kondisi
awal kondisi akhir pembinaan lewat supervisi kelas untuk meningkatkan kemampuan menyusun rpp bagi.. Tindakannya: pembinaan lewat supervisi kelas tindakan 1: pembinaan lewat supervisi kelas . Tindakan 2: pembinaan lewat supervisi kelas . Deskripsi kerangka berpikir: kondisi awal: guru belum menerapkan hukuman berjenjang kepada siswa yang datangnya terlambat, maka masih banyak siswa yang kedisiplinan kehadiran masuk sekolahnya rendah. Supaya tidak banyak siswa yang terlambat, maka perlu adanya action atau tindakan yang dilakukan oleh guru/peneliti yaitu dengan menerapkan pemberian hukuman berjenjang kepada siswa yang terlambat, lanjutan siklus 1: siswa yang datang terlambat diberi hukuman untuk membersihkan meja guru. Siklus 2: siswa yang masih terlambat lagi diberikan hukuman tidak hanya membersihkan meja tetapi ditambah untuk membersihkan lantai di ruang guru. Lanjutan dari siklus 1 ke siklus 2, diharapkan siswa yang terlambat hadir masuk sekolah makin sedikit. Kondisi akhir: diduga melalui pemberian hukuman berjenjang kepada siswa yang terlambat dapat meningkatkan kedisiplinan kehadiran masuk sekolah. D. Hipotesis tindakan berisi hipotesis tindakan , bukan hipotesis statistik maupun hipotesis penelitian. Merupakan jawaban sementara berdasarkan pada kajian teori dan kerangka berpikir menjawab rumusan masalah yang diajukan merupakan hipotesis tindakan bukan hipotesis penelitian contoh hipotesis : rm : apakah terdapat hubungan antara x dan y? Judul : hubungan antara x dan y hipotesis : pilih salah satu dari : a. Terdapat hubungan antara x dan y b. Terdapat hubungan positif antara x dengan y c. Terdapat hubungan negatif antara x dengan y (bukan ptk) 2. Rm : apakah terdapat pengaruh x terhadap y? Judul : pengaruh x terhadap y hipotesis : pilih salah satu dari : a. Terdapat pengaruh x terhadap y b. Y dengan menggunakan x1 > daripada yang menggunakan x2 c. Y dengan menggunakan x1 < daripada yang menggunakan x2 (bukan ptk) rm : apakah melalui x dapat meningkatkan y? Judul : upaya peningkatan y melalui x hipotesis : melalui x dapat meningkatkan y (ptk) lanjutan untuk menulis hipotesis dengan mudah: (1) menyalin klimak kerangka berpikir dengan menghilangkan kata “diduga”, atau (2) menyalin rumusan masalah, dengan menghilangkan kata “ apakah “ dan “ ? “ rumusan masalah 1. Apakah melalui (x) dapat meningkatkan (y1) bagi . ? 2. Apakah melalui (x) dapat meningkatkan (y2) bagi . ? 3. Apakah melalui (x) dapat meningkatkan (y1 dan y2) bagi . ? Hipotesis tindakan 1. Melalui (x) dapat meningkatkan (y1) bagi . 2. Melalui (x) dapat meningkatkan (y2) bagi . 3. Melalui (x) dapat meningkatkan (y1 dan y2) bagi . Upaya meningkatkan kreativitas dan hasil bel kimia materi ikatan kimia dengan rancang bangun model atom bagi siswa 1. Kreativitas bel kimia a. Hakikat kreativitas b. Hakikat bel c. Kreativitas bel kimia 2. Hasil bel kimia a. Hasil bel b. Hasil bel kimia 3. Rancang bangun model atom a. Model atom b. Rancang bangun model atom c. Rancang bangun model atom kelompok besar d/. Rancang bangun model atom kelompok kecil

Testimoni

Filed under : blog,