Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Historiografi kolonial

Jun
28
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

Historiografi kolonial adalah Semua karya sejarah tentang Indonesia yang ditulis pada periode penjajahan, oleh para penulis kolonial (Belanda, Inggris), dan bangsa Barat (Portugis). Ciri-cirinya yaitu:
a. sudut pandang Eropasentris atau Nerlandosentris, memusatkan penulisan pada kebudayaan Barat yang dianggap paling maju.
b. berorientasi pada fakta
c. periodesasi dan uraiannya kronologis
Pada masa kolonilal penulisan sejarah lebih bertujuan.

Pada masa kolonilal penulisan sejarah lebih bertujuan untuk memperkokoh kedudukan penjajah di Nusantara. Sebaliknya di kalangan rakyat Indonesia dapat berperan dalam membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Hal tersebut memberikan corak sendiri dalam penulisan sejarah masa pergerakan Indonesia. Pembicaraan mengenai perkembangan historiografi Indonesia tidak dapat mengabaikan buku-buku historiografi yang dihasilkan oleh sejarawan kolonial. Tidak dapat disangkal bahwa historiografi kolonial turut memperkuat proses historiografi Indonesia. Historiografi kolonial dengan sendirinya menonjolkan peranan bangsa Belanda dan memberi tekanan pada aspek politik dan ekonomi. Hal ini merupakan perkembangan logis dari situasi kolonial ketika penulisan sejarah bertujuan utama mewujudkan sejarah dari golongan yang berkuasa beserta lembaga-lembaganya.
Penulisan sejarah kolonial tentunya tidak lepas dari kepentingan penguasa kolonial.

Kepentingan itu mewarnai interpretasi mereka terhadap suatu peristiwa sejarah yang tentunya berbeda dengan penafsiran dari penulis sejarah nasional Indonesia. Perlawanan Diponegoro, misalnya, dalam pandangan pemerintahan kolonial dianggap sebagai tindakan ekstrimis yang mengganggu stabilitas jalannya pemerintahan. Di sisi lain, bagi penulis sejarah nasional perlawanan tersebut dianggap sebagai perjuangan untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan cinta tanah air. Jika dalam sejarah Belanda-sentris menonjolkan peranan VOC sebagai ”pemersatu” dalam menuliskan sejarah Hindia-Belanda (Indonesia) maka dalam pandangan Indonesia-sentris hal itu akan berbeda. Kehadiran bangsa Barat pada umumnya, Belanda pada khususnya, sengaja atau tidak sengaja mendorong ke arah integrasi. Perlawanan terhadap penetrasi dan kekuasaan bangsa Barat membantu pembentukan wilayah kesatuan yang kemudian disebut Indonesia. Demikian halnya pandangan bangsa Belanda yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 melalui penyerahan kedaulatan sebagai kelanjutan dari Konferensi Meja Bundar maka bangsa Indonesia mengakui bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan perjuangannya sendiri kemudian diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Testimoni

artikel lainnya Historiografi kolonial



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Saturday 25 April 2015 | blog

    MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI       MENERAPKAN ASPEK…

Saturday 1 March 2014 | blog

ILC DETAIL ENGLISH PROGRAM GENERAL ENGLISH CONVERSATION Table A. No Course Participant Competency Session Hour Quota…

Monday 3 December 2012 | blog

Testimoni Related posts: html5 dan css yang revolusioner Daftar 50 Iklan Indonesia Komunikasi Peluang Bisnis Sragen…

Wednesday 22 October 2014 | blog

 INSTRUMEN SUPERVISI STANDARISASI PENILAIAN HASIL BELAJAR BAGI PENDIDIK & SATUAN PENDIDIKAN (SD/SMP/SMA) Penilaian Dokumen GURU oleh…