Menu

fitur google mail

Feb
18
2012
by : 1. Posted in : blog

fitur google mail

Bab 9
Perkembangan Masyarakat Indonesia pada masa Hindu – Buddha
Standar kompetensi
5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu–Buddha sampai dengan masa Kolonial Eropa.
Kompetensi dasar
5.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan ,dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha, serta peninggalan-peninggalannya.

Candi Borobudur pernah dikenal sebagai salah satu keajaiban dunia buatan manusia. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah. Di Klaten, Jawa Tengah terdapat Candi Prambanan yang merupakan peninggalan agama Hindu. Kedua candi tersebut merupakan bukti bahwa Kebduayaan Hindu – Buddha pernah berkembang pesat di Indonesia. Kedua candi ini dibangun oleh Kerajaan Mataram Lama. Selain kedua candi tersebut masih banyak candi-candi yang ada di Indonesia. Selain candi ada juga prasasti-prasasti dan kitab-kitab yang menambah kuat mengenai zaman kejayaan Hindu –Buddha di Indonesia. Kebudayaan Hindu – Buddha berkembang di India dan akhirnya sampai di Indonesia. Di Indonesia kebudayaan Hindu –Buddha berkembang dengan pesat. Bagaimanakah Hindu dan Buddha bisa masuk dan berkembang di Indonesia? Berikut ini bersama-sama kita akan mempelajarinya.
gb. Candi Prambanan

A. Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu–Buddha di Indonesia
Jalur perdagangan darat yang antara Cina, Timur Tengah (Arab dan Persia), dan India dikenal dengan Jalur Sutra. Lama kelamaan Jalur Sutra ini dianggap tidak aman dan kurang efisien sehingga dicari jalur alternatif melalui laut. Akhirnya dicapai jalur baru, yaitu India menuju Indonesia (Selat Malaka) kemudian Cina. Barang-barang dagangan dari Indonesia pada saat itu, misalnya rempah-rempah, beras, emas, kayu cendana, dan lain sebagainya. Dengan demikian, dalam perdagangan tersebut, Indonesia ikut aktif. Aktifnya Indonesia dalam perdagangan internasional tersebut terjadi pada abad ke-1 M. Dari kegiatan perdagangan inilah diduga penyebaran agama dan kebudayaan Hindu–Buddha terjadi.
Barang-barang dagangan dari Indonesia pada saat itu, misalnya rempah-rempah, beras, emas, kayu cendana, dan lain sebagainya. Dengan demikian, dalam perdagangan tersebut, Indonesia ikut aktif. Dari kegiatan perdagangan inilah diduga penyebaran agama dan kebudayaan Hindu–Buddha terjadi.
1. Bukti Keterlibatan Indonesia dalam Perdagangan Internasional
Bukti keterlibatan Indonesia dalam perdagangan mancanegara banyak kita dapati dari sumber-sumber luar negeri dan dalam negeri, antara lain berikut.
a. Berita dari Cina
Berita dari Cina yang menjelaskan keterlibatan Indonesia dalam perdagangan internasional didapatkan dari catatan masa Dinasti Han, Dinasti Sung, Dinasti Yuan, dan Dinasti Ming; catatan perjalanan Fa-Hien; catatan perjalanan I-Tsing.
1) Catatan Dinasti Han, Dinasti Sung, Dinasti Yuan, dan Dinasti Ming menyatakan bahwa sejak awal tahun Masehi telah terjadi hubungan dagang antara Cina dan Indonesia. Hubungan dagang itu terbukti dari banyaknya barang-barang keramik (porselen) Cina yang ditemukan di Indonesia.
2) Fa-Hien, seorang musafir Cina yang singgah di To-lo-mo (Tarumanegara) selama 5 bulan dalam perjalanannya dari India menuju Cina.
3) I-Tsing (rahib) menuliskan kesan tentang Kerajaan Sriwijaya sebagai salah satu pusat agama Buddha di Asia pada abad ke-7 M.
b. Berita dari India
Berita tertua terdapat dalam kitab Ramayana yang menyebutkan bahwa Dewi Sinta diculik oleh Rahwana. Selanjutnya Hanoman mencarinya sampai ke Javadwipa (Jawa). Sumber lain berasal dari Piagam Nalanda yang menyebutkan bahwa Kerajaan Sriwijaya memegang peran kunci untuk masuk ke wilayah Nusantara.
c. Berita dari Arab
Para saudagar dan ahli-ahli geografi bangsa Arab menulis tentang Indonesia sejak abad ke-6 M. Mereka sering menyebut kerajaan bernama Zabag atau Sribusa. Kemungkinan yang dimaksud dengan Zabag atau Sribusa adalah Kerajaan Sriwijaya. Zabag atau Sribusa terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan negeri yang kaya akan emas.
**perdagangan pada masa Hindu – Buddha
2. Hipotesis tentang Masuknya Kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia
Siapa dan bagaimana proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu–Buddha ke Indonesia menimbulkan berbagai macam inteprestasi karena tidak ditemukannya bukti konkret tentang proses tersebut. Itu sebabnya muncul berbagai macam hipotesis mengenai proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu–Buddha di Indonesia, seperti berikut ini.
a Hipotesis Brahmana
Hipotesis brahmana menyatakan bahwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu–Buddha di Indonesia dilakukan oleh para brahmana. Para brahmana yang langsung menyebarkan agama Hindu atau para biksu dalam agama Buddha. Mereka yang dianggap paling tahu tentang seluk beluk ajaran agamanya dan cara penyebarannya. Ahli sejarah pendukung teori ini adalah J.C. van Leur.
b. Hipotesis Kesatria
Hipotesis kesatria berpendapat bahwa masuknya agama Hindu–Buddha di Indonesia karena ekspedisi militer oleh kaum Kesatria dari India. Hipotesis ini didukung oleh ahli sejarah F.D.K. Bosch.
c. Hipotesis Waisya
Hipotesis waisya menyatakan bahwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu–Buddha di Indonesia dilakukan oleh para pedagang India (kasta Waisya). Ahli sejarah pendukung hipotesis waisya adalah N.J. Krom.
d. Teori Sudra
Teori sudra mengungkapkan bahwa golongan sudra meninggalkan India mengikuti kaum Waisya berniaga sebagai salah satu kasta yang harus dilayaninya. Dari mengikuti golongan Waisya ini golongan sudra berperan menyebarkan agama dan kebudayaan Hindu–Buddha di Indonesia. Teori ini didukung oleh ahli sejarah Von van Faber.
Munculnya hipotesis tersebut sangat relatif kebenarannya. Hipotesis kesatria tampak masuk akal karena nama raja dan dinasti menggunakan nama India, misalnya Mulawarwan, Purnawarman, dan Syailendra. Akan tetapi, tidak ada bukti sejarah yang menunjukkan adanya ekspedisi militer ataupun kolonisasi dari India ke Indonesia. Tidak ada pula bukti migrasi penduduk India ke Indonesia sebagai kelanjutannya sebuah kolonisasi ataupun sebuah ekspedisi.
Hipotesis waisya juga ada kebenarannya karena yang mengadakan kontak pertama di Indonesia adalah kaum pedagang (kasta Waisya). Akan tetapi, bukankah yang mengetahui perihal agama Hindu dengan ritualnya hanya kaum Brahmana?
Sementara itu, dari hipotesis Brahmana banyak hal yang masuk akal karena mereka tahu seluk beluk keagamaan. Namun, dalam sejarah India tidak pernah tercatat ataupun adanya bukti adanya pengiriman brahmana ke luar India. Selain itu, juga ada kepercayaan bahwa “tidak ada orang menjadi Hindu, tetapi orang Hindu memang lahir sudah menjadi Hindu”. Dengan demikian, Hindu tidak perlu disebarkan kepada orang lain.
Selain teori itu, para ahli sejarah juga menyatakan bahwa proses penyebaran agama dan kebudayaan Hindu–Buddha di Indonesia dapat bersifat aktif dan pasif. Bersifat aktif, artinya bahwa bangsa Indonesia sengaja mengundang para pendeta Hindu–Buddha untuk menyebarkan agama tersebut di Indonesia. Bersifat pasif, artinya bangsa Indonesia hanya menerima dakwah yang dilakukan oleh para pendeta Hindu–Buddha yang sengaja menyebarkan agama tersebut.
Persebaran agama Hindu–Buddha masuk ke Indonesia diperkirakan sekitar abad ke-2 sampai dengan abad ke-5 Masehi. Agama Buddha lebih dahulu masuk (abad ke-2) kemudian menyusul agama Hindu (abad ke-5). Masuknya pengaruh agama Buddha terlebih dahulu dibuktikan dengan penemuan patung perunggu di Jambi dan Sulawesi Selatan yang berlanggam Amarawati.
3. Daerah yang Dipengaruhi Unsur-Unsur Hindu–Buddha di Indonesia sampai dengan Abad ke-14
Sebelum agama Hindu dan Buddha datang, nenek moyang bangsa Indonesia adalah pemeluk animisme dan dinamisme. Namun, setelah agama dan kebudayaan Hindu–Buddha masuk ke Indonesia, maka penduduk Indonesia pun menjadi pemeluk agama tersebut.
Keterkaitan antara perdagangan dan persebaran Hindu–Buddha mengakibatkan pusat-pusat perdagangan di Indonesia menjadi pusat-pusat penyebaran agama Hindu–Buddha. Pusat-pusat penyebaran agama Hindu terdapat di Jawa, Bali, dan Kalimantan. Pusat-pusat penyebaran agama Buddha terdapat di Sumatra.
Batas persebaran Hindu–Buddha di Indonesia dapat dibedakan secara politis dan budaya. Secara politis ditentukan berdasarkan letak pusat-pusat kerajaan yang muncul semasa perkembangan Hindu–Buddha di Indonesia. Batas penyebaran budaya ditentukan berdasarkan penyebaran terjauh berbagai peninggalan bercorak Hindu–Buddha.
Dalam hal politis, batas paling timur mulai dari bagian utara Kalimantan, melintasi Selat Makassar, terus ke selatan melintasi Selat Sape (antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores). Dalam hal budaya, batas paling timur melintasi perairan antara Maluku dan Papua.
4. Akulturasi Kebudayaan Indonesia dengan Kebudayaan Hindu–Buddha
Sebelum kebudayaan Hindu–Buddha masuk, nenek moyang bangsa Indonesia telah memilki kebudayaan yang cukup tinggi, seperti di bidang pertanian, kerajinan, membatik, pelayaran dan astronomi, perdagangan, masyarakat yang teratur, dan sistem kepercayaan. Setelah kedatangan agama dan kebudayaan Hindu–Buddha maka terjadilah akulturasi kebudayaan. Dengan adanya adanya akulturasi ini menunjukkan bahwa kebudayaan keduanya seimbang. Bentuk akulturasi yang tampak sebagai berikut.
a. Akulturasi dalam Sistem Kepercayaan
Hal yang tampak dalam akulturasi sistem kepercayaan adalah dalam fungsi candi yang berbeda antara di Indonesia dan di India. Fungsi candi di Indonesia selain sebagai tempat pemujaan para dewa juga tempat untuk menyimpan abu jenazah nenek moyang (raja dan keluarganya). Itu menunjukkan ciri budaya Indonesia masih ada. Selain itu, bangunan candi yang ada di Indonesia merupakan perpaduan dari punden berundak (kebudayaan Megalitikum) dengan candi itu sendiri. Begitu pula dengan pembangunan arca perwujudannya.
b. Akulturasi dalam Bidang Seni Rupa dan Seni Ukir
Nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki cita rasa seni yang tinggi. Hal itu terbukti dengan kemampuannya dalam membatik dan seni ukir pada benda-benda logam. Semua seni itu mengandung makna religius, mengadung kekuatan batin, dan dasar-dasar kerohanian yang mendalam. Ketika agama dan kebudayaan Hindu–Buddha masuk terjadi akulturasi. Hasilnya tampak pada ragam hias candi-candi Hindu–Buddha di Indonesia. Begitu pula dengan berbagai macam motif seni batik yang berkembang sejak zaman Hindu–Buddha sampai dengan sekarang ini. Ukiran banyak dibuat di dinding candi yang terbuat dari batu dikenal dengan relief.
c. Akulturasi dalam Bidang Aksara dan Seni Sastra
Berkat masuknya agama dan kebudayaan Hindu–Buddha, bangsa Indonesia telah memasuki zaman sejarah. Pada zaman itu, bangsa Indonesia telah berhasil membaca dan menulis serta meninggalkan peninggalan tertulis yang menggunakan bahasa Sanskerta dengan menggunakan huruf Pallawa. Keberadaan huruf Pallawa itu pun akhirnya berkembang, seperti lahir huruf Batak di Sumatra, huruf Kawi, huruf Jawa, dan huruf Bali.
**gb Huruf Pallawa
Kepandaian membaca dan menulis berakibat berkembangnya seni sastra Indonesia kuno. Misalnya, cerita Ramayana dan Mahabaratha berakulturasi dengan wayang purwa yang merupakan kebudayaan asli Indonesia. Itu sebabnya dalam kesenian wayang dalam cerita Ramayana dan Mahabaratha muncul tokoh asli Indonesia, seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong (Punokawan).
d. Akulturasi dalam Bidang Pemerintahan
Nenek moyang bangsa Indonesia telah mengenal pemilihan kepala suku secara demokratis berdasarkan kemampuan atau kelebihan yang dimiliki (primus interpares). Dengan masuknya pengaruh India, maka terjadi akulturasi pemerintahan, perangkat pemerintahan tetap dengan nama-nama asli Indonesia, tetapi dengan sistem pemerintahan model India (kerajaan).
e. Akulturasi dalam Sistem Kalender
Nenek moyang bangsa Indonesia telah mengenal astronomi yang digunakan untuk kegiatan pelayaran dan pertanian. Ilmu astronomi mendasarkan pada letak rasi bintang. Sementara itu, kebudayaan Hindu–Buddha yang masuk ke Indonesia telah mempunyai perhitungan kalender yang disebut kalender Saka. Perhitungannya 1 tahun Saka ada 365 hari. Selisih antara tahun Saka dengan tahun Masehi adalah 78 tahun. Contoh tahun Saka 654, maka tahun Masehinya adalah 654 + 78 = 732 .
Sementara itu, Indonesia yang juga telah mempunyai kalender yang disebut kalender Mongso dengan adanya kalender Saka justru melengkapi kalender yang ada. Pada saat itu kelender yang berlaku adalah kalender Saka, tetapi kelender Mongso menurut perhitungan kelender Indonesia asli menjadi dominan dengan nama-nama campuran Indonesia–India.
B. Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Bercorak Hindu dan Buddha di Indonesia
Merekontruksi sejarah kerajaan bercorak Hindu atau Buddha di Indonesia tidak mudah dilaksanakan karena terbatasnya sumber-sumber sejarahnya. Hal itu karena tidak semua pelaku sejarah meninggalkan peninggalan secara tertulis. Sumber sejarah Indonesia kuno yang dapat ditelusuri, misalnya prasasti, kitab-kitab kuno, peninggalan bangunan kuno (candi bekas istana, kuburan, dan lainnya), kitab-kitab kuno, benda-benda atau barang kuno dan berita perjalanan asing, misalnya dari Cina, India, dan Arab.
Bentuk pemerintahan kerajaan yang muncul setelah masuknya pengaruh Hindu–Buddha masuk ke Indonesia sebagai berikut.
1. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur. Sampai saat ini Kerajaan Kutai dianggap sebagai kerajaan bercorak Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai diketahui keberadaannya setelah ditemukan tujuh buah yupa (bangunan tugu batu bertulis) di daerah hulu Sungai Mahakam, tepatnya di daerah Muarakaman, Kalimantan Timur. Oleh karena itu, yupa itu juga disebut Prasasti Muarakaman. Yupa itu berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Yupa-yupa tersebut dibangun untuk peringatan upacara dan biasanya digunakan sebagai tiang penambat hewan untuk kurban. Meskipun tidak berangka tahun, dari bentuk tulisan dan bahasanya, yupa-yupa tersebut diperkirakan dibuat pada sekitar tahun 400 atau abad ke-5 M.
Dari Prasasti Muarakaman diketahui bahwa raja pertama yang memerintah di Kutai bernama Kudungga. Nama Kudungga menurut dugaan para ahli sejarah merupakan nama Indonesia asli. Setelah Kudungga turun takhta, ia digantikan oleh anaknya, Aswawarman. Pada salah satu prasastinya, Aswawarman disebut sebagai vamsakarta, artinya pembentuk keluarga atau dinasti. Aswawarman dinobatkan sebagai raja dengan upacara keagamaan Hindu yang disebut Vratyastoma. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami perluasan wilayah. Raja Aswawarman memiliki tiga orang anak, salah satu di antaranya adalah penerus Kerajaan Kutai, yaitu Mulawarman.
Pada Prasasti Muarakaman disebutkan bahwa Mulawarman adalah seorang raja besar yang baik dan mulia. Ia menyumbangkan 1.000 ekor lembu untuk rakyat dan para brahmana. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai merupakan kerajaan yang kaya dan makmur.
**gb Yupa
2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan bercorak Hindu tertua di Jawa Barat yang terletak di Lembah Sungai Citarum yang mengalir ke Bogor, Jawa Barat. Kerajaan Tarumanegara berdiri hampir bersamaan waktunya dengan Kerajaan Kutai (abad ke-5 M atau sekitar tahun 450 M). Raja Kerajaan Tarumanegara yang terkenal adalah Purnawarman. Tidak diketahui siapa raja pertama di Tarumanegara. Pada masa pemerintahan Purnawarman, agama dan kebudayaan Hindu telah berkembang. Kehidupan masyarakat sangat diperhatikan. Sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara terdiri atas sumber dari dalam negeri dan sumber dari luar negeri.
Sumber-sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara dari dalam negeri umumnya berupa prasasti,seperti Prasasti Ciaruteun, Prasasti Jambu, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Ciaten, Prasasti Tugu, dan Prasasti Lebak.
Adapun sumber dari luar negeri tentang Kerajaan Tarumanegara diperoleh berdasarkan berita dari Cina yang ditulis oleh Fa Hien, seorang pendeta Buddha yang hidup pada masa Dinasti T’ang. Pada catatan Fa Hien disebutkan bahwa saat berlayar pulang dari India, ia singgah di pantai utara Pulau Jawa pada tahun 414 M. Di tempat persinggahan itu, Fa Hien menemukan suatu masyarakat penganut ajaran agama Hindu. Kemudian, Fa Hien menyebut Kerajaan Tarumanegara dengan sebutan To-lo-mo.
3. Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah dan berdiri kurang lebih pada abad ke- 8. Daerah inti kerajaan dikenal dengan sebutan Bhumi Mataram, beribu kota di Medang Kamulan (sekitar daerah Kradenan, Kabupaten Grobogan). Sumber sejarah Kerajaan Mataram Kuno kebanyakan berupa prasasti, seperti Prasasti Canggal, Prasasti Kalasan, Prasasti Karang tengah, Prasasti Argapura, dan Prasasti Balitung atau Prasati Mantyasih. Prasasti Balitung memuat silsilah raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Mataram Kuno. Berdasarkan Prasasti Balitung, silsilah raja-raja yang beragama Hindu dari Dinasti Sanjaya yang pernah memerintah di Jawa Tengah bagian utara, antara lain Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, Rakai Panangkaran Dyah Sangkara, Rakai Panunggalan, Rakai Warak Dyah Wanara, Rakai Garung, Rakai Pikatan Dyah Saladu, Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala, Rakai Watuhumalang Dyah Ibang, dan Rakai Watukara Dyah Balitung.
Raja-raja penganut agama Buddha keturunan Syailendra membentuk pemerintahan di Jawa Tengah bagian selatan. Para raja keturunan Syailendra yang memerintah di Jawa Tengah bagian selatan, antara lain Raja Bhanu, Raja Wisnu (Sri Dharmatungga), Raja Indra (Sri Sanggramadananjaya), Raja Samaratungga, dan Raja Balaputradewa.
4. Kerajaan Medang Kamulan
Kerajaan Medang Kamulan pada dasarnya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah. Kerajaan Medang Kamulan diperkirakan terletak di Lembah Sungai Brantas yang mengalir di sepanjang wilayah Nganjuk, Surabaya, Pasuruan, dan Malang.
Sumber sejarah tentang Kerajaan Medang Kamulan dari dalam negeri umumnya berupa prasasti, seperti Prasasti Empu Sindok, Prasasti Anjuk Ladang atau Candi Lor, dan Prasasti Kalkuta.
Adapun sumber sejarah dari luar negeri tentang Kerajaan medang Kamulan umumnya berupa berita dari Cina pada masa Dinasti Sung. Berita dari Cina itu menyebutkan adanya pertikaian kerajaan di Jawa dengan Kerajaan Sriwijaya. Pertikaian itu mengakibatkan utusan dari Sriwijaya yang kembali dari Cina untuk sementara harus singgah di Campa. Utusan tersebut berada di Campa sampai dengan tahun 992 M. Hal itu disebabkan pada tahun tersebut pasukan dari Jawa baru saja selesai berperang dan meninggalkan Sriwijaya.
Sesuai dengan angka tahunnya, serangan dari Jawa tersebut diduga adalah serangan dari Medang Kamulan pada masa pemerintahan Dharmawangsa. Tercatat ada tiga raja besar yang pernah memerintah di Medang Kamulan. Ketiga raja tersebut adalah Empu Sindok, Dharmawangsa, dan Airlangga.
Hal yang menarik selama pemerintahan Airlangga adalah adanya semacam perjanjian tidak tertulis yang menyebutkan bahwa Airlangga menguasai wilayah Indonesia bagian timur. Sebaliknya, Sriwijaya menguasai Nusantara bagian barat. Pengalaman dan jalan kehidupan Airlangga tersebut dikisahkan dalam kitab Arjunawiwaha karya Empu Kanwa.
Airlangga mengabdikan sisa hidupnya sebagai seorang pertapa. Takhta kerajaan seharusnya diserahkan kepada putrinya, Sanggrama Wijayatunggadewi yang terlahir dari permaisuri. Akan tetapi, putrinya menolak karena ingin menjadi pendeta. Akhirnya, Kerajaan Medang Kamulan dibagi kepada dua orang putranya dari selir. Pembagian kerajaan dilakukan oleh Empu Bharada dengan batas Sungai Brantas. Terciptalah dua kerajaan, yaitu Kerajaan Jenggala di sebelah utara Sungai Brantas yang beribu kota di Kahuripan dan Kerajaan Kediri di sebelah selatan Sungai Brantas dengan beribu kota di Daha.
5. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar tahun 670 M di daerah Palembang, Sumatra Selatan. Kerajaan ini merupakan kerajaan maritim. Munculnya Sriwijaya sebagai kerajaan samudra (kerajaan sarvajala) yang kuat di Asia Tenggara tidak disukai oleh Kerajaan Colamandala di India Selatan.
Sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya dari dalam negeri umumnya berupa prasasti. Prasasti-prasasti tersebut umumnya ditulis dengan huruf Pallawa dan menggunakan bahasa Melayu Kuno.
a. Prasasti Kedukan Bukit (683 M)
Prasasti tertua tentang Sriwijaya ditemukan di Kedukan Bukit, tepi Sungai Tatang dekat Palembang. Prasasti itu berangka tahun 683 M dan terdiri atas 10 baris kalimat. Prasasti itu berisi cerita bahwa pada tahun 683 M ada orang besar bernama Dapunta Hiyang mengadakan perjalanan suci (siddhayatra) dengan membawa 20.000 tentara berangkat dari Minangatamwan naik perahu. Sementara itu, tentara sebanyak 1.312 berjalan darat datang di Melayu dan akhirnya membuat Kerajaan Sriwijaya.
b. Prasasti Talang Tuo (684 M)
Prasasti itu terdiri atas 14 baris kalimat dan berangka tahun 606 Saka atau 684 M. Prasasti itu menyebutkan bahwa atas perintah Dapunta Hyang Sri Jayanaga telah dibuat taman yang disebut Srikesetra untuk kemakmuran semua makhluk. Di samping itu, juga ada doa-doa yang bersifat Buddha Mahayana.
c. Prasasti Kota Kapur (686 M) dan Karang Berahi (686 M)
Prasasti Kota Kapur ditemukan di Kota Kapur, Bangka, dan Karang Berahi (Jambi Hulu). Kedua prasasti itu berangka tahun 686 M dan sebagian besar isinya sama, yaitu memohon kepada dewa agar menjaga keamanan dan keselamatan Sriwijaya beserta rajanya serta menghukum setiap orang yang bermaksud jahat dan mendurhakai kekuasaan Sriwijaya. Isi prasasti yang paling menarik adalah pada baris ke-10 yang berbunyi, “Sumpah ini dipahat di batasnya kekuasaan Sriwijaya yang sangat berusaha menaklukkan bumi Jawa yang tidak tunduk kepada Sriwijaya.” Dari prasasti itu jelas bahwa Sriwijaya memang berusaha keras memperluas kekuasaannya dengan menundukkan kerajaan di sekitarnya, seperti Melayu, Tulangbawang, dan Tarumanegara (Bumi Jawa) sehingga pada waktu itu tidak sempat mengirimkan utusannya ke Cina.
d. Prasasti Palas Pasemah.
Prasati ini ditemukan di Palas Pasemah, Lampung Selatan. Prasasti itu menyebutkan bahwa daerah Lampung Selatan pada waktu itu sudah diduduki Sriwijaya. Raja Sriwijaya menjatuhkan kutukan yang seram bagi mereka yang melakukan kejahatan dan tidak taat terhadap perintahnya.
Adapun sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya dari luar negeri berupa prasasti dan catatan hasil perjalanan para musafir, seperti berikut ini.
a. Prasasti Ligor
Prasasti Ligor ditemukan di Malaysia. Prasasti Ligor terdiri atas dua sisi. Bagian sisi depan berisi tentang pembangunan Trisamaya Caitya atas perintah Raja Sriwijaya. Bagian sisi belakang menceritakan tentang Raja Wisnu dari Dinasti Syailendra.
b. Prasasti Kanton
Prasasti Kanton ditemukan di Cina. Prasasti Kanton menceritakan tentang bantuan Raja Sriwijaya dalam memperbaiki sebuah kuil agama Tao di Kanton.
c. Prasasti Nalanda
Prasasti Nalanda ditemukan di India. Prasasti Nalanda menceritakan tentang pemberian sebidang tanah dari Raja Dewapaladewa (dari Benggala, India) kepada Sriwijaya. Balaputradewa kemudian mendirikan wihara bagi kepentingan para peziarah Sriwijaya yang datang ke Nalanda untuk mendalami agama Buddha.
d. Berita dari Cina
Berita dari Cina tentang Sriwijaya didasarkan pada catatan perjalanan I Tsing, seorang pendeta Buddha dari Cina. I Tsing menyebutkan bahwa pada tahun 671 M ia sempat singgah di Sriwijaya selama dua bulan. Ia juga singgah di Kerajaan Melayu pada tahun 685 M. I Tsing kembali tinggal di Sriwijaya selama empat tahun dan berhasil menerjemahkan beberapa kitab agama Buddha dari bahasa Sanskerta ke bahasa Cina. I Tsing menjelaskan bahwa pada saat itu Melayu telah berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.

Kerajaan Sriwijaya diperintah dengan adil dan bijaksana oleh keluarga raja-raja keturunan Syailendra. Kemakmuran rakyatnya diperoleh dari perdagangan internasional. Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya pada pertengahan abad ke-9 M di bawah pimpinan Balaputradewa.
Sriwijaya selain sebagai kerajaan maritim yang kuat juga dikenal sebagai pusat agama Buddha di Asia Tenggara. Kemajuan agama Buddha di Sriwijaya berawal dari pembangunan wihara di Nalanda, India. Para pemuda Sriwijaya yang belajar agama Buddha di India tinggal di wihara tersebut. Setelah selesai mereka kembali ke Sriwijaya dan menyebarluaskannya ke masyarakat. Pada saat itu, orang-orang Cina yang akan belajar agama Buddha di India harus belajar dahulu di Sriwijaya. Salah seorang pendeta Buddha di Sriwijaya yang terkenal bernama Sakyakirti. Kebesaran Kerajaan Sriwijaya mulai surut sejak abad ke-11 M. Faktor yang menyebabkan kemunduran Kerajaan Sriwijaya, sebagai berikut.
a. Banyaknya daerah kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri.
b. Serangan pasukan Dharmawangsa pada tahun 991 M.
c. Serangan Raja Rajendra dari Kerajaan Colamandala (India) pada tahun 1023 dan 1030.
d. Serangan dari Kerajaan Singasari (1275 M).
e. Ekspansi Majapahit pimpinan Gajah Mada pada tahun 1397 M.
6. Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri merupakan kelanjutan Kerajaan Medang. Sumber sejarah Kerajaan Kediri terdiri atas sumber sejarah dari dalam negeri dan sumber sejarah dari luar negeri. Sumber sejarah tentang Kerajaan Kediri dari dalam negeri pada umumnya berupa prasasti dan karya sastra, seperti Prasasti Sirah Keting, Prasasti Tulungagung, Prasasti Kertasana, Prasasti Ngantang, dan satu Prasasti Jaring. Adapun hasil kesusastraan yang muncul pada masa pemerintahan Jayabaya dan Kameswara, sebagai berikut.
a Hasil sastra zaman Jayabaya, misalnya kitab Bharatayuda (Empu Sedah dan Panuluh); kitab Hariwangsa (Empu Panuluh); kitab Gatutkacasraya (Empu Panuluh).
b. Hasil sastra zaman Kameswara, misalnya kitab Smaradahana (Empu Darmaja); kitab Lubdaka (Empu Tan Akung); kitab Wertansancaya (Empu Tan Akung).
c. Hasil sastra yang tidak diketahui zaman pemerintahan siapa pembuatannya, misalnya kitab Kresnayana (EmpuTriguna); kitab Somanasantaka (Empu Monaguna); kitab Brahmandapura (Empu Astaguna); kitab Bomakarya.
Sumber sejarah Kerajaan Kediri dari luar negeri dapat diketahui dari kitab Ling Waitaita (1178 M) karya Cuk Ik Pei dan kitab Leronik Chu Fan Chi (1220 M) karya Chu Ju Kun. Kedua kitab tersebut memuat cerita tentang Kerajaan Kediri dari abad ke-12 sampai dengan abad ke-13 M.
Menurut penelitian N.J. Krom dan L.C. Damais (Sejarawan Belanda), raja-raja yang memerintah di Kediri, antara lain Raja Bameswara (1117–1130 M); Raja Jayabaya (1135–1157 M); Raja Sarweswara (1159–1161 M); Raja Aryyeswara (1169–1174 M); Sri Gandra (1181–1182 M); Raja Kameswara (1182–1185); Raja Kertajaya (1190–1222 M).
7. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari berdiri pada tahun 1222 M. Berawal dari keberhasilan Ken Arok menjadi pemimpin Tumapel setelah berhasil membunuh Akuwu Tunggul Ametung di Tumapel. Kedudukan Ken Arok makin kuat setelah ia mampu mengalahkan Kertajaya, Raja Singasari di Desa Ganter. Sejak saat itu berakhirlah Dinasti Mataram Kuno dan digantikan oleh Dinasti Rajasa (Rajawangsa) atau Girindawangsa.
Sumber sejarah Kerajaan Singasari terdiri atas sumber sejarah yang berasal dari dalam negeri dan sumber sejarah dari luar negeri. Sumber sejarah Kerajaan Singasari dari dalam negeri umumnya berupa prasasti, patung, dan beberapa candi, seperti kitab Pararaton menjelaskan tentang keberadaan raja-raja yang pernah memerintah Singasari; kitab Negarakartagama berisi silsilah raja-raja Majapahit yang merupakan keturunan dari raja-raja Singasari Area Joko Dolog sebagai perwujudan Raja Kertanegara; bangunan Candi Kidal, Candi Jago, dan Candi Singasari sebagai makam raja-raja Singasari.
**gb candi Singasari
Adapun sumber sejarah dari luar negeri tentang Kerajaan Singasari berdasarkan berita dari Cina dari Dinasti Yuan tentang pengiriman utusan ke Singasari pada tahun 1280, 1281, dan 1289 agar Raja Singasari mengakui kekuasaan Kubilai Khan. Akan tetapi, utusan yang datang terakhir dipotong telinganya sebagai tanda penolakan. Hal ini menyebabkan Kubilai Khan berang dan mengirimkan pasukannya untuk menyerbu Singasari.
Kerajaan Singasari pada dasarnya merupakan asal-muasal berdirinya Kerajaan Majapahit. Raja-raja yang pernah memegang pemerintahan di Singasari, antara lain Ke Arok, Anusapati, Tohjaya, Ranggawuni, dan Kertanegara.
Pada masa pemerintahan Kertanegara, kekuasaan Singasari meluas sampai dengan ke Sumatra. Hal ini tertulis pada Arca Amogaphasa yang berada di Padangroco (Sumatra) yang berangka tahun 1286 M. Selain ke Melayu (Sumatra), Singasari juga melakukan perluasan wilayah ke Bali, Pahang (Malaysia), Sunda, Bakulapara (Kalimantan), dan Gurun (Indonesia Timur). Kerajaan Singasari menjadi kerajaan yang besar di Nusantara.
Pada tahun 1292, sebagian besar tentara Singasari berada di Melayu. Dalam keadaan yang demikian, tiba-tiba Singasari diserang oleh Jayakatwang dari Kerajaan Gelang-Gelang. Jayakatwang adalah keturunan Raja Kertajaya (Kerajaan Kediri) yang ingin membangun kembali negerinya. Raja Kertanegara yang saat itu sedang melakukan upacara dengan para brahmana terbunuh.
Kertanegara dimakamkan di dua tempat, yaitu di Candi Singasari dan Candi Jawi campuran Siwa dan Buddha. Kertanegara setelah wafat diberi gelar Yang Mulia di Alam Siwa–Buddha. Wafatnya Kertanegara mengakhiri kejayaan Singasari.
Bersamaan dengan peristiwa itu, pasukan Cina (Kubilai Khan) berangkat ke Jawa dipimpin oleh Jenderal Shih Pe. Akan tetapi, sesampainya di tanah Jawa ternyata Kertanegara telah wafat sehingga tentara Mongolia harus berhadapan dengan pasukan Jayakatwang. Raden Wijaya yang mengetahui hal itu kemudian menjalin kerja sama dengan tentara Mongolia untuk menyerang Jayakatwang.
Tentara Mongolia setuju sebab mereka menyangka Singasari masih dipimpin Kertanegara. Setelah berhasil mengalahkan Jayakatwang, Raden Wijaya dan pasukannya berbalik melancarkan serangan terhadap tentara Mongolia. Pasukan Mongolia yang kelelahan banyak yang terbunuh, sedangkan sisanya melarikan diri ke negaranya.
8. Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit berdiri pada tahun 1292, setelah Raden Wijaya (Nasarya Sanggramawijaya) berhasil mengalahkan tentara Mongolia yang akan menyerang Singasari. Kerajaan Majapahit berpusat di Hutan Tarik, sebuah daerah di Lembah Sungai Brantas (Mojokerto). Atas bantuan Bupati Sumenep (Arya Wiraraja) wilayah Hutan Tarik berhasil diubah menjadi kawasan yang ramai. Sumber sejarah Kerajaan Majapahit terdiri atas sumber sejarah dari dalam negeri dan sumber sejarah dari luar negeri.
Sumber sejarah Kerajaan Majapahit dari dalam negeri umumnya berupa prasasti, hasil sastra, dan candi, seperti Prasasti Perunggu Kudadu atau Prasasti Gunung Buthak (1294 M), Prasasti Sidotoko (1393 M), Prasasti Lamongan, Prasasti Wikramattunggadewi (1329 M), Prasasti Tribhuanattunggadewi, Prasasti Kandangan (1305 M), Prasasti Batur, kitab Negarakertagama (1365 M), kitab Arjunawiwaha dan kitab Sutasoma, berbagai bangunan candi (Candi Panataran, Candi Sawentar, dan Candi Sumberjati di Blitar, Candi Tegalwangi dan Candi Surawana di Pare–Kediri, Candi Tikus di Trowulan, dan Candi Brahu di Mojokerto).
Sumber sejarah tentang Kerajaan Majapahit dari luar negeri umumnya berupa berita perjalanan, seperti berita dari Cina yang menyebutkan adanya kerusuhan di Sriwijaya karena mendapat gangguan Majapahit; berita dari Portugis yang menyebutkan banyaknya kampung yang dihuni orang Jawa di Malaka (Malaka telah dikuasai Majapahit).
**Gb Arca Gajah Mada
Adapun raja-raja yang pernah memerintah Majapahit, antara lain Raden Wijaya (1292–1309 M), Jayanegara (1309–1328 M),Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardani (1328–1350 M), dan Hayam Wuruk (1350–1389 M).
Puncak kebesaran Majapahit berada di tangan Hayam Wuruk. Puncak kebesaran itu tidak terlepas dari peran Gajah Mada. Menurut kitab Negarakertagama, kekuasaan Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk meliputi Sumatra, Semenanjung Melayu, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan beberapa daerah di daratan Asia Tenggara. Raja Hayam Wuruk menerapkan politik yang berwawasan cakrawala mandala yang artinya perluasan wilayah Majapahit.
Kemunduran Kerajaan Majapahit diawali dengan terjadinya Perang Bubat (1357). Peperangan ini terjadi akibat adanya perselisihan antara Raja Pajajaran dan Mahapatih Gajah Mada. Peperangan tersebut menewaskan Raja Pajajaran beserta anggota keluarganya di Lapangan Bubat. Hayam Wuruk sangat menyesalkan kejadian tersebut.
Pada kitab Babad Tanah Jawi dikatakan bahwa Majapahit runtuh pada tahun 1478 M. Hal ini sesuai candra sengkala sirna ilang kertaning bumi (sirna= 0, ilang= 0, kertaning= 4, bumi=1 yang berarti tahun 1400 Saka). Runtuhnya Majapahit karena serangan Sunan Giri dari Demak. Ternyata sesudah tahun itu, Majapahit masih mengeluarkan prasasti, yaitu Prasasti Jiyu I, II, III, dan IV yang dikeluarkan oleh Girindrawardhana dan berangka tahun 1486 M. Pada prasasti tersebut dituliskan bahwa Girindrawardhana Dyah Rana Wijaya masih sebagai Paduka Maharaja Sri Wilwatiktapura Janggala Kadiri Prabhunata. Hal ini berarti bahwa Prabu Girindrawardhana masih berkuasa di Majapahit.
C. Peninggalan Sejarah Bercorak Hindu–Buddha di Berbagai Daerah
Peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu dan Buddha di daerah-daerah Indonesia umumnya berupa karya sastra, yupa atau prasati, dan candi.
1. Karya Sastra
Berkat masuknya pengaruh Hindu Buddha membuat bangsa Indonesia menjadi mampu membaca dan menulis karya sastra dan mewariskan kepada generasi berikutnya. Karya sastra sebagai hasil karya para pujangga pada masa berlangsungnya masa pemerintahan dari kerajaan-kerajaan bercorak Hindu ataupun Buddha banyak sekali dijumpai di Indonesia. Contohnya, sebagai berikut.
a. Zaman Mataram (Mataram Kuno, Medang Kamulan, dan Sriwijaya)
Karya sastra hasil peninggalan zaman Mataram, antara lain kakawin Ramayana karya Empu Wiyasa; kitab Mahabaratha disadur oleh Empu Wiyasa; kitab Sang Hyang Kamahayanikan, karya Sambhara Suryawarana (zaman Raja Empu Sindok); kitab Siwasasana (Purwadigama) merupakan kitab hukum (zaman pemerintahan Raja Dharmawangsa); kitab Arjuna Wiwaha, karya Empu Kanwa (zaman Raja Airlangga).
b. Zaman Kediri
Karya sastra yang muncul pada zaman Kediri umumnya berupa sastra tembang Jawa kuno yang disebut kakawin. Contohnya adalah kakawin Kresnayana karya Empu Triguna, kakawin Smaradahana karya Empu Dharmaja, kakawin Baratayudha karya Empu Sedah dan Empu Panuluh; kakawin Gatotkaca-sraya karya Empu Panuluh; kakawin Hariwangsa, karya Empu Panuluh; kakawin Writansancaya karya Empu Tanakung; kakawin Krestnayana karya Empu Triguna; Kakawin Lubdaka karya Empu Tanakung; kakawin Negarakertagama karya Empu Prapanca.
c. Zaman Majapahit
Karya sastra zaman Majapahit, misalnya kitab Tantu Penggelaran, Kowarakrama, Usana Jawa, Bubhuksah, kitab Pararaton, kitab Sundhayana, kitab Panjiwijayakrama, kitab Calon Arang, kitab Panji Wijaykrama, kitab Ranggalawe, kitab Orandaka, kitab Pamancangah, dan kitab Usana Bal.
2. Prasasti
Prasasti atau batu bertulis hampir dapat dijumpai sebagai peninggalan dari beberapa kerajaan yang bercorak Hindu ataupun Buddha yang pernah muncul di Indonesia. Di Kerajaan Kutai, prasastinya yang terkenal disebut yupa. Prasasti sebagai hasil peninggalan kerajaan bercorak Hindu ataupun Buddha tidak banyak perbedaannya. Kecenderungan yang tampak membedakan antara prasasti satu dan yang lain terletak pada jenis huruf dan bahasa. Misalnya, prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang bercorak Buddha umumnya menggunakan huruf Pallawa dan menggunakan bahasa Melayu Kuno.
3. Bangunan Candi
Candi sebagai sebuah bangunan terdiri atas tiga bagian, yaitu kaki candi, tubuh candi, dan atap candi. Bangunan candi di Indonesia dapat dibedakan atas bangunan candi bercorak Hindu dan bangunan candi bercorak Buddha.
a. Bangunan Candi Bercorak Hindu
Candi bercorak Hindu bercirikan lingga dan yoni, seperti yang terdapat pada Candi Prambanan, Candi Selogriyo, Candi Panataran, dan Kompleks Candi Gedong Sanga, Dieng. Ciri lain dari candi bercorak Hindu adalah adanya arca dewa-dewa dalam Trimurti, seperti Brahma, Wisnu, atau Siwa. Candi Hindu berfungsi untuk memuliakan para raja yang telah meninggal. Namun, yang dikubur bukanlah mayat atau abu sisa pembakaran mayat, melainkan bermacam benda yang disebut pripih.
b. Bangunan Candi bercorak Buddha
Candi bercorak Buddha bercirikan stupa dan atau Arca Buddha. Ciri ini seperti yang terdapat pada Candi Borobudur, Candi Muara Takus, Candi Mendut, Candi Kalasan, dan Candi Sewu. Candi bercorak Buddha pembuatannya ditujukan hanya untuk pemujaan saja. Di dalamnya tidak terdapat pripih dan hanya terdapat arca perwujudan saja. Abu jenazah ditanam di sekitar candi dalam bangunan stupa. Umumnya candi bercorak Buddha berbentuk tambun. Arca yang terdapat pada candi bercorak Buddha pada umumnya didominasi Arca Sang Buddha dalam berbagai sikap. Selain itu, ada beberapa candi yang juga menampilkan hiasan berupa arca binatang.
Dilihat dari susunannya terdapat tiga corak bangunan candi yang ada di Indonesia, yaitu corak Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Tengah bagian utara, dan corak Jawa Timur.
a. Candi Jawa Tengah bagian Selatan
Pada corak candi Jawa Tengah bagian selatan, candi induknya berada di tengah-tengah dikelilingi candi perwara (candi kecil-kecil). Hal ini menunjukkan suatu sistem pemerintahan yang memusat.
b. Candi Jawa Tengah Bagian Utara
Pada corak candi Jawa Tengah bagian utara setiap candi berdiri sendiri yang melambangkan pemerintahan demokrasi.
c. Candi di Jawa Timur
Pada corak candi Jawa Timur, candi induk berada di belakang. Hal ini menunjukkan pemerintahan federal yang terdiri atas negara-negara bagian yang berotonomi penuh.
**komplek candi Dieng
4. Arca
Peninggalan arca bercorak Hindu dan Buddha jelas berbeda. Pada peninggalan Hindu umumnya arca yang dibuat merupakan perwujudan raja yang digambarkan sebagai dewa. Arca coraknya berbeda-beda dan tandanya tersendiri, seperti berikut.
a. Arca Siwa memiliki mata ketiga di dahi, tangannya empat yang masing-masing membawa aksamata (tasbih), cemara (penghalau lalat), Kamandalu (kendi berisi air kehidupan), dan Trisula berbentuk ular.
b. Arca Brahma mempunyai ciri bermuka empat, tangan empat yang di belakang memegang aksamala dan cemara, Brahma berkendaraan angsa.
c. Arca Wisnu mempunyai ciri-ciri salah satunya adalah mempunyai tangan empat, masing-masing memegang dada, cakra, syangka (kerang bersayap), dan buah atau kuncup teratai. Arca Wisnu umumnya mengendarai garuda.
Adapun dalam agama Buddha arca yang dibuat merupakan perwujudan Sidharta Gautama dalam berbagai macam posisi duduk, tetapi dengan sikap tangan yang berbeda-beda. Arca Buddha cirinya sangat sederhana tanpa hiasan memakai jubah, rambutnya selalu keriting di atas kepala dan tonjolannya seperti sanggul.

Menggapai cakrawala mandiri, jujur, tanggung jawab
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Jalan perdagangan darat yang meng-hubungkan Cina dengan India disebut ….
a. jalan darat
b. jalan sutra
c. jalan kafilah
d. jalan perdagangan kuno
2. Tokoh pendukung hipotesis sudra adalah …
a. N.J.Krom
b. von van Faber
c. van Leur
d. F.D.K Bosch
3. Bukti yang memperkuat hubungan dagang Nusantara dengan Cina adalah ….
a. berita dari Marcopolo
b. berita dari Ibnu Batutah
c. berita dari Fa-Hien
d. pengiriman utusan ke Cina abad ke-11
4. Agama Hindu merupakan sinkretisme budaya ….
a. Dravida–Mongolia
b. Arya–Dravida
c. Dravida–Melayu
d. Arya–Kaukasus
5. Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan….
a. Daksa
b. Balaputradewa
c. Tulodong
d. Pramodawardhani
6. Candi yang bercorak Buddha peninggalan Kerajaan Sriwijaya adalah Candi ….
a. Tikus
b. Kalasan
c. Ratu Boko
d. Muara Takus
7. Yupa tidak berangka tahun sehingga untuk menentukan umurnya berdasarkan ….
a. bahan yang digunakan
b. seni sastranya
c. jenis tulisannya
d. bentuk bangunan
8. Perubahan akibat pengaruh kebudayaan Hindu–Buddha yang mengubah corak demokratis masyarakat adalah …..
a. munculnya bangunan istana dan candi
b. terbentuknya sistem kasta
c. kepemimpinan berdasarkan keturunan
d. tersebarnya agama Hindu dan Buddha
9. Prasasti Tarumanegara yang terdapat gambar telapak kaki manusia adalah Prasasti ….
a. Jambu
b. Ciaruteun
c. Kebon Kopi
d. Pasir Awi
10. Diketahui nama-nama raja adalah sebagai berikut.
1) Sanjaya
2) Daksa
3) Kayuwangi
4) Watuhumalang
5) Tulodong
6) Wawa
Raja-raja di atas yang tertulis dalam Prasasti Balitung adalah ….
a. 1, 2, 4
b. 3, 5, 6
c. 2, 3, 5
d. 1, 3, 4

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1 Mengapa teori Brahmana dianggap teori yang paling mendekati kebenaran tentang masuknya pengaruh Hindu-Buddha?
Jawab:
Teori bramana dianggap paling mendekati kebenaran masuknya Hindu – Buddha di Indonesia karena Brahmana paling tahu mengenai seluk beluk agama dan yang ritual atau upacara agama.
2 Buktikan bahwa di Sumatra pengaruh Buddha lebih kuat dibandingkan Hindu!
Jawab:
Berdirinya Kerajaan Sriwijaya yang menjadi pusat penyebaran Buddha di Asia Tenggara merupakan bukti bahwa pengaruh Buddha di Sumatra lebih kuat dibandingkan Hindu.
3 Apa fungsi sebuah yupa itu?
Jawab:
Yupa mempunyai tiga fungsi utama, yaitu sebagai prasasti, tiang pengikat hewan untuk upacara korban keagamaan, dan lambang kebesaran raja.
4 Sebutkan perbedaan wilayah kekuasaan Dinasti Sanjaya dengan Dinasti Syailendra di Mataram Kuno!
Jawab:
Sanjaya memiliki wilayah Jawa Tengah bagian utara (Magelang ke utara sampai Dieng, Ungaran, Grobogan). Sedangkan Syailendra Jawa tengah bagian selatan.
5 Sebutkan candi peninggalan Kerajaan Majapahit!
Jawab:
Candi peninggalan kerajaan Majapahit antara lain Candi Panataran, Candi Sawentar, dan Candi Sumberjati di Blitar, Candi Tegalwangi dan Candi Surawana di Kediri, Candi Tikus di Trowulan, dan Candi Brahu di Mojokerto.

Tugas Siswa kreatif, rasa ingin tahu, mandiri
Kerjakan sesuai dengan perintahnya!
Buatlah peta buta wilayah Indonesia pada kertas gambar! Selanjutnya, tunjukkan pada gambar tersebut daerah yang mendapat pengaruh Hindu dan daerah yang mendapat pengaruh Buddha dari awal abad Masehi sampai dengan abad ke-14! Agar menarik, maka berilah warna yang sesuai! Kumpulkan hasilnya kepada guru untuk dinilai!

Glosarium
akulturasi : proses pertemuan dan pencampuran dua kebudayaan atau lebih yang berbeda tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing kebudayaan.
dinasti : keturunan raja-raja yang memerintah, semua berasal dari satu keluarga.
Ekspedisi Pamalayu : ekspedisi yang dilakukan oleh Kertanegara dengan mengirimkan tentaranya ke Melayu, dalam rangka memperluas daerah kekuasaan Singosari di luar Jawa
hipotesis : sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau penguatan pendapat meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan.
jalan Sutra : jalur perdagangan pada awal tahun Masehi yang melibatkan India dan Cina melalui daratan Asia Tengah. Adapun barang yang diperdagangkan yang utama adalah sutra dari Cina.
yupa : prasasti yang dipahatkan pada tiang batu atau tugu batu.

Cakrawala Kepribadian Bangsa
Kerukunan umat beragama di Indonesia sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram Kuno. Toleransi antar umat beragama di Indonesia sudah bertahan selama ribuan tahun tersebut jangan sampai hilang. Untuk itu kita harus menjaga dan mengembangkannya agar Indonesia tetap damai, masyarakatnya rukun dan pembangunan berjalan lancar.

Uji Kompetensi (jujur, disiplin, tanggung jawab) ________ 20
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Berita tertua hubungan Indonesia dengan India adalah ….
a. yupa dari Kutai
b. Arca Buddha dari Sempaga
c. kitab Mahabaratha
d. kitab Ramayana
2. Pengaruh ramainya perdagangan di Nusantara masa Kuno, yaitu ….
a. rempah-rempah menjadi komoditas internasional
b. tumbuh kerajaan maritim
c. tumbuh pusat-pusat perdagangan di tepi pantai
d. hasil bumi di Nusantara bisa bersaing dengan bangsa lain
3. Penyebaran agama Hindu ke Indonesia adalah para prajurit India merupakan bunyi hipotesis….
a. kesatria
b. waisya
c. sudra
d. brahmana
4. Hipotesis brahma dipakai sebagai analisis penyebar kebudayaan India ke Indonesia disampaikan oleh ….
a. Van Leur
d. N.J. Krom
c. Sartono
d. Majumdar
5. Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra mendirikan candi yang sangat megah, yaitu Candi….
a. Prambanan
b. Kalasan
c. Mendut
d. Borobudur
6. Prambanan didirikan oleh Wangsa Sanjaya, yaitu oleh Raja ….
a. Dyah Balitung
b. Rakai Panangkaran
c. Rakai Pikatan
d. Tulodong
7. Agama Buddha mengalami perkembangan yang pesat pada masa Mataram Kuno pada masa pemerintahan ….
a. Rakai Pangkaran
b. Rakaia Pikatan
c. Samaratungga
d. Raja Wawa
8. Tulisan tertua di Indonesia dengan huruf Pallawa ditemukan di ….
a. Sumatra Selatan
b. Kalimantan Timur
c. Jawa Tengah
d. Jawa Barat
9. “Inilah dua telapak kaki gajah yang seperti Airawata gajah penguasa negeri Taruma yang gagah perkasa.” Terjemahan tulisan ini terletak pada Prasasti ….
a. Ciaruteun
b. Kebon Kopi
c. Jambu
d. Muara Cianten
10. Tugas para brahmana India yang diundang oleh para penguasa Nusantara adalah ….
a. menjadi penasihat raja
b. mengajarkan ilmu pengetahuan
c. memimpin upacara keagamaan
d. mengajarkan ilmu tentang agama
11. Dalam agama Hindu kasta Kesatria terdiri atas golongan masyarakat ….
a. pendeta dan raja
b. bangsawan dan prajurit
c. kaum petani dan para pedagang
d. pengusaha, pedagang, dan para petani
12. Pada masa Kerajaan Kediri banyak meninggalkan karya sastra di antaranya adalah kitab ….
a. Pararaton
b. Hariwangsa
c. Kamahayanikan
d. Sorandaka
13. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1) Menghadapi ekspansi Mongol
2) Menghukum Raja Sriwijaya
3) Menguasai Selat Malaka
4) Membantu Sriwijaya menghadapi musuh-musuhnya
Tujuan Raja Kertanegara mengirimkan ekspedisi ke Pamalayu menurut daftar di atas adalah ….
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 1 dan 3
d. 3 dan 4
14. Menurut pendapat yang menganggap bangsa Indonesia aktif, pelaku penyebaran kebudayaan Hindu–Buddha adalah …
a. pedagang Indonesia dan pedagang India
b. brahmana India dan brahmana Indonesia
c. kesatria Indonesia dan brahmana India
d. pedagang dan brahmana Indonesia
15. Pendiri Kerajaan Majapahit adalah ….
a. Arya Wiraraja
b. Jayakatwang
c. Kertanegara
d. Raden Wijaya
16. Ken Arok dengan mudah menaklukkan Kediri sebab ….
a. Raja Kediri kurang cakap memerintah
b. sering terjadi pertentangan antara kaum Brahmana dengan kaum Kesatria
c. kecerdikan Ken Arok dalam membaca situasi
d. Kerajaan Kediri diperintah oleh raja yang suka mabuk-mabukan
17. Data candi di Indonesia adalah sebagai berikut.
1) Prambanan 5) Kalasan
2) Borobudur 6) Dieng
3) Mendut 7) Sukuh
4) Gedong Sanga 8) Sewu
Berdasarkan data di atas, candi yang bercorak Hindu adalah ….
a. 1, 2, 4, dan 5
b. 1, 3, 5, dan 6
c. 1, 4, 6, dan 7
d. 1, 3, 5, dan 8
18. Tugas para brahmana yang diundang oleh para penguasa Nusantara adalah ….
a. menjadi penasihat raja
b. mengajarkan ilmu pengetahuan
c. memimpin upacara keagamaan
d. mengajarkan ilmu tentang agama
19. Ciri-ciri candi di Jawa Tengah adalah sebagai berikut, kecuali….
a. menghadap ke timur
b. bentuknya tinggi dan ramping
c. reliefnya timbul agak tinggi
d. letak candi di tengah halaman
20. Kesimpulan bahwa Sanjaya merupakan pendiri Kerajaan Mataram Lama diperoleh berdasarkan isi Prasasti ….
a. Kelurak
b. Canggal
c. Mantyasih
d. Balitung
B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. F.D.K. Bosch dalam memandang proses masuknya kebudayaan India ke Indonesia adalah pendukung hipotesis …. kesatria
2. Hipotesis Brahmana untuk merekontruksi masuknya budaya India ke Indonesia diutarakan oleh … J.C. van Leur
3. Kata Suwarnabhumi dalam kitab Jataka yang dimaksud kemungkinan besar adalah … Pulau Sumatra
4. Tokoh yang bertugas membagi kerajaan yang diperintah Airlangga menjadi Kediri dan Jenggala adalah … Empu Baradah
5. Perpaduan dari dua kebudayaan yang berbeda untuk mencari keserasian disebut dengan … sinkretisme
6. Majapahit mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan raja …. Hayam Wuruk
7. Raja yang membawa Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya adalah .. Balaputradewa
8. Penduduk Nusantara dapat dengan mudah menerima agama Hindu–Buddha karena karakter mereka yang bersifat … religius
9. Ken Arok memangku jabatan akuwu setelah menyingkirkan … Tunggul Ametung
10. Raden Wijaya berhasil membuka Hutan Tarik menjadi sebuah permukiman yang ramai dengan bantuan Bupati Sumenap, yaitu … Arya Wiraraja
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Mengapa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu–Buddha berhubungan dengan dunia perdagangan?
Jawab:
Penyebaran kebudayaan Hindu–Buddha berhubungan dengan perdagangan disebabkan masuknya Hindu–Buddha ke Indonesia diduga melalui jalan perdagangan internasional yang ada pada saat itu. Para pedagang dari India mengenalkan Hindu–Buddha ke Indonesia atau sebaliknya pedagang Indonesia yang berdagang di India belajar Kebudayaan Hindu – Buddha.
2. Sebutkan beberapa hasil karya sastra zaman Jayabaya!
Jawab:
Hasil sastra zaman Jayabaya, misalnya kitab Bharatayuda (Empu Sedah dan Panuluh); kitab Hariwangsa (Empu Panuluh); kitab Gatutkacasraya (Empu Panuluh).
3. Sebutkan ciri-ciri candi berlanggam Jawa Tengah!
Jawab:
Ciri-ciri candi berlanggam Jawa Tengah, antara lain bentuk bangunan tambun; atap ber-undak-undak; candi induk di tengah; terbuat dari batu andesit.
4. Sebutkan faktor yang menyebabkan jatuhnya Kerajaan Majapahit!
Jawab:
Berikut merupakan faktor yang menyebabkan jatuhnya Kerajaan Majapahit.
a. perang saudara;
b. tidak ada lagi tokoh kuat di Majapahit seperti Gajah Mada dan Hayam Wuruk;
c. masuknya agama Islam.
5. Apa saja usaha yang dilakukan Kerajaan Singasari untuk memperluas wilayah?
Jawab:
Usaha yang dilakukan oleh Singasari untuk memperluas wilayahnya sebagai berikut.
a. Mengirim Ekspedisi Pamalayu ke Sumatra pada tahun 1275 dan tahun 1268. Tujuannya menanamkan pengaruh kekuasaan Singasari terhadap Kerajaan Melayu.
b. Menguasai Bali (1284).
c. Menguasai Sunda (1289).
d. Menundukkan Pahang, Baku-lapura, dan Gurun.
e. Menjalin persahabatan dengan Raja Champa yang bernama Jayasinghawarman III, dengan tujuan untuk menahan ekspansi Kubilai Khan dari Mongol.

PERBAIKAN (mandiri, kerja keras, tanggung jawab)
A. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Kebudayaan India yang pertama kali masuk ke Indonesia adalah kebudayaaan … Buddha
2. Keberadaan lingga dan yoni adalah ciri khas candi yang bercorak … Hindu
3. Raja Kutai yang dianggap sebagai wangsakarta adalah … Aswawarman
4. Seorang pendeta Budha Cina yang pernah menulis pengalamannya semasa tinggal di Sriwijaya adalah … I-Tsing
5. Benda yang ditanam dalam candi menurut ritual Hindu disebut .. pripih
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1 Bagaimanakah pendapat Van Leur tentang masuknya budaya Hindu–Buddha ke Indonesia?
Jawab:
Van Leur berpendapat bahwa yang berperan dalam masuknya Hindu–Buddha ke Indonesia adalah kaum Brahmana.
2 Sebutkan hal yang diketahui dari prasasti yang ditemukan di Muarakaman Kutai?
Jawab:
Bahwa dari prasasti Muarakaman tersebut diketahui bahwa raja pertama Kutai adalah Kudungga. Setelah turun takhta, ia digantikan putra yang bernama Aswawarman. Aswawarman memiliki tiga orang putra. Diantaranya yang terkenal adalah Mulawarman.
3 Apa yang dimaksud akulturasi kebudayaan?
Jawab:
Akulturasi adalah perpaduan dua unsur kebuda-yaan atau lebih yang meng-hasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur budaya asli.
4 Sebutkan bukti Sriwijaya merupakan kerajaan Buddha!
Jawab:
Bukti Sriwijaya merupakan kerajaan Buddha adalah.
a. Adanya Prasasti Telaga Batu yang bertuliskan Siddaryata yang berarti perjalanan suci.
b. Adanya Candi Buddha di Muara Takus, Riau, dan patung Buddha di Bukit Siguntang.
c. Banyak pemuda yang dikirim untuk belajar agama Buddha di Perguruan Tinggi Nalanda, Benggala (India). Banyak penganut agama Buddha dari Cina yang akan belajar agama ke India, terlebih dahulu harus belajar di Sriwijaya selama dua atau tiga tahun.
5 Sebutkan karya sastra Kerajaan Kediri!
Jawab:
Karya sastra Kerajaan Kediri antara lain Bharatayuda (Empu Sedah dan Panuluh); kitab Hariwangsa (Empu Panuluh); kitab Gatutkacasraya (Empu Panuluh); kitab Smaradahana (Empu Darmaja); kitab Lubdaka (Empu Tan Akung); kitab Wertansancaya (Empu Tan Akung); kitab Kresnayana (EmpuTriguna); kitab Somanasantaka (Empu Monaguna); kitab Brahmandapura (Empu Astaguna); kitab Bomakarya.

Cakrawala ilmu

Balaputeradewa

Balaputeradewa adalah cucu dari raja Jawa bernama Wirawairimathana. Hal tersebut didasarkan pada isi Prasasti Nalanda. Ayahnya bernama Samaragrawira dan ibunya adalah Dewi Tara. Dewi Tara merupakan putri dari Dharmasetu salah satu raja di Sriwijaya. Sebelum menjadi raja di Sriwijaya, Balaputeradewa tinggal di Jawa dalam wangsa Syailendra. Balaputeradewa merupakan anak kedua, kakanya bernama Samaratungga.
Ketika Samaratungga raja Mataram Kuno meninggal terjadi perebutan kekuasaan antara Pramodawardhani dan Balaputeradewa. Pramodawardhani memiliki suami dari Wangsa Sanjaya yang bernama Rakai Pikatan. Balaputeradewa akhirnya kalah perang dan pergi ke Sriwijaya. Terdapat teori pula bahwa Balaputeradewa meninggalkan Jawa dan pergi ke Sumatra karena dia tidak memiliki hak atas tahta Mataram Kuno. Hal itu disadari bahwa dia bukan merupakan Putera Mahkota (adik Samaratungga). Ada teori ketiga yang menyatakan bahwa Balaputeradewa diberi kekuasaan di Sumatra karena dahulu Sumatra menjadi bawahan dari Mataram Kuno. Hal ini didasarkan pada Prasati Ligor, bahwa Sriwijaya dikuasai oleh Mataram pada masa Pemerintahan Wisnu. Setelah menjadi raja, Balputeradewa memimpin Sriwijaya menuju kejayaan.

Sumber: Wikipedia Berbahasa Indonesia

Bab 1
Perkembangan Masysarakat Indonesia pada masa Islam
Standar Kompetensi
5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Buddha sampai dengan masa Kolonial Eropa.
Kompetensi Dasar
5.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha, serta peninggalan-peninggalannya.

Setelah agama Hindu – Buddha berkembang pesat di Indonesia, maka masuklah agama Islam di Indonesia. Islam muncul di Mekkah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Dari Mekkah Islam berkembang pesat ke seluruh Jazirah Arab. Islam terus berkembang hingga memasuki daerah Eropa. Selain ke Eropa Islam juga berkembang di Mesir, Persia, dan Gujarat. Dari Mesir, Persia, dan Gujarat Islam masuk ke Indonesia. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang-pedagang Islam. Pada awalnya Islam hanya berkembang terbatas di daerah pesisir-pesisir di Indonesia. Perkembangan Islam menjadi pesat setelah diterpkan pendidikan pesantren dan mengislamkan penguasa lokal. Penguasa lokal membangun kerajaan-kerajaan baru yang bercorak Islam. Kerajaan Islam terus mengembangkan kekuasaan dan kebudayaan Islam. Kebudayaan Islam juga berakulturasi dengan kebudayaan Hindu – Buddha. Pada bab berikut akan dibahas secara rinci perihal masuknya Islam ke Indonesia dan bagaimanakah pengaruhnya bagi bangsa Indonesia?
*** gb Wali Songo
A. Waktu Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia
1. Hubungan Perdagangan Asia Barat-Asia Tenggara-Asia Timur
Sejak abad ke-1 telah terjalin hubungan dagang antara Asia Barat (Arab) dan Asia Timur (Cina). Hubungan dagang Arab-Cina harus melewati Asia Selatan dan Asia Tenggara. Malaka, karena letaknya strategis menjadi pusat perdagangan yang ramai dan banyak didatangi pedagang muslim (Arab, Persia, Gujarat). Karena hubungan dagang inilah kemudian agama Islam masuk dan berkembang di Indonesia.
2. Pendapat tentang Waktu Masuknya Islam ke Indonesia
Proses masuknya agama Islam ke Indonesia masih diperdebatkan waktu kepastiannya. Ada beberapa pendapat tentang kapan masuknya agama Islam ke Indonesia, di antaranya sebagai berikut.
a. Agama Islam di Indonesia pada Abad ke-7 M
1) Berita Cina dari Dinasti Tang
Berita ini menyatakan bahwa Raja Tashih (Tache) mengurungkan niatnya menyerbu Holing (Kaling) yang diperintah oleh Ratu Shima (674). Nama Tashih diidentifikasikan dengan Arab, sehingga Raja Tashih diperkirakan Raja Arab.
2) Buku Hasin-Tang-Shu
Buku ini mencatat bahwa pada tahun 674 di pantai barat Sumatra telah ada pemukiman pedagang Arab. Mungkin daerah yang dimaksud adalah Barus.
b. Agama Islam di Indonesia pada Abad ke-8 M
Hal ini didasarkan pada Berita Jepang. Berita ini memuat catatan perjalanan Pendeta Kanshin yang menceritakan bahwa pada tahun 784 M di Pelabuhan Kanton, Cina telah berlabuh kapal-kapal Ta-Shih dari Arab. Kapal-kapal tersebut sempat singgah di Kepulauan Indonesia.
c. Agama Islam di Indonesia pada Abad ke-9 M
Hal ini didasarkan pada Berita Cina dari Dinasti Tang. Berita ini menyebutkan bahwa telah terjadi perpindahan orang-orang muslim dari Kanton ke Kedah dan Palembang.
d. Agama Islam di Indonesia pada abad ke-10 M
Hal ini didasarkan pendapat seorang ahli sejarah Indonesia yang bernama Sartono Kartodirjo. Menurut Sartono Kartodirjo, pada tahun 913 M di Siak, Sumatra Utara telah ada perkampungan muslim.
e. Agama Islam di Indonesia pada Abad ke-11 M
Buktinya di Leran, Gresik ditemukan sebuah makam seorang wanita Islam bernama Fatimah binti Maemun (putri Dewi Swara), yang berangka tahun 475 H atau 1082 M.
**gb. nisan Fatimah binti Maemun
f. Agama Islam di Indonesia pada Abad ke-13 M
1) Catatan Marcopolo (Venesia)
Marcopolo adalah pedagang dari Venesia (Italia). Dalam perjalanannya pulang dari Cina, ia singgah di Peureula (Perlak), ia menulis dalam catatannya bahwa Perlak di Aceh Utara pada tahun 1292 sudah banyak penduduk yang beragama Islam.
2) Nisan Sultan Malik al Saleh tahun 1297 M
Sultan Malik al Saleh adalah Raja Samudra Pasai. Makamnya berangka tahun 635 H atau 1297 M dan dituliskan Arab. Hal ini menunjukkan bahwa Sultan ini adalah penganut agama Islam.
3) Catatan Ibnu Batuta (Maroko) tahun 1345 M
Pada waktu mengunjungi Samudra Pasai, ia menceritakan bahwa sultan di kerajaan ini telah giat menyebarkan agama Islam.
g. Agama Islam di Indonesia pada Abad ke-14 M
Buktinya di Munje Tujoh, Aceh Utara ditemukan dua nisan berangka tahun 1380 dan 1389 M. Kedua nisan itu menunjukkan tahun meninggalnya putri Sultan Malik al Taher (Sultan Akhmad), Sultan Samudra Pasai yang ketiga. Di Troloyo dan Trowulan yang merupakan bekas lokasi istana Majapahit, terdapat makam muslim kuno. Makam Troloyo bertahun 1376 M, dan Trowulan bertahun 1368 M.
h. Agama Islam di Indonesia pada Abad ke-15 M
Hal ini didasarkan pada bukti-bukti berikut.
1) Catatan Ma Huan
Ma Huan adalah seorang muslim Cina yang pada tahun 1461 mengunjungi pesisir utara Jawa. Pada tahun 1451 menuliskan buku “Ying-yai Sheng-lan” (Uraian kota-kota pantai). Kesaksian Ma Huan memperkuat pendapat bahwa agama Islam sudah dianut oleh keluarga raja Majapahit sebelum dianut oleh penduduk daerah pesisir.
2) Nisan Malik Ibrahim
Di Gresik terdapat nisan Malik Ibrahim (salah seorang dari wali songo) yang meninggal pada tahun 1419. Nisan ini membuktikan bahwa agama Islam sudah masuk di pesisir utara Jawa.
i. Agama Islam di Indonesia pada Abad ke-16
Hal ini didasarkan pada keterangan Tome Pires dalam bukunya Suma Oriental. Menurut Tome Pires, penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan oleh para pedagang muslim dari Gujarat (India), Persia, dan Arab.
3. Saluran-Saluran Islamisasi di Indonesia
Sekitar abad ke-16, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia telah memeluk agama Islam. Beberapa faktor yang mendorong Islam cepat berkembang di Indonesia, sebagai berikut.
a. Syarat masuk agama Islam cukup mudah, seseorang dianggap telah masuk Islam apabila mampu mengucapkan kalimat syahadat.
b. Agama Islam tidak mengenal kasta. Agama Islam mengakui bahwa semua manusia sama di mata Tuhan.
c. Upacara dalam agama Islam lebih sederhana.
d. Agama Islam tidak menentang adat/tradisi yang sudah ada di Indonesia.
e. Islam bersifat terbuka dalam arti penyebaran Islam dapat dilakukan oleh setiap muslim.
f. Penyebaran Islam dilakukan secara damai.
g. Ajaran Islam mengandung tasawuf (unsur-unsur mistik).
h. Islam mengajarkan adanya kesejahteraan sosial.
i. Jatuhnya Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit memberikan keleluasaan bagi berkembangnya kekuasaan Islam.
j. Peran para ulama sangat besar manfaatnya bagi perkembangan Islam di Indonesia.
Masuknya agama Islam atau proses Islamisasi di Indonesia melalui beberapa cara atau saluran, yaitu sebagai berikut.
**illustrasu wali sedang berdakwah
a. Perdagangan
Sejak abad ke-7 para pedagang muslim dari Gujarat (India), Arab, dan Persia telah ikut ambil bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Ini berarti telah terjadi hubungan masyarakat dan terjadilah perkawinan antara pedagang Islam dengan penduduk pribumi yang belum Islam. Hal ini akan melahirkan keluarga muslim, berkembang menjadi masyarakat muslim, perkampungan muslim, dan seterusnya. Contohnya Kampung Pekojan (Koja artinya pedagang Gujarat).
b. Perkawinan
Dipandang dari segi ekonomi, para pedagang Islam mempunyai status ekonomi yang lebih baik, sehingga penduduk pribumi, putri bangsawan menjadi tertarik kepada para pedagang Islam. Akhirnya terjadi pernikahan antara pedagang Islam dengan wanita dari Indonesia. Hal ini akan melahirkan keluarga muslim, perkampungan muslim, dan berkembang kemudian menjadi masyarakat muslim. Contoh Raden Rahmat (Sunan Ampel) menikah dengan Nyai Gede Manila (putri Tumenggung Wilatikta). Dengan demikian, pedagang asing menikah dengan nonmuslim (Indonesia) dengan syarat masuk Islam.
c. Pendidikan
Pondok pesantren mendidik para santri tentang agama Islam. Tugas santri yang telah selesai belajar untuk berdakwah menyebarkan agama Islam kepada masyarakat sekelilingnya. Contoh Raden Rahmad mendirikan pesantren di Ampel, dekat Surabaya.
d. Dakwah
Para ustad dan kiai menyebarkan agama Islam melalui penerangan/penjelasan tentang Islam.
e. Kesenian
Seni gamelan dapat mengundang masyarakat untuk berkumpul dan selanjutnya dilaksanakan dakwah-dakwah keagamaan. Contohnya melalui pertunjukan wayang kulit, sekaten, lagu dolanan, dan karya sastra.
f. Tasawuf
Tasawuf adalah ajaran ketuhanan yang telah dicampur dengan mistik-mistik magis. Ajaran Islam disampaikan dengan menyesuaikan pola pikir masyarakat yang berorientasi pada ajaran Islam.
Para ahli tasawuf memiliki keahlian yang dapat membantu kehidupan masyarakat, di antaranya ahli di dalam penyembuhan penyakit. Tokoh-tokoh tasawuf yang berperan dalam penyebaran agama Islam antara lain Sunan Bonang, Syekh Siti Jenar, Hamzah Fansuri, dan lain-lain.
g. Saluran Politik
Pengaruh kekuasaan raja berperan besar dalam proses Islamisasi. Jika raja memeluk Islam maka rakyatnya mudah untuk masuk Islam. Hal ini sebagai hasil dari kebiasaan rakyat yang cenderung mengikuti keteladanan para penguasa atau rajanya.
4. Peranan Ulama dalam Perkembangan Islam di Indonesia
Agama Islam berkembang di Indonesia karena adanya peran para ulama yang dengan gigih menyebarkan ajaran Islam. Ulama yang datang ke Indonesia tersebar mulai dari pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Cara penyebaran Islam yang dilakukan Wali Sanga sangat menarik. Mereka mampu menggunakan metode-metode yang memudahkan ajaran Islam diterima oleh berbagai golongan masyarakat. Misalnya, dengan menggunakan sarana-sarana yang telah dikenal dalam masyarakat, antara lain melalui pendekatan kebudayaan, seperti pertunjukan wayang.
Dalam sejarahnya di Indonesia, wali mempunyai peranan sebagai berikut.
a. Menjadi guru agama atau mubalig yang bertugas menyiarkan agama. Biasanya mereka mendirikan masjid dan pesantren, yakni tempat orang berkumpul memperdalam ajaran agama.
b. Menjadi penasihat raja, bahkan ada yang menjadi raja, sehingga wali diberi gelar Sunan, suatu gelar yang dipergunakan oleh para raja di Jawa.
c. Menjadi panutan masyarakat atau tokoh agama.
d. Memberi doa restu atau memimpin upacara dan ibadah.
e. Sebagai pengembang kebudayaan setempat yang disesuaikan dengan kebudayaan Islam.
f. Sebagai ahli siasat perang.
Penyebaran Islam di Jawa dilakukan para ulama yang disebut Wali Sanga (sembilan waliullah) yaitu Maulana Malik Ibrahim, Gresik; Sunan Ampel, Ampel dekat Surabaya; Sunan Bonang, Tuban; Sunan Drajat, Demak; Sunan Giri, Gresik; Sunan Kalijaga, Demak; Sunan Muria, Kaki Gunung Muria; Sunan Kudus, Demak; dan Sunan Gunung Jati, Jawa Barat.
Selain sebagai penyebar agama Islam, Wali Sanga juga berperan sebagai pengembang kebudayaan yang telah disesuaikan dengan Islam. Di daerah luar Jawa terdapat pula para pemikir dan ulama Islam yang berjasa menyebarkan Islam. Para pemikir dan ulama Islam itu, yaitu sebagai berikut.
a. Dato’ri Bandang, menyebarkan Islam di daerah Gowa (Sulawesi Selatan).
b. Tua Tanggang Paranan, menyebarkan Islam di Kutai (Kalimantan Timur).
c. Hamzah Fanzuri, ahli tasawuf yang menyebarkan Islam di Aceh, masa Sultan Iskandar Muda.
d. Syamsudin as Samatrani (murid Hamzah Fanzuri) menyebarkan Islam di Aceh.
e. Nuruddin ar Raniri, menyebarkan Islam di Aceh masa Sultan Iskandar Thani.
5. Jalur Penyebaran Islam di Indonesia
Para pedagang Nusantara (dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku) datang ke Malaka sambil berdagang mempelajari Islam. Sekembalinya ke daerah masing-masing, merekalah yang mengajarkan Islam kepada sanak keluarganya.
Adapun daerah-daerah yang dipengaruhi Islam dan belum dipengaruhi Islam, yaitu sebagai berikut.
a. Abad ke-18 M
1) Di Sumatra abad ke-17 M Islam mulai masuk, pada abad ke-18 hampir seluruh Sumatra menerima pengaruh Islam, kecuali Batak, Nias, dan Mentawai.
2) Pulau Jawa pada abad ke-18 M hampir seluruhnya telah terpengaruh Islam, dan menye-bar ke Kalimantan.
3) Sulawesi khususnya Sulawesi Selatan.
4) Maluku menerima Islam dari Pulau Jawa (Gresik) dan berkembang di Ternate dan Tidore
5) Nusa Tenggara terutama Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
b. Abad ke-20 M
Pengaruh Islam makin meluas, kecuali beberapa daerah yang tidak/kurang mendapat pengaruh Islam karena pengaruh Kristen lebih kuat, yaitu Batak (Sumatra Utara), Kalimantan pedalaman, Sulawesi Utara, dan Papua.
Daerah yang belum terjangkau pengaruh Islam sekitar abad ke-18 adalah Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Pada abad ke-20 wilayah Papua ternyata telah dipengaruhi Islam, meskipun baru sedikit penduduk yang menganut agama itu.
B. Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia
Kontak dagang pedagang-pedagang muslim melalui Selat Malaka telah menumbuhkan perkampungan muslim di pesisir utara Sumatra. Hubungan antara rakyat pribumi dengan para pedagang Islam telah memengaruhi berdirinya kerajaan-kerajaan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kota yang semula hanya sebagai bandar-bandar dagang, kemudian berkembang menjadi kerajaan. Agama Islam juga memberikan corak terhadap sistem pemerintahan pada masa berdirinya kerajaan-kerajaan di Nusantara. Berikut beberapa kerajaan di Nusantara yang mendapat pengaruh atau bercorak Islam.
1. Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Samudera Pasai terletak di pantai timur Aceh. Sebelum menjadi Kerajaan Islam, Samudera Pasai merupakan bagian dari Kerajaan Perlak. Di bawah Marah Silu, Kerajaan tersebut berkembang pesat. Berkat bimbingan Syekh Ismail dari Arab, Marah Silu memeluk agama Islam dan berganti nama Malik al Saleh dan menikah dengan Putri Ganggangsan. Setelah Kerajaan Perlak lemah, Samudera Pasai muncul menjadi kerajaan besar dan merupakan kerajaan Islam yang pertama di Indonesia.
Faktor-faktor yang mendorong Samudera Pasai tumbuh menjadi kerajaan besar adalah sebagai berikut.
a. Semakin lemahnya Kerajaan Sriwijaya.
b. Letaknya strategis di Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional.
c. Samudera Pasai selalu meningkatkan hubungan dagang dengan Cina dan India.
d. Hasil lada yang melimpah.
Raja-raja yang pernah berkuasa, antara lain Sultan Malik al Saleh (1285 – 1297 M), Sultan Muhammad (1297 – 1326 M), Sultan Akhmad (1326 – 1348 M), Sultan Zaenal Abidin (1348 –1383 M).
Pada abad ke-15 Samudera Pasai mengalami kemunduran, disebabkan oleh:
a. adanya perebutan kekuasaan;
b. adanya serangan Kerajaan Majapahit;
c. berkembangnya perdagangan di Selat Malaka.
2. Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ibrahim/Sultan Ali Mughayat Syah. Sumber sejarah Aceh adalah kitab Bustanus Sallatin, karya Nuruddin ar Raniri (1637 M). Kerajaan Aceh makmur karena merupakan penghasil lada putih, dan untuk pertahanan membangun angkatan bersenjata yang tangguh, yaitu bekerja sama dengan Turki dan Arab. Masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Aceh mencapai puncak kejayaan. Aceh berperan sebagai penyebaran agama Islam dan pusat perdagangan. Hal ini didukung oleh faktor letak strategis di jalur perdagangan, mempunyai pelabuhan dagang yang baik, dan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis menyebabkan para pedagang Islam mengalihkan jalur perdagangannya ke Aceh.
Raja-raja yang pernah memerintah Aceh, antara lain Sultan Ali Mughayat Syah (1514 – 1528 M), Sultan Salahudin (1528 – 1537 M), Sultan Alauddin Riayat Syah al Kahr (1537 – 1568 M), Sultan Iskandar Muda (1607 – 1637 M), Sultan Iskandar Thani (1636 – 1641 M), dan terakhir putri Sultan Iskandar Thani, yaitu Syafiatuddin Syah. Akhirnya kekuasaan Aceh menurun, wilayah kekuasaan Aceh satu per satu melepaskan diri.
3. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Pendiri kerajaan ini adalah Raden Patah, seorang putra Raja Majapahit, Prabu Kertabumi (Brawijaya V). Faktor-faktor yang mendorong tumbuhnya Kerajaan Demak antara lain:
a. letaknya strategis di pesisir utara Pulau Jawa,
b. adanya hubungan dagang antara Jawa dan Malaka,
c. runtuhnya Kerajaan Majapahit, dan
d. adanya peranan Wali Sanga.
Raja-raja yang memerintahkan Kerajaan Demak, sebagai berikut.
a. Raden Patah (1500 – 1518 M)
Raden Patah bergelar Sultan Alaudin Akbar. Pada masa ini Demak berkembang pesat menjadi kerajaan agraris maritim. Hasil utamanya beras yang dikirim sampai Malaka, namun setelah Malaka dikuasai Portugis hubungan Demak-Malaka terputus.
b. Pati Unus (1518 – 1521 M)
Pati Unus mendapat julukan “Pangeran Sabrang Lor” atas keberanian dan kepemimpinannya menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1513 M. Tahun 1521 beliau wafat, calon penggantinya adalah Pangeran Sekar Sedalepen (putra ke-2 Raden Patah), namun terlanjur dibunuh Sunan Prawata (Putra Sulung Pangeran Trenggana). Akhirnya, Pangeran Trenggana inilah yang menjadi Raja Demak.
**gb Jung Demak
c. Pangeran Trenggana (1521 – 1546 M)
Pangeran Trenggana merupakan putra ketiga Raden Patah, beliau bergelar Sultan Trenggana. Pada masa ini Demak mencapai puncak kejayaan, beliau melakukan perluasan wilayah sampai Jawa Barat dengan menugaskan Fatahillah (menantu sekaligus panglima perang). Banten, Sunda Kelapa (Jayakarta), dan Cirebon berhasil dikuasai. Sultan Trenggana berusaha meluaskan wilayahnya ke Jawa Timur. Namun, dalam upaya menaklukkan Pasuruan, beliau gugur dalam pertempuran (1546).
Sepeninggal Sultan Trenggana terjadi perebutan kekuasaan antara Arya Panangsang (Bupati Jipang dan merupakan keturunan Pangeran Sekar Sedalepen) dan Pangeran Prawata (Putra Sultan Trenggana). Perang saudara ini berlangsung cukup lama dan membawa banyak korban, di antaranya Pangeran Prawata dan Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Arya Panangsang akhirnya naik takhta Kerajaan Demak.
d. Arya Penangsang
Selama Arya Panangsang menjadi Raja Demak, banyak yang tidak menyukai karena dianggap kejam. Ratu Kalinyamat dibantu Bupati Pajang (Joko Tingkir/Mas Karebet merupakan menantu Sultan Trenggana) melawan Arya Penangsang. Joko Tingkir dibantu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Panjawi serta Sutawijaya (anak Ki Ageng Pemanahan) berusaha menaklukkan Arya Penangsang. Akhirnya tahun 1568 Arya Penangsang berhasil dibunuh, kemudian Joko Tingkir dinobatkan Sunan Giri menjadi Raja Demak yang bergelar Sultan Hadiwijaya. Pusat pemerintahan dipindahkan ke Pajang. Dengan demikian, berakhirlah Kerajaan Demak.
4. Kerajaan Pajang
Pemindahan Demak ke Pajang didukung Sunan Giri dan para bupati di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Demak dijadikan sebuah kabupaten, sebagai Bupati Demak adalah Arya Pangiri (Putra Pangeran Prawata). Atas Jasanya maka Sultan Hadiwijaya memberi hadiah pada Ki Ageng Pemanahan berupa tanah di daerah Mentaok (Hutan Mentaok) yang kemudian menjadi kota Mataram, sekaligus Ki Ageng Pemanahan sebagai Bupati Mataram. Sementara itu, Ki Panjawi diangkat sebagai Bupati Pati.
Kerajaan Pajang berkembang sebagai kerajaan agraris, daerah kekuasannya meliputi Jawa Tengah, daerah Pantai Utara Jawa Timur (Gresik, Tuban, Sedayu, dan Panarukan). Pada tahun 1582. Ketika Sultan Hadiwijaya wafat, sebagai pengganti Raja Pajang seharusnya putra Hadiwijaya, yaitu Pangeran Benawa. Namun, beliau berhasil dikalahkan oleh Arya Pangiri yang merasa berhak atas takhta Pajang. Selanjutnya, Pangeran Benawa dijadikan Bupati Jipang.
Pemerintahan Arya Pangiri sangat kejam sehingga timbul upaya perlawanan. Kesempatan ini dimanfaatkan Pangeran Benawa untuk merebut kembali takhta Pajang. Untuk itu, Ia menjalin kerja sama dengan Bupati Mataram (Sutawijaya). Pada tahun 1586 Arya Pangiri dikalahkan Sutawijaya. Takhta Pajang pun dikembalikan ke Demak. Pengeran Benawa karena merasa tidak mampu melanjutkan takhta ayahnya, ia pun menyerahkan takhtanya kepada Sutawijaya. Setelah Sutawijaya naik takhta, pusat pemerintahan dipindah ke Mataram.
5. Kerajaan Mataram
Pendiri Kerajaan Mataram adalah Sutawijaya. Wilayah Mataram adalah hadiah dari Sultan Hadiwijaya kepada Ki Ageng Pemanahan. Setelah menjadi raja, Sutawijaya bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama.
Setelah Panembahan Senopati wafat, Kerajaan Mataram diperintah oleh berikut ini.
a. Mas Jolang (Panembahan Seda Krapyak) (1601 – 1613 M)
b. Raden Rangsang (Sultan Agung Hanyokrokusumo) (1613 – 1645 M)
c. Amangkurat I (1645 – 1677 M)
d. Amangkurat II (1677 – 1702 M)
e. Amangkurat III (1703 – 1708 M)
f. Pangeran Puger (1708 – 1719 M)
g. Amangkurat IV (1719 – 1727 M) atau Paku Buwono II
Faktor-faktor yang mendorong berkembangnya Kerajaan Mataram adalah:
a. jatuhnya Kerajaan Pajang,
b. Kerajaan Mataram mempunyai armada laut yang tangguh,
c. adanya seorang raja yang bercita-cita mempersatukan Pulau Jawa.
Raja yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo. Beberapa tindakan yang diambil Sultan Agung, sebagai berikut.
a. Menundukkan kembali kota-kota Pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sudah melepaskan diri.
b. Mengusir VOC dari Batavia pada tahun 1628 dan 1629, namun mengalami kegagalan. Hal itu disebabkan oleh hal-hal berikut.
1) Jarak Mataram-Batavia yang terlalu jauh dan perlu waktu tempuh yang lama sangat merugikan prajurit Mataram yang sebagian besar petani.
2) Kekurangan dukungan logistik (gudang beras di Tegal dan Cirebon dibakar VOC).
3) Sistem persenjataan kalah canggih.
4) Koordinasi pasukan darat dan laut Mataram kurang kompak.
5) Tidak mengadakan kerja sama dengan Banten.
c. Mengganti kalender Saka dengan kalender Hijriyah pada tahun 1633.
d. Melindungi perkembangan sastra, Sultan Agung menulis kitab Sastra Gending (kitab filsafat dan kenegaraan), Nitisruti, Nitisastra, dan Asta Brata.
Setelah Amangkurat II meninggal, Kerajaan Mataram semakin suram dengan ditanda-tanganinya Perjanjian Giyanti tahun 1755 yang isinya adalah sebagai berikut.
Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a. Daerah Kesultanan Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) dengan Mangkubumi sebagai rajanya dan bergelar Sultan Hamengkubuwono I (17551792).
b. Daerah Kasuhunan Surakarta atau Kasunanan Surakarta, diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III (17491788).
Pada tahun 1757 dengan campur tangan VOC, Mataram terpecah belah lagi berdasarkan Perjanjian Salatiga. Kerajaan Mataram dipecah menjadi tiga, yaitu:
a. Kesultanan Yogyakarta,
b. Kasuhunan Surakarta, dan
c. Mangkunegaran. Daerah Mangkunegaran diperintah oleh Mas Said yang bergelar Adipati Arya Mangkunegaran.
Pada tahun 1813 Kesultanan Yogyakarta di bagi menjadi dua, yaitu:
a. Kesultanan Yogyakarta,
b. Kerajaan Pakualam. Kerajaan Pakualam diperintah oleh Paku Alam yang semula adalah Adipati Kesultanan Yogyakarta.
Dengan demikian Kerajaan Mataram akhirnya terpecah menjadi empat kerajaan kecil, yaitu: Kesultanan Yogyakarta, Kasuhunan Surakarta, Kerajaan Mangkunegaran, dan Kerajaan Pakualaman.
6. Kerajaan Banten
Setelah Fatahillah berhasil menaklukkan Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon, maka ia menjadi Raja Banten. Namun, pada tahun 1552 Banten diserahkan kepada putranya, Hasanuddin. Saat Demak terjadi perang saudara, Banten melepaskan diri dari kekuasaan Demak.
Faktor-faktor pendukung perkembangan Banten sebagai pusat kerajaan dan pusat perdagangan, sebagai berikut.
a. Banten terletak di Teluk Banten, dan pelabuhan terlindungi oleh Pulau Pajang, sehingga pelabuhan itu memiliki syarat sebagai pelabuhan yang baik.
b. Banten terletak di tepi Selat Sunda yang sangat strategis, yang ramai oleh perdagangan nasional.
c. Banten memiliki bahan ekspor penting, yaitu lada, sehingga menjadikan daya tarik yang kuat bagi perdagangan-perdagangan asing.
d. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (1511 M) mendorong perdagangan dan penguasa Islam untuk mendirikan pusat-pusat perdagangan baru.
Raja-raja yang memerintah Banten yaitu sebagai berikut.
a. Hasanuddin (1552 – 1570 M), masa ini berhasil meluaskan wilayah perdagangan lada, terjalin hubungan dagang dengan berbagai daerah. Tahun 1570 Sultan Hasanudin wafat.
b. Maulana Yusuf (1570 – 1580 M), masa pemerintahannya berhasil menaklukkan Kerajaan Pajajaran.
c. Maulana Muhammad (1580 – 1596 M)
Bergelar Kanjeng Ratu Banten, sewaktu diangkat raja masih kecil, maka ditunjuk Mangkubumi untuk mendampingi. Setelah dewasa berusaha menundukkan Palembang, namun dalam penyerangan tersebut beliau gugur.
d. Abdul Mufakir (1596 – 1624 M), sewaktu naik takhta juga masih kecil, maka untuk mendampingi ditunjuk Ranamenggala. Pada masa ini tumbuh menjadi pusat perdagangan dari Lampung dan cengkih dari Maluku. Saat ini pula Belanda mendarat di Banten dipimpin Cornelis De Houtman (1596 M).
e. Sultan Agung Tirtayasa (1650 – 1682 M)
Banten mengalami masa keemasan, untuk mempertahankan sebagai pusat perdagangan, Sultan Ageng dengan tegas menolak monopoli perdagangan VOC.
f. Sultan Haji/Sultan Abdul Kahar
Sikap tegas Sultan Ageng terhadap VOC tidak dilanjutkan putranya, Sultan Haji. Ia yang dibantu VOC berhasil mengalahkan kekuasaan ayahnya. Akhirnya Banten dipimpin Sultan Haji di bawah komando VOC.
Setelah Fatahillah menyerahkan Banten kepada Maulana Hasanudin, beliau giat berdakwah di Cirebon. Hubungan dengan Mataram sebagai pengganti Demak sangat baik. Mataram pun menghormati Cirebon sebagai kerajaan yang didirikan salah seorang dari Wali Sanga (Fatahillah disebut juga Sunan Gunung Jati). Setelah Fatahillah wafat tahun 1570 M, ia digantikan cucunya bernama Panembahan Ratu. Ketika Sunda Kelapa (Jayakarta) diduduki VOC, Cirebon dipecah menjadi Kasepuhan dan Kanoman.
7. Kerajaan Makassar
Tahun 1605 M Kerajaan Goa dan Tallo bergabung menjadi Kerajaan Makassar dan berkembang menjadi kerajaan maritim. Makassar letaknya sangat strategis pada jalur pelayaran Malaka ke Maluku. Makassar memiliki Pelabuhan Sombaopu sebagai pelabuhan transit rempah-rempah dari Maluku yang akan di bawah ke Malaka. Raja-raja yang pernah memerintah di Makassar, yaitu sebagai berikut.
a. Sultan Alaudin, nama aslinya Daeng Manrabia (raja Goa) dibantu Sultan Abdullah atau Kraeng Matoaya (Raja Tallo)
b. Sultan Hasanudin, di bawah kekuasaannya Makassar mencapai kejayaan. Karena luas wilayah pengaruh perdaganganya maka Belanda berusaha menanamkan pengaruhnya, namun ditentang Sultan Hasanuddin sehingga terjadilah peperangan. Karena kegigihan Sultan Hasanuddin menentang Belanda, maka ia mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur. Akhirnya, Sultan Hasanuddin terdesak Belanda yang bekerja sama dengan Aru Palaka, Raja Bone. Akibatnya Perjanjian Bongaya disetujui.
**gb. Sultan Hasanuddin
Isi perjanjian Bongaya 1667 M.
1) VOC mendapat hak monopoli perdagangan di Makassar.
2) VOC dapat mendirikan benteng di Makassar.
3) Makassar harus melepas Bone maupun pulau-pulau di luar Makassar.
4) Semua bangsa asing kecuali Belanda harus diusir dari Makassar.
5) Aru Palaka harus diakui sebagai raja Bone.
Akibat dari perjanjian ini antara lain:
1) Peranan Gowa Tallo-Makassar dalam perdagangan laut di Indonesia timur telah berakhir;
2) VOC mendirikan benteng New Rotterdam di Makassar;
3) Pejuang-pejuang Makasar melanjutkan perjuangan melawan VOC di luar daerah, misalnya Kraeng Galengsong dan Kraeng Montemara Mon-Maranu melakukan perlawanan di Jawa.
c. Mapasomba, mewarisi perjuangan ayahnya, namun mengalami kekalahan karena kondisi Makassar yang telah lemah.
8. Kerajaan Ternate dan Tidore
Di Maluku ada empat kerajaan, yaitu Jailolo, Bacan, Ternate, dan Tidore, namun yang berkembang pesat hanyalah Kerajaan Ternate dan Tidore. Mulanya empat kerajaan tersebut hidup rukun, namun dalam perkembangan berikutnya terjadilah perebutan kekuasaan pengaruh wilayah perdagangan rempah-rempah. Akibat hal tersebut muncul dua persekutuan dagang sebagai berikut.
a. Uli Lima, dipimpin Ternate, anggotanya Ambon, Bacan, Obi, dan Seram
b. Uli Siwa, dipimpin Tidore, anggotanya Makayan, Jailolo, Soa Siu, Halmahera, Kei, dan pulau-pulau kecil lain sampai Papua bagian barat.
Berikut ini adalah raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Ternate dan Tidore.
a. Raja-Raja Ternate
1) Sultan Zaenal Abidin, merupakan Raja Ternate yang pertama memeluk Islam yang dibawa para pedagang Tuban dan Gresik,
2) Sultan Tabariji, masa pemerintahannya Potugis tiba di Tidore (1512), sementara itu Spanyol tiba di Ternate (1521). Kedatangan Portugis dan Spanyol memperuncing permusuhan Ternate dan Tidore.
3) Tindakan sewenang-wenang Portugis tidak disukai rakyat, maka dengan dipimpin Sultan Hairun rakyat menyerang Portugis. Pada awalnya Sultan Hairun mendapat kemenangan, namun kemudian Portugis bertindak licik dengan berpura-pura mengajak berunding, tetapi justru Portugis menangkap dan membunuh Sultan Hairun.
4) Sultan Baabullah, melanjutkan perjuangan ayahnya. Pada tahun 1575 Sultan Baabullah dan pasukannya berhasil menyerang benteng Portugis dan mengusir orang-orang Portugis dari Ternate.
b. Kerajaan Tidore
Kerajaan Tidore mencapai kejayaan masa pemerintahan Sultan Nuku (1797 – 1805 M). Sultan Nuku berhasil meluaskan wilayahnya ke Pulau Seram, Halmahera, Kai, dan Papua. Sultan Jamaludin (1757 – 1779 M) dipaksa oleh VOC untuk menanggung utang VOC sebesar 50.000 ringgit. Rencananya dibayar dengan menyerahkan daerah-daerah sebelah timur Seram, tetapi keputusan ini ditentang oleh putra-putranya. Akhirnya Sultan Jamaludin ditangkap VOC dan dibuang ke Sri Lanka, kemudian VOC mengangkat Patra Alam sebagai gantinya, hal ini mengakibatkan munculnya perlawanan rakyat. Rakyat mengang-kat Pangeran Nuku sebagai Sultan (1780 – 1885 M). Terjadilah perang Tidore melawan VOC. Walaupun pada tahun 1789 M Tidore berhasil memenangkan peperangan, pada tahun 1810 M kembali Tidore dikuasai oleh Belanda.Sultan Nuku juga berhasil mengadu domba Inggris dengan Belanda sehingga untuk sementara waktu Maluku bebas dari pengaruh asing.
C. Peninggalan-Peninggalan Sejarah Bercorak Islam di Indonesia
Agama Islam meninggalkan hasil-hasil kebudayaan, seperti masjid, keraton, nisan, kaligrafi, dan seni sastra. Selain peninggalan dalam bentuk fisik tersebut, terdapat juga peninggalan dalam bentuk nilai dan norma, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan filsafat Islam. Oleh karena itu, agama Islam telah memberikan kontribusi yang besar dalam membentuk dan memperkaya khazanah peradaban bangsa. Berikut ini contoh peninggalan sejarah yang bercorak Islam.
1. Masjid Kuno
Masjid adalah tempat ibadah bagi pemeluk agama Islam. Masjid kuno mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a. Atap berbentuk bujur sangkar/tumpang bertingkat-tingkat.
b. Dindingnya terdapat ukiran bermotif hewan dan tumbuhan.
c. Mimbar berbentuk teratai.
d. Kanan kiri masjid terdapat menara untuk tempat adzan dan adanya kolam mengelilingi serambi.
e. Terletak di tengah kota, menghadap alun-alun dan dekat istana.
f. Memiliki pintu gerbang berbentuk gapura.
Masjid-masjid yang berasal dari masa pertumbuhan dan perkembangan Islam di Indonesia, antara lain: Masjid Demak, Masjid Menara Kudus, Masjid Sendang Duwur (Tuban), Masjid Agung Kasepuhan (Cirebon), Masjid Sunan Ampel (Surabaya), Masjid Baiturrahman (Aceh), Masjid Angke (Jakarta), Masjid Katangka (Makassar).
2. Istana/Keraton
Istana merupakan tempat melakukan kegiatan-kegiatan menyangkut urusan kerajaan dan tempat tinggal raja serta keluarganya. Bangunan keraton kerajaan Islam di Jawa, dan beberapa di Sumatra, merupakan karya arsitek yang memadukan kebudayaan setempat dengan kebudayaan Islam.
Umumnya bangunan keraton di Jawa dibangun menghadap ke utara, sebelah barat ada masjid dan sebelah timur ada pasar.
Ciri-ciri keraton pada umumnya sebagai berikut.
a. Merupakan pusat pemerintahan.
b. Dikelilingi tembok tinggi.
c. Depannya dibuat gapura megah dengan pintu yang kukuh.
d. Depannya terdapat tanah lapang (alun-alun).
Tanah lapang atau alun-alun tersebut berfungsi sebagai tempat berikut.
a. Pertemuannya raja dengan rakyat dalam upacara-upacara tertentu.
b. Latihan perang bagi prajurit kerajaan.
c. Hiburan, pesta, atau perayaan-perayaan tertentu.
d. Tempat olahraga dan bermain putra-putri raja.
e. Biasanya menghadap ke utara atau agak mengarah ke utara.
f. Di dalam keraton terdapat bagian-bagian bangunan, seperti pagelaran dan siti hinggil.
Keraton di dalam kehidupan masyarakat di Indonesia, yaitu sebagai berikut.
a Di Cirebon, Keraton Kasepuhan dan Kanoman dan Keraton Kacirebonan.
b. Di Yogyakarta, Keraton Kasultanan dan Keraton Pakualaman.
c. Di Surakarta, Keraton Kasunanan dan Keraton Pakualaman.
d. Di Sumatra, Keraton Kasultanan Aceh, Keraton Kasultanan Delhi, dan Istana Maemun.
e. Di Sulawesi, Keraton Raja Gowa.
f. Di Maluku, Istana Kerajaan Ternate.
3. Nisan dan Makam
Nisan adalah bangunan dari batu yang ditanam di atas kubur dan merupakan tanda adanya sebuah makam. Bentuk nisan bermacam-macam, dan biasanya dihiasi ukir-ukiran dan kaligrafi. Di Indonesia, kebudayaan tersebut berakulturasi dengan kebudayaan setempat. Beberapa contoh nisan peninggalan sejarah Islam di Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Nisan makam Sultan Malik al Saleh (1297 M) di Aceh, Kerajaan Samudera Pasai.
b. Nisan kubur Fatimah binti Maemun (1082 M) di Leran, Gresik.
c. Nisan makam Maulana Malik Ibrahim (1428 M) di Gresik.
d. Nisan makam Sultan Nahrisyah di Aceh Utara.
e. Nisan di MunjeTujoh, Aceh (1380 M).
Makam adalah tempat dikebumikannya (kediaman terakhir) seseorang setelah meninggal dunia. Pada umumnya, makam kuno bercorak Islam terdiri atas tiga komponen, yaitu jirat, nisan, dan cungkup. Jirat (Kijing), adalah bangunan yang terbuat dari batu tembokkan yang berbentuk persegi panjang dengan arah Kutub Utara – Selatan (membujur ke utara).
4. Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni menulis indah ayat-ayat Al-Qur’an, biasanya dilukiskan pada dinding masjid dan makam.
5. Karya Sastra
Berdasar corak dan isinya dibedakan empat bagian, yaitu sebagai berikut.
a. Hikayat
Hikayat merupakan hasil karya sastra, pada hakikatnya sama seperti dongeng, namun hikayat bercorak Islam. Contohnya, Hikayat Amir Hamzah (Serat Menak), Hikayat Bakhtiar, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Raja-Raja Pasai.
b. Babad
Babad adalah suatu cerita di mana tokoh, tempat, dan peristiwa hampir semua ada dalam sejarah. Isinya biasanya menceritakan tentang sejarah kerajaan, pahlawan, atau kejadian-kejadian penting. Namun kadang-kadang mengandung mitos sejarah, contohnya tentang asal-usul raja-raja Mataram di mana silsilahnya ditarik suatu garis genealogis sampai zaman para nabi (Nabi Adam). Contohnya adalah Babad Tanah Jawi, Babad Giyanti, Babad Cirebon.
c. Suluk
Suluk yaitu wujud sastra yang berisi soal-soal tasawuf, sifatnya “pantheisme”, yaitu manusia menyatu dengan Tuhan. Contohnya Suluk Sukarsa, Suluk Wujil.
d. Syair
Syair berisi puisi lama yang tiap baitnya terdiri empat baris dan berakhir dengan bunyi yang sama. Contoh Syair Perahu dan Syair Si Burung Pingai.
6. Seni Pertunjukan
Beberapa seni pertunjukan yang merupakan peninggalan Islam, sebagai berikut.
a. Seni Suara
Isinya berupa salawat nabi dengan iringan rebana. Peserta mengenakan pakaian model Indonesia yang sejalan dengan ajaran Islam, seperti peci, baju tutup, dan sarung. Ada juga pakaiannya yang meniru prajurit Mesir sehingga disebut “Mesiran”.
b. Tari Seudati
Tarian ini berasal dari Serambi Mekah (Aceh). Seudati berasal dari kata sya’dati yang berarti saman, karena dimainkan oleh delapan orang. Penarinya mengenakan pakaian asli Aceh, irama lagu-lagu salawat nabi dibawakan dengan sangat dinamis dan ditingkahi gerakan yang cepat serentak, termasuk tepukan keras pada samping perutnya.
c. Seni Debus
Kesenian Debus berkembang di daerah pantai barat Sumatra (Aceh, Minangkabau) dan Jawa Barat (Banten, Priangan). Sebagai pembuka pada umumnya dibawakan nyanyian Salawat Nabi, dan puncaknya diwujudkan dalam pertunjukan bersifat magis berupa tusukan pisau pada tubuh dan pemotongan telinga atau lidah. Pada akhirnya anggota tubuh dapat dikembalikan seperti keadaan semula. Di sinilah Kiai di suatu pondok pesantren menunjukkan kebolehannya dalam ilmu magis, di samping dalam ilmu agama.
d. Seni Wayang
Seni wayang merupakan peninggalan yang bercorak Hindu dan Buddha. Islam mengadopsi wayang untuk syiar agama. Misalnya lakon wayang “Ajimat Kalimasada” diubah menjadi “Kalimat Syahadat”.
Adapun perayaan Garebeg Besar dan Garebeg Maulud (Sekaten) sampai saat ini masih dilaksanakan di Solo, Yogyakarta, dan Cirebon.
7. Pemikir Islam dan Karyanya
Perkembangan agama Islam tidak terlepas dari peran para pemikir dan ulama dalam menghasilkan karya-karya yang bernapaskan Islam. Karya yang dihasilkan umumnya bervariasi, dan isinya disesuaikan dengan misi yang akan disampaikan. Para pemikir Islam pada abad ke-16, yaitu sebagai berikut.
a. Hamzah Fansuri
Beliau adalah ahli tasawuf yang menyebarkan agama di Kerajaan Aceh. Ajarannya dituangkan dalam pemikiran sastra yang umumnya berbentuk prosa atau puisi yang menggunakan bahasa Arab dan bahasa Melayu. Karyanya antara lain: Asrar al Arifin, Syarab Asyiqin, Syair Melayu, dan Syair Burung Pingai.
b. Syamsudin as Sumatrani (Murid Hamzah Fansuri)
Beliau mengikuti jejak gurunya menyebarkan agama Islam di Aceh. Karyanya yaitu Mir’atul Mukmin.
c. Nurrudin ar Ranari
Beliau merupakan penyebar Islam di Kerajaan Aceh yang banyak menulis sejarah perkembangan Islam di Aceh. Beliau terkenal pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Thani. Karyanya, yaitu Sirathal Mustaqim, Asrar’ al Insan Ma’rifati al Ruh Wa Rahman, dan Bustanus Salatin.
Menggapai cakrawala mandiri, jujur, tanggung jawab
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Berikut ini faktor-faktor yang mempercepat proses Islamisasi di Indonesia, kecuali ….
a. Islam lebih bersifat demokratis
b. raja-raja Hindu banyak yang masuk Islam
c. Islam tidak mengenal pembagian kasta
d. dengan masuk Islam dapat memperlancar hubungan perdagangan
2. Penyebaran agama Islam pertama kali di Indonesia dilakukan melalui ….
a. perkawinan
b. tasawuf
c. pesantren
d. perdagangan
3. Pembangunan masjid pada masa penyebaran Islam di Indonesia disesuaikan dengan unsur kebudayaan yang ada sebelumnya, yang bertujuan untuk….
a. mendesak kebudayaan asli setempat dengan yang baru
b. memudahkan masyarakat dalam pembangunan masjid
c. menarik perhatian masyarakat agar menganut ajaran Islam
d. mempersatukan kebudayaan setempat dengan kebudayaan baru
4. Kerajaan berikut ini yang didirikan oleh Fatahillah adalah Kerajaan ….
a. Demak
b. Pajajaran
c. Banten
d. Mataram
5. Pendiri Kerajaan Aceh adalah ….
a. Sultan Alaudin Syah
b. Sultan Iskandar Thani
c. Sultan Iskandar Muda
d. Sultan Ali Mughayat Syah
6. Pendiri Kerajaan Demak adalah ….
a. Raden Wijaya
b. Raden Patah
c. Sultan Hadiwijaya
d. Raden Sutawijaya
7. Pemberontakan yang terjadi di Kerajaan Demak setelah Sultan Trenggono wafat oleh ….
a. Joko Tingkir
b. Sutawijaya
c. Pangeran Sekar
d. Arya Penangsang
8. Runtuhnya Kerajaan Pajajaran sebagai kerajaan Hindu terjadi ketika Banten berada di bawah pemerintahan ….
a. Faletehan
b. Sultan Hasanudin
c. Maulana Muhammad
d. Sultan Maulana Yusuf
9. Berkuasanya Portugis atas Malaka pada tahun 1511 menimbulkan akibat bagi Kerajaan Banten yaitu ….
a. menjadi bagian dari daerah kekuasaan Portugis
b. kehilangan beberapa daerah produsen rempah-rempah
c. kesulitan untuk mendapatkan barang dagangan lada
d. berkembang menjadi pusat perdagangan yang ramai
10. Salah satu keistimewaan Masjid Demak adalah….
a. atas Masjid Demak berbentuk menara
b. salah satu tiang Masjid Demak dibuat dari tatal
c. ruang Masjid Demak berbentuk persegi panjang
d. Masjid Demak merupakan masjid pertama yang berdiri di Indonesia

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apa alasannya bahwa agama Islam telah masuk dan berkembang di Indonesia abad ke-7 M?
Jawab :
Islam telah masuk dan berkembang di Indonesia pada abad ke-7. Ini berdasarkan pada hal-hal berikut ini.
a. Berita dari Dinasti Tang (Cina), menyatakan bahwa Raja Tashih (Tache) mengurungkan niatnya menyerbu Holing (Kaling) yang diperintah oleh Ratu Shima (674). Nama Tashih diidentifikasikan dengan Arab, sehingga Raja Tashih diperkirakan Raja Arab.
b. Buku Hasin-tang-shu, mencatat bahwa pada tahun 674 di pantai barat Sumatera telah ada pemukiman pedagang Arab. Mungkin daerah yang dimaksud adalah Barus.
2. Sebutkan nama-nama Wali Sanga dan daerah penyebarannya!
Jawab :
Wali Sanga dan daerah penyebarannya:
a. Maulana Malik Ibrahim, Gresik,
b. Sunan Ampel, Ampel dekat Surabaya,
c. Sunan Bonang, Tuban,
d. Sunan Drajat, Demak,
e. Sunan Giri, Gresik,
f. Sunan Kalijaga, Demak,
g. Sunan Muria, Kaki Gunung Muria,
h. Sunan Kudus, Demak,
i. Sunan Gunung Jati, Jawa Barat.
3. Sebutkan 4 saluran Islamisasi di Indonesia!
Jawab :
Pendidikan, perkawinan, tasawuf, dan perdagangan (jawaban siswa)
4. Apakah alasan Pangeran Benowo menyerahkan kekuasaannya kepada Sutawijaya?
Jawab :
Karena tidak mampu memegang tahta kekuasaan sewaktu diberontak Sultan Pangeri, Benawa menyerahkan Kerajaan Pajang ke Sutawijaya.
5. Jelaskan yang dimaksud dengan seni kaligrafi!
Jawab :
Seni tulisan Arab indah yang biasanya merupakan rangkaian dari ayat-ayat suci Al-Quran.

Tugas Siswa kreatif, rasa ingin tahu, mandiri
Kerjakan sesuai dengan perintahnya!
Lakukan kegiatan berikut dengan teman semeja kalian!
1. Tuliskan biografi singkat mengenai tokoh-tokoh yang tergabung dalam Wali Sanga! Jelaskan peranan masing-masing tokoh tersebut dalam menyebarkan agama Islam!
2. Mengapa wilayah Indonesia bagian timur kurang mendapat pengaruh Islam? Jelaskan!
3. Jelaskan keterkaitan antara Kerajaan Demak, Kerajaan Pajang, dan Kerajaan Mataram Islam!
4. Tuliskan hasil diskusi kalian, kemudian bacalah hasilnya di depan kelas!

Glosarium
grebeg maulud : suatu perayaan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw. yang dilaksanakan di Kerajaan Mataram Islam
ilmu fiqih : ilmu yang mempelajari tata cara hukum melaksanakan ibadah
ilmu ushuludin : ilmu yang mempelajari tentang ketauhidan Allah
islamisasi : proses penyebaran Islam
mazhab Syafi’I : salah satu aliran atau mazhab fiqih Islam yang dilahirkan oleh Imam Syafii

Cakrawala Kepribadian Bangsa
Masuknya Islam di Indonesia telah menambah kekayaan akan budaya pada bangsa Indonesia. Marilah kita lestarikan kebudayaan kita yang merupakan hasil proses yang berlangsung ribuan tahun!

Uji Kompetensi (jujur, disiplin, tanggung jawab) ________ 20
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Salah satu penyebaran agama Islam dengan cara menjalin ikatan lahir dan batin, yaitu dengan mengadakan ….
a. perjanjian utang piutang
b. perkawinan
c. hubungan majikan dan buruh
d. perbudakan
2. Salah satu faktor yang menyebabkan Samudera Pasai tumbuh menjadi kerajaan besar adalah ….
a. armada lautnya kuat
b. banyak mengadakan perdagangan dengan bangsa lain
c. letaknya strategis karena berada di jalur perdagangan
d. banyak rakyat muslimnya
3. Bukti yang menunjukkan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-15 adalah ….
a. nisan Malik Ibrahim
b. nisan Fatimah binti Maemun
c. nisan putri Sultan Malik al Tahir
d. makam muslim kuno di Trowulan
4. Salah satu faktor yang mendorong tumbuh dan berkembangnya Kerajaan Demak adalah ….
a. adanya Masjid Agung Demak
b. adanya peranan Wali Sanga
c. adanya bantuan armada laut dari Portugis
d. Kerajaan Demak bekerja sama dengan Belanda
5. Masuknya pengaruh Islam ke Indonesia terjadi akibat proses ….
a. penaklukkan
b. birokrasi
c. perdagangan
d. pertukaran budaya
6. Dalam proses penyebaran agama Islam di Indonesia, jalur perdagangan berperan untuk ….
a. memajukan perdagangan antarpulau
b. memudahkan perkembangan dan penyebaran agama Islam
c. memajukan kesejahteraan penduduk
d. meningkatkan persatuan dan kesatuan antara penduduk
7. Raja yang menjadi pendiri Kerajaan Demak adalah ….
a. Fatahillah
b. Sultan Ternggono
c. Pati Unus
d. Raden Patah
8. Seorang anggota Wali Songo yang mendirikan pondok pesantren di Kadilangu, Demak adalah ….
a. Sunan Kalijaga
b. Sunan Giri
c. Sunan Kudus
d. Sunan Gresik
9. Kerajaan Makassar mengalami kemunduran setelah menandatangani perjanjian ….
a. Bongaya
b. Salatiga
c. Giyanti
d. Makassar
10. Kerajaan Islam pertama di Nusantara yaitu ….
a. Samudera Pasai
b. Kerajaan Aceh
c. Kerajaan Demak
d. Mataram
11. Faktor pendorong yang menyebabkan keberhasilan Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam adalah ….
a. Wali Songo banyak mendirikan pndok pesantren
b. banyak mendapatkan dukungan dari kaum bangsawan
c. penyebaran agama Islam dilakukan dengan bijaksana
d. penyebaran Islam dilakukan dengan tidak menghilangkan budaya asli
12. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan ketika diperintah oleh ….
a. Sultan Ageng Tirtayasa
b. Maulana Muhammad
c. Maulana Yusuf
d. Sultan Hasanuddin
13. Pengganti Sultan Hadiwijaya yang memerintah Kerajaan Pajang adalah ….
a. Pangeran Prawoto
b. Sutawijaya
c. Pangeran Benowo
d. Aryo Pangiri
14. Berikut yang bukan jenis peninggalan bercorak Islam adalah ….
a. nisan
b. kaligrafi
c. masjid
d. patung
15. Kerajaan Pajang mencapai masa puncak kejayaan di bawah kepemimpinan ….
a. Sultan Hadiwijaya
b. Sunan Prawoto
c. Pangeran Benawa
d. Sutawijaya
16. Perhatikan data berikut!
1) Dato’ri
2) Syekh Siti Jenar
3) Hamzah Fanzuri
4) Syamsudin as Samatrani
5) Tua Tanggang Parang
6) Nurudin ar Raniri
Tokoh-tokoh ulama dan pemikir di Kasul-tanan Aceh ditunjukkan dengan nomor ….
a. 1, 3, 5
b. 2, 4, 5
c. 3, 4, 5
d. 4, 5, 6
17. Nurudin ar Raniri menyebarkan agama Islam di Aceh pada masa pemerintahan ….
a. Sultan Iskandar Muda
b. Sultan Mughayat Syah
c. Sultan Iskandar Thani
d. Sultan Malik al Saleh
18. Mazhab yang paling berpengaruh di Indonesia sampai sekarang adalah ….
a. Syafi’i
b. Maliki
c. Hambali
d. Hanafi
19. Kerajaan Ternate bersama-sama dengan Bacan, Obi, Seram, dan Ambon mem-bentuk persekutuan ….
a. Uli Lima
b. Uli Siwa
c. Obi Siwa
d. Obi Lima
20. Adanya Nisan Fatimah binti Maemun di Leran, Gresik merupakan bukti masuknya Islam pada abad ….
a. ke-7
b. ke-10
c. ke-11
d. ke-13

B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah …. Samudra Pasai
2. Fatahillah pada tanggal 22 Juli 1527 mengubah nama Sunda Kelapa yang berhasil direbutnya menjadi … Jayakarta
3. Nama lain dari Sunan Kalijaga adalah … Raden Said
4. Menurut Hikayat Banjar, kerajaan Banjar didirikan oleh … Pangeran Nata
5. Tokoh Islam yang merintis pendirian Kerajaan Samudra Pasai adalah …Ali Mughayat Syah
6. Kerajaan Mataram Baru mencapai puncak keemasan pada masa … Sultan Agung
7. Raja terbesar kerajaan Banten adalah … Sultan Ageng Tirtayasa
8. Pondok Pesantren tertua di Pulau Jawa yang berdiri pada masa pertumbuhan Islam adalah … Ampel Denta
9. Perkawinan antara Sunan Ampel dengan Nyi Gede Manila dikisahkan dalam … Babad Tanah Jawi
10. Ajaran Ketuhanan yang telah dicampur dengan mistik-mistik magis dinamakan …. tasawuf

C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan saluran Islamisasi di Indonesia!
Jawab:
Masuknya agama Islam atau proses Islamisasi di Indonesia melalui beberapa cara atau saluran, yaitu perdagangan, perkawinan, dakwah, pendidikan, kesenian, tasawuf, dan saluran politik
2. Daerah manakah yang belum terjangkau pengaruh Islam di Indonesia pada abad ke-18?
Jawab:
Daerah yang belum terjangkau pengaruh Islam sekitar abad ke-18 adalah Papua dan pulau-pulau di sekitarnya.
3. Sebutkan raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Aceh!
Jawab:
Sultan Ali Mughayat Syah, Sultan Salahudin, Sultan Alaudin Riayat Syah al Kahr, Sultan Iskandar Muda, Sultan Iskandar Thani, Syafiatun Syah.
4. Sebutkan empat kerajaan Islam di luar Jawa!
Jawab:
Kerajaan Islam di luar Jawa adalah Aceh, Samudra Pasai, Makassar, Ternate, dan Todore.
5. Sebutkan jenis-jenis peninggalan sejarah bercorak Islam!
Jawab:
Masjid, Keraton, nisan, kaligrafi, seni sastra, dan seni pertunjukkan.

PERBAIKAN (mandiri, kerja keras, tanggung jawab)
A. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Raja Samudera Pasai pertama adalah …. Sultan Malik as Saleh
2. Di Aceh para bangsawan yang memegang kekuasaan disebut …. Teuku
3. Dipati Unus mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor, karena ia tewas ketika memimpin penyerangan terhadap Portugis di …. Malaka
4. Lagu Lir-Ilir diciptakan oleh … Sunan Giri
5. Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan … Sultan Trenggono

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Mengapa perdagangan memegang peranan yang utama dalam penyebaran agama Islam?
Jawab:
Karena Islam mulai diperkenalkan melalui bidang perdagangan dimana pedagang-pedagang Islam yang berlayar ke berbagai belahan dunia melakukan perdagangan sekaligus menyebarkan agama Islam.
2. Bagaimana isi perjanjian Salatiga?
Jawab:
Isi dari Perjanjian Salatiga adalah Kerajaan Mataram dipecah menjadi tiga, yaitu:
a. Kesultanan Yogyakarta,
b. Kasuhunan Surakarta, dan
c. Mangkunegaran.
3. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan kerajaan Banten mampu menjadi pusat perdagangan dan pusat kerajaan!
Jawab:
a. Banten terletak di Teluk Banten dan pelabuhan terlindungi oleh Pulau Pajang, sehingga pela-buhan itu memiliki syarat sebagai pelabuhan yang baik.
b. Banten terletak di tepi Selat Sunda yang sangat strategis, yang ra-mai oleh perdagangan nasional.
c. Banten memiliki bahan ekspor penting, yaitu lada, sehingga menjadikan daya tarik yang kuat bagi perdagangan-perdagangan asing.
d. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (1511) mendorong perdagangan dan penguasa Islam untuk mendirikan pusat-pusat perdagangan baru.
4. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan mundurnya Kerajaan Aceh!
Jawab:
a. Setelah Sultan Iskandar Thani wafat, tidak ada lagi raja-raja yang mampu mengendalikan Aceh.
b. Timbulnya pertikaian yang terus-menerus antara golongan ulama dengan golongan bang-sawan.
c. Daerah yang dikuasai Aceh banyak yang melepaskan diri.
d. Kekalahan Aceh melawan Por-tugis di Malaka (1629) mengu-rangi kewibawaan Aceh.
e. Belanda diberi izin mendirikan kantor dagang di Aceh.
f. Munculnya kota dagang Banten yang merupakan saingan Aceh.
g. Terjadinya perang Aceh-Belanda yang berkepanjangan.
5. Sebutkan bentuk karya sastra peninggalan Kebudayaan Islam!
Jawab:
Bentuk karya sastra peninggalan Islam berupa hikayat, babad, syair, dan suluk.

Cakrawala ilmu

Sultan Hasanuddin
Sultan Hasanuddin terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Gelar Sultan Hasanuddin didapatkan ketika memeluk agama Islam. Dia lahir tanggal 12 Juni 1670 di Makassar, Sulawesi Selatan. Ayahnya bernama Sultan Malikussaid (Raja Gowa ke-15).
Ketika Sultan Hasanuddin naik tahta dia bercita-cita ingin menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Gowa. Gowa menajadi kerajaaan besar dan menguasai perdagangan di Indonesia bagian timur. Corenlis Speelman berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia Timur dan menguasai perdagangan. Hal tersebut memicu pertempuran dengan Sultan Hasanuddin. Belanda merasa kewalahan dan meminta bantuan tentara ke Batavia. Selain itu Belanda juga berhasil membujuk Aru Palaka untuk melawan Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin terdesak dan Benteng Sombaopu berhasil direbut Belanda. Sultan Hasanuddin meninggal 12 Juni 1670. Ia dimakamkan di Katangka, Kabupaten Gowa. Belanda memberi julukan pada Sultan Hasanuddin dengan De Haantjes van Het Oosten yang artinya Ayam Jantan/Jago dari Timur.

Sumber: Wikipedia Berbahasa Indonesia

Bab 11
Perkembangan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonial Eropa
Standar Kompetensi
5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu–Buddha sampai dengan masa Kolonial Eropa.
Kompetensi Dasar
5.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa.

Bangsa Indonesia yang datang ke Indonesia tergiur dengan keuntungan berdagang rempah-rempah. Indonesia yang merupakan sumber rempah-rempah menjadikan pedagang Eropa mendapatkan rempah-rempah dengan harga murah dan jumlah yang banyak. Keserakahan bangsa Eropa muncul dan ingin menguasai atau memonopoli perdangan rempah-rempah di Indonesia. bangsa Eropa melakukan segala cara untuk dapat menguasai perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Mereka menggunakan kekuatan militer dan tipu daya. Keserakahan terus berkembang dan akhirnya bangsa Eropa ingin menguasai kebun-kebun dan daerah penghasil rempah-rempah. Akhirnya kekuasaan di Indonesia mulai beralih dari penguasa lokal ke penguasa Barat. Bangsa Barat mulai menjajah bangsa Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai koloninya. Bagimana perkembangan kolonialisme di Indonesia? Bagaimana dampak terhadap kehidupan masyarakat Indonesia? Pada bab ini akan dibahas mengenai perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa.
** gb. van de Bosch
A. Penyebab Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
Tujuan awal kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah untuk memperoleh rempah-rempah langsung dari sumbernya. Namun, setelah sampai di Indonesia sebagai pulau penghasil rempah-rempah, mereka mempunyai tujuan lain yang mengarah pada kolonialisme. Tujuan bangsa Eropa datang ke Indonesia sebagai berikut.
1. Menguasai perdagangan rempah-rempah dari sumbernya dengan cara memonopoli.
2. Berdasarkan politik pecah belah dan adu domba, bangsa Eropa berupaya menguasai tempat-tempat yang strategis di Indonesia yang digunakan sebagai basis perdagangan dan basis militer.
3. Mengeruk sebanyak mungkin kekayaan sumber daya suatu wilayah. Caranya dengan memaksa penguasa setempat menandatangani suatu perjanjian.
4. Turut campur dalam politik suatu wilayah. Secara semena-mena bangsa Eropa ikut serta menentukan orang yang mereka anggap layak menjadi penguasa tentunya dengan imbalan yang juga tidak sedikit bagi mereka. Dengan cara-cara demikian, bangsa Eropa dapat mempertahankan dan memperbesar pengaruh mereka atas suatu wilayah.
Adapun landasan bangsa Eropa datang ke Dunia Timur termasuk ke Indonesia dilandasi oleh hal-hal berikut.
1. Membuktikan ajaran Copernicus (teori heliosentris) yang menyatakan bahwa bentuk bumi itu bulat.
2. Buku Imago Mundi yang ditulis oleh Marcopolo saat melakukan perjalanan ke Dunia Timur dapat menjadi rujukan mereka untuk menemukan kembali Dunia Timur.
3. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan (ditemukannya kompas sebagai alat bantu penunjuk arah).
4. Berkeinginan melaksanan semboyan mencari kejayaan dan kebanggaan (glory), mencari kekayaan (gold), dan menyebarkan agama Kristen (gospel).
B. Kedatangan dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia
Bangsa Eropa yang pernah menjajah wilayah Indonesia, adalah sebagai berikut.
1. Bangsa Portugis
Bangsa Portugis adalah bangsa yang pertama mengadakan ekpedisi mencari jalan menuju wilayah Indonesia. Penjelajahan itu dipimpin oleh tokoh berikut ini.
a. Bartolomeus Diaz (1450–1500)
Bartolomeus Diaz berangkat dari Lisabon menyusuri Pantai Barat Afrika. Ketika sampai di ujung selatan Benua Afrika, perahu mereka terserang badai, mereka pun berhenti. Walaupun demikian, mereka telah membuka jalan bagi ekspedisi berikutnya ke Dunia Timur.
b. Vasco da Gama (1469–1524)
Portugis melanjutkan ekspedisi pelayarannya menuju wilayah Dunia Timur dengan dipimpin Vasco da Gama. Mereka berangkat dari Lisabon pada tahun 1497 dan berhasil melewati wilayah Tanjung Harapan. Mereka berhasil mendarat di Kalikut (India) pada tahun 1898. Sejak saat itu, perdagangan antara orang Eropa dan India tidak lagi melalui Laut Tengah, tetapi menggunakan jalur Pantai Timur Afrika.
c. Alfonso d’Alburquerque
Penjajahan Portugis atas wilayah Indonesia dimulai sejak kedatangan Alfonso d`Alburquerque di Malaka. Pada tahun 1511 d`Alburquerque mengirim Antonio Albreu dan Franscisco Serrao untuk memimpin armadanya mencari jalan ke tempat asal rempah-rempah di Maluku. Sepanjang perjalanan, mereka singgah di Madura, Bali, dan Lombok. Dengan menggunakan nakhoda-nakhoda Jawa, armada itu tiba di Kepulauan Banda, terus menuju Maluku Utara sampai tiba di Ternate.
2. Bangsa Spanyol
Upaya bangsa Spanyol mencari jalan menuju Dunia Timur diawali dengan pelayaran Christophorus Columbus. Pada tahun 1492 Columbus mengawali pelayarannya dengan menggunakan tiga buah kapal. Ketika mereka sampai di Kepulauan Bahama, Columbus mengira telah sampai di wilayah India. Itu sebabnya penduduk kepulauan tersebut ia sebut Indian.
Ekspedisi selanjutnya dilakukan oleh Hernando Cortez (1519) yang berhasil menemukan wilayah Meksiko. Pada saat yang sama, Ferdinand Magelhaens telah berhasil mencapai wilayah Massava (Filipina). Namun, ia tidak melanjutkan ekspedisinya ke Indonesia karena terbunuh di Massava. Ekspedisi untuk menemukan wilayah Indonesia dilanjutkan oleh Sebastian del Cano. Ekspedisi itu akhirnya bisa menemukan wilayah Maluku sebagai tempat penghasil rempah-rempah pada tahun 1521. Ekspedisi Spanyol itu mendarat di wilayah Tidore.
Di sisi lain, kedatangan Spanyol yang bersekutu dengan Tidore di Maluku menimbulkan ketegangan dengan Portugis yang bersekutu dengan Ternate. Portugis dan Spanyol akhirnya bertikai sendiri. Pertikaian Spanyol dan Portugis diakhiri dengan perjanjian damai yang disebut Perjanjian Saragosa pada tanggal 22 April 1529.
3. Kedatangan Bangsa Inggris
Francis Drake dan Thomas Cavendsih adalah dua tokoh yang memelopori kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia. Mereka mengikuti jalur Magelhaens untuk menemukan wilayah Indonesia. Untuk pertama kalinya pada tahun 1579, Francis Drake berhasil mendarat di Ternate dan berhasil melakukan perdagangan rempah-rempah. Mereka kembali ke Inggris dengan melewati Samudra Hindia.
Penjajahan Inggris di Indonesia dimulai pada tahun 1604. Berdasarkan catatan yang ada, ketika EIC datang langsung mendirikan kantor dagang di antaranya di Ambon, Aceh, Jayakarta, Banjar, Jepara, dan Makassar. Keberadaan EIC ini mendapat saingan VOC yang didirikan oleh Belanda beberapa saat kemudian setelah berkuasa di Indonesia.
4. Kedatangan Bangsa Belanda
Perang besar antara Portugis dan Belanda menyebabkan Portugis menutup pelabuhan dagangnya bagi Belanda. Padahal Belanda sangat membutuhkan rempah-rempah dari pelabuhan itu. Akibatnya, Belanda berusaha menemukan sendiri wilayah yang menjadi sumber rempah-rempah yang sangat diperlukan bagi negaranya.
**kapal layar belanda masa kolonial
Armada Belanda yang pertama berusaha mencapai Indonesia dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Sebelum berangkat De Houtman berupaya melakukan pencarian informasi terutama jalur yang mudah untuk menuju ke pulau penghasil rempah-rempah itu. Kebetulan sekali, penjelajah Belanda lainnya Jan Huygen van Linschoten juga baru saja kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, de Houtman menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah.
Pada tanggal 2 April 1595 sebuah ekspedisi ini di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser yang dibiayai oleh Campagnio van Verre (Perusahaan jarak jauh) berangkat dari Belanda menuju Indonesia tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari Indonesia, yaitu Kapal Amsterdam, Hollandia, Mauritius, dan Duyfken.
Pada tahun 1596 ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman mendarat di Banten. Namun, kedatangan ekspedisi Belanda ini tidak diterima dengan baik oleh penguasa dan rakyat Banten. Hal itu dikarenakan sifatnya yang sombong. Ekspedisi pertama ini, meskipun tidak membawa hasil seperti yang diharapkan telah membuka jalan untuk menemukan pulau penghasil rempah-rempah.
Pada tahun1598 rombongan kedua Belanda datang di bawah pimpinan Jacob Van Neck. Kedatangan yang kedua ini diterima dengan baik karena mereka sudah menyadari kesalahan yang pertama dan mengubah sikapnya. Akibatnya, pada ekspedisi kedua ini mereka berhasil membawa pulang rempah-rempah yang mereka perlukan sebanyak-banyaknya.
Pada awalnya di Indonesia, Belanda gagal bersaing dengan Portugis yang telah terlebih dahulu berkuasa di Maluku. Namun karena jumlah pedagang Belanda dan pengikutnya juga makin banyak, akhirnya mereka berhasil mengusir Portugis dari Maluku. Portugis akhirnya berdiam di Pulau Timor.
C. Berbagai Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia
Fakta membuktikan tidak ada suatu kebijakan kolonial yang menguntungkan bagi tanah jajahan. Umumnya kebijakan yang dilakukan pemerintah kolonial bertujuan untuk mendapatkan keuntungan seluas-luasnya dari tanah jajajahan untuk kepentingannya. Dalam melaksanakan kebijakan di Indonesia, kebijakan yang dilakukan pemerintahan kolonial dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Kebijakan Ekonomi
Kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh berbagai pemerintah kolonial, adalah sebagai berikut.
a. Masa Pemerintahan Portugis
Memonopoli perdagangan adalah hal umum yang dilakukan bangsa Barat ketika berkuasa di Indonesia. Kebijakan itu juga diambil oleh Portugis setelah berhasil mendarat dan menjalin hubungan dengan beberapa kerajaan di Maluku.
Ketika mendarat di Maluku, Portugis berhasil menjalin hubungan dengan Ternate yang bermusuhan dengan Tidore. Di saat yang hampir bersamaan Spanyol yang juga tiba di Maluku dan bersekutu dengan kerajaan Tidore. Kedua bangsa Barat itu bersedia membantu sekutunya itu dengan syarat diizinkan membangun benteng di tempat itu dan menjadi pembeli tunggal serta dengan harga yang telah ditetapkan (monopoli).
Selain di Ternate, Portugis juga berhasil melakukan monopoli perdagangan di beberapa tempat berikut.
1) Di Samudra Pasai, Portugis memperoleh izin mendirikan benteng di tepi Sungai Pasai sekaligus memperoleh hak berdagang lada.
2) Di Minangkabau, Portugis memperoleh keuntungan dari perdagangan lada.
3) Di Pakuan Pajajaran, Portugis memperoleh hak dagang rempah-rempah di Sunda Kelapa, namun berhasil digagalkan Fatahillah dari Demak.
b. Masa Pemerintahan Inggris
Inggris dalam melaksanakan perdagangan membentuk sebuah persekutuan dagang dengan nama East Indian Company (EIC). Pusat EIC berada di Calcuta, India. Melalui EIC, pula Inggris berupaya menguasai perekonomian Indonesia. Mereka menjalin hubungan dengan Kerajaan Aceh, Banjar, Jayakarta, dan Makassar. Walaupun demikian, EIC tidak berhasil memonopoli perdagangan di tempat-tempat tersebut. Ketidakberhasilan itu disebabkan EIC mendapat saingan dari persekutuan dagang lain, seperti VOC. Selain itu, pemaksaan pola perdagangan yang sangat ideal oleh EIC juga mendapat tantangan dari penduduk pribumi.
c. Masa Pemerintahan Belanda
Keberhasilan membawa pulang rempah-rempah dalam jumlah cukup besar setelah ekspedisi pertama menyebabkan banyak pedagang Belanda lain yang berbondong-bondong datang ke Indonesia. Banyaknya pedagang mendorong terjadinya persaingan di antara mereka. Padahal mereka harus menghadapi persaingan dari pedagang lokal dan juga pedagang dari negara-negara lain. Untuk menghindari persaingan tersebut, maka atas saran dari Johanes van Olden Barnevelet dibentuk VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602. Tujuan dibentuknya VOC adalah untuk menguasai pelabuhan penting, menguasai kerajaan, dan memonopoli perdagangan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, VOC mendapat hak oktroi, yaitu hak bertindak layaknya sebuah negara. Hak oktroi yang dimiliki VOC, antara lain mengadakan perjanjian, membentuk tentara, mencetak uang, monopoli perdagangan, mendirikan benteng pertahanan, dan menyatakan damai.
VOC dipimpin oleh sebuah dewan yang disebut De Heren Zeventien (Dewan Tujuh Belas). Pieter Both ditetapkan sebagai Gubernur Jenderal VOC pertama. VOC semula bermarkas besar di Ambon, Maluku. Pada perkembangannya, Ambon dianggap tidak strategis lagi untuk menguasai wilayah barat Indonesia. Untuk itu, Jayakarta menjadi incaran sebagai markas besarnya. Keinginan itu pun mulai direalisasi pada masa Gubernur Jenderal J.P. Coen. Kelicikan VOC di Batavia berhasil memengaruhi penguasa Banten menghentikan hak monopoli Portugis di wilayahnya. Sejak tanggal 31 Mei 1619 VOC akhirnya mendapat hak monopoli penuh atas Batavia.
2. Bidang Politik
Selain kebijkan ekonomi, pemerintah kolonial juga menjalankan kebijakan politik di tanah jajahan. Kebijakan politik yang dimaksud adalah sebagai berikut.
a. Masa Pemerintahan Kolonial Portugis dan Spanyol
Seperti yang telah dibahas di depan bahwa Portugis dan Spanyol berhasil bersekutu dan melakukan monopoli di wilayah Indonesia dengan memanfaatkan pertikaian dan pertentangan yang terjadi di antara kerajaan-kerajaan yang ada. Sikap seperti itu, misalnya dipraktikkan Portugis ketika menguasai Maluku. Pada saat Portugis datang, di Maluku sering terjadi konflik, misalnya pertentangan antara Kerajaan Hitu dan Kerajaan Seram. Pada konflik itu, Portugis memihak Hitu. Dengan cara demikian, Portugis berhasil memperoleh hak monopoli di Hitu. Begitu pula ketika terjadi konflik antara Ternate dan Tidore, Portugis juga mengambil keuntungan dengan memihak Ternate. Sebagai imbalannya, Portugis diberi hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Ternate. Hal yang demikian juga dilakukan oleh Spanyol. Dalam konflik di Maluku, Spanyol memihak Tidore dan juga Kerajaan Seram.
b. Inggris
EIC gagal dalam menjalankan perdagangan menurut aturannya di Indonesia. Selain itu, EIC juga gagal bersaing dengan VOC. Akibatnya, pemerintah Inggris juga tidak berhasil menanamkan pengaruh politiknya di Indonesia. Inggris baru bisa sedikit menanamkan pengaruh politiknya ketika Thomas Stamford Raffles berkuasa di Pulau Jawa. Karena hanya menguasai Pulau Jawa dengan sendirinya pengaruh politik Inggris juga hanya berlangsung di Jawa saja. Pada masa pemerintahan Rafles, Pulau Jawa dibagi menjadi 16 karesidenan. Pada setiap karesidenan, Raffles juga membentuk badan pengadilan (landraad).
c. Belanda
VOC dengan armada militernya yang kuat berhasil memperluas pengaruh politiknya dengan beberapa cara, di antaranya pertama mengadu domba para penguasa pribumi yang ada. Kedua, membantu salah satu pihak yang sedang berkonflik. VOC setelah berhasil masuk dalam suatu sistem kerajaan akan memberlakukan persyaratan yang ketat.
Di Maluku, VOC bersedia menghancurkan Portugis seperti yang diminta Kerajaan Hitu setelah memberi persyaratan yang berat. Hitu sendiri merasa berat dengan perjanjian monopoli yang telah ditandatanganinya dengan Portugis ketika membantu mengalahkan Kerajaan Seram. Ia berharap dengan bergantung kepada VOC penderitaannya akan berakhir. Namun, ibarat lepas dari mulut buaya masuk ke mulut singa. Rakyat dan Kerajaan Hitu makin menderita setelah VOC masuk dalam kehidupan politik kerajaan.
Begitu pula yang dilakukan VOC dalam menguasai wilayah Pulau Jawa. Di Banten VOC berusaha menanamkan pengaruhnya melalui Sultan Haji yang menentang kepemimpinan ayahandanya, Sultan Ageng Tirtayasa. VOC juga berhasil menaklukkan Mataram setelah memaksakan munculnya Perjanjian Giyanti yang menyebabkan Mataram terpecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Adapun di Makassar, VOC berhasil menanamkan pengaruh politiknya setelah menguasai Kerajaan Makassar.
3. Bidang Sosial Budaya
Kebijakan pemerintah kolonial Barat terhadap bangsa Indonesia hampir dapat dikatakan tidak ada ataupun sangat terbatas. Hal itu disebabkan perhatian pemerintah kolonial adalah untuk mengeruk keuntungan dari kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia sebesar-besarnya.
Banyaknya orang Eropa yang tinggal di Indonesia terutama di Jawa sedikit banyak memengaruhi gaya hidup bangsa Indonesia terutama kaum bangsawannya. Hal itu disebabkan kaum bangsawanlah yang sering bergaul dengan mereka. Oleh karena itu, sangat wajar jika mereka yang mendapat pengaruh pertama kali.
Penyebarluasan pengaruh budaya kepada penduduk setempat sebenarnya terjadi secara tidak sengaja. Bangsa Barat yang berada di Indonesia kadangkala merasa rindu dengan suasana negeri asal. Berdasarkan alasan itu menyebabkan mereka berupaya mengenang atau bahkan melakukan hal-hal yang sama seperti yang biasa mereka lakukan di negerinya. Mereka biasa minum-minuman keras karena di negeri asalnya berfungsi untuk menghangatkan badan. Di wilayah Eropa mengenal empat musim, salah satunya adalah musim dingin. Namun, bangsa Indonesia terutama kaum bangsawan memandangnya lain. Mereka beranggapan itu menunjukkan kemodernan atau kemajuan peradaban sehingga mereka pun ikut-ikutan menenggak minuman keras.
**lukisan istana bogor pada masa VOC
Bidang budaya lain yang memengaruhi kehidupan bangsa Indonesia adalah bentuk bangunan. Bentuk gaya arsitektur Eropa juga banyak dan diterapkan pada bentuk bangunan yang dibangun di Indonesia. Bahkan pesta-pesta sering diadakan dengan mewah lengkap dengan musik dan tarian-tariannya. Gaya hidup yang tidak sesuai dengan dunia Timur itu akhirnya membuat risih juga pemerintah VOC, terutama dalam hal pamer kekayaan.
Gubernur Jenderal Jacob Mossel akhirnya membuat peraturan yang mengatur tentang perilaku dalam bermasyarakat tersebut. Peraturan itu disebut Reglement Terbeteugeling van Prachten en Praal. Peraturan itu terdiri atas 12 pasal dan 124 ayat. Peraturan tersebut disahkan pada tanggal 30 Desember 1754.

D. Dampak Kebijakan Pemerintah Kolonial
Kebijakan kolonial yang dijalankan di Indonesia tentu saja sangat menguntungkan bagi pemerintah kolonial. Adapun bagi rakyat jajahan pada umumnya kebijakan kolonial menimbulkan kesengsaraan. Pengaruh kebijakan kolonial Barat terhadap bangsa Indonesia dapat dilihat dari aspek kehidupan ekonomi, politik, sosial, ataupun budaya.
1. Aspek Ekonomi
Upaya monopoli selalu dilaksanakan pemerintah kolonial sejak Portugis sampai dengan VOC berkuasa di Indonesia. Dengan adanya monopoli bangsa Indonesia tidak memiliki kebebasan lagi untuk menjual komoditas dagangannya. Padahal, dalam sistem monopoli harga telah ditetapkan secara sepihak (umumnya dengan harga rendah) dan kelebihan panen pun tidak boleh dijual kepada pedagang lain. Itu sebabnya kehidupan petani Indonesia pada masa kolonial sangat menderita. Untuk mengamankan kebijakan monopoli, tidak segan-segan para penjajah melakukan kekerasan. Siapa pun yang melawan pasti akan disikat habis sampai ke akar-akarnya. Pada masa VOC, kebijakan itu pernah dilakukan di Maluku, misalnya dengan melaksanakan Pelayaran Hongi untuk mengontrol pelaksanaan monopolinya.
2. Aspek Politik
Tampilnya bangsa-bangsa Barat dalam urusan istana di Indonesia menyebabkan para penguasa lokal, seperti raja, bupati, dan bangsawan lainnya kehilangan kekuasaan dan kewibawaannya. Kebijakan kerajaan sampai dengan urusan pergantian takhta selalu dicampuri oleh pemerintah kolonial. Itu menunjukkan betapa sudah tidak berdayanya para penguasa lokal terhadap pemerintah kolonial
Pada hakikatnya, di masa kolonial para penguasa lokal hanyalah sebuah boneka dari sebuah pemerintahan kolonial. Para penguasa lokal hanya menjalankan kebijakan yang telah didiktekan oleh pemerintah kolonial. Para penguasa lokal seolah-olah mengabaikan kesejahteraan rakyatnya. Itu karena para penguasa lokal tidak dapat berbuat apa-apa karena kebijakan yang dilaksanakan memanglah kebijakan pemerintah kolonial. Adapun para penguasa lokal bersedia melakukan semua itu karena mereka takut kehilangan kekuasaan dan kemewahan yang selama ini dinikmatinya.
3. Aspek Sosial Budaya
Pemerintah kolonial Eropa ketika berkuasa di Indonesia telah membagi sistem kemasyarakatan yang ada di Indonesia menjadi tiga kelompok masyarakat. Pertama, warga kelas satu yang diduduki oleh orang-orang Barat atau Eropa. Kedua, warga kelas dua yang diduduki oleh kaum bangsawan dan pegawai pemerintah kolonial. Warga kelas tiga adalah masyarakat jelata pada umumnya.
Kebiasaan hidup di Eropa yang terbawa ke Indonesia akhirnya juga memengaruhi budaya lokal. Kebiasaan dansa, misalnya akhirnya diadopsi oleh kaum bangsawan Indonesia. Selain itu, banyak juga tradisi kerajaan yang hilang akibat pengaruh pemerintah kolonial. Walaupun demikian, tidak sedikit pula tradisi lokal yang berakulturasi dengan kebudayaan Barat, terutama di Jawa.
E. Perlawanan Bangsa Indonesia Menentang Kolonialisme Barat
Kebijakan dan perluasan pengaruh kolonial bangsa Barat yang menimbulkan kesengsaraan rakyat, akhirnya menimbulkan reaksi perlawanan dari bangsa Indonesia. Dengan dipimpin para raja dan kaum bangsawan, bangsa Indonesia melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial. Namun, nafsu ingin berkuasa di kalangan para bangsawan menyebabkan mereka mudah diadu domba dengan sesama. Akibatnya, perlawanan banyak yang mudah dipatahkan. Adapun yang mampu berkuasa karena bantuan pemerintah kolonial menjalankan dengan menandatangani perjanjian yang sangat memberatkan.
1. Perlawanan terhadap Portugis
Perlawanan terhadap Portugis dilakukan oleh penduduk berikut ini.
a. Perlawanan Penduduk Ternate
Pada tahun 1533, Sultan Ternate menyerukan kepada seluruh rakyat Maluku untuk mengusir Portugis di Maluku. Pada tahun 1570, rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Hairun dapat kembali melakukan perlawanan terhadap bangsa Portugis, namun dapat diperdaya oleh Portugis hingga akhirnya Sultan Hairun tewas terbunuh di dalam Benteng Duurstede. Selanjutnya, pimpinan diambil alih oleh Sultan Baabullah pada tahun 1574. Portugis diusir yang kemudian bermukim di Pulau Timor
b. Perlawanan Rakyat Aceh
Sultan Ali Mughayat Syah dan Sultan Iskandar Muda adalah pemimpin perlawanan Aceh terhadap Portugis. Bangsa Portugis setelah berhasil menguasai Malaka (1511) segera memperluas kekuasaan dan monopoli perdagangannya. Upaya Portugis ini jelas mengkhawatirlkan Aceh. Itu sebabnya, raja dan rakyat Aceh melakukan perlawanan.
**gb pertempuran rakyat Aceh melawan VOC
c. Perlawanan Kerajaan Demak
Keberhasilan Portugis menguasai Malaka sangat mengganggu perekonomian Demak yang telah lama menjalin hubungan perdagngan dengan Malaka. Itu sebabnya, Demak berusaha mengusir Portugis dari Malaka. Untuk itu Raden Patah mengutus putranya Pati Unus (1513) untuk memimpin armada Demak menyerbu Malaka. Namun, upaya ini mengalami kegagalan. Selanjutnya pada masa Sultan Trenggana, Demak mengutus Fatahillah untuk merebut Sunda Kelapa (1527) yang juga dikuasai Portugis dan berhasil melaksanakannya.
2. Perlawanan terhadap VOC
Perlawanan terhadap VOC terjadi di beberpa tempat seperti berikut ini.
a. Perlawanan Rakyat Maluku
1) Perlawanan di Ternate
Perlawanan pertama muncul pada tahun 1635 yang dipimpin oleh Kakiali. Pada tahun 1646 kembali terjadi perlawanan rakyat Ternate terhadap VOC, yang dipimpin oleh Telukabesi. Pada tahun 1650, rakyat Ternate yang dipimpin oleh Saidi mengalami kegagalan.
2) Perlawanan di Tidore
Tidore dipimpin oleh Kaicil Nuku atau Sultan Nuku. Perlawanan fisik dan perundingan berhasil mengusir Belanda dari Tidore.
b. Perlawanan Rakyat Banten
VOC berhasil masuk dan memengaruhi pemerintahan Banten setelah terjadi perselisaihan antara Sultan Haji dan Sultan Ageng Tirtayasa mengenai pengganti raja. Sultan Haji bersengkongkol dengan Belanda dan mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa. Untuk meraih keinginannya pada tahun 1684, Sultan Haji menandatangani perjanjian dengan VOC yang inti isinya adalah VOC berhak memonopoli dan mengatur perdagangan di Banten; pedagang asing tidak boleh masuk selain Belanda; Banten harus membayar biaya perang dan mengizinkan VOC membuat benteng.
c. Perlawanan Rakyat Mataram
Perlawanan rakyat Mataram terhadap VOC dilakukan oleh beberapa tokoh berikut ini.
1) Sultan Agung Hanyakrakusumo
Perlawanan rakyat Mataram pertama kali dipimpin oleh Sultan Agung Hanyakrakusumo dengan mengirim pasukannya untuk menyerang benteng VOC di Batavia sebanyak dua kali. Perlawanan pertama, dilakukan pada bulan Agustus 1628 yang dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso. Perlawanan kedua, dilaksanakan tahun 1629 dan dipimpin oleh Dipati Puger dan Dipati Purbaya. Pasukan Mataram tetap menyerbu Batavia dan berhasil menghancurkan Benteng Hollandia dan dilanjutkan ke Benteng Bommel, tetapi belum berhasil.
2) Trunojoyo
Sultan Agung Hanyakrakusuma wafat pada tahun 1645, kedudukannya digantikan oleh putranya yang bergelar Susuhunan Amangkurat I. Pada tahun 1674 meletuslah pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh Trunojoyo, putra Bupati Madura. Trunojoyo mendapat dukungan dari para prajurit pelarian dari Makassar yang dipimpin Karaeng Galesong dan Montemarano. Akibat perlawanan Trunojoyo, Amangkurat I terdesak dan melarikan diri untuk meminta bantuan kepada VOC. Dalam pelarian Amangkurat I meninggal dunia di Tegalwangi (dekat kota Tegal).
Pada tahun1677, putra mahkota naik takhta sebagai Raja Mataram dengan gelar Amangkurat II. Ia pun menjalin kerja sama dengan VOC untuk mengatasi perlawanan Trunojoyo dengan imbalan seluruh biaya perang ditanggung Mataram dan sebagian daerah Mataram seperti Semarang harus diserahkan kepada VOC. Akhirnya Trunojoyo tertangkap dan dijatuhi hukum mati (tahun 1679), Kerajaan Mataram selalu mendapat pengaruh dari pemerintah Hindia Belanda.
3) Untung Suropati
Untung Suropati adalah putra Bali yang menjadi prajurit kompeni di Batavia antara tahun 1686 sampai 1706. Untung Suropati dan kawan-kawannya menyingkir ke Mataram dan bekerja sama dengan Sunan Mas atau Amangkurat III untuk melakukan perlawanan terhadap Kompeni Belanda (VOC) dan dinobatkan menjadi Adipati dengan gelar Aria Wiranegara. Kekuasaan Untung Suropati meliputi Blambangan, Pasuruan, Probolinggo, Bangil, Malang, dan Kediri.
Pada tahun 1705, Kompeni Belanda secara sepihak mengangkat Pangeran Puger sebagai Sunan Pakubuwana I untuk menggantikan Amangkurat III atau Sunan Mas. Karena tidak terima dengan semua itu, Amangkurat III bergabung dengan Untung Suropati. Pada tahun 1706, wilayah pertahanan Untung Suropati diserbu oleh Kompeni Belanda. Untung Suropati gugur di Bangil dan Amangkurat III atau Sunan Mas tertangkap, serta diasingkan ke Sri Langka.
4) Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said
Di tahun 1749, Pangeran Mangkubumi (adik dari Pakubuwana II) bekerja sama dengan Mas Said (Pangeran Samber Nyawa) melakukan perlawanan terhadap Pakubuwana II dan VOC. Untuk itu, Pangeran Mangkubumi meninggalkan istana dan membentuk pasukan untuk melakukan perlawanan. Pada tahun 1751, pasukan kompeni yang dipimpin Mayor De Clerx dapat dihancurkan. Perlawanan Mangkubumi diakhiri dengan Perjanjian Giyanti (tahun 1755) dan Mas Said dengan Perjanjian Salatiga (tahun 1757).
**gb Mangkunegoro I (Raden mas Said)
d. Perlawanan Rakyat Makassar
Perlawanan terhadap VOC juga dilakukan oleh Kerajaan Gowa dan Tallo (Kerajaan Makassar). Kerajaan Makassar, mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintah Sultan Hasanuddin tahun 1654–1669. Abad ke-17 Makassar menjadi pesaing berat bagi VOC untuk pelayaran dan perdagangan di wilayah Indonesia Timur. Setelah diperbolehkan berdagang, VOC mulai menunjukkan perilaku dan niat utamanya, yaitu mulai mengajukan tuntutan yang berat kepada Sultan Hasanuddin. Pertempuran antara rakyat Makassar dengan VOC pun akhirnya terjadi.
Pertempuran pertama terjadi pada tahun 1633. Pada tahun 1654 diawali dengan perilaku VOC yang berusaha menghalang-halangi pedagang yang akan masuk ataupun keluar Pelabuhan Makassar juga menyebabkan terjadinya pertempuran. Pertempuran ketiga terjadi tahun 1666–1667, VOC dibantu oleh pasukan Raja Bone (Aru Palaka) dan pasukan Kapten Yonker dari Ambon.
Pasukan Aru Palaka mendarat di Bonthain dan berhasil mendorong suku Bugis agar melakukan pemberontakan terhadap Sultan Hasanudin. Sultan Hasanudin terdesak dan dipaksa untuk menandatangani perjanjian perdamaian di Desa Bongaya pada tahun 1667.

Menggapai cakrawala mandiri, jujur, tanggung jawab
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Turki pada tahun 1453 menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa Eropa. Hal itu disebabkan karena Konstantinopel ….
a. bandar yang paling ramai di Eropa
b. tempat persinggahan para pedagang dari Asia
c. merupakan pusat perdagangan barang mewah dari Eropa
d. pusat pemasaran rempah-rempah yang sangat dibutuhkan Eropa
2. Imago Mundi adalah salah sebuah judul buku bisa dipakai sebagai rujukan untuk berlayar ke Dunia Timur pada masa penjelajahan samudra. Buku itu ditulis oleh ….
a. Fa–Hien
b. Colombus
c. Ibnu Batuta
d. Marcopolo
3. Magellhaens tidak dapat melanjutkan penjelajahan samudranya karena meninggal di ….
a. India
b. Pulau Massava
c. Tanjung Harapan
d. Pulau Maluku
4. Latar belakang bangsa Belanda dan Inggris mencari jalan sendiri ke Indonesia adalah ….
a. terjadinya Perang salib
b. bangsa Belanda berjiwa petualang
c. teknologi perkapalan kedua negara telah maju
d. terjadinya perang antara Spanyol dan Belanda
5. Strategi yang dilakukan Belanda agar dapat menguasai perdagangan di Indonesia adalah ….
a. melaksanakan politik adu domba
b. mendirikan VOC
c. melaksanakan sistem tanam paksa
d. melaksanakan pelayaran Hongi
6. Berikut bukan faktor penyebab rakyat Maluku mengadakan perlawanan pada VOC adalah ….
a. Pelayaran Hongi mematikan perdagangan rakyat Maluku
b. penebangan cengkih dan pala yang merugikan rakyat Maluku
c. VOC mengadu domba Kerajaan Tidore dan Ternate
d. aturan monopoli VOC menimbulkan banyak penderitaan rakyat
7. Pertentangan antara Sultan Haji dengan Sultan Ageng disebabkan oleh ….
a. pembagaian wilayah Banten menjadi dua oleh VOC
b. dekatnya hubungan Sultan Haji dengan VOC
c. adanya perebutan kekuasaan
d. Cirebon memisahkan diri dari kekuasaan Banten
8. Berikut ini adalah pemimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap VOC, kecuali ….
a. Telukabesi
b. Saidi
c. Kakiali
d. Sultan Baa`bullah
9. Untung Surapati yang melakukan perlawanan terhadap VOC merupakan putra Indonesia kelahiran …..
a. Bali
b. Madura
c. Batavia
d. Mataram
10. Cara yang ditempuh Sultan Ageng Tirtayasa untuk melawan VOC adalah …
a. bersekutu dengan Kerajaan Cirebon
b. menyerang benteng VOC di Batavia
c. melakukan perdagangan bebas
d. menghadang kapal-kapal VOC
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan tujuan kedatangan bangsa Barat ke Indonesia!
Jawab:
a. Menguasai perdagangan rempah-rempah dari sumbernya dengan cara memonopoli.
b. Berdasarkan politik pecah belah dan adu domba, bangsa Eropa berupaya menguasai tempat-tempat yang strategis di Indonesia yang digunakan sebagai basis perdagangan dan basis militer.
c. Mengeruk sebanyak mungkin kekayaan sumber daya suatu wilayah. Caranya dengan memaksa penguasa setempat menandatangani suatu perjanjian.
d. Turut campur dalam politik suatu wilayah. Secara semena-mena bangsa Eropa ikut serta menentukan orang yang mereka anggap layak menjadi penguasa tentunya dengan imbalan yang juga tidak sedikit bagi mereka. Dengan cara-cara demikian, bangsa Eropa dapat mempertahankan dan memperbesar pengaruh mereka atas suatu wilayah.
2. Bagaimana kedatangan Inggris di Indonesia?
Jawab:
Inggris datang ke Indonesia dengan mengikuti jalur pelayaran Magelhaens. Ekspedisi tersebut dipelopori oleh Francis Drake dan Thomas Cavendsih. Untuk pertama kalinya pada tahun 1579, Francis Drake berhasil mendarat di Ternate dan berhasil melakukan perdagangan rempah-rempah. Mereka kembali ke Inggris dengan melewati Samudra Hindia.
3. Apa yang dimaksud dengan Devide et Impera?
Jawab:
Salah satu politik VOC untuk dapat menguasai suatu wilayah dengan cara memecah belah musuhnya kemudian menguasainya.
4. Sebutkan daerah di Indonesia yang berhasil dimonopoli perdagangannya oleh Portugis!
Jawab:
Selain di Ternate, Portugis juga berhasil melakukan monopoli perdagangan di beberapa tempat berikut.
a. Di Samudra Pasai, Portugis memperoleh izin mendirikan benteng di tepi Sungai Pasai sekaligus memperoleh hak berdagang lada.
b. Di Minangkabau, Portugis memperoleh keuntungan dari perdagangan lada.
c. Di Pakuan Pajajaran, Portugis memperoleh hak dagang rempah-rempah di Sunda Kelapa, namun berhasil digagalkan Fatahillah dari Demak.
5. Bagaimanakah berakhirnya perlawanan dari Mangkubumi dan Raden Mas Said?
Jawab:
Perlawanan Mangkubumi diakhiri dengan Perjanjian Giyanti (tahun 1755) dan Mas Said dengan Perjanjian Salatiga (tahun 1757).

Tugas Siswa gemar membaca, rasa ingin tahu, mandiri
Kerjakan sesuai dengan perintahnya!
Bangsa-Bangsa Eropa awalnya datang ke Indonesia karena ingin mendapatkan rempah-rempah secara langsung dari sumbernya agar mendapatkan harga yang murah! Apa saja yang termasuk rempah-rempah itu? Apa khasiat atau kegunaannya? Dihasilkan di daerah mana saja?

Glosarium
diadopsi : dipungut.
ekspedisi : perjalanan penyelidikan ilmiah di suatu daerah yang kurang dikenal.
kolonial : berhubungan dengan sifat jajahan.
monopoli : penguasaan wilayah/sumber daya oleh satu pihak.
pribumi : penduduk asli dari suatu negara atau daerah sebagai mayoritas pemilik negeri.

Cakrawala Kepribadian Bangsa
Itulah Indonesia, begitu kaya sumber alam dan hasil bumi. Kekayaan alam Indonesia mampu memikat bangsa-bangsa Eropa sehingga mengadakan penjelajahan samudra. oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus merawat bumi Indonesia dengan sepenuh hati. Jangan sampai bumi Indonesia menjadi rusak oleh ulah kita sendiri. Selain itu, kita harus memanfaatkan tanah Indonesia yang subur ini dengan sebaik-baiknya dan sebijaksana mungkin, sehingga alam Indonesia tetap damai dan terjaga.

Uji Kompetensi (jujur, disiplin, tanggung jawab) ________ 20
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Bangsa Eropa terdorong menjelajahi samudra karena salah satunya mempunyai semangat mewujudkan gospel yang bermakna ….
a. mencari kekayaan
b. memperoleh kejayaan
c. menyebarkan agama Nasrani
d. menjalin persahabatan antarbangsa
2. Tokoh penjelajah samudra berkebangsaan Portugis yang merintis pelayaran melalui Samudra Atlantik sampai ke Tanjung Harapan adalah ….
a. Vasco da Gama
b. Magelhaens
c. Bartholomeus Diaz
d. C. Columbus
3. Faktor utama yang mendorong kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah ….
a. Indonesia letaknya strategis
b. kebudayaan Indonesia masih rendah
c. Indonesia merupakan penghasil rempah-rempah
d. perdagangan di Indonesia dikuasai oleh para pedagang Islam
4. Bangsa Spanyol datang ke Indonesia melalui jalur ….
a. Eropa – Samudra Atlantik – Amerika Selatan – Samudra Pasifik – Kepulauan Massava Maluku
b. Eropa – Kutub Utara – Selat Bering – Samudra Pasifik – Laut Cina Selatan – Kalimantan
c. Eropa – Selat Gibraltar – Terusan Suez – Samudra Hindia – Selat Malaka
d. Eropa – Tanjung Harapan – Madagaskar – Selat Malaka – Gresik
5. Salah satu latar belakang dibentuknya VOC oleh Belanda adalah ….
a. menguasai pelabuhan-pelabuhan penting di Indonesia
b. menghindari persaingan di antara para pedagang Belanda sendiri
c. mempermudah hubungan kerja sama dengan raja-raja di Indonesia
d. mempermudah mengadakan perjanjian dengan raja-raja di Indonesia
6. Mengangkat pegawai dan mencetak uang adalah salah satu hak yang diberikan oleh pemerintah Kerajaan Belanda kepada VOC. Hak tersebut dikenal dengan nama …..
a. ekstrateritorial
b. paten
c. veto
d. oktroi
7. Markas Besar VOC untuk pertama kalinya didirikan di….
a. Banten
b. Ternate
c. Jayakarta
d. Ambon
8. Faktor berikut ini penyebab mundurnya kekuasaan Portugis di Indonesia, kecuali adalah ….
a. adanya konflik dengan bangsa Indonesia atas dasar perebutan kekuasaan dan agama
b. Spanyol selain menduduki Filipina juga sudah merebut Sulawesi Utara
c. Belanda mulai menancapkan kekuasaannya di Indonesia pada tahun 1619
d. Portugis hanya ingin menduduki Timor
9. Ekspidisi kedua tahun 1598 kapal dagang Belanda tiba di Banten di bawah pimpinan ….
a. Pieter Both
b. Jacob van Neck
c. J.P Coen
d. Coernelis de Houtman
10. J.P. Coen dianggap berperan dalam meletakkan dasar-dasar dari kolonialsime Belanda karena ….
a. dialah yang pertama kali mendarat di Banten pada tahun 1596
b. membangun Pelabuhan Jakarta sebagai pusat aktivitas VOC pada tahun 1619
c. dialah yang menemukan daerah-daerah yang menjadi produsen rempah-rempah
d. berencana mendatangkan keluarga-keluarga Belanda ke Indonesia
11. Kedatangan VOC di Indonesia menimbulkan reaksi dan perlawanan rakyat di berbagai daerah karena …
a. VOC menjalankan sistem tanam paksa
b. VOC menarik pajak terlalu tinggi
c. VOC menjalankan sistem monopoli perdagangan
d. VOC berhak membentuk pasukan
12. Kerajaan Aceh mampu mempertahankan wilayahnya dari ancaman Portugis, karena ….
a. mempunyai armada laut yang sangat tangguh
b. mempunyai kepandaian dalam mengatur siasat perang
c. perdagangannya sangat maju dan letaknya strategis
d. rakyatnya memiliki sifat pemberani melawan penjajah
13. Perjanjian yang diadakan antara Mangkubumi dan Belanda tahun 1755 disebut perjanjian ….
a. Giyanti
b. Bongaya
c. Mataram
d. Linggajati
14. Kedatangan bangsa Belanda ke Pelabuhan banten yang pertama tidak mendapat sambutan dari penduduk setempat, sebab ….
a. orang-orang Belanda bersikap congak dan kasar
b. masyarakat malas berdagang dengan orang asing
c. perdagangan pada saat itu hanya dilakukan orang pribumi
d. masyarakat setempat hanya ingin berdagang dengan bangsa Portugis
15. Sultan Ageng Tirtayasa gagal melawan VOC karena ….
a. VOC dibantu oleh Portugis
b. tidak mendapat dukungan dari rakyat Banten
c. kapal-kapal VOC memblokade pelabuhan Banten
d. terjadi perselisihan dirinya dengan putra mahkota
16. Arti Perjanjian Saragosa (1529) bagi Maluku adalah ….
a. Portugis dan Spanyol bebas berdagang di Maluku
b. Spanyol masih memiliki kebebasan berdagang di Maluku
c. Portugis dan Spanyol tidak keberatan menerima kedatangan bangsa Belanda di Maluku
d. Portugis merupakan satu-satunya pedagang Eropa yang bebas bertindak di Maluku
17. Perlawanan terhadap EIC di Indonesia tidak begitu kelihatan di Indonesia karena ….
a. EIC diterima dengan baik di seluruh Indonesia
b. tidak ada strategi monopoli dari kebijakan ekonomi EIC
c. EIC kalah bersaing dengan VOC
d. VOC membina persekutuan dengan raja-raja di Indonesia
18. Taktik memecah belah dari VOC berjalan dengan mulus karena ….
a. bangsa Indonesia belum bersiap bersatu mengusir penjajah
b. setiap kerajaan melakukan perlawanan demi seluruh bangsa
c. taktik itu sesuai dengan kebijakan monopoli perdagangan
d. Indonesia dalam keadaan terpecah belah
19. Perjanjian antara VOC dan Sultan Hasanuddin yang dilaksanakan pada tahun 1667 adalah ….
a. Perjanjian Saragosa
b. Perjanjian Giyanti
c. Perjanjian Bongaya
d. Perjanjian Salatiga
20. Pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat terjadi perlawanan besar di bawah pimpinan seorang bangsawan dari Madura, yaitu ….
a. Trunojoyo
b. P. Mangkubumi
c. Untung Suropati
d. Raden Mas Said
B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Pada tahun 1598 ekspedisi kedua kapal-kapal dagang Belanda datang lagi ke Banten dipimpin oleh … Jacob van Neck
2. Ekspedisi Inggris untuk mencari wilayah penghasil rempah-rempah disponsori oleh para persekutuan dagangnya, yaitu …. East Indian Company (EIC)
3. Sistem tanam paksa disebut … Cultuur Stelsel
4. Bangsa Portugis menguasai Malaka pada tahun .. 1511
5. Setelah Sultan Agung wafat, pemerintahan Mataram dipegang oleh … Amangkurat I
6. VOC dalam menaklukkan Makassar dibantu oleh … Aru Palaka
7. Sultan Hasanudin dari Makassar mendapat julukan … Ayam Jantan dari Timur
8. Berdasarkan Perjanjian Saragosa, daerah yang belum dijamah boleh dikuasai oleh …… dan ….. Spanyol dan Portugis
9. Kerja paksa yang dilakukan oleh pemerintah Belanda disebut …. kerja rodi
10. VOC dibubarkan pada tanggal …. 31 Desember 1799

C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apa landasan penjelajahan samudra yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa?
Jawab:
Hal yang menjadi landasasan bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra sebagai berikut.
a. Membuktikan ajaran Copernicus (teori heliosentris) yang menyatakan bahwa bentuk bumi itu bulat.
b. Buku Imago Mundi yang ditulis oleh Marcopolo saat melakukan ke dunia Timur dapat menjadi rujukan mereka untuk menemukan dunia Timur.
c. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan (ditemukannya kompas sebagai alat bantu penunujuk arah).
d. berkeinginan melaksanakan semboyan mencari kejayaan dan kebanggaan (glory), mencari kekayaan (gold), dan menyebarkan agama Kristen (gospel).
2. Mengapa kegagalan memperoleh keuntungan perdagangan pada ekspedisi pertama Belanda ke Indonesia tetap dianggap suatu keberhasilan?
Jawab:
Meskipun belum berhasil memperoleh keuntungan ekspedisi pertama telah menemukan jalur untuk menuju wilayah Indonesia yang kaya dengan hasil rempah-rempah.
3. Apa pengaruh kebijakan pemerintah kolonial terhadap kehidupan politik bangsa Indonesia?
Jawab:
Kebijakan kolonial Barat secara politik memengaruhi kekuasaan para penguasa lokal, seperti raja, sultan, dan adipati. Mereka tidak lagi mempunyai kekuasaan mutlak karena telah diambil alih penguasa Barat. Selain itu, sebagaian besar dari mereka juga dijadikan pegawai bangsa Barat.
4. Bagaimana isi perjanjian Sultan Haji dengan VOC?
Jawab:
Sultan Haji menandatangani perjanjian dengan VOC yang inti isinya adalah VOC berhak memonopoli dan mengatur perdagangan di Banten; pedagang asing tidak boleh masuk selain Belanda; Banten harus membayar biaya perang dan mengizinkan VOC membuat benteng.
5. Apa akibat dari perlawanan Trunojoyo?
Jawab:
Akibat dari perlawanan Trunojoyo adalah raja Amangkurat I terdesak dan melarikan diri meminta bantuan ke VOC. Dalam perjalanan Amangkurat I meninggal di daerahTegal.

PERBAIKAN (mandiri, kerja keras, tanggung jawab)
A. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia adalah … bangsa Portugis
2. Kepulauan Massava sekarang ini lebih dikenal dengan nama … Filipina
3. Kantor dagang VOC pertama kali didirikan di kota … Ambon
4. Spanyol untuk pertama kalinya datang ke Indonesia mendarat di … Tidore
5. Hak istimewa yang dimiliki VOC disebut … hak oktroi

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan empat buah kapal layar yang mengiringi ekspedisi Cornelis de Houtman dalam menemukan wilayah Indonesia!
Jawab:
Tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari Indonesia, yaitu Kapal Amsterdam, Hollandia, Mauritius, dan Duyfken.
2. Mengapa bangsa Inggris tidak berhasil menanamkan monopoli perdagangan di Indonesia?
Jawab:
Ketidakberhasilan itu disebabkan EIC mendapat saingan dari persekutuan dagang lain, seperti VOC. Selain itu, pemaksaan pola perdagangan yang sangat ideal oleh EIC juga mendapat tantangan dari penduduk pribumi.
3. Mengapa Gubernur Jenderal Jacob Mossel mengeluarkan Reglement Terbeteugeling van Pracht en Praal?
Jawab:
Reglement Terbeteugeling van Pracht en Praal akibat melihat dampak buruk dari pola hidup mewah yang diperlihatkan para pegawai VOC dan bangsawan istana yang bergaya hidup mewah.
4. Bagaimana perlawanan dari Trunojoyo berhasil dipatahkan VOC?
Jawab:
Perlawanan Trunojoyo dapat dipatahkan dengan melakukan serbuan besar-besaran ke daerah pertahanan atau basis Trunojoyo. Trunojoyo tewas di Bangil akibat serbuan tersebut.
5. Mengapa terjadi pertempuran anatara Makassar dengan VOC?
Jawab:
Karena Abad ke-17 Makassar menjadi pesaing berat bagi VOC untuk pelayaran dan perdagangan di wilayah Indonesia Timur. Setelah diperbolehkan berdagang di Makassar, VOC mulai menunjukkan perilaku dan niat utamanya, yaitu mulai mengajukan tuntutan yang berat dan memonopoli perdaganan kepada Sultan Hasanuddin. Pertempuran antara rakyat Makassar dengan VOC pun akhirnya terjadi.

Cakrawala ilmu

Pattimura
Pattimura atau Thomas Matulessy lahir di Saparua, 8 Juni 1783. Ayahnya bernama Antoni Mattulessy.Dia dikenal dengan Kapitan Pattumra karena pernah berdinas di tentara Inggris dengan pangkat Sersan. Menurut Suryanegara asal kapitan dikarenakan Pattimura merupakan keturunan dari pemimpin atau “kapitan”.
Sesuai dengan isi Traktat London I, bahwa Inggris harus menyerahkan kembali Indonesia kepada Belanda. Belanda bertindak semena-mena dan menerapkan kebijakan monopoli, pajak tanah, dan pelayaran Hongi. Pattimura mengangkat senjata bersama dengan rakyatnya. Dia berhasil menghimpun kekuatan raja-raja di Maluku beserta Ternate dan Tidore.
Untuk menghadapi kekuatan besar yang dihimpun Pattimura, Belanda mengirimkan Komisari Jenderal bernama Buykes. Belanda menderita kekalahan di Duurstede, pertempuran di pantai Waisisil dan jasirah Hatawano, Ouw- Ullath, Jasirah Hitu di Pulau Ambon dan Seram Selatan. Karena merasa terdesak, Belanda menerapkan politik adu domba, tipu muslihat, dan bumi hangus. Akhirnya satu persatu pembantu Pattimura tertangkap. Pattimura dijatuhi hukuman mati pada 16 Desember 1817 di kota Ambon.
Sumber: Wikipedia Berbahasa Indonesia

Mid semester jujur, mandiri, tanggung jawab

A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Untuk mengetahui lokasi suatu tempat yang tidak kita ketahui sebelumnya dapat kita lihat pada….
a. peta
b. buku
c. GPS
d. televisi
2. Jarak di peta dengan menggunakan skala harus sama dengan jarak sebenarnya di muka bumi, hal ini disebut syarat peta harus ….
a. conform
b. equilibrium
c. equivalent
d. equidistant
3. Bagian yang tidak selalu ada pada sebuah atlas adalah …
a. judul
b. daftar isi
c. peta
d. bendera negara
4. Ketampakan berikut yang menggunakan simbol titik adalah ….
a. pelabuhan, areal pertanian, dan kota
b. ibu kota, stasiun, dan pemukiman
c. pelabuhan, gunung api, dan kota
d. rumah sakit, areal pertanian, dan pelabuhan
5. Hal yang perlu disiapkan pertama kali dalam pembuatan peta tematik adalah ….
a. tema
b. peta dasar
c. metode yang tepat
d. menggambar simbol
6. Penduduk di daerah pegunungan kegiatan ekonominya di bidang pertanian dan perkebunan karena didukung oleh ….
a. cuaca dan iklim yang cocok
b. daerahnya yang kekurangan air
c. reliefnya yang tidak rata
d. gersang dan tandus
7. Karena kondisinya yang miring daerah lerang banyak dimanfaatkan sebagai ….
a. lahan pertanian
b. hutan lindung
c. daerah perkebunan
d. lokasi industri
8. Kegiatan pertanian sawah basah banyak dilakukan penduduk di daerah ….
a. dataran rendah
b. perbukitan
c. dataran tinggi
d. pegunungan
9. Berikut merupakan rangkaian pegunungan yang melewati daerah Indonesia adalah ….
a. Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania
b. pegunungan Indonesia utara dan pegunungan Indonesia timur
c. Sirkum Pasifik dan pegunugnan Indonesia timur
d. Sirkum Mediterania dan pegunungan Indonesia utara
10. Perbedaan waktu antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya disebabkan karena adanya perbedaan letak ….
a. geologis
b. geografis
c. geomorfologis
d. astronomis
11. Daerah tropis memiliki iklim yang panas, meskipun iklimnya panas daerah tropis bisa memiliki salju ….
a. angin
b. sinar matahari
c. tekanan udara
d. curah hujan
12. Seorang ilmuan yang melakukan pembagian iklim berdasarkan temperatur udara, banyaknya curah hujan, dan penguapan adalah ….
a. W. Koppen
b. Junghun
c. Ferquson
d. Schmidt
13. Air tanah dalam banyak digunakan oleh penduduk yang tinggal di sekitar daerah .…
a. dataran tinggi
b. dataran rendah
c. lembah
d. pegunungan
14. Pola aliran sungai yang terdapat di daerah pegunungan adalah ….
a. trellis
b. dendritik
c. radial
d. rektangular
15. Berdasarkan letaknya, Laut Cina Selatan termasuk jenis laut ….
a. dalam
b. tepi
c. tengah
d. peralihan
16. Wilayah Indonesia Timur sampai abad ke-14 belum banyak dipengaruhi oleh unsur budaya Hindu–Buddha, sebab ….
a. sudah memeluk Islam
b. tidak ada jalur pelayaran ke Indonesia Timur
c. kepercayaan nenek moyang masih sangat kuat
d. letaknya jauh dari jalur pelayaran internasional
17. Di bawah ini candi-candi peninggalan Mataram Kuno yang bercorak Hindu, yaitu ….
a. Candi Dieng, Gedong Songo, Prambanan
b. Candi Prambanan, Mendut, Kalasan
c. Candi Borobudur, Gedong Songo, Mendut
d. Candi Pawon, Borobudur, Ratu Boko
18. Para ahli berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Kamulan di Bumi Sambhara adalah ….
a. Candi Sewu
b. Candi Borobudur
c. Candi Prambanan
d. Candi Ngawen
19. Peranan wali songo dalam mendukung Raden Patah dalam mendirikan kerajaan Islam di Demak adalah termasuk peranan Wali Sanga dalam bidang ….
a. agama
b. pendidikan budaya
c. politik
d. ekonomi dan sosial
20. Perkembangan agama Islam di daerah pesisir lebih mudah berkembang dari pada di daerah pedalaman, hal ini disebabkan oleh ….
a. penduduk di daerah pesisir lebih maju daripada penduduk pedalaman
b. daerah pedalaman sulit dijangkau karena jalannya tidak baik
c. penduduk di daerah pedalaman bersifat tertutup
d. penduduk pesisir terbiasa mengadakan hubungan dengan orang asing
21. Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan ….
a. Sultan Malik al Saleh
b. Sultan Iskandar Muda
c. Sultan Ali Mughayat Syah
d. Sultan Allauddin Riayat Syah al Khar
22. Anggota Persekutuan Uli Siwa, antara lain ….
a. Seram, Obi, Tidore
b. Bacan, Seram, Obi, Tidore
c. Makyan, Hitu, Ternate
d. Makyan, Jailolo, Tidore
23. Sultan Ternate yang dikhianati bangsa Portugis dan kemudian dibunuh adalah ….
a. Sultan Hairun
b. Sultan Hasanudin
c. Sultan Baabullah
d. Sultan Iskandar Muda
24. Munculnya perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said terhadap Pakubuwono III disebabkan ….
a. Pangeran Mangkubumi ingin jadi Raja Mataram
b. Pakubuwono III mengadakan kerja sama dengan Portugis
c. VOC menutup jalur perdagangan daerah pantai utara Jawa kepada VOC
d. Pakubuwono III menyerahkan daerah utara Jawa kepada VOC
25. Dalam menghadapi Sultan Hasanuddin, VOC menggunakan politik adu domba. Terbukti VOC bersekutu dengan Aru Palaka, Raja …
a. Bone
b. Goa
c. Saparua
d. Soppeng
B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Ketampakan tertentu dari suatu wilayah digambarkan oleh peta …… tematik
2. Dataran rendah memiliki ketinggian rata-rata …. 0 – 700 meter
3. Dataran Tinggi Dieng berada di Provinsi … Jawa Tengah
4. Atmosfer memiliki lapisan paling bawah yang disebut … troposfer
5. Hujan zenithal adalah hujan yang terjadi di daerah …. Khatulistiwa (tropis)
6. Sungai besar di Kalimantan sangat cocok untuk keperluan … transportasi
7. N.J. Krom adalah pendukung masuknya pengaruh Hindu–Buddha ke Indonesia yang dibawa oleh kaum …. Waisya
8. Proses masuknya Islam ke Indonesia tidak terlepas dari aktivitas …. perdagangan
9. VOC berhasil menanamkan pengaruhnya ketika Banten di bawah pimpinan … Sultan Haji
10. Pasukan Belanda yang dikalahkan oleh Mangkubumi dan Raden Mas Said dipimpin oleh …. Mayor De Clerx
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan manfaat peta!
Jawab:
Manfaat dari peta antara lain.
a. Peta dapat digunakan untuk mengetahui letak, luas, dan arah di mana kita berada.
b. Peta dapat digunakan untuk mengetahui pola persebaran penduduk pada suatu daerah/wilayah.
c. Peta dapat digunakan untuk mengetahui jenis-jenis tanah pada suatu wilayah sehingga kita dapat mengetahui daerah subur atau yang tidak subur.
d. Peta dapat membantu menentukan daerah waktu dengan menggunakan bantuan garis bujur.
e. Peta dapat membantu menentukan daerah iklim matahari pada daerah yang dipetakan dengan bantuan garis lintang.
f. Peta dapat membantu mengetahui penyebaran dan jumlah hasil pertanian serta hasil tambang yang dipetakan.
2. Sebutkan pembagian iklim matahari!
Jawab:
Pembagian iklim matahari yaitu iklim tropis, subtropis, sedang, dan dingin.
3. Jelaskan saluran islamisasi melalui pernikahan!
Jawab:
Para pedagang Islam melakukan pernikahan dengan wanita pribumi, pernikahan dilakukan dengan syarat si wanita masuk Islam. Hal ini mencipatakan keluarga muslim, keluarga muslim berkembang perkampungan muslim kemudian menjadi masyarakat muslim.
4. Sebutkan beberapa tujuan dari pendirian VOC!
Jawab:
Tujuan dibentuknya VOC adalah menghindari persaingan sesama pedagang Belanda; menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia; melaksanakan monopoli perdagangan; menguasai pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.
5. Sebutkan isi dari Perjanjian Bongaya!
Jawab:
Isi perjanjian Bongaya 1667 M.
a. VOC mendapat hak monopoli perdagangan di Makassar.
b. VOC dapat mendirikan benteng di Makassar.
c. Makassar harus melepas Bone maupun pulau-pulau di luar Makassar.
d. Semua bangsa asing kecuali Belanda harus diusir dari Makassar.
e. Aru Palaka harus diakui sebagai raja Bone.

artikel lainnya fitur google mail

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Monday 4 May 2015 | blog

Brainware advertising menawarkan kepada anda yang ingin melakukan promosi baik indoor maupun outdoor dalam hal bikin…

Friday 30 January 2015 | blog

Montir Montir adalah orang yang mempunyai keahlian dalam memperbaiki mesin. Misalnya, montir sepeda motor adalah orang…

Wednesday 5 November 2014 | blog

No. Ref. 33/I/2013 23 Januari 2013 PT Bina Reka Nusa Rasuna Epicentrum Blok RO-01 Jl. H.R.…

Thursday 19 March 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI            …