Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

DISIPLIN DALAM BEKERJA

Oct
15
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

No Komponen Deskripsi Skor Perolehan 5 4 3 2 1 1 Disiplin Mentaati semua peraturan kerja secara konsisten tanpa instruksi dan pengawasan guru Mentaati semua peraturan kerja secara konsisten dengan sedikit pengawasan dari guru Mentaati semua peraturan kerja dengan pengawasan guru Peraturan kerja kadang-kadang dilanggar meski- pun diawasi Peraturan kerja sering dilanggar meskipun diawasi 2 Kejujuran Selalu jujur Jujur selama diawasi23 Kadang-kadang jujur Kadang-kadang tidak jujur walaupun diawasi Sering tidak jujur 3 Kerja sama Dapat bekerjasama dengan semua pihak (sesama teman maupun guru, pegawai) Bisa bekerjasama dengan group tertentu tanpa pengawasan guru Dapat bekerjasama dalam group kerja selama diawasi guru Hanya dapat bekerjasama dengan guru Tidak dapat bekerjasama walaupun dalam grup kerja 4 Mengakses dan meng-organisasi informasi Dapat mengskses dan memanfaatkan informasi terbaru Dapat mengakses informai tapi kurang memanfaatkannya Kadang-kadang mencari informasi baru Dapat memanfaatkan informasi baru tetapi terlambat Kurang mampu mengakses informasi baru 5 Tanggung jawab Dapat bertanggung jawab dalam segala kewajiban Bertanggungjawab tetapi hanya sebagian saja Kadang kadang bertanggung- jawab jika diawasi Bertanggungjawab selama menguntungkan dan diawasi Kurang bertanggung- jawab pada kewajibannya 6 Memecahkan masalah Dapat memecahkan masalah dengan baik tanpa bimbingan Dapat memecahkan masalah dengan baik atas bimbingan Dapat memecahkan sebagian besar masalah tanpa bimbingan Dapat memecahkan sebagian masalah walau tanpa bimbingan Semua masalah diselesaikan selalu dengan bantuan penuh 7 Kemandirian Dapat belajar sendiri tanpa pengawasan guru Dapat belajar sendiri dengan pengawasan guru Kadang kadang dapat belajar mandiri Kadang kadang mandiri jika daiawasi Kurang mampu bekerja mandiri 8 Ketekunan Tekun tanpa harus dibimbing Tekun selama dibimbing Kadang kadang tekun Kadang kadang kurang tekun walau dibimbing Kurang tekun walau dibimbing DESKRIPSI PENETAPAN SKOR SIKAP (ATTITUDE) KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : KEP. 188/MEN/2003 NOMOR : 25A TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL INSTRUKTUR DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendaya-gunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/ 3/2003 tentang Jabatan Fungsional Instruktur dan Angka Kreditnya, perlu mengatur petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Instruktur dan Angka Kreditnya; b. bahwa untuk tertib administrasi dalam pelaksanaannya, dipandang perlu menetapkan Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. dan Kepala Badan Kepegawaian Negara tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Instruktur dan Angka Kreditnya; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- pokok Kepegawaian, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999; 2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah; 3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah; 4. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/ Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah dan ditambah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 1991 tentang Latihan Kerja; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom; 11. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002; 12. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 13. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 14. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 15. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Departemen, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002; 16. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 2002; 17. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. Nomor KEP. 219/MEN/2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. ; 18. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/3/2003 tentang Jabatan Fungsional Instruktur dan Angka Kreditnya; MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL INSTRUKTUR DAN ANGKA KREDITNYA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan Bersama ini yang dimaksud dengan : 1. Instruktur, adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan pelatihan dan pembelajaran kepada peserta pelatihan di bidang atau kejuruan tertentu. 2. Instruktur tingkat terampil, adalah Instruktur yang mempunyai kualifikasi teknis yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan teknis dan prosedur kerja di bidang pelatihan dan pembelajaran kejuruan tertentu. 3. Instruktur tingkat ahli, adalah Instruktur yang mempunyai kualifikasi profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan, metodologi, dan teknik analisis di bidang pelatihan dan pembelajaran kejuruan tertentu. 4. Melatih, adalah keseluruhan kegiatan untuk memberikan, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan keterampilan, produktivitas, disiplin, sikap kerja, dan etos kerja pada tingkat keterampilan tertentu berdasarkan persyaratan jabatan dengan metoda pelatihan tertentu yang pelaksanaannya lebih mengutamakan praktek daripada teori. 5. Mengajar, adalah suatu proses interaksi edukatif antara peserta, Instruktur, dan lingkungan dengan metoda pengajaran tertentu yang pelaksanaannya lebih mengutamakan teori daripada praktek serta diarahkan pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya. 6. Peserta pelatihan, adalah masyarakat, pencari kerja, calon pekerja, pekerja/ Pegawai Negeri Sipil atau swasta, maupun pekerja yang lepas dari pekerjaannya. 7. Angka kredit, adalah nilai dari tiap butir kegiatan dan/ atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh Instruktur dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/ pangkat. 8. Unit Pelatihan/ pembelajaran, adalah unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, program, fasilitas dan pendanaan dengan tugas pokok dan fungsi melakukan pelatihan dan pembelajaran kepada peserta pelatihan untuk mencapai tingkat kualitas keterampilan dan keahlian tertentu dan dikelola menurut sistem tertentu. 9. Instansi Pembina jabatan fungsional Instruktur, adalah Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. 10. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat, adalah Menteri, Jaksa Agung, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan, Kepala Kepolisian Negara, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/ Tinggi Negara, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen. 11. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi, adalah Gubernur. 12. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota, adalah Bupati/ Walikota. 13. Pejabat yang berwenang mengangkat, membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Instruktur adalah pejabat pembina kepegawaian yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 14. Pemberhentian, adalah pemberhentian dari jabatan fungsional Instruktur dan bukan pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit Instruktur disampaikan setelah menurut perhitungan sementara Instruktur yang bersangkutan, jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/ pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi dan dibuat menurut contoh formulir sebagai berikut: a. Lampiran Ia, Ic, atau Ic untuk Instruktur tingkat Terampil ; b. Lampiran IIa, IIb, atau IIc untuk Instruktur tingkat Ahli ; (2) Setiap usul penetapan angka kredit Instruktur wajib dilampiri dengan : a. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan pelatihan dan bukti-bukti fisiknya, serta dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III, b. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan pelatihan dan bukti-bukti fisiknya, serta dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV; c. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi dan bukti-bukti fisiknya, serta dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran V; d. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pendukung kegiatan Instruktur dan bukti-bukti fisiknya, serta dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran VI; e. Surat Pernyataan menjalani kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) dan bukti fisiknya, serta dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran VII; f. Foto copy atau salinan yang disahkan oleh pejabat berwenang mengesahkan bukti-bukti mengenai Ijazah/ Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan dan/ atau keterangan/ penghargaan yang pernah diterima. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat, dilakukan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut: a. Untuk kenaikan pangkat periode April, angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. b. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober, angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. Pasal 3 (1) Setiap usul penetapan angka kredit bagi Instruktur harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai dengan berpedoman pada Lampiran I atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/3/2003. (2) Hasil penilaian Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran VIII dengan ketentuan : a. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan, dan b. Tembusan PAK disampaikan antara lain kepada : (1) Instruktur yang bersangkutan; (2) Pimpinan Unit Kerja Instruktur yang bersangkutan; (3) Sekretaris Tim Penilai yang bersangkutan; (4) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit; (5) Kepala Biro/ Bagian Kepegawaian Instansi/ Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang bersangkutan. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit sampai batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 2 ayat (3) maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit tersebut dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/ M.PAN/3/2003. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit, maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/3/2003, yaitu : a. Sekurang-kurangnya menduduki jabatan dan/atau pangkat setingkat dengan Instruktur yang dinilai; b. Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Instruktur; dan c. Dapat aktif melakukan penilaian. (2) Masa jabatan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjabat dalam 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut-turut sebagaimana dimaksud ayat (2), dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. (4) Jumlah anggota Tim Penilai yang berasal dari Instruktur harus lebih banyak daripada anggota Tim Penilai yang berasal dari pejabat lain bukan Instruktur. (5) Dalam hal komposisi jumlah Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (4) tidak dapat dipenuhi, maka Anggota Tim Penilai dapat diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam penilaian prestasi kerja Instruktur. Pasal 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Instansi Pusat adalah : a. Membantu Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat atau pejabat eselon I yang ditunjuk, dalam menetapkan angka kredit Instruktur Madya di lingkungan Instansi Pusat; b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat atau pejabat eselon I yang ditunjuk, yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam huruf a. (2) Tugas pokok Tim Penilai Unit Kerja adalah : a. Membantu Direktur, Kepala Pusat, Kepala Biro Kepegawaian atau pejabat lain yang membidangi pelatihan dan pembelajaran, yang setara dengan eselon II pada Instansi Pusat, dalam menetapkan angka kredit Instruktur Pelaksana sampai dengan Instruktur Penyelia dan Instruktur Pertama sampai dengan Instruktur Muda di lingkungan Instansi Pusat; b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direktur, Kepala Pusat, Kepala Biro Kepegawaian atau pejabat lain yang membidangi pelatihan dan pembelajaran, yang setara dengan eselon II pada Instansi Pusat, yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam huruf a. (3) Tugas Pokok Tim Penilai Daerah Provinsi adalah : a. Membantu Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk olehnya dalam menetapkan angka kredit Instruktur Pelaksana sampai dengan Instruktur Penyelia dan Instruktur Pertama sampai dengan Instruktur Madya di lingkungan Pemerintah Provinsi; b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuknya, yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam huruf a. (4) Tugas Pokok Tim Penilai Daerah Kabupaten/ Kota adalah: a. Membantu Bupati/ Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk olehnya dalam menetapkan angka kredit Instruktur Pelaksana sampai dengan Instruktur Penyelia dan Instruktur Pertama sampai dengan Instruktur Madya di lingkungan Pemerintah Kabupaten/ Kota; b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati/ Walikota atau pejabat lain yang ditunjuknya yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam huruf a. (5) Dalam hal Tim Penilai Daerah Kabupaten/ Kota belum dapat dibentuk karena belum adanya pejabat yang memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan, maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Daerah Kabupaten/ Kota lain terdekat, atau Tim Penilai Daerah Provinsi yang bersangkutan, atau Tim Penilai Instansi Pusat di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. (6) Dalam hal Tim Penilai Daerah Provinsi belum dapat dibentuk karena belum adanya pejabat yang memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan, maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Daerah Provinsi lain terdekat atau Tim Penilai Instansi Pusat di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. (7) Dalam hal Tim Penilai Instansi Pusat dan Tim Penilai Unit Kerja di luar Depnakertrans R.I. belum memungkinkan untuk dibentuk, maka penilaian dan penetapan angka kreditnya dapat dimintakan kepada Tim Penilai Pusat Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan, maka Ketua Tim Penilai mengusulkan penggantian anggota Tim Penilai secara definitif sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. (9) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai, Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. (10) Tata kerja dan tata cara Tim Penilai dalam melakukan tugas ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. selaku Pimpinan Instansi Pembina Jabatan Instruktur. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya, dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 16 ayat (2) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/ M.PAN/3/2003 Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli, baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2), digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Instruktur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) , dapat dipertimbangkan apabila: a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi; dan c. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (3) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dapat dipertimbangkan apabila: a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; dan c. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. (4) Kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Instruktur Madya pangkat Pembina Tk.I golongan ruang IV/b menjadi golongan ruang IV/c, ditetapkan oleh Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala BKN. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. Instruktur Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur, golongan ruang II/c sampai dengan untuk menjadi Instruktur Penyelia pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d; dan b. Instruktur Pertama pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b sampai dengan untuk menjadi Instruktur Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b; ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Provinsi yang menduduki jabatan : a. Instruktur Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur, golongan ruang II/c sampai dengan untuk menjadi Instruktur Penyelia pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d; dan b. Instruktur Pertama pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b sampai dengan untuk menjadi Instruktur Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b; ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/ Kota yang menduduki jabatan : a. Instruktur Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur, golongan ruang II/c sampai dengan untuk menjadi Instruktur Penyelia pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d; dan b. Instruktur Pertama pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b sampai dengan untuk menjadi Instruktur Muda, pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d; ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/ Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (8) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/ Kota yang menduduki jabatan Instruktur Muda pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d untuk menjadi Instruktur Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a sampai dengan Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan; Pasal 9 (1) Instruktur yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/ pangkat setingkat lebih tinggi, kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/ pangkat berikutnya. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan dua tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki, maka Instruktur yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki, dengan ketentuan : a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan; b. Setiap unsur penilaian dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (3) Instruktur yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat (2), setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut, yang berasal dari kegiatan unsur utama. BAB V PENGANGKATAN, PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan, pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari Jabatan Instruktur ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Instruktur ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IX; 2. Pembebasan sementara dari jabatan Instruktur ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran X. 3. Pemberhentian dari jabatan Instruktur ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran XI. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Instruktur dalam pencapaian angka kredit sebagai salah satu persyaratan kenaikan jabatan/ pangkat, maka pengangkatan Instruktur harus memperhatikan keseimbangan rasio beban kerja organisasi dengan jumlah Instruktur yang ada pada bidang kejuruan atau keahlian yang sejenis. (2) Di samping harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pengangkatan Instruktur harus didasarkan pada formasi jabatan yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara berdasarkan usulan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. dan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. (3) Pengangkatan dalam jabatan Instruktur untuk Pegawai Negeri Sipil Daerah, didasarkan pada formasi jabatan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi, Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota, setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Instruktur tidak dapat menduduki jabatan rangkap, baik dengan jabatan fungsional lain maupun dengan jabatan struktural. Pasal 13 (1) Instruktur Pelaksana, pangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b sampai dengan Instruktur Penyelia, pangkat Penata, golongan ruang III/c dan Instruktur Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Instruktur Madya, pangkat Pembina Tk. I, golongan ruang IV/b, dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit minimal yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. (2) Instruktur Penyelia, pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan pengembangan pelatihan dan atau pengembangan profesi. (3) Instruktur Madya, pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan pengembangan pelatihan dan atau pengembangan profesi. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Instruktur juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil berupa hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980; atau b. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun1966; atau c. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Instruktur; d. Cuti di luar tanggungan negara kecuali untuk persalinan ketiga dan seterusnya; atau e. Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. (5) Instruktur yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) huruf a selama menjalani hukuman disiplin tetap dapat melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat ditetapkan angka kreditnya. (6) Instruktur yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) huruf e, selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat pilihan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, apabila: a. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir; dan b. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Pasal 14 Instruktur diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, kecuali jenis hukuman disiplin tingkat berat berupa penurunan pangkat; atau 2. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1), tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/ pangkat setingkat lebih tinggi; atau 3. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) atau ayat (3), tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Instruktur yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 dapat diangkat kembali dalam jabatan Instruktur, apabila masa berlakunya hukuman disiplin tersebut telah berakhir. (2) Instruktur yang dibebaskan sementara karena diberhentikan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966, dapat diangkat kembali dalam jabatan Instruktur, apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi hukuman percobaan. (3) Instruktur yang ditugaskan di luar jabatan Instruktur dapat diangkat kembali dalam jabatan Instruktur, apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Instruktur. (4) Instruktur yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada Instansi semula, dapat diangkat kembali dalam jabatan Instruktur. (5) Instruktur yang telah selesai menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan, diangkat kembali dalam jabatan Instruktur. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Instruktur sebagaimana tersebut dalam Pasal 15, jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Instruktur atau perpindahan antar jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, 23, dan 24 atau Pasal 25 Keputusan MENPAN Nomor 36/KEP/M.PAN/3/2003; b. Memiliki pengalaman di bidang pelatihan dan pembelajaran sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun; c. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya; dan d. Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP-3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya, sedangkan jenjang jabatan Instruktur ditetapkan sesuai dengan jenjang pendidikan formal yang ditamatkan dan angka kredit yang diperoleh setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang yang berasal dari unsur utama lainnya. (3) Bagi Instruktur yang karena perpindahan jabatan, memiliki pangkat/ golongan ruang lebih tinggi dari jabatan Instruktur yang diperolehnya dapat mengajukan kenaikan jabatan satu tingkat lebih tinggi setelah satu tahun dalam jabatannya dan memenuhi angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan jabatan tersebut sepanjang tidak melampaui jenjang kepangkatan yang ditentukan. BAB VIII PENYESUAIAN/ INPASSING DALAM JABATAN DAN ANGKA KREDIT Pasal 18 (1) Pegawai Negeri Sipil di luar Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. yang pada saat ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/ 3/2003 telah dan masih melakukan tugas pelatihan dan pembelajaran berdasarkan keputusan Pejabat yang berwenang dapat diangkat ke dalam Jabatan Instruktur melalui penyesuaian dengan ketentuan : a. Untuk Instruktur tingkat keterampilan harus memenuhi syarat : 1) Serendah-rendahnya berijasah SLTA; 2) Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b; dan 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. Untuk Instruktur tingkat keahlian harus memenuhi syarat : 1) Serendah-rendahnya berijasah Strata 1 (S.1)/ Diploma IV; 2) Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a; dan 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (2) Jenjang jabatan dan jumlah angka kredit penyesuaian/ inpassing sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada pendidikan, pangkat, dan masa kerja dalam pangkat terakhir sebagaimana tersebut dalam Lampiran V dan Lampiran VI Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/3/2003. (3) Masa kerja dalam pangkat terakhir untuk penyesuaian/ inpassing sebagaimana dimaksud Lampiran V atau Lampiran VI Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/3/2003 dihitung dalam pembulatan ke bawah, yaitu : a. Kurang dari 1 (satu) tahun, dihitung kurang 1 (satu) tahun; b. 1 (satu) tahun sampai dengan kurang dari 2 (dua) tahun, dihitung 1 (satu) tahun; c. 2 (dua) tahun sampai dengan kurang dari 3 (tiga) tahun, dihitung 2 (dua) tahun; d. 3 (tiga) tahun sampai dengan kurang dari 4 (empat) tahun, dihitung 3 (tiga) tahun; dan e. 4 (empat) tahun atau lebih, dihitung 4 (empat) tahun. (4) Penyesuaian/ inpassing dalam jabatan dan angka kredit Instruktur, ditetapkan oleh pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Instruktur dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran XII. (5) Penyesuaian/ inpassing dalam jabatan dan angka kredit Instruktur sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan setelah memperhitungkan formasi Instruktur. Pasal 19 (1) Penyesuaian/ inpassing dalam jabatan dan angka kredit Instruktur di luar Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, ditetapkan terhitung mulai tanggal 1Oktober 2003, dan harus selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada akhir Maret 2004. (2) Pegawai Negeri Sipil yang dalam masa penyesuaian/ inpassing telah dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya, maka sebelum disesuaikan dalam jabatan dan angka kredit terlebih dahulu dipertimbangkan kenaikan pangkatnya agar dalam penyesuaian/ inpassing jabatan dan angka kredit telah digunakan pangkat yang terakhir. (3) Terhitung mulai periode kenaikan pangkat 1 April 2004, kenaikan pangkat Instruktur sudah ditetapkan dengan angka kredit disamping memenuhi syarat lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 20 (1) PNS yang menduduki jabatan Widyaiswara dan tidak memenuhi syarat untuk disesuaikan dalam jabatan Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 01/KEP/M.PAN/1/2001, disesuaikan dalam jabatan Instruktur menurut Keputusan ini. (2) Jenjang jabatan Instruktur bagi Widyaiswara sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki terakhir dalam jabatan Widyaiswara. BAB IX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 21 Pegawai Negeri Sipil di luar Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang pada saat penyesuaian/ inpassing telah memiliki pangkat tertinggi berdasarkan pendidikan terakhir yang dimiliki atau jabatan terakhir yang diduduki serta telah memiliki masa kerja 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir, kenaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi dapat dipertimbangkan mulai periode kenaikan pangkat berikutnya berdasarkan angka kredit yang ditetapkan dalam surat keputusan inpassing dan telah memenuhi syarat lainnya. Pasal 22 Instruktur yang sedang dibebaskan sementara karena : 1. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil); atau 2. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Instruktur; atau 3. Cuti di luar tanggungan negara; dan kemudian yang bersangkutan telah mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil, diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapat hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 23 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi, pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Instruktur, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi selaku Instansi Pembina Jabatan Instruktur melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Instruktur. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Instruktur secara profesional sesuai kompetensi jabatan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi selaku Instansi Pembina, antara lain melakukan : a. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Instruktur; b. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis bagi Instruktur; c. Penetapan standar kompetensi Instruktur; d. Penyusunan formasi jabatan Instruktur; e. Pengembangan sistem informasi jabatan Instruktur; dan f. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Instruktur. BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 24 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/3/2003 tentang Jabatan Fungsional Instruktur dan Angka Kreditnya, maka nama dan jenjang jabatan Instruktur yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 24/MENPAN/1990 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Instruktur Latihan Kerja disesuaikan ke dalam nama dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/3/2003. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Instruktur. (3) Penyesuaian jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004. BAB X PENUTUP Pasal 25 Pelaksanaan teknis yang belum diatur dalam Keputusan Bersama ini akan diatur kemudian oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kepala BKN baik secara bersama-sama atau sendiri-sendiri sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Pasal 26 Untuk mempermudah pelaksanaan Keputusan Bersama ini,maka dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 36/KEP/M.PAN/3/2003 tentang Jabatan Fungsional Instruktur dan Angka Kreditnya sebagaimana tersebut pada Lampiran XIII. Pasal 27 Dengan berlakunya Keputusan Bersama ini, maka Surat Edaran Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Kepala BAKN Nomor SE-02/MEN/1990 dan Nomor 16/SE/1990 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Instruktur Latihan Kerja, dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 28 Keputusan Bersama ini disampaikan kepada instansi yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pasal 29 Keputusan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 10 Juli 2003 KEPALA MENTERI BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA Dto dto HARDIJANTO JACOB NUWA WEA BAB I PENGENALAN MICROSOFT WORD 2007 Microsoft Word 2007 merupakan versi terbaru dari Microsoft Office dengan perubahan tampilan atau fitur yang jauh berbeda dengan Microsoft Word versi – versi sebelumnya. Microsoft Word 2007 juga memiliki beberapa fasilits dan fungsi otomatis tambahan yang makin memudahkan penggunaanya dalam memformat dan memodifikasi dokumen sehingga tamoak menarik. Lingkungan Kerja Microsoft Office Word 2007 langkah untuk memulai program Microsoft Office 2007, klik tombol Start yang berada pada sudut kiri bawah Wondows. Pilih Menu All Program –> Microsoft Office –> Microsoft Office Word 2007, sehingga Program tersebut akan terbuka dan siap untuk dipergunakan. Berikut ini adalah gambar dan penjelasan dari elemen – elemen lembar kerja pada Microsoft Word 2007. Keterangan : • Office Button merupakan tombol yang berisi perintah – perintah standar untuk mengoperasikan file dokumen seperti : membuka dokumen, menutup dokumen, mencetak dokumen dan lain – lain • Tab merupakan bagian yang berbentuk tabulasi dan berisi serangkaian grup yang memuat beberapa tombol perintah yang relevan. • Grup bagian yang terletak dibawah tab dan berisi sederetan tombol – tombol perintah untuk menjalankan suatu proses tertentu. • Quick akses toolbar merupakan toolbar khusus dan terletak dibagian sudut kanan atas lembar kerja. Isi tombol – tombol perintah dalam toolbar ini dapat dimodifikasi, sehingga kita dapat menambah beberapa tombol perintah yangsering digunakan dalam toolbar ini. • Tombol Dialog merupakan tombol dengan symbol anak panah yang di bagian kanan nama grup. Tombol ini berfungsi untuk membuka kotak dialog yang berisi perintah – perintah yang lebih kompleks. • Garis Mistar (Ruler) berfungsi untuk menampilkan garis bats – batas pencetakan dokumen, marjin untuk mengatur ukuran lembar kerja, serta dapat digunakan untuk mengatur indentasi paragraph. • Baris Status (Status Bar) merupakan bagian yang berisi informasi – informasi yang terkait dengan dokumen yang sedang diolah, seperti informasi nomor dan jumlah halaman, jumlah kata dan sebagainya. • Tombol Pengatur tampilan Lembar Kerja merupakan bagian yang berisi sederetan tombol perintah untuk mengatur tampilan dokumen dalam lembar ker ja. • Zoom Level merupakan bagian yang berisi sederetan tombol perintah untuk mengatur ukuran tampilan dokumen dalam lembar kerja. TUGAS I Membuat Rangkuman FUNGSI MENU DAN ICON 1. Office Button 2. Tab Home a) Grup Clip board b) Grup Font c) Grup Paragraf 3. Tab Insert a) Grup Table “berfungsi untuk membuat table b) Grup Ilustration 4. Tab Page Lay Out a) Grup Page Set up b) Grup Paragrap BAB II PENGGUNAAN MENU & ICON I. Mengoperasikan Microsoft Word A. Membuka Microsoft Word Untuk membuka Microsoft Word ada 2 cara, yaitu : 1. Double Click icon Microsoft Word pada Desktop 2. Click Start  Programs  Microsoft Office  Microsoft Word 2007 B. Membuat Dokumen Baru Jika kita baru memulai mengoperasikan Microsoft Word, biasanya akan langsung ditampilkan dokumen kosong yang siap untuk ditulisi. Namun, jika komputer tidak secara otomatis menyediakan dokumen kosong, ada 2 cara yang dapat menjadi alternatif dalam membuat dokumen baru. 1. Click icon atau tekan Alt+F  New  Blank Document 2. Tekan Ctrl+N pada keyboard C. Membuka File yang sudah Tersimpan Ada beberapa cara untuk membuka file yang telah tersimpan dalam folder komputer kalian, antara lain : 1. Click icon atau tekan Alt+F  Open 2. Tekan Ctrl+O pada keyboard Dari ketiga cara di atas, akan menghasilkan tampilan kotak dialog Open File, pilih file yang ingin dibuka dengan menentukan letak foldernya terlebih dahulu. Click tombol Open, maka file yang dipilih akan dibuka oleh Microsoft Word. D. Menyimpan Dokumen Segera setelah memulai penulisan sebuah dokumen sedapat mungkin dilakukan penyimpanan. Hal ini bertujuan untu menghindari dari hilangnya dokumen. Ada beberapa cara untuk menyimpan file dalam folder komputer kalian, antara lain: 1. Click icon atau tekan Alt+F  Save As 2. Klik icon Save pada ribbon 3. Tekan Ctrl+S pada keyboard Kemudian akan ditampilkan kotak Dialog Save As. Ketikkan nama file dokumen anda, dan Click Save. E. Menutup File Dokumen 1. Click icon atau tekan Alt+F  Close 2. Klik icon pada ribbon F. Menutup Jendela Microsoft Word Pada saat menutup jendela Microsoft word, anda pastikan terlebih dahulu bahwa dokumen telah tersimpan dengan benar. 1. Click icon atau tekan Alt+F Exit Word 2. Click pada kanan atas dari jendela Microsoft Word II. Mengedit Teks Jika anda membuat kesalahan selama penulisan teks, Anda dapat memperbaikinya dengan : 1. Tekan tombol BacksSpace pada keyboard untuk menghapus satu karakter di kiri titik sisip. 2. Tekan tombol Delete pada keyboard untuk menghapus karakter di kanan titik sisip. 3. Tekan Ctrl+Y pada keyboard, untuk melakukan pengualangan teks (repeat). 4. Tekan Ctrl+Z pada keyboard atau klik icon Undo pada ribbon, untuk menghapus teks 5. Untuk pindah ke baris baru tanpa menyisipkan sebuah tanda paragraf, tekan tombol Shift+Enter. A. Mengcopy Teks Untuk meng-copy teks yang anda pilih ke lokasi lain, lakukan : 1. Block teks yang akan anda copy 2. Click icon copy pada ribbon 3. Click icon paste pada ribbon Selain cara copy-paste di atas, ada juga cara lain dengan menggunakan keyboard. Untuk mengcopy gunakan Ctrl+C sedangkan untuk paste gunakan Ctrl+V. B. Memformat Teks Anda dapat mengatur format teks dengan menggunakan salah satu cara berikut ini : 1. Block teks yang akan anda format, kemudian atur formatnya sesuai yang anda inginkan. 2. Tempatkan kursor pada posisi awal kemudian mengatur formatnya. Dengan cara ini, semua teks yang Anda ketik mulai dari posisi awal akan mengikuti format yang Anda pilih sampai Anda melakukan perubahan kembali atau memindahkan posisi kursor ke bagian lain dari dokumen. Untuk mengatur teks anda dapat menggunakan grup Font yang ada pada ribbon. Atau dapat juga diatur dengan menggunakan kotak dialog Font dengan hotkey Ctrl+D atau Ctrl+Shift+F III. Mengatur Paragraf Untuk mengatur paragraph anda dapat menggunakan grup Paragraph pada ribbon. A. Mengatur Perataan Teks Paragraf Perataan teks dalam paragraf dapat dilakukan dengan posisi rata sisi kiri (left-align), rata sisi kanan (right-align), ditengah (center) dan rata sisi kiri dan kanan (justify). • Rata kiri : Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. • Rata tengah : Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. • Rata kanan : Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. • Rata kiri kanan (justify) : Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya B. Mengatur Indentasi Anda dapat mengatur indentasi paragraf terhadap margin kiri, margin kanan atau keduanya. Anda juga dapat membuat indentasi hanya pada baris pertama. Klik pada ribbon Page Layout > pilih margin > costom margin. C. Mengatur Jarak Spasi Baris Apabila diperlukan, Anda dapat mengatur jarak spasi dari baris agar masing-masing baris mempunyai jarak yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan.  Menyisipkan tabulasi juga sering digunakan dalam membuat dokumen. Cara paling mudah dalam menggunakan tabulasi adalah dengan memposisikan pointer pada Ruler kemudian klik pointer sehingga muncul simbol tabulasi. Untuk menghapus tabulasi, seret simbol tabulasi keluar Ruler. Ada lima alignment yang dapat dipilih, yaitu Left , Center , Right , Decimal dan Bar . BAB III MEMBUAT NASKAH A. Membuka Microsoft Word Untuk membuka Microsoft Word, ada beberapa cara yang bisa ditempuh, diantaranya adalah : 1. Klik Tombol Start yang ada di taskbar. 2. Pilih menu Program 3. Kemudian pilih dan klik program aplikasi Microsoft Word.Tunggu sampai jendela program Microsoft Word ditampilkan. B. Membuat Dokumen baru. Jika kita baru memulai mengoperasikan Microsoft Word, biasanya akan langsung ditampilkan dokumen kosong yang siap untuk ditulis. Namun, jika komputer tidak secara otomatis menyediakan dokumen kosong, cara berikut ini bisa menjadi alternatif dalam membuat dokumen baru. 1. Pada jendela Microsoft Word , pilih menu File, klik tombol New, kemudian klik Tombol general. 2. Double klik pada icon Blank Document untuk membuat dokumen baru. 3. Jendela siap untuk digunakan pengetikan. Atau bisa juga menggunakan alternatif cara : 1. Klik tombol New Document yang ada pada baris menu. 3 2. Pada jendela program Microsoft Word, dapat kita pilih menu File, New, maka setelah kita memilih Blank Document, dokumen kosong akan ditampilkan pada layar komputer anda. 3. Selain kedua alternatif di atas, bisa juga dengan langsung menekan tombol Ctrl+N, maka dokumen baru akan ditampilkan di layar anda. C. Membuka File yang sudah tesimpan 1. Klik menu File dan klik tombol Open, maka akan tampil kotak dialog Open. 2. Pilih file yang ingin dibuka dengan menentukan letak foldernya terlebih dahulu. 3. Klik pada nama file yang akan dibuka. 4. Klik tombol Open, maka file yang tadi dipilih akan dibuka oleh Microsoft Word Alternatif lain : 1. Klik tombol Open File pada baris menu. Tekan Ctrl+O. Dari kedua cara di atas, akan menghasilkan tampulan kotak dialog Open File, pilih file yang ingin dibuka dengan menentukan letak foldernya terlebih dahulu. Klik tombol Open, maka file yang dipilih akan dibuka oleh Microsoft Word. Gambar 10 Tampilan Kotak Dialog Open A. TUGAS PRAKTIKUM Setelah dapat membuka program MS Word 2007, praktikan diharapkan dapat membuat dokumen yang telah ditentukan dan kemudian menyimpan dokumen tersebut sesuai dengan aturan yang telah diberikan oleh Dosen Pengampu/Asisten Praktikum. Berikut adalah dokumen yang akan dibuat. Pengaturan Page Setup : Kertas : A4 Font : Tahoma Margin : Left : 2.5 Right : 2.5 Top : 3 Bottom : 3 Orientation : Portait PENGENALAN TEKNIK PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Perubahan gaya hidup manusia seiring dengan kemajuan teknologi telah menghasilkan hal-hal baru yang luar biasa canggihnya. Saat ini teknologi bukan hanya suatu ilmu namun telah menjadi teman terbaik manusia yang melekat di setiap aktifitasnya. Salah satu anak teknologi masa kini adalah internet. Kemampuan menghubungkan manusia di tempat yang berbeda membuat komunikasi internet sangat popular. Sehingga kecepatan akses data pun sangat berpengaruh, salah satunya adalah akses citra atau image. Citra atau image adalah gambaran suatu benda yang mampu diinterpretasikan oleh indera penglihatan, jenisnya antara lain citra optik seperti foto, citra analog seperti video atau gambar yang berada di monitor televisi, dan citra digital contohnya gambar yang telah berupa data digital. Secara umum citra akan dibedakan menjadi empat, yaitu citra kontinyu-kontinyu, citra kontinyu-diskrit, citra diskrit-kontinyu, dan citra diskrit-diskrit. Citra kontinyu adalah citra dengan presisi tidak terhingga, sedangkan citra diskrit adalah citra dengan presisi yang terhingga. Sehingga hanya citra diskrit-diskrit yang dapat diolah oleh komputer, karena komputer bekerja denga presisi yang berhingga. (Rohmah, 2000,7) Teknik pengolahan citra akan menggunakan MATLAB yang merupakan suatu program teknik pengolahan data dengan komputasi tinggi, dilengkapi dengan visualisasai dan program yang mudah untuk digunakan di berbagai situasi, dimana solusi permasalahan akan diekspresikan dalam notasi matematika. (Gonzales, 2005,4) BAB IV MENGEDIT NASKAH A. Mengedit Teks Jika anda membuat kesalahan dalam proses pengetikan, Anda dapat memperbaikinya dengan berbagai cara berikut ini : • Tekan tombol BacksSpace untuk menghapus satu karakter di kiri titik sisip. • Tekan tombol Delete untuk menghapus karakter di kanan titik sisip. • Untuk melakukan pengulangan dari teks yang baru Anda ketik, pilih menu Edit, Repeat Typing (Ctrl+Y). 6 • Untuk menghapus teks yang baru saja Anda ketik, pilih dan klik menu Edit, Undo Typing (Ctrl+Z) atau klik tombol Undo pada toolbar Standard. • Untuk pindah ke baris baru tanpa menyisipkan sebuah tanda paragraf, tekan tombol Shift+Enter. a . Meng-Copy / Menyalin Teks Untuk menyalin teks yang Anda pilih ke lokasi lain, ikuti langkah berikut ini : 1. Pilih teks yang akan Anda salin. 2. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Copy (Ctrl+C). 3. Tempatkan titik sisip di lokasi baru. 4. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Paste (Ctrl+V). Selain cara tersebut di atas, Anda dapat juga menyalin teks degan menggunakan tombol. Copy Paste b. Men-Delete / Menghapus Teks. Untuk menghapus teks yang telah Anda pilih, ikuti langkah berikut ini. 1. Pilih teks yang akan anda hapus. 2. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Clear atau tekan tombol Delete. c. Meng-Cut-Paste/Memindahkan Teks. Untuk memindahkan teks yang Anda pilih ke lokasi yang baru, ikuti langkah berikut ini 1. Pilih teks yang akan Anda pindahkan 2. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Cut (Ctrl+X). 3. Tempatkan titik sisip pada lokasi baru. 4. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Paste (Ctrl+V). Cut Paste d. Format teks Anda dapat mengatur format teks dengan menggunakan salah satu cara berikut ini : • Pilih atau sorot teks yang akan anda format, kemudian atur formatnya sesuai yang anda inginkan. • Tempatkan titik sisip pada posisi awal pengetikan teks,atur formatnya, kemudian ketik teks yang Anda inginkan. Dengan cara ini, semua teks yang Anda ketik mulai dari posisi titik sisip akan mengikuti format yang Anda pilih sampai Anda melakukan perubahan kembali atau memindahkan posisi titik sisip ke bagian lain pada dokumen. 1. Mengubah Jenis dan Bentuk Huruf (Font) Setiap jenis dan bentuk huruf (Font) mempunyai nama, misalnya Arial, Times, Courier dan lain-lain. Untuk mengubah Font dari teks yang sebelumnya telah Anda ketik, ikuti langkah berikut : • Pilih atau sorot teks yang akan Anda ubah fontnya. • Pilih dan klik font yang Anda inginkan pada tombol daftar pilihan font yang terdapat pada baris toolbar Formatting atau tekan tombol Ctrl+Shift+F7. Gambar 11 Tampilan bentuk huruf a. Mengubah Ukuran Huruf (Font Size) Semua teks yang anda ketikkan pada dokumen baru dengan menggunakan template Blank Document akan memakai pilihan default font Times New Roman dengan ukuran huruf 10 point. Untuk mengubah ukuran huruf (font size) dari teks yang sebelumnya anda ketik, ikuti langkah berikut ini : • Pilih atau sorot teks yang akan anda ubah ukurannya. • Pilih dan klik ukuran yang anda inginkan pada tombol daftar pilihan Font Size yang terdapat pada baris toolbar formatting atau tekan tombol Ctrl+Shift+P. b. Memilih Gaya Tampilan Huruf (Font Style) Untuk mengubah gaya tampilan huruf (font style) dari teks yang sebelumnya telah anda ketik, ikuti langkah berikut ini : • Pilih atau sorot teks yang akan Anda ubah gaya tampilannya. E. Mengatur Perataan teks dalam Paragraf Perataan teks dalam paragraf dapat dilakukan dengan posisi rata sisi kiri (left-align), rata sisi kanan (right-align), ditengah (center) dan rata sisi kiri dan kanan (justify). Untuk mengatur perataan teks dari paragraf, ikuti langkah berikut ini: 1. Pilih dan tempatkan titik sisip pada paragraf yang akan anda format. 2.Pilih dan klik menu Format, Paragraph. Kotak dialog paragraph akan ditampilkan. 3. Pada kotak dialog Paragraph, klik tab Indent and Spacing. Pada tombol daftar pilihan, Alignment, pilih perataan teks yang anda inginkan. • Left untuk perataan kiri • Centered untuk penempatan di tengah • Right untuk perataan kanan. • Justified untuk perataan penuh di kiri dan kanan. 4. Contoh format paragraf yang Anda pilih, dapat Anda lihat pada kotak Preview. 5. Klik OK. Gambar 12 Tampilan Tampilan teks dalam paragraf Selain itu, perataan teks dari paragraf dapat dilakukan dengan menekan salah satu dari tombol Gambar 13 Tampilan Perataan F . Mengatur Jarak Spasi Baris Apabila diperlukan, Anda dapat mengatur jarak spasi dari baris agar masing-masing baris mempunyai jarak yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatur jarak spasi baris menggunakan menu, ikuti langkah berikut : 1. Pilih atau tempatkan titik sisip pada paragraf yang akan Anda format. 2. Pilih dan klik menu Format, Paragraph. Kotak dialog Paragraph akan ditampilkan. 3. Pada kotak dialog tersebut, klik tab Indents and Spacing. 4. Pada bagian Spacing, tentukan jarak spasi baris yang anda inginkan. Kotak isian Before, diisi dengan jarak spasi sebelum paragraph Kotak isian After, diisi dengan jarak spasi sesudah paragraph. Gambar 14 Tampilan kotak paragraf 5. Kotak daftar pilihan Line Spacing, diisi dengan jarak spasi baris yang diinginkan. Single untuk jarak spasi satu. 1.5 lines, untuk jarak spasi satu setengah. Double, untuk jarak spasi dua. At least, untuk menentukan jarak spasi minimal. Exactly, untuk menentukan jarak spasi yang pasti. Multiple, untuk menggandakan jarak spasi Single menjadi Dua, 1.5 lines menjadi Tiga dan Double menjadi Empat. 6. Contoh format paragraf yang anda pilih dapat dilihat pada kotak Preview. 7. Klik OK. G. Mengatur Format Halaman Yang dimaksud dengan mengatur format halaman di antaranya mengubah ukuran kertas, mengatur margin, memasang nomor halaman, dan lain-lain. a. Mengubah Ukuran kertas dan Orientasi Pencetakan Untuk mengubah ukuran kertas, dan orientasi pencetakan, ikuti langkah berikut ini : 1. Pilih dan klik menu File, Page Setup. Kotak dialog Page Setup akan ditampilkan. 2. Pada kotk dialog Page Setup, klik tab Paper Size. Gambar 15 Tampilan Page Setup 3. Pada tombol daftar pilihan Paper Size, pilih dan klik ukuran kertas yang akan Anda gunakan. Atau gunakan kotak Width untuk menentukan lebar kertas, dan kotak Height untuk menentukan tinggi kertassesuai dengan keinginan Anda. 4. Pada kotak Orientation, beri tanda atau klik tombol pilihan Portrait untuk pencetakan dengan posisi tegak atau Landscape untuk pencetakan dengan posisi tertidur. 5. Pada tombol daftar pilihan Apply To, pilih dan klik bagian dokumen yang akan memakai ukuran kertas dan orientasi yang baru. Whole Document, pengaturan baru akan berlaku untuk seluruh halaman. This Point Forward, Microsoft Word akan menyisipkan tanda pemisah Continuous pada titik sisip dan pengaturan baru akan dimulai pada bagian yang baru. This Section, pengaturan baru akan berlaku pada bagian tempat titik sisip Berada. 6. Lihat hasilnya pada kotak Preview dan klik OK untuk menutup kotak dialog. b . Mengatur Margin Margin merupakan jarak antara tepi daerah pengetikan teks dengan tepi halaman kertas. Apabila Anda membuka dokumen baru dengan menggunakan Blank Document, Microsoft Word akan menggunakan template normal dengan batas margin atas dan bawah 1 inci serta batas margin kiri dan kanan 1.25 inci. Pengaturan margin akan berlaku untuk seluruh dokumen, kecuali jika Anda telah memilih teks tertentu atau membagi dokumen ke dalam beberapa bagian. Untuk mengatur margin dari dokumen dengan menggunakan menu, ikti langkah berikut ini : a. Pilih dan klik menu File, Page Setup. Kotak dialog Page Setup akan ditampilkan. b. Pada kotak dialog Page Setup, klik tab Margins. c. Tentukan jarak dari batas margin yang Anda inginkan. Top, untuk menentukan batas margin atas. Bottom, untuk menentukan batas margin bawah. Left, untuk menentukan batas margin kiri pengetikan. Right, untuk menentukanbatas margin kanan pengetikan. Gutter, untuk menambahkan spasi lebih pada margin kiri jika Anda tidak memberi tanda pemilihan pada kotak cek Mirror margins atau menambahhkan spasi lebih pada bagian dalam (margin kiri untuk halaman ganjil dan margin kanan untuk halaman genap) untuk daerah penjilidan jika Anda memberi tanda pemilihan pada kotak cek Mirror margins. Gambar 16 Tampilan Pege Setup d. Pada kotak isian Header, tentukan jarak dari tepi atas kertas ke isi header. Dan pada kotak isian Footer, tentukan jarak dari tepi bawah kertas ke isi footer. e. Pada kotak pilihan Apply To, pilih dan klik bagian mana dari dokumen yang akan memakai margin baru. f. Beri tanda atau klik kotak cek Mirror Margins, jika Anda ingin ukuran margin kiri pada halaman genap menjadi ukuran margin kanan pada halaman ganjil dan ukuran margin kanan pada halaman genap akan menjadi ukuran margin kiri pada halaman ganjil. g. Lihat hasilnya pada kotak Preview, dan klik OK untuk menutup kotak dialog. BAB V MAIL MERGE Fasilitas Mail Merge atau Surat gabung dalam Program Word biasanya digunakan dalam pembuatan dokumen yang bentuknya sama namun isi variabelnya berlainan, misalnya adalah surat undangan, sertifikat, dan lain-lain. Sebagai Contoh di samping adalah bentuk sertifikat yang di buat untuk banyak orang. Semua sertifikta bentuknya sama, namun isi variable ( Nama, NIS, Alamat) berlainan untuk tiap orang. Untuk membuat sertifikat tersebut, bentuk sertifikat cukup di ketik dalam satu halaman, sedangkan pengetikan data dilakukan melalui fasilitas Mail Merge. Dalam pembuatan dokumen menggunakan fasilitas Mail Merge, ada 2 bagian yang perlu di buat yaitu :  Dokumen Utama (Main Document) Teks atau naskah yang bentuknya sama Disimpan sebagai file dokumen utama.  Sumber Data ( Data Source) Data atau informasi yang akan di masukkan Ke dokumen utama (data-data di bagian Variabel ) Disimpan sebagai file sumebr data. Kedua File tersebut digabungkan menjadi sebuah bentuk dokumen Mail Merge. Data-data yang di simpan di file di munculkan dalam bentuk <>. a. Dokumen Utama Dokumen utama sebaiknya dibuat terlebih dahulu sesuai bentuk naskah yang diinginkan. Pada saat pengetikan naskah dokumen utama, data-data isian di bagian Variabel (Field) harus dikosongkan seperti pad gambar di atas. Setelah dokumen utama selesai di buat, lakukan proses penyimpanan dokumen langkah selanjutnya adalah pembuatan sumber data. b. Sumber data Bagian ini merupakan tahapan pembuatan dokumen baru untuk mengetik data-data isian dari variable (Field) yang telah di buat di dokumen utama. Pembuatan sumber data baru dilakukan secara bertahap pada kotak dialog Mail Merge melalui banyak pilihan-pilihan yang harus di tentukan . Kalimat-kalimat pada kotak dialog harus dibaca terlebih dahulu untuk menentukan pilihan yang ada sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Untuk mempermudah, berikut ini akan di jelaskan cara membuat sumber data untuk mengisi variable sertifikat yang masih kosong lihat gamabra di bawah ini. Variabel yang akan yang akan di buat adalah Nama, NIS, Alamat, dan sertifikat dibuat untuk 3 orang. Langkah-langkah dalam pembuatan data baru adalah sebagai berikut : – Pilih menu Tools – Letters and Mailings – Mail Merge – Tampil kotak dialog pada gambar di bawah ini – Pilih letters (memilih bentuk dokumen surat) kemudian NEXT Gambar 17 Tampilan Tool Leter and Mailings – Tampilan kotak dialog pada tahap dua (lihat pada Gambar) – Pilih Use the current document (dokumen utama sebagai acuanya) lalu klik Next. – Lalu tampil kotak dialog tahap tiga (lihat pada gambar) – Pilih Type a New list (pembukaan Sumber data baru) lalu klik Create – Tampil kotak dialog New Address List ( lihat Gmabar ) yang sudah berisi variable standar program Word. – Untuk mengisi data-data isian pada variable yang sudah di buat di dokumen utama – Variabel-variabel yang sudah ada harus di hapus semuanya dan diganti dengan variable-variabel yang kita inginkan. – Pilih customize (untuk mengganti Variabel yang ada). Gambar 18 Tampilan New Adress List – Tampilan kotak dialog Customize Address List ( Lihat Gambar) – Pilih Delete untuk menghapus semua variablel – Kotak dialog Customize Address List menjadi kososng – Pilih Add untuk membuat beberapa Variabel yang diinginkan – Pilih Ok setelah 3 variabel selesi di buat. – Program akan menampilkan kembali kotak dialog New Address List yang baru berisi Variabel, Nama, NIS, alamat ( Lihat Gambar) – Ketik data isian variable untuk satu orang – Pilih New Entry untuk memasukkan data orang berikutnya – Pilih Close data orang terakhir sudah di ketik – Selanjutnya program menampilkan kotak dialog Save Addres List( lihat gambar diatas) yang merupakan perintah untuk menyimpan sumber data. – Ketik nama File sumber data ( cara sama dengan menyimpan dokumen biasa) – Pilih save untuk proses penyimpanan – - – dokumen sumber data. Gambar 19 Tampilan Save Mailing List – Setelah proses penyimpanan selesai, selanjutnya akan ditampilkan kotak dialog Mail Merge Recipients ( Lihat gambar di atas ) – Merupakan suatu tampilan dokumen sumber data yang telah tersimpan – Berisi data-data isian variable sejumlah banyaknya orang yang dibuatkan sertifikat ( contoh : 3 orang). Gambar 20 Tampilan Mail Merge Recepients – Kotak dialog di atas merupakan tahapan terakhir pada pembuatan sumber data baru – Klik Ok, program kembali layer dokumen utama Setelah tahap pembuatan sumber data selesai, secara otomatis pada dokumen utama akan tampil Toolbar Mail Merge ( Lihat gambar toolbar di bawah ini) Toolbar ini digunakan untuk memasukkan data-data pada variable di dokumen utama masih kosong. Gambar 21 Tampilan Mail Merge Cara memasukkan sumber data ke dokumen utama adalah : 1. Letakkan kursor data isian variable yang masih kosong 2. Klik ikon Insert Merge Field 3. tampilan kotak dialog Field 4. Klik Insert kemudian klik Close 5. Ulangi cara di atas untuk memasukkan variabel lain. Setelah semua Field di masukkan ke dokumen utama, terbentuk naskah yang di sebut Mail Merge ( seperti Gambar ). Gambar 21 Tampilan Insert Merge Field • Untuk menampilkan data field sebenarnya, klik ikon view Merged Data ( seperti gambar Toolbar di atas) • Untuk melihat data orang lain , klik panah pada ikon record. • Pencetakkan dilakukkan per halaman, atau jika ingin di cetak semua halaman, klik ikon merge printers. J . Mencetak dokumen Apabila anda ingin mencetak dokumen anda, dokumen tersebut harus sudah diaktifkan atau ditampilkan di layar. Untuk mencetak dokumen yang sedang aktif di layar, ikuti langkah berikut ini : 1. Pilih dan klik menu File, Print (Ctrl+P). Kotak dialog Print akan ditampilkan. 2. Pada tombol daftar pilihan Name, pilih dan klik printer driver yang anda inginkan. 3. Anda dapat menentukan halaman yang akan anda cetak, dengan cara melakukan pemilihan dan pengisian pada kotak Page Range. Klik tombol pilihan All, jika Anda bermaksud mencetak seluruh isi dokumen. Gambar 21 Tampilan Print Klik tombol pilihan Selection, bil Anda ingin mencetak teks yang anda pilih. 4. Apabila anda ingin mencetak dokumen tersebut lebih dari satu kali, isilah kotak isian Number of Copies dengan jumlah salinan yang anda inginkan. 5. Pada tombol daftar pilihan Print what, pilih Document bila ingin mencetak isi dokumen. 6. Tentukan halaman yang akan dicetak pada tombol pilihan Print. All pages in range, bila anda ingin mencetak halaman ganjil maupun halaman genap. Odd pages, jika Anda ingin mencetak halaman ganjil saja. Even pages, jika Anda ingin mencetak halaman genap saja. 7. Klik OK. Untuk membuat dokumen baru dalam aplikasi Microsoft word, ada dua cara yang bias di lakukan bias melalui menu pull down atau menu toolbar. Yaitu bias melalui file New, atau klik ikon New pada toolbar standar. Kemudian setelah anda membuka dokumen baru anda bias mengelakukan pengetikan teks. Apabila anda akan mengedit teks Jika anda membuat kesalahan selam proses pengetikan, Anda dapat memperbaikinya dengan berbagai cara berikut ini : • Tekan tombol BacksSpace untuk menghapus satu karakter di kiri titik sisip. • Tekan tombol Delete untuk menghapus karakter di kanan titik sisip. • Untuk melakukan pengulangan dari teks yang baru Anda ketik, pilih menu Edit, Repeat Typing (Ctrl+Y). • Untuk menghapus teks yang baru saja Anda ketik, pilih dan klik menu Edit, Undo Typing (Ctrl+Z) atau klik tombol Undo pada toolbar Standard. Untuk mengubah ukuran kertas, dan orientasi pencetakan, ikuti langkah berikut ini : 1. Pilih dan klik menu File, Page Setup. Kotak dialog Page Setup akan Di tampilkan. 2. Pada kotk dialog Page Setup, klik tab Paper Size. 3. Pada tombol daftar pilihan Paper Size, pilih dan klik ukuran kertas yang akan Anda gunakan. Atau gunakan kotak Width untuk menentukan lebar kertas, dan kotak Height untuk menentukan tinggi kertassesuai dengan keinginan Anda. 4. Pada kotak Orientation, beri tanda atau klik tombol pilihan Portrait untuk pencetakan dengan posisi tegak atau Landscape untuk pencetakan dengan posisi tertidur. 5. Pada tombol daftar pilihan Apply To, pilih dan klik bagian dokumen yang akan memakai ukuran kertas dan orientasi yang baru. Whole Document, pengaturan baru akan berlaku untuk seluruh halaman. This Point Forward, Microsoft Word akan menyisipkan tanda pemisah Continuous pada titik sisip dan pengaturan baru akan dimulai pada bagian yang baru. This Section, pengaturan baru akan berlaku pada bagian tempat titik sisip Berada. 6. Lihat hasilnya pada kotak Preview dan klik OK untuk menutup kotak dialog. Fasilitas Mail Merge atau Surat gabung dalam Program Word biasanya digunakan dalam pembuatan dokumen yang bentuknya sama namun isi variabelnya berlainan, misalnya adalah surat undangan, sertifikat, dan lain-lain. 1. Perintah untuk membuka dokumen baru ……. a. File – New c. File – Close e. File Exit b. File – Open d. File Save 2. Tombol shorcut Ctrl + O sama artinya dengan…. a. File – New c. File – Close e. File Exit b. File – Open d. File Save 3. Untuk membatalkan perintah yang telah terhapus maka klik ikon…. a. File – New c. File – Close e. File Exit b. File – Open d. File Save 4. Untuk mengatur ukuran kertas pada dokumen ….. a. Paper Aligment c. File Paper Setup e. File New b. Paper Setup d. File Page Number 5. Ikon di bawah ini yang berfungsi untuk menyimpan dokumen yang telah kita buat ……. a. b. c. d. e. 6. Perintah Schorcut di bawah ini yang berfungsi untuk print adalah… a. Crl + N c. Ctrl + S e. CTRL + Z b. CTrl + P d. CTRL + V 7. Untuk mengatur spasi paragraf langkah-langkah adalah …. a. Format Paragraf c. View paragraf e. Format Font b. Insert paragraf d. Paragraf 8. Surat Gabung dalam Microsoft Word di sebut ….. a. Drop Cap c. Mail Merge e. World Art b. Email d. Clip Art 9. Perhatikan di bawah ini 10. Tools 11. Leter and Mailing 12. Mail Merge 13. Show mail merge Toolbar Langkah-langkah untuk mengaktifkan toolbar adalah …. a. 1 dan 2 c. 2 dan 3 e. 1,2,3,4 b. 3 dan 4 d. 1, 2 3 10. Pada Gambar di samping number of copy berfungsi untuk …. a. Print c. Menggandakan perintah print b. Mengatur kertas c. Mengatrur halaman d. Mempermudah Print A. Deskripsi Mata pelajaran ini perlu diperkenalkan, dipraktekkan dan dikuasi peserta didik sedini mungkin agar agar mereka memiliki bekal untuk menguasi diri dalam kehidupan yang makin global yang di tandai dengan perubahan yang sangat cepat dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi tersebut diperlukan kemampuan dan kemauan sepanjang hayat untuk mempelajarinya. Mata pelajaran teknologi Informasi dan Komunikasi pada jenjang SMA ini mencakup penguasaan komputer , prinsip kerja berbagai peralatan komunikasi dan cara memperolehnya, mengelolah dan mengomunikasikan informasinya. Berikut sekilas uaraian identitas modul yang menemani siswa untuk belajar komputer. Nama Modul : TIK Jenjang : SMA/MA Kelas : X Semester : Genap B. Kegunaan mata latihan Setelah mempelajari modul ini di harapkan Siswa dapat lebih memahami penggunaan perangkat lunak pengolah kata untuk keperluan informasi. C. Standar Kompetensi Menggunakan Perangkat Lunak pengolah kata D. Susununan Judul Modul a. Modul 1 – Menu dan Ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata b. Modul 2 – Pengolahan Dokumen dalam perangkat lunak pengolah kata E. Bahan Pendukung – Computer – Internet – Buku-buku yang relevan lainya. F. Petunjuk umum mata latihan a. Petunjuk belajar Siswa 1. Seluruh siswa di harapkan dapat belajar secara aktif dari berbagai sumber selain modul ini, misalnya melalui majalah, media elektronik maupun internet. 2. Guru atau Instruktur berperan sebagai fasilitator dan pengarah dalam semua materi di modul ini, sehingga di harapkan terjadi timbal balik yang efektif dalam mempercepat penguasaan kompetensi peserta didik. b. Petunjuk untuk guru 1. Membantu peserta didik dalam merencanakan proses belajar, utamanya dalam materi-materi relatif baru bagi peserta didik. 2. Membimbing peserta didik melalaui tugas-tugas pelatihan yang di jelaskan dalam rahap belajar. 3. Membantu peserta didik dalam memahami dan menggunakan menu da ikon perangkat lunak pengolah kata 2003. 4. Menjelaskan kepada peserta didik menganai fungsi menu dan ikon perangkat lunak pengolah kata. 5. Mencatat pencapain siswa saat pembelajaran berlangsung. 6. Melaksanakan Penilaian. 1. Deskripsi a. Standar Kompetensi – Menggunakan Perangkat Lunak pengolah kata b. Kompetensi Dasar – Menunjukan menu dan ikon yang terdapat pada perangkat lunak pengolah kata c. Indikator – Mengidentifikasi kegunaan program pengolah kata – Mengaktifkan program – Mengakses menu pada program pengolah kata – Mengidentifikasi menu dan ikon pengolah kata 2. Materi Pembelajaran a. Mengenal Microsoft Microsoft Word b. Fungsi Menu dan Ikon 3. Metode Pembelajaran a. Tanya Jawab (quesioning). Diharapkan seluruh peserta didik dapat mengembangkan sifat ingin tahu melalui pengajuan pertanyaan. b. Work-Based Learning; pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. Diharapkan seluruh peserta didik dapat mempraktikkan cara mengakses internet seuai prosedur. c. Pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan sistem Self Based Learning atau sistem pemelajaran mandiri. Diharapkan seluruh peserta didik dapat belajar secara aktif dengan mengumpulkan berbagai sumber selain modul ini, misalnya melalui majalah, media elektronik maupun melalui internet. 4. Tujuan yang Dicapai Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu: a. Siswa dapat mengetahui kegunaan program apliksi pengolah kata b. Siswa dapat Mengaktifkan program pengolah kata c. Siswa dapat memahami fungsi menu dan ikon pengolah kata d. Siswa dapat mengetahui dan memahami tampilan perangkat lunak pengolah angka. (BAB II) PENGOPERASIAN SOFTWARE PENGOLAH KATA I. STANDART KOMPETENSI Melakukan operasi dasar komputer II. KOMPETENSI DASAR • Menunjukkan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata • Menggunakan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata • Membuat dokumen pengolah kata dengan variasi tabel, grafik, gambar, dan diagram III. INDIKATOR • Menjelaskan pengertian menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata • Menerangkan fungsi menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata • Mengidentikasi menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata • Menampilkan menu dan ikon yang tersembunyi dan menyembunyikan ikon-ikon yang tidak diperlukan • Mendemonstrasikan pembuatan dokumen baru • Memodifikasi jenis dan pengaturan pada teks • Mendemonstrasikan pembuatan mail merge • Mendemontrasikan cara mengolah dan mencetak dokumen • Membuat dan menghapus baris, kolom atau tabel • Menambah, menggabung serta mengatur lebar baris dan kolom • Membuat grafik • Mengoperasikan ikon drawing • Membuat karya dengan menggunakan program pengolah kata IV. MATERI PEMBELAJARAN MENGENAL MICROSOFT WORD Microsoft Word merupakan program aplikasi pengolah kata (word processor) yang yang biasa digunakan untuk membuat laporan, membuat dokumen berbentuk surat kabar, membuat label surat, membuat tabel pada dokumen, dan masih banyak lagi dukumen-dokumen lain yang biasa dibuat dengan menggunakan Microsoft Word. Sebelum memulai mengoperasikan Microsoft Word, ada baiknya jika kita mengenal beberapa istilah yang akan dipakai dalam modul ini. Di antaranya adalah istilah Screen Layout (tampilan layar), Menu, dan Toolbar. Screen Layout atau tampilan layar, sesuai dengan arti kata-kata penyusunnya, merupakan sebuah tampilan yang ditunjukkan komputer anda saat mengoperasikan program ini. Untuk tampilan dalam Microsoft Word, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 1. Beberapa kelebihan pada Microsoft Word • Pengoperasian mudah dan sederhana • Dapat memasukkan atau menggabungkan gambar (Grafik) atau objek Lain. • Tampilan yang digunakan adalah WYSIWYG ( What You See Is What You Get). artinya apa yang terlihat pada layar monitor adalah yang akan di hasilkan apabila kita mencetaknya pada printer. 2. Menjalankan Program Pada Microsoft Word Untuk memulai program Microsoft Word dari tampilan Windows, ikuti langkah-langkah sebagai berikut : a. Klik menu Star pada taskbar. b. Sorot ke Menu Program , Pilih Microsoft Word, Lalu klik atau tekan enter. Menu Program Icon Star Dekstop Gambar 1 Tampilan Microsoft Word c. Setelah itu Microsoft Word akan menampilkan lembar kerja seperti Gambar 2 Elemen Dasar Microsoft Word Elemen dasar yang perlu di katahui dalam word diantaranya : • Baris Judul ( Title Bar), berisi nama file dan nama program yang sedang aktif • Baris Menu (Menu Bar), perintah-perintah yang di sajikan dalam bentuk tulisan. • Baris Toolbar (Tool Bar), perintah-perintah yang disajikan dalam bentuk tulisan. • Baris Penggulung (Scrool Bar), untuk menggeser layer ke kiri atau ke kanan gunakan baris penggulung horizontal, sedangkan untuk menggeser layer ke atas atau ke bawah gunakan baris penggulung vertical. • Titip sisip (Insertion Point), setiap karakter yang akan anda ketik akan muncul pada posisi titik sisip ini. • Garis Mistar Mendatar (Ruler), memperlihatkan batas daerah pengetikan. • Status bar, memuat informasi tentang halaman yang anda sunting seperti nomor halaman. Total halaman, dan posisi titik sisip. 3. Keluar dari Microsoft Word Sebelum keluar , pastikan bahwa dokumen yang selesai di edit telah di simpan (Save). Untuk menutup/keluar dari program Microsoft Word jika sebelumnya masih dalam lembar kerja aktif, maka tutup lembar kerja tersebut dengan prosedur berikut ini: a. Klik File b. Klik Close Atau klik tanda X pada pojok kanan lembar kerja sejajar dengan baris menu. Untuk keluar dari program Microsoft Word ikuti prosedur sebagai berikut : • Klik File • Klik Exit 4. Gambar 3 Tampilan Menu File 5. Menu pada Microsoft Word Perintah yang ada pada Microsoft Word dikenal dengan istilah Menu, Menu yang terdapat pada Microsoft Word dibedakan menjadi dua jenis yaitu : a. Menu Pull Down Istilah menu Pull Down yang di gunakan dalam Microsoft Word mempunyai pengertian yang hampir sama dengan pengertian menu dalam kehidupan sehari-hari (daftar perintah). Di dalam menu ini, terdapat beberapa perintah yang dapat kita pilih dengan menyorot perintah tersebut pada baris menu. Gambar 4 Tampilan Menu Format ( Pull Dpwn) b. Menu Toolbar Toolbar menyediakan beberapa tombol sederhana yang dipakai untuk mengakses sebuah perintah yang tertulis pada pada menu. Cara memakainya yaitu dengan menekan tombol-tombol pada toolbar tersebut. Toolbar Standar Toolbar Format Gambar 5 Tampilan Toolabar Standar dan Formating 6. Fungsi Icon pada Microsoft Word Perintah pada Microsoft Word banyak ditampilkan dalam bentuk Icon dan Toolbar. Ada beberapa toolbar dla bentuk standar diantaranya: a. Toolbar Judul Pada bagian Baris Judul, dapat kita lihat nama file yang sedang kita buka, jika kita belum menyimpan dan memberi nama pada file yang kita buka, biasanya Microsoft Word akan menampilkan file tersebut dengan nama Document 1, 2, 3 dan seterusnya. Gambar 1.1 Tampilan Microsoft Word Gambar 6 Tampilan baris Judul b. Toolbar Menu Toolbar berisikan icon-icon yang di pakai untuk mengakses sebuah perintah yang tertulis pada menu Pull Down. Baris ini digunakan untuk membantu operator dalam mengedit suatu naskah. Tampilan baris menu utama adalah sebagai berikut. Gambar 7 Tampilan baris menu Menu dan sub menu mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Setiap sub menu mempunyai ikon atau gambar kecil yang mewakilinya sehingga lebih mudah penggunaanya. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat fungsi dari setiap menu, submenu, dan ikonya. 1. Fungsi menu File a. New, berfungsi untuk membuat dokumen baru b. Open, berfungsi untuk membuka file dokumen yang pernah di buat. c. Close, untuk menutup dokumen yang sedang aktif. d. Seve, berfungsi untuk menyimpan dokumen yang di buat. e. Save As, berfungsi untuk menyimpan dokumen yang belum di beri nama atau menyimpan dokumen dengan menggunakan nama baru. f. page Setup, berfungsi untuk mengatur tampilan halaman dokumen dengan menggunakan nama yang baru. g. Print Preview, berfungsi untuk melihat tampilan dokumen yang telah di buat. h. Print, berfungsi untuk mencetak yang telah di buat. i. Exit, berfungsi untuk keluar dari Microsoft Word sekaligus menutup Dokumen. 2. Fungsi Menu edit a. Undo Typing, berfungsi untuk membatalkan perintah yang telah di lakukan. b. Redo Clear, berfungsi untuk mengulangi perintah terahir yang di batalkan. c. Cut, berfungsi untuk menghapus teks atau gambar di mana teks dan gambar tersebut bisa dimunculkan kembali dengan pperintah pase.. d. Copy, berfungsi untuk menyalin teks atau gambar pada dokumen. e. Paste, berfungsi untuk menampilkan hasil perintah Copy atau Cut. f. Select All, berfungsi untuk menyorot semua teks atau gambar dokumen yang akan diolah. g. Find, berfungsi untuk mencari kata atau teks dari dokumen. h. Replace, berfungsi untuk mengganti teks suatu dokumen. i. Go to, untuk menuju halaman tabel, Footnote, page, atau bagian lain dalam dokumen.. 3. Fungsi Menu View a. Normal, berfungsi untuk mengubah media lembar pengetikan ke dalam bentuk normal sehingga akan menghilangkan garis pengatur dari baris sebelah kiri layar. b. Web Layout, berfungsi untuk mengubah media pengetikan dalam bentuk web View. c. Print Layout, berfungsi untuk menampilkan media pengetikan ke dalam bentuk Print view. d. Outline, berfungsi untuk menampilkan media pengetikan ke dalam bentuk outline view. e. Toolbar, berfungsi untuk menampilkan dan menyembunyikan toolbar. f. Zoom, berfungsi untuk menentukan ukuran tampilan yang dilihat pada monitor. g. Ruler, untuk menampilkan ataupun menyembunyikan garis pengatur. h. Header dan Footer, berfungsi untuk membuat judul (header) atas dan judul bawah (footer) pada dokumen. i. Full Screen, berfungsi untuk menampilkan dokumen dalam satu layar penuh. 4. Menu Insert a. Page Break, berfungsi untuk menyisipkan belahan halaman. b. Page Number, berfungsi untuk menyisipkan nomor halaman dokumen. c. Date and Time, berfungsi untuk menyisipkan tanggal ddan waktu di dokumen. d. Symbol, berfungsi untuk menyisipkan symbol ke dalam dokumen. e. Footnote, berfungsi untuk menyisipkan catatan kaki ke dalam dokumen. f. Hyperlink, berfungsi untuk menyisipkan teks hyperlink pada lembar kerja yang di pakai dalam pembuatan shorcut untuk pembukaan dokumen yang tersimpan dalam internet, atau server jaringan. g. Insert Exel Spreadsheet, berfungsi untuk menyisipkan lembar kerja Excel ke dalam dokumen Word. h. Chart, berfungsi untuk menyisipkan grafik ke dalam Word. i. Word Art, berfungsi untuk menyisipkan teks yang artistik ke dalam dokumen. j. Equation Editor, berfungsi untuk menyisipkan rumus matematika, kimia, fisika ke dalam dokumen. k. Clip Art, berfungsi untuk menyisipkan Gambar Clip Art ke dokumen yang sedang Aktif. l. Object berfungsi untuk menyisipkan objec ke dalam dokumen. m. Autoshapes, berfungsi untuk menyisipkan gambar tertentu ke toolbar dokumen. n. Diagram, berfungsi untuk memasukkan diagram ke dalam dokumen. 5. Fungsi Menu Format a. Font, berfungsi untuk memilih jenis huruf yang ingin di gunakan. b. Paragraph, berrfungsi untuk menentukan indensi, spasi, atau pemotongan barisdan halaman dokumen. c. Coloumns, untuk membuat dokumen menjadi beberrapa kolom sesuai keinginan. d. Background, berfungsi untuk menambah warna pada latar belakang yang berbeda pada dokumen. e. Auto format, berfungsi untuk melakukan formaat pada dokumen yang aktif secara otomatis. f. Bullet and Numbering, berfungsi untuk menyisipkan bullett dan nomorr pada teks atau kalimat yang dipilih pada dokumen yang aktif. g. Font Size, berfungsi untuk memilih ukuran jenis huruf yang di pakai. h. Font Style, untuk memilih bentukk atau gaya dari tambahan huruf yang dipakai seperti: huruf tebal/bold, miring/italic, garis bawah/underline. i. Font Color, berfungsi untuk menentukkan jenis warna pada huruf yang digunakan. j. Drop Cap, untuk membuat hhuruf pertama pada teks atau paragraf menjadi huruf yang lebih besar dari pada huruf yang lain. 6. Fungsi Menu Tools a. Spellling Grammer , berfungsi untuk menjalankan fasilitas pemeriksaan ejaan dan tata bahasa dari teks atau paragraf dokumen. b. Word Count, berfungsi untuk memberikan data statistik tentang sejumlah halaman, kata, karakter, paragraf, dan baris di dokumen. c. Track Changes, berfungsi untuk melihat perubahan pada dokumen yang telah dilakukan, serta untuk menolak atau menerimaperubahan yang telah dilakukan. d. Auto Correct, berfungsi untuk memperbaiki teks secara otomatis. e. Compare and Merge Document, berfungsi untuk membandingkan dokumen yang aktif dengan dokumen yang lain dan untuk menggabungkan dokumen. f. Protect Document, untuk melindungi dokumen supaya aman dari penggguna dokumen yang tidak berkepentingan. g. Envelopes and labels, berfungsi untuk membuat amplop dan memberikan label dokumen. h. Letter Wizard, untuk membuat surat mmengggunakan fasisiltas Wizard. 7. Fungsi Menu Tabel a. Draw table, berfungsi untuk menampilkan toolbar ables andd Borders yang digunakan untuk membuat gambar tabel melalui fasilitas yang ada di word. b. Insert table, berfungsi untuk membuat tabel di dokumen. c. Delete table, berfungsi untuk menghapus tabel di dokumen. d. Delete Cells, berfungsi untuk menghapus sel pada tabel di dokumen. e. Delete Row, berfungsi untuk menghapus baris pada tabel dokumen. f. Delete Columns, berfungsi untuk menghapus kolom pada tabel dokumen. g. Merge Cells, berfungsi untuk menggabungkan isi sel yang terpisah menjadi satu sel. h. Split Cells, berfungsi untuk membagi sel dalam beberapa baris dan kolom. i. Sort Ascending, berfungsi untuk mengurutkan data dari abjad A s.d Z atau angka 1 sampai dengan terakhirdari data. j. Sort Descending, berfungsi untuk mengurutkan data abjad Z s.d A atau angka dari angka terakhir data sampai angka 1. k. Hide Gridlines, berfungsi untuk menyembunyikan atau menampilkan garis bantu di tabel. 8. Fungsi menu Windows. a. New Windows, berfungsi untuk memperlihatkan dokumen yang sama melalui jendela yang berbeda. b. Arrange All, berfungsi untuk mengatur jendela dari dokumen yang aktif agar dapat melihat seluruh dokumen aktif dengan ukuran yang sama dalam waktu yang sama juga. c. Split, berfungsi untuk membagi dokumen yang aktif menjadi dua bagian. 9. Fungsi menu Help. a. Miicrosoft Word help, berfungsi untuk mencari pertolongan tentang pengguna fasilitas di Word. b. Hide the Office Assistant, berfungsi untuk menampilkan atau menyembunyikan asistent wordyang di munculkan dalam bentuk animasi seperti kucing, bola dunia, robot, atau animasi lainnya yang bisa di pilih. c. About Miccrosoft Word, berfungsi untuk menampilkan kotak dialog microsoft Word yang digunakan. C. Toolbar 1. Toolbar Standard Toolbar ini memuat perintah yang sering kita gunakan seperti membuat lembar kerja baru, membuat dokumen, menyimpan dan lain sebaginya. Pada Toolbar ini digunakan sebagai alternatif lain jika kita akan memberikan perintah tidak melalui menu. Penggunaan perintah Icon ini dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus menunjuk menunya. Beberapa icon yang sering digunakan dalam toolbar standar diantaranya: IKON NAMA IKON FUNGSI New Membuat workbook baru Open Membuka workbook yang pernah disimpan Save Menyimpan workbook Permission Permission E-Mail Mengirimkan workbook melalui e-mail Print Mencetak workbook Print Priview Melihat hasil cetakan pada layar monitor Spelling and Grammar Memeriksa ejaan dan tata bahasa Research Research Cut Memindah data ke dalam clipboard Copy Menyalin data Paste Menempatkan data yang telah disalin Format Painter Menyalin format sel atau range yang satu ke yang lain Undo Membatalkan perintah yang telah diberikan Redo Membatalkan perintah undo Insert Hyperlink Penghubung antar dokumen Table and Border Untuk membuat tabel Insert Microsoft Excel Untuk bekerja dari Microsoft word ke Excel Coloum Untuk membuat kolom koran Drawing Menampilkan toolbar drawing Zoom Memperbesar atau memperkecil tampilan worksheet Help Bantuan tentang hal-hal yang ada pada Microsoft Excel 1. Toolbar Formatting Toolbar berisikan icon-icon yang dipakai untuk memformat dokumen, seperti memilh model huruf, ukuran huruf, efek percetakan, dan peralatan teks, membatalkan, menggaris bawahi atau mengubah agar menjadi huruf miring (itlaic), peralatan pengetikan ( apkah akan rata kanan, kiri, atau tengah/centering dan lain-lain. IKON NAMA IKON FUNGSI Font Memilih jenis huruf Font Size Memilih ukuran huruf Bold Membuat efek huruf tebal Italic Membuat efek huruf miring Underline Membuat efek garis bawah pada huruf Align Left Membuat teks rata kiri Center Membuat teks rata tengah Align Right Membuat teks rata kanan Line Spacing Untuk Mengatur Spaci Currency Style Menambahkan mata uang pada data angka Left-To -Right Memberi indensi paragraph sebelah kanan Righ-tp-Left Memebrikan indensi paragraph sebelah kiri Numbering Memberi penomoran halaman Bullet Memeberi bullet pada awal kalimat Decrease Indent Menggeser indentasi ke tab stop sebelumnya Increase Indent Menggeser indentasi ke tab stop berikutnya Border Membuat garis atau bingkai Fill Color Memberi warna pada sel Font Color Memberi warna pada huruf 1. Toolbar Drawing Toolbar berisikan Icon-icon yang memudahkan kita untuk membuat gambar objek (Auto Shapes) dan pegaturan bentuk serta efek dari bentuk tersebut. Toolbar ini digunakan untuk membuat gambar dan garis/tanda panah, gambar yang di buat dapat berupa kotak, lingkaran, bentuk tiga dimensi, karakter seni dan lain sebagainya. IKON NAMA IKON FUNGSI Draw Berisi pilihan penggabungan atau pemisahan gambar, mengatur baris gambar, rotasi, dll. Select Objects Memilih objek AutoShapes Berisi pilihan gambar garis, lingkaran, segi empat, bintang, dll Line Membuat objek garis Arrow Membuat objek garis ber anak panah Rectangle Membuat objek bangun segi empat Oval Membuat objek lingkaran Text Box Mengisi suatu objek gambar dengan teks Insert WordArt Membuat efek tulisan Insert Diagram or Organization Chart Membuat diagram Insert Clip Art Menyisipkan gambar yang telah disediakan Microsoft Office Insert Picture Menyisipkan gambar yang tersimpan di directory tertentu Fill Color Memberi warna pada background gambar Line Color Memberi warna pada garis Font Color Memberi warna pada teks Line Style Memberi model pada garis Dash Style Memberi efek lurus atau putus-putus pada garis Arrow Style Memberi efek anak panah pada garis Shadow Style Memberi efek bayangan pada gambar 3-D Style Memberi efek tiga dimensi pada gambar 1. Toolbar Status Toolbar berisikan keterangan yang memuat informasi tentang halaman yang sedang di edit seperti nomor halaman, nomor section. Gambar 8 Tampilan Toolbar status 2. Ruler ( Penggaris ) Garis mistar ini di maksudkan untuk membantu kita dlam mengelolah naskah dokumen yang menunjukkan ukuran (margin), pengetikan kiri (Left), dan rata kanan Righ. Satuan ukuran yang dapat dipilih apakah dengan sau Inchi(’’) atauapun centri meter (cm). Gambar 9 Tampilan ruler RANGKUMAN Microsoft Word merupakan program aplikasi pengolah kata (Word Prosesor) yang bisa digunakan untuk membuat laporan, membuat dokumen,dan masih banyak lagi dokumen-dokumen lain yang bisa di buat dengan menggunakan Microsoft Word. Elemen dasar yang perlu diketahui dalam Microsoft Word diantaranya : Baris judul (Title bar), berisi nama file dan nama program yang sedang aktif, Baris Menu (Menu Bar), perintah-perinta yang di sajikan dalam bentuk gambar , baris penggulung (Scrool Bar), untuk menggeser layar kekiri atau kekanan dengan menggunakan baris penggulung horizontal. Sedangkan untuk menggeser layar ke atas atau ke bawah gunakan baris penggulung vertikal. Titip sisip (Insertion Point), setiap karakter yang akan anda ketik akan muncul pada posisi titik sisip ini, Garis Mistar mendatar (Ruler) memperlihatkan batas daerah pengetikan, status bar, memuat informasi tentang halaman yang anda sunting, seperti nomor halaman , total halaman, dan posisi titik sisip. Menu pada Microsoft Word yaitu menu Pull Down dan Menu Toolbar. Toolbar dalam bentuk standar diantaranya toolbar judul, toolbar menu, toolbar standar, toolbar formatting, toolbar Drawing. TUGAS PRAKTIK 1. Salah satu cara untuk mengakses MS Word melalui start yaitu : a. Start > Program > MS Word b. Program > Start > MS Word c. Start > Program > Open d. Open > Start > Program 2. Membuka MS Word secara cepat dapat dilakukan dengan cara : a. shortcut b. start c. browse d. window explorer 3. Fasilitas scrollbar pada MS Word berfungsi untuk : a. menggulung layar dokumen ke atas, bawah, kiri, maupun kanan halaman. b. menggulung layar dokumen ke atas maupun ke bawah halaman c. menggulung layar dokumen ke arah kiri maupun kanan halaman 4. Membuat sebuah dokumen baru untuk mengeksekusi perintah dalam aplikasi MS Word adalah : a. CTRL+N b. CTRL+O c. CTRL+W d. CTRL+S 5. Langkah-langkah menyimpan dokumen dalam aplikasi MS Word adalah : b. klik File > Save c. klik File > Open d. klik File > New e. klik File > page setup 6. Menyimpan dokumen dengan nama file tertentu pada aplikasi MS Word adalah : f. klik File > Save As g. klik File > Save h. klik File > Open i. klik File > New LATIHAN SOAL 1. Microsoft Word merupakan program aplikasi pengolah …… a. Kata b. Angka c. Presentasi d. Design e. Pemrograman 2. Dalam Microsoft Word, kita mengenal perintah dalam bentuk gambar . Perintah ini dikenal dengan istilah … a. Horizontal Scrool bar c. Ruler e. Toolbar b. Menu bar d. Scroll bar 3. Perintah-perintah yang disajikan dalam bentuk tulisan disebut ….. a. Baris judul c. Baris Toolbar e. Status bar b. Baris Menu d. Baris Mistar 4. Icon di bawah ini yang berfungsi untuk membuka dokumen yang yang telah di simpan adalah …. a. c. b. d. e. 5. Icon di bawah ini yang berfungsi untuk membatalkan perintah adalah …. a. c. b. d. e. 6. Gambar di atas di sebut ….. a. Baris judul c. Baris Toolbar e. Status bar b. Baris Menu d. Baris Mistar 7. Margin adalah fasilitas yang ada pada Microsoft Word berfungsi sebagai… a. Membagi halaman d. Pembatas pengetikan b. Merapihkan Halaman e. Pembatas Paragraf c. Meratakan halaman 8. Perintah di bawah ini yang termasuk jenis perintah dalam Microsoft Word adalah ……. a. Horizontal Scrool bar c. Ruler e. Toolbar b. Menu bar d. Scroll bar 9. Di bawah ini yang termasuk jenis-jenis margin adalah, kecuali ….. a. Botton margin c. Left Margin e. Top Margin b. End margin d. Righ margin 10. Gambar di atas di sebut …. a. Baris judul c. Baris Toolbar e. Status bar b. Baris Menu d. Baris Mistar KEGIATAN BELAJAR 2 1. Deskripsi a. Standar Kompetensi – Menggunakan Perangkat Lunak pengolah kata b. Kompetensi Dasar – Fungsi menu dan ikon yang terdapat pada perangkat lunak pengolah kata c. Indikator – Mendemonstrasikan pembuatan dokumen baru – Memodifikasi jenis dan pengaturan pada teks – Memodifikasi pengaturan halaman – Mendemonstrasikan pembuatan Mail merge – Mendemontrasikan cara mengolah dan mencetak dokumen 2. Materi Pembelajaran a. Mendemonstrasikan pembuatan dokumen baru b. Memodifikasi jenis dan pengaturan pada teks c. Memodifikasi pengaturan halaman d. Mendemonstrasikan pembuatan mail merge e. Mendemontrasikan cara mengolah dan mencetak dokumen 3. Metode Pembelajaran a. Tanya Jawab (quesioning). Diharapkan seluruh peserta didik dapat mengembangkan sifat ingin tahu melalui pengajuan pertanyaan. b. Work-Based Learning; pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. Diharapkan seluruh peserta didik dapat mempraktikkan cara mengakses internet seuai prosedur. c. Pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan sistem Self Based Learning atau sistem pemelajaran mandiri. Diharapkan seluruh peserta didik dapat belajar secara aktif dengan mengumpulkan berbagai sumber selain modul ini, misalnya melalui majalah, media elektronik maupun melalui internet. 4. Tujuan yang Dicapai Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu: a. Siswa dapat mengetahui kegunaan program apliksi pengolah kata b. Siswa dapat Mengaktifkan program pengolah kata c. Siswa dapat memahami fungsi menu dan ikon pengolah kata d. Siswa dapat mengetahui dan memahami tampilan perangkat lunak pengolah angka. PENGOLAHAN DOKUMEN PADA MICROSOFT WORD A. Membuka Microsoft Word Untuk membuka Microsoft Word, ada beberapa cara yang bisa ditempuh, diantaranya adalah : 1. Klik Tombol Start yang ada di taskbar. 2. Pilih menu Program 3. Kemudian pilih dan klik program aplikasi Microsoft Word.Tunggu sampai jendela program Microsoft Word ditampilkan. B. Membuat Dokumen baru. Jika kita baru memulai mengoperasikan Microsoft Word, biasanya akan langsung ditampilkan dokumen kosong yang siap untuk ditulis. Namun, jika komputer tidak secara otomatis menyediakan dokumen kosong, cara berikut ini bisa menjadi alternatif dalam membuat dokumen baru. 1. Pada jendela Microsoft Word , pilih menu File, klik tombol New, kemudian klik Tombol general. 2. Double klik pada icon Blank Document untuk membuat dokumen baru. 3. Jendela siap untuk digunakan pengetikan. Atau bisa juga menggunakan alternatif cara : 1. Klik tombol New Document yang ada pada baris menu. 3 2. Pada jendela program Microsoft Word, dapat kita pilih menu File, New, maka setelah kita memilih Blank Document, dokumen kosong akan ditampilkan pada layar komputer anda. 3. Selain kedua alternatif di atas, bisa juga dengan langsung menekan tombol Ctrl+N, maka dokumen baru akan ditampilkan di layar anda. C. Membuka File yang sudah tesimpan 1. Klik menu File dan klik tombol Open, maka akan tampil kotak dialog Open. 2. Pilih file yang ingin dibuka dengan menentukan letak foldernya terlebih dahulu. 3. Klik pada nama file yang akan dibuka. 4. Klik tombol Open, maka file yang tadi dipilih akan dibuka oleh Microsoft Word Alternatif lain : 1. Klik tombol Open File pada baris menu. Tekan Ctrl+O. Dari kedua cara di atas, akan menghasilkan tampulan kotak dialog Open File, pilih file yang ingin dibuka dengan menentukan letak foldernya terlebih dahulu. Klik tombol Open, maka file yang dipilih akan dibuka oleh Microsoft Word. Gambar 10 Tampilan Kotak Dialog OPen D. Mengedit Teks Jika anda membuat kesalahan dalam proses pengetikan, Anda dapat memperbaikinya dengan berbagai cara berikut ini : • Tekan tombol BacksSpace untuk menghapus satu karakter di kiri titik sisip. • Tekan tombol Delete untuk menghapus karakter di kanan titik sisip. • Untuk melakukan pengulangan dari teks yang baru Anda ketik, pilih menu Edit, Repeat Typing (Ctrl+Y). 6 • Untuk menghapus teks yang baru saja Anda ketik, pilih dan klik menu Edit, Undo Typing (Ctrl+Z) atau klik tombol Undo pada toolbar Standard. • Untuk pindah ke baris baru tanpa menyisipkan sebuah tanda paragraf, tekan tombol Shift+Enter. a . Meng-Copy / Menyalin Teks Untuk menyalin teks yang Anda pilih ke lokasi lain, ikuti langkah berikut ini : 1. Pilih teks yang akan Anda salin. 2. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Copy (Ctrl+C). 3. Tempatkan titik sisip di lokasi baru. 4. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Paste (Ctrl+V). Selain cara tersebut di atas, Anda dapat juga menyalin teks degan menggunakan tombol. Copy Paste b. Men-Delete / Menghapus Teks. Untuk menghapus teks yang telah Anda pilih, ikuti langkah berikut ini. 1. Pilih teks yang akan anda hapus. 2. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Clear atau tekan tombol Delete. c. Meng-Cut-Paste/Memindahkan Teks. Untuk memindahkan teks yang Anda pilih ke lokasi yang baru, ikuti langkah berikut ini : 1. Pilih teks yang akan Anda pindahkan 2. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Cut (Ctrl+X). 3. Tempatkan titik sisip pada lokasi baru. 4. Kemudian pilih dan klik menu Edit, Paste (Ctrl+V). Cut Paste d. Format teks Anda dapat mengatur format teks dengan menggunakan salah satu cara berikut ini : • Pilih atau sorot teks yang akan anda format, kemudian atur formatnya sesuai yang anda inginkan. • Tempatkan titik sisip pada posisi awal pengetikan teks,atur formatnya, kemudian ketik teks yang Anda inginkan. Dengan cara ini, semua teks yang Anda ketik mulai dari posisi titik sisip akan mengikuti format yang Anda pilih sampai Anda melakukan perubahan kembali atau memindahkan posisi titik sisip ke bagian lain pada dokumen. 1. Mengubah Jenis dan Bentuk Huruf (Font) Setiap jenis dan bentuk huruf (Font) mempunyai nama, misalnya Arial, Times, Courier dan lain-lain. Untuk mengubah Font dari teks yang sebelumnya telah Anda ketik, ikuti langkah berikut : • Pilih atau sorot teks yang akan Anda ubah fontnya. • Pilih dan klik font yang Anda inginkan pada tombol daftar pilihan font yang terdapat pada baris toolbar Formatting atau tekan tombol Ctrl+Shift+F7. Gambar 11 Tampilan bentuk huruf (Font) a. Mengubah Ukuran Huruf (Font Size) Semua teks yang anda ketikkan pada dokumen baru dengan menggunakan template Blank Document akan memakai pilihan default font Times New Roman dengan ukuran huruf 10 point. Untuk mengubah ukuran huruf (font size) dari teks yang sebelumnya anda ketik, ikuti langkah berikut ini : • Pilih atau sorot teks yang akan anda ubah ukurannya. • Pilih dan klik ukuran yang anda inginkan pada tombol daftar pilihan Font Size yang terdapat pada baris toolbar formatting atau tekan tombol Ctrl+Shift+P. b. Memilih Gaya Tampilan Huruf (Font Style) Untuk mengubah gaya tampilan huruf (font style) dari teks yang sebelumnya telah anda ketik, ikuti langkah berikut ini : • Pilih atau sorot teks yang akan Anda ubah gaya tampilannya. E. Mengatur Perataan teks dalam Paragraf Perataan teks dalam paragraf dapat dilakukan dengan posisi rata sisi kiri (left-align), rata sisi kanan (right-align), ditengah (center) dan rata sisi kiri dan kanan (justify). Untuk mengatur perataan teks dari paragraf, ikuti langkah berikut ini: 1. Pilih dan tempatkan titik sisip pada paragraf yang akan anda format. 2.Pilih dan klik menu Format, Paragraph. Kotak dialog paragraph akan ditampilkan. 3. Pada kotak dialog Paragraph, klik tab Indent and Spacing. Pada tombol daftar pilihan, Alignment, pilih perataan teks yang anda inginkan. • Left untuk perataan kiri • Centered untuk penempatan di tengah • Right untuk perataan kanan. • Justified untuk perataan penuh di kiri dan kanan. 4. Contoh format paragraf yang Anda pilih, dapat Anda lihat pada kotak Preview. 5. Klik OK. Gambar 12 Tampilan Tampilan teks dalam paragraf Selain itu, perataan teks dari paragraf dapat dilakukan dengan menekan salah satu dari tombol Gambar 13 Tampilan Perataan F . Mengatur Jarak Spasi Baris Apabila diperlukan, Anda dapat mengatur jarak spasi dari baris agar masing-masing baris mempunyai jarak yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatur jarak spasi baris menggunakan menu, ikuti langkah berikut : 1. Pilih atau tempatkan titik sisip pada paragraf yang akan Anda format. 2. Pilih dan klik menu Format, Paragraph. Kotak dialog Paragraph akan ditampilkan. 3. Pada kotak dialog tersebut, klik tab Indents and Spacing. 4. Pada bagian Spacing, tentukan jarak spasi baris yang anda inginkan. Kotak isian Before, diisi dengan jarak spasi sebelum paragraph Kotak isian After, diisi dengan jarak spasi sesudah paragraph. Gambar 14 Tampilan kotak paragraf 5. Kotak daftar pilihan Line Spacing, diisi dengan jarak spasi baris yang diinginkan. Single untuk jarak spasi satu. 1.5 lines, untuk jarak spasi satu setengah. Double, untuk jarak spasi dua. At least, untuk menentukan jarak spasi minimal. Exactly, untuk menentukan jarak spasi yang pasti. Multiple, untuk menggandakan jarak spasi Single menjadi Dua, 1.5 lines menjadi Tiga dan Double menjadi Empat. 6. Contoh format paragraf yang anda pilih dapat dilihat pada kotak Preview. 7. Klik OK. G. Mengatur Format Halaman Yang dimaksud dengan mengatur format halaman di antaranya mengubah ukuran kertas, mengatur margin, memasang nomor halaman, dan lain-lain. a. Mengubah Ukuran kertas dan Orientasi Pencetakan Untuk mengubah ukuran kertas, dan orientasi pencetakan, ikuti langkah berikut ini : 1. Pilih dan klik menu File, Page Setup. Kotak dialog Page Setup akan ditampilkan. 2. Pada kotk dialog Page Setup, klik tab Paper Size. Gambar 15 Tampilan Page Setup 3. Pada tombol daftar pilihan Paper Size, pilih dan klik ukuran kertas yang akan Anda gunakan. Atau gunakan kotak Width untuk menentukan lebar kertas, dan kotak Height untuk menentukan tinggi kertassesuai dengan keinginan Anda. 4. Pada kotak Orientation, beri tanda atau klik tombol pilihan Portrait untuk pencetakan dengan posisi tegak atau Landscape untuk pencetakan dengan posisi tertidur. 5. Pada tombol daftar pilihan Apply To, pilih dan klik bagian dokumen yang akan memakai ukuran kertas dan orientasi yang baru. Whole Document, pengaturan baru akan berlaku untuk seluruh halaman. This Point Forward, Microsoft Word akan menyisipkan tanda pemisah Continuous pada titik sisip dan pengaturan baru akan dimulai pada bagian yang baru. This Section, pengaturan baru akan berlaku pada bagian tempat titik sisip Berada. 6. Lihat hasilnya pada kotak Preview dan klik OK untuk menutup kotak dialog. b . Mengatur Margin Margin merupakan jarak antara tepi daerah pengetikan teks dengan tepi halaman kertas. Apabila Anda membuka dokumen baru dengan menggunakan Blank Document, Microsoft Word akan menggunakan template normal dengan batas margin atas dan bawah 1 inci serta batas margin kiri dan kanan 1.25 inci. Pengaturan margin akan berlaku untuk seluruh dokumen, kecuali jika Anda telah memilih teks tertentu atau membagi dokumen ke dalam beberapa bagian. Untuk mengatur margin dari dokumen dengan menggunakan menu, ikti langkah berikut ini : a. Pilih dan klik menu File, Page Setup. Kotak dialog Page Setup akan ditampilkan. b. Pada kotak dialog Page Setup, klik tab Margins. c. Tentukan jarak dari batas margin yang Anda inginkan. Top, untuk menentukan batas margin atas. Bottom, untuk menentukan batas margin bawah. Left, untuk menentukan batas margin kiri pengetikan. Right, untuk menentukanbatas margin kanan pengetikan. Gutter, untuk menambahkan spasi lebih pada margin kiri jika Anda tidak memberi tanda pemilihan pada kotak cek Mirror margins atau menambahhkan spasi lebih pada bagian dalam (margin kiri untuk halaman ganjil dan margin kanan untuk halaman genap) untuk daerah penjilidan jika Anda memberi tanda pemilihan pada kotak cek Mirror margins. Gambar 16 Tampilan Pege Setup d. Pada kotak isian Header, tentukan jarak dari tepi atas kertas ke isi header. Dan pada kotak isian Footer, tentukan jarak dari tepi bawah kertas ke isi footer. e. Pada kotak pilihan Apply To, pilih dan klik bagian mana dari dokumen yang akan memakai margin baru. f. Beri tanda atau klik kotak cek Mirror Margins, jika Anda ingin ukuran margin kiri pada halaman genap menjadi ukuran margin kanan pada halaman ganjil dan ukuran margin kanan pada halaman genap akan menjadi ukuran margin kiri pada halaman ganjil. g. Lihat hasilnya pada kotak Preview, dan klik OK untuk menutup kotak dialog. TUGAS PRAKTIK Buatlah sebuah naskah (bebas) lebih dari dua halaman didalam naskah tersebut disertakan header atas nama masing-masing, dan footer berisi kelas masing-masing, serta numbering auto. Dan perhatikan pronsip – prinsip berikut ini : 1.Tujuan melakukan editing dan formating adalah : a. agar naskah menjadi bagus dan rapi b. agar naskah mudah dibuka c. agar naskah tidak hilang d. memudah didalam penyimpanan (saving) 2. Dalam editing membuat huruf bercetak tebal dapat dilakukan dengan menekan tombol/icon : a. bold b. italic c. underline d. font size 3. Untuk mengatur naskah dalam bentuk columns dapat kita lakukan melalui menu : a. format b. edit c. insert d. tools H. Mail Merge Fasilitas Mail Merge atau Surat gabung dalam Program Word biasanya digunakan dalam pembuatan dokumen yang bentuknya sama namun isi variabelnya berlainan, misalnya adalah surat undangan, sertifikat, dan lain-lain. Sebagai Contoh di samping adalah bentuk sertifikat yang di buat untuk banyak orang. Semua sertifikta bentuknya sama, namun isi variable ( Nama, NIS, Alamat) berlainan untuk tiap orang. Untuk membuat sertifikat tersebut, bentuk sertifikat cukup di ketik dalam satu halaman, sedangkan pengetikan data dilakukan melalui fasilitas Mail Merge. Dalama pembuatan dokumen menggunakan fasilitas Mail Merge, ada 2 bagian yang perlu di buat yaitu :  Dokumen Utama (Main Document) Teks atau naskah yang bentuknya sama Disimpan sebagai file dokumen utama.  Sumber Data ( Data Source) Data atau informasi yang akan di masukkan Ke dokumen utama (data-data di bagian Variabel ) Disimpan sebagai file sumebr data. Kedua File tersebut digabungkan menjadi sebuah bentuk dokumen Mail Merge. Data-data yang di simpan di file di munculkan dalam bentuk <>. a. Dokumen Utama Dokumen utama sebaiknya dibuat terlebih dahulu sesuai bentuk naskah yang diinginkan. Pada saat pengetikan naskah dokumen utama, data-data isian di bagian Variabel (Field) harus dikosongkan seperti pad gambar di atas. Setelah dokumen utama selesai di buat, lakukan proses penyimpanan dokumen langkah selanjutnya adalah pembuatan sumber data. b. Sumber data Bagian ini merupakan tahapan pembuatan dokumen baru untuk mengetik data-data isian dari variable (Field) yang telah di buat di dokumen utama. Pembuatan sumber data baru dilakukan secara bertahap pada kotak dialog Mail Merge melalui banyak pilihan-pilihan yang harus di tentukan . Kalimat-kalimat pada kotak dialog harus dibaca terlebih dahulu untuk menentukan pilihan yang ada sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Untuk mempermudah, berikut ini akan di jelaskan cara membuat sumber data untuk mengisi variable sertifikat yang masih kosong lihat gamabra di bawah ini. Variabel yang akan yang akan di buat adalah Nama, NIS, Alamat, dan sertifikat dibuat untuk 3 orang. Langkah-langkah dalam pembuatan data baru adalah sebagai berikut : – Pilih menu Tools – Letters and Mailings – Mail Merge – Tampil kotak dialog pada gambar di bawah ini – Pilih letters (memilih bentuk dokumen surat) kemudian NEXT Gambar 17 Tampilan Tool Leter and Mailings – Tampilan kotak dialog pada tahap dua (lihat pada Gambar) – Pilih Use the current document (dokumen utama sebagai acuanya) lalu klik Next. – Lalu tampil kotak dialog tahap tiga (lihat pada gambar) – Pilih Type a New list (pembukaan Sumber data baru) lalu klik Create – Tampil kotak dialog New Address List ( lihat Gmabar ) yang sudah berisi variable standar program Word. – Untuk mengisi data-data isian pada variable yang sudah di buat di dokumen utama – Variabel-variabel yang sudah ada harus di hapus semuanya dan diganti dengan variable-variabel yang kita inginkan. – Pilih customize (untuk mengganti Variabel yang ada). Gambar 18 Tampilan New Adress List – Tampilan kotak dialog Customize Address List ( Lihat Gambar) – Pilih Delete untuk menghapus semua variablel – Kotak dialog Customize Address List menjadi kososng – Pilih Add untuk membuat beberapa Variabel yang diinginkan – Pilih Ok setelah 3 variabel selesi di buat. – Program akan menampilkan kembali kotak dialog New Address List yang baru berisi Variabel, Nama, NIS, alamat ( Lihat Gambar) – Ketik data isian variable untuk satu orang – Pilih New Entry untuk memasukkan data orang berikutnya – Pilih Close data orang terakhir sudah di ketik – Selanjutnya program menampilkan kotak dialog Save Addres List( lihat gambar diatas) yang merupakan perintah untuk menyimpan sumber data. – Ketik nama File sumber data ( cara sama dengan menyimpan dokumen biasa) – Pilih save untuk proses penyimpanan dokumen sumber data. Gambar 19 Tampilan Save Mailing List – Setelah proses penyimpanan selesai, selanjutnya akan ditampilkan kotak dialog Mail Merge Recipients ( Lihat gambar di atas ) – Merupakan suatu tampilan dokumen sumber data yang telah tersimpan – Berisi data-data isian variable sejumlah banyaknya orang yang dibuatkan sertifikat ( contoh : 3 orang). Gambar 20 Tampilan Mail Merge Recepients – Kotak dialog di atas merupakan tahapan terakhir pada pembuatan sumber data baru – Klik Ok, program kembali layer dokumen utama Setelah tahap pembuatan sumber data selesai, secara otomatis pada dokumen utama akan tampil Toolbar Mail Merge ( Lihat gambar toolbar di bawah ini) Toolbar ini digunakan untuk memasukkan data-data pada variable di dokumen utama masih kosong. Gambar 21 Tampilan Mail Merge Cara memasukkan sumber data ke dokumen utama adalah : 1. Letakkan kursor data isian variable yang masih kosong 2. Klik ikon Insert Merge Field 3. tampilan kotak dialog Field 4. Klik Insert kemudian klik Close 5. Ulangi cara di atas untuk memasukkan variabel lain. Setelah semua Field di masukkan ke dokumen utama, terbentuk naskah yang di sebut Mail Merge ( seperti Gambar ). Gambar 21 Tampilan Insert Merge Field • Untuk menampilkan data field sebenarnya, klik ikon view Merged Data ( seperti gambar Toolbar di atas) • Untuk melihat data orang lain , klik panah pada ikon record. • Pencetakkan dilakukkan per halaman, atau jika ingin di cetak semua halaman, klik ikon merge printers. J . Mencetak dokumen Apabila anda ingin mencetak dokumen anda, dokumen tersebut harus sudah diaktifkan atau ditampilkan di layar. Untuk mencetak dokumen yang sedang aktif di layar, ikuti langkah berikut ini : 1. Pilih dan klik menu File, Print (Ctrl+P). Kotak dialog Print akan ditampilkan. 2. Pada tombol daftar pilihan Name, pilih dan klik printer driver yang anda inginkan. 3. Anda dapat menentukan halaman yang akan anda cetak, dengan cara melakukan pemilihan dan pengisian pada kotak Page Range. Klik tombol pilihan All, jika Anda bermaksud mencetak seluruh isi dokumen. Gambar 21 Tampilan Print Klik tombol pilihan Selection, bil Anda ingin mencetak teks yang anda pilih. 4. Apabila anda ingin mencetak dokumen tersebut lebih dari satu kali, isilah kotak isian Number of Copies dengan jumlah salinan yang anda inginkan. 5. Pada tombol daftar pilihan Print what, pilih Document bila ingin mencetak isi dokumen. 6. Tentukan halaman yang akan dicetak pada tombol pilihan Print. All pages in range, bila anda ingin mencetak halaman ganjil maupun halaman genap. Odd pages, jika Anda ingin mencetak halaman ganjil saja. Even pages, jika Anda ingin mencetak RANGKUMAN Untuk membuat dokumen baru dalam aplikasi Microsoft word, ada dua cara yang bias di lakukan bias melalui menu pull down atau menu toolbar. Yaitu bias melalui file New, atau klik ikon New pada toolbar standar. Kemudian setelah anda membuka dokumen baru anda bias mengelakukan pengetikan teks. Apabila anda akan mengedit teks Jika anda membuat kesalahan selam proses pengetikan, Anda dapat memperbaikinya dengan berbagai cara berikut ini : • Tekan tombol BacksSpace untuk menghapus satu karakter di kiri titik sisip. • Tekan tombol Delete untuk menghapus karakter di kanan titik sisip. • Untuk melakukan pengulangan dari teks yang baru Anda ketik, pilih menu Edit, Repeat Typing (Ctrl+Y). • Untuk menghapus teks yang baru saja Anda ketik, pilih dan klik menu Edit, Undo Typing (Ctrl+Z) atau klik tombol Undo pada toolbar Standard. Untuk mengubah ukuran kertas, dan orientasi pencetakan, ikuti langkah berikut ini : 1. Pilih dan klik menu File, Page Setup. Kotak dialog Page Setup akan Di tampilkan. 2. Pada kotk dialog Page Setup, klik tab Paper Size. 3. Pada tombol daftar pilihan Paper Size, pilih dan klik ukuran kertas yang akan Anda gunakan. Atau gunakan kotak Width untuk menentukan lebar kertas, dan kotak Height untuk menentukan tinggi kertassesuai dengan keinginan Anda. 4. Pada kotak Orientation, beri tanda atau klik tombol pilihan Portrait untuk pencetakan dengan posisi tegak atau Landscape untuk pencetakan dengan posisi tertidur. 5. Pada tombol daftar pilihan Apply To, pilih dan klik bagian dokumen yang akan memakai ukuran kertas dan orientasi yang baru. Whole Document, pengaturan baru akan berlaku untuk seluruh halaman. This Point Forward, Microsoft Word akan menyisipkan tanda pemisah Continuous pada titik sisip dan pengaturan baru akan dimulai pada bagian yang baru. This Section, pengaturan baru akan berlaku pada bagian tempat titik sisip Berada. Lihat hasilnya pada kotak Preview dan klik OK untuk menutup kotak dialog. Fasilitas Mail Merge atau Surat gabung dalam Program Word biasanya digunakan dalam pembuatan dokumen yang bentuknya sama namun isi variabelnya berlainan, misalnya adalah surat undangan, sertifikat, dan lain-lain. TUGAS PRAKTEK 1. Buatlah 1 lembar sertifikat yang telah di tata sedemikian rupa yang memenuhi syarat – syarat pengaturan yang rapi menggunakan mail merge, kemudian cetaklah 2. Cetaklah sebuah dokumen/file naskah yang telah anda kerjakan kemudian atur dengan menggunakan orientation portait dan landscape masing-masing 1 lembar. LATIHAN SOAL 1. Perintah untuk membuka dokumen baru ……. a. File – New c. File – Close e. File Exit b. File – Open d. File Save 2. Tombol shorcut Ctrl + O sama artinya dengan…. a. File – New c. File – Close e. File Exit b. File – Open d. File Save 3. Untuk membatalkan perintah yang telah terhapus maka klik ikon…. a. File – New c. File – Close e. File Exit b. File – Open d. File Save 4. Untuk mengatur ukuran kertas pada dokumen ….. a. Paper Aligment c. File Paper Setup e. File New b. Paper Setup d. File Page Number 5. Ikon di bawah ini yang berfungsi untuk menyimpan dokumen yang telah kita buat ……. a. b. c. d. e. 6. Perintah Schorcut di bawah ini yang berfungsi untuk print adalah… a. Crl + N c. Ctrl + S e. CTRL + Z b. CTrl + P d. CTRL + V 7. Untuk mengatur spasi paragraf langkah-langkah adalah …. a. Format Paragraf c. View paragraf e. Format Font b. Insert paragraf d. Paragraf 8. Surat Gabung dalam Microsoft Word di sebut ….. a. Drop Cap c. Mail Merge e. World Art b. Email d. Clip Art 9. Perhatikan di bawah ini 10. Tools 11. Leter and Mailing 12. Mail Merge 13. Show mail merge Toolbar Langkah-langkah untuk mengaktifkan toolbar adalah …. a. 1 dan 2 c. 2 dan 3 e. 1,2,3,4 b. 3 dan 4 d. 1, 2 3 10. Pada Gambar di samping number of copy berfungsi untuk …. a. Print c. Menggandakan perintah print b. Mengatur kertas c. Mengatrur halaman d. Mempermudah Print DAFTAR PUSTAKA  www.it4-school.blogspot.com  M. Syamsul Hadi, Mengenal Microsoft Word Untuk Pemula, Surabaya, Tiara Aksara, 2006.  Ahmad Rizal, dkk, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Semarang, Aneka Ilmu, 2004.  Supriyanto, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Salatiga, PT. Galia Indonesia, 2004.  Budi Permana, 36 jam belajar Microsoft Word, Jakarta, Elek Media Komputindo, 2006.  http://www . Lukman Hakim WordPress.com

Testimoni

artikel lainnya DISIPLIN DALAM BEKERJA



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tuesday 10 February 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT     MEMPERBAIKI SYSTEM JARINGAN…

Thursday 16 July 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT     MERUMUSKAN KEBUTUHAN PENGGUNA…

Saturday 18 February 2012 | blog

fitur google mail Bab 9 Perkembangan Masyarakat Indonesia pada masa Hindu – Buddha Standar kompetensi 5.…

Friday 9 November 2012 | blog

Perihal :  Sragen Techno Park (STP) Operation Manual - Draft Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan…