Advertisement
loading...

 

BAB II

Advertisement

TUGAS TEORI DAN PRAKTIK

  1. A.    Tugas Teori Menentukan Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Pelatihan
Perintah Tugas : Jawablah soal di bawah ini pada kertas yang telah disediakan
Waktu Penyelesaian Tugas : 45 menit
Soal Tugas :  

 

  1. Jelaskan maksud ditetapkannya tujuan pelatihan!

Untuk menggambarkan suatu pencapaian yang diharapkan dan adanya perubahan peserta, serta kinerja dapat diukur setelah menyelesaikan pelatihan yaitu perubahan skill, knowledge, attitude

 

  1. 2.    Tujuan Umum          = Cakupan kompetensi yang harus dicapai peserta sampai dengan akhir proses pelatihan (subyek maupun obyek pelatihan)

Tujuan Khusus        = Lebih mengarah pada perilaku yang secara langsung dapat dilihat, diamati, didengar, diukur dan langsung dinilai

 

  1. 3.    Akan mempengaruhi kualitas penyusunan kurikulum, dan berakibat pengukuran sulit dilakukan yang selanjutnya kurang baik terhadap kriteria evaluasi pada program latihan

 

  1. Pengetahuan mempengaruhi penampilan (performance) tetapi tidak cukup untuk merubahnya. Pengetahuan perlu diketahui untuk melakukan suatu tindakan.

Keterampilan mengarah pada melakukan suatu tindakan atau perbuatan.

Sikap adalah Watak dasar bertingkah laku dengan cara tertentu dalam kontek bidang pekerjaan diperlukan dalam bekerja.

 

 

 5.   Untuk menetapkan tujuan umum pelatihan, dapat mengacu pada kualifikasi

jabatan masing-masing bidang,

 

   6. Untuk menetapkan tujuan khusus pelatihan, menentukan jabatan tertentu            sesuai dengan yang diharapkan, kemudian jabatan tersebut diuraikan  menurut   unit kompetensi yang diharapkan.

 

7.       2 fungsi tujuan pelatihan adalah:

1)    sebagai sesuatu yang akan dicapai;

2)    kriteria untuk mengukur keberhasilan atau kegiatan pelatihan.

8.       Manfaat tujuan pelatihan adalah:

1)    landasan untuk mengembangkan pertanyaan;

2)    alat untuk evaluasi program dan bahan diklat;

3)    alat untuk menentukan metode penyampaian, isi, garis besar dan urutan, serta tipe media yang digunakan;

4)    alat bantu bagi peserta untuk mengarahkan perhatiannya kepada hasil-hasil pelatihan dan perilaku yang diharapkan.

9.       a. Kemampuan/unjuk kerja

Menjelaskan tingkah laku/apa yang dapat dilakukan peserta setelah selesai     pelatihan. Unjuk kerja tersebut dapat diamati, dengan menggunakan kata kerja yang tidak mengandung banyak penafsiran, misalkan: menyajikan, menyusun, merakit, memperbaiki, membedakan. Sedangkan kata kerja yang tidak boleh digunakan yang mengandung banyak penafsiran, misalkan: mengetahui, memahami, mempelajari, menikmati.

b. Kondisi

Menyatakan situasi atau bagaimana peserta akan mendemonstrasikan kemampuan, meliputi:

- Lingkungan dimana kemampuan tersebut dilaksanakan (di  lab.bahasa);

- Alat-alat, bahan dan peralatan yang digunakan (dengan ohm meter);

- Buku petunjuk/alat bantu yang dapat/tidak dapat digunakan (manual,

kalkulator, perforator);

- Batasan kemampuan (macam-macam kertas surat, macam-macam obeng);

- Kegiatan fisik yang khusus (menulis, mengukur, mencatatat).

c. Kriteria.

Menentukan tingkat mutu dari kemampuan yang harus dicapai oleh peserta, yang mencakup 3 hal:

- Ketelitian – kwalitas (ketelitian sebesar 0,01 ohm, sesuai spesifikasi pabrik);

- Kecepatan – kwantitas (mengetik dengan kecepatan 15 menit);

- Kelengkapan (mengkalibrasi semua alat ukur yang ditetapkan dalam unit

kompetensi).

 

10.      Identifikasi kebutuhan pelatihan, disusun berdasarkan tujuan yang telah ditentukan. Setiap tujuan pelatihan yang telah ditetapkan harus dijabarkan kedalam kurikulum, tidak  menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan.

Mencakup Pengetahuan merupakan fakta, teori, dan konsep yang dimiliki oleh seseorang dalam kontek bidang pekerjaan, dipersyaratkan untuk menunjukkan suatu kegiatan tertentu yang memuaskan.

Ketrampilan merupakan tindakan aksional dan konsep yang dimiliki oleh seseorang dalam kontek bidang pekerjaan, dipersyaratkan untuk menunjukkan suatu kegiatan tertentu yang memuaskan.

Sikap merupakan fakta bertingkah laku yang dimiliki oleh seseorang dalam kontek bidang pekerjaan, dipersyaratkan untuk menunjukkan suatu kegiatan tertentu yang memuaskan.

 

11.      Tujuan khusus suatu program pelatihan berisi kompetensi khusus sebagai jabaran dari kompetensi umum, dengan cara sebagai berikut:

a)    Menjabarkan kompetensi umum yang ada di dalam  tujuan pelatihan umum menjadi satu set kompetensi khusus dengan mempergunakan analisa kompetensi atau analisa umum ( goal analysis ).

b)     Mengidentifikasi dan memberi tanda kompetensi khusus yang diperkirakan sudah dikuasai oleh calon peserta.

c)    Merumuskan tujuan khusus yang berisi kompetensi khusus yang belum dikuasai oleh calon peserta.

12.      Perumusan tujuan pelatihan umum meliputi :

  1. Adanya subyek belajar (peserta);
  2. Ada pernyataan  ingin dicapai; (Contoh: ” kompeten ………..”)
  3. Ada kata kerja aktif seperti: menyusun, mengelola, menggunakan…..dan seterusnya;
  4. Adanya obyek yang dipelajari;
  5. Menguraikan cakupan pelatihan yang menggambarkan kesenjangan kemampuan (lack of skill);
  6. Merupakan kalimat yang menggambarkan keseluruhan tujuan pelatihan;
  7. Menggambarkan uraian ringkas jabatan/pekerjaan;
  8. Memenuhi kriteria kemampuan, kondisi, dan standar.

 

13.       3 syarat untuk tujuan khusus;

a) Menjabarkan kompetensi umum yang ada di dalam  tujuan pelatihan umum         menjadi satu set kompetensi khusus dengan mempergunakan analisa kompetensi atau analisa umum ( goal analysis ).

b) Mengidentifikasi dan memberi tanda kompetensi khusus yang diperkirakan sudah dikuasai oleh calon peserta.

c) Merumuskan tujuan khusus yang berisi kompetensi khusus yang belum dikuasai oleh calon peserta.

 

14.       Tujuan umum tersebut merupakan tujuan program pelatihan, sedangkan tujuan khusus, dimana tujuan khusus adalah bagian dari program latihan,yang berupa kompetensi yang hendak dicapai, terdiri dari unit kompetensi. Luasnya cakupan kompetensi yang hendak dicapai tergantung pada luasnya tujuan umum yang ditetapkan.

 

15.       Fungsi Unit Kompetensi adalah : untuk menentukan area kompetensi jabatan pada area pekerjaan sebag ai acuan dalam penyelenggaraan PBK.

 

 

  1. E.   Tugas Teori : Memilih muatan/ isi pelatihan
Perintah Tugas : Jawablah soal di bawah ini pada kertas yang telah disediakan
Waktu Penyelesaian Tugas : 60 menit
Soal Tugas : Terlampir dalam BK

 

JAWABAN :

  1. Berfungsi sebagai : sebagai dasar untuk menyusun uraian pekerjaan, apabila dirancang dan dibuat dengan tepat sesuai kebutuhan pasar merupakan substansi yang akurat untuk penilaian kompetensi dan dasar pemikiran penulisan kurikulum pelatihan, karena terdapat korelasi langsung antara penjenjangan jabatan pekerjaan di dunia kerja dengan pentahapan pencapaian kompetensi.

 

  1. Robert M, Gagne : bahwa pengetahuan atau keterampilan yang lebih sederhana harus dikuasai terlebih dahulu agar dapat dengan mudah mempelajari pengetahuan atau keterampilan yang lebih rumit.

 

  1.  Bahwa kurikulum adalah sejumlah unit kompetensi (mata latihan) yang harus diajarkan atau dipelajari dalam suatu latihan. Didalam konsep dasar murni  pelatihan berbasis kompetensi, yang berorientasi pada outcome (hasil), maka yang disebut sebagai kurikulum tersebut adalah standar kompetensi itu sendiri, sesuai pola SKKNI, yang dipergunakan sebagai pedoman pembelajaran dan unjuk kerja.

 

  1. Makna urutan angka dalam unit kompetensi dari angka rendah ke tinggi :

Unit kompetensi dasar/umum (01)

Kompetensi dasar menggambarkan kebutuhan dasar dari profil keterampilan dari setiap pekerjaan di industri atau kompetensi yang umumnya dibutuhkan oleh semua orang yang bekerja pada suatu sektor. Unit-unit kompetensi dasar menjadi unit prayarat yang wajib dimiliki oleh setiap kualifikasi keahlian.

Unit kompetensi inti (02)

Kompetensi inti adalah kompetensi prasarat keahlian dari tiap level kualifikasi keahlian. Pemetaan kompetensi inti pada setiap level kualifikasi didasarkan pada kebutuhan kualifikasi.

 

 

Unit kompetensi spesialis/khusus/pilihan (03)

Bidang kompetensi keahlian menggambarkan kompetensi-kompetensi keahlian yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk melaksanakan tugas jabatannya di tempat kerja atau kompetensi dibutuhkan pada area yang khusus dari suatu bidang berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan tempat kerja tertentu.

 

  1. Isi/muatan materi pelatihan, yang berupa unit-unit kompetensi, terangkum dalam kurikulum pelatihan dan disusun berdasarkan urutan pembelajaran dari yang sederhana sampai yang paling rumit

 

  1. Keterekaitan antara unit-unit kompetensi dasar-inti-khusus ;

-           Unit-unit kompetensi dasar menjadi unit prayarat yang wajib dimiliki oleh setiap kualifikasi keahlian.

-           Pemetaan kompetensi inti pada setiap level kualifikasi didasarkan pada kebutuhan kualifikasi.

-        kompetensi dibutuhkan pada area yang khusus dari suatu bidang berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan tempat kerja tertentu

 

  1. Identifikasi kebutuhan pelatihan merupakan proses pengidentifikasian kemampuan keterampilan dan pengetahuan yang dipersyaratkan suatu kualifikasi bidang keahlian atau jabatan/pekerjaan berdasarkan data kemampuan calon peserta pelatihan.

 

8.         Perkiraan waktu pelatihan ditentukan oleh :

a)    Kompleksitas pengetahuan dan keterampilan yang harus dicapai.

b)    Kedalaman pengetahuan dan keterampilan yang harus dicapai

c)    Latar belakang pengetahuan dan keterampilan yang dipersyaratkan, yaitu:

  • Level kompetensi kunci yang dipersyaratkan
  • Unit prasyarat yang dipersyaratkan dalam unit kompetensi

d)    Pengetahuan yang disampaikan merupakan teori pengantar praktik (must know). Alokasi jam untuk pengetahuan dan praktik dibuat secara proporsional. Waktu praktik setidak-tidaknya memenuhi kebutuhan aplikasi (mencoba), praktik masih dengan bimbingan dan praktik mandiri.

e)    Perkiraan waktu pelatihan merupakan akumulasi jam pelatihan yang tercantum dalam silabus.

 

9.         Pengembangan pelatihan diarahkan dan berorientasi pada pemenuhan permintaan pasar, dimana diharapkan bahwa tenaga kerja yang dibutuhkan yaitu sebagai sumber daya manusia, dapat memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaannya, memiliki daya adaptasi dan daya saing tinggi. Atas dasar hal tersebut diatas, pengembangan kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.

 

 

 

 

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: