Menu

Contoh skripsi bab IV latar belakang sistem pertanian subak di bali

Jun
19
2014
by : 1. Posted in : blog

BAB IV

HASIL PENELITIAN

 

LATAR BELAKANG SISTEM SUBAK ADA DI BALI.

Geografi Bali.

Letak Geografis.

Secara geografis Provinsi Bali terletak pada 8°3’40″ – 8°50’48″ Lintang Selatan dan 114°25’53″ – 115°42’40″ Bujur Timur. Relief dan topografi Pulau Bali di tengah-tengah terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur. Provinsi Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Batas fisiknya adalah sebagai berikut:

Utara    :Laut Bali.

Timur   :Selat Lombok (Provinsi Nusa Tenggara Barat).

Selatan             :Samudera Indonesia.

Barat    :Selat Bali (Propinsi Jawa Timur) (http: // balitourismdirectory. blogspot. Com /2008 /01/ letak- geografis- batas admin- istrasi- dan. html).

 

Kondisi Alam (Geografis).

Pulau Bali luasnya 5808,8 Km2 dibelah dua oleh suatu pegunungan yang membujur dari barat ke timur, sehingga membentuk dataran yang agak sempit di sebelah utara, dan dataran yang lebih besar di sebelah selatan. Pegunungan tersebut yang untuk sebagaian besar masih tertutup oleh hutan rimba yang leba, mempunyai arti penting dalam pandangan hidup dan kepercayaan penduduk. Di wilayah pegunungan itulah terletak kuil-kuil (pura) yang dianggap suci oleh orang Bali, seperti Pura Pulaki, Pulau Batukau, dan terutama sekali Pura Besakih, yamg terletak di kaki gunung Agung (I Gusti Ngurah Bagus dalam Koentjoroningrat, 1971:280). Pulau Bali merupakan salah satu daerah subur di Nusantara. Kondisi fisik dan geografisnya berupa paduan gunung-gunung berapi (Gunung Batur dan Gunung Agung) dengan lembah-lembah sungai ditunjang oleh keadaan iklim yang memadai, mendorong tumbuhnya kehidupan berpola agraris. Ekologi yang khas pada lembah-lembah sungai telah melahirkan bentangan persawahahan yang subur. Berbagai data arkeologi (terutama prasasti-prasasti) dapat menggambarkan kegiatan eksploitasi dan konservasi sumber daya alam, terutama pada aktivitas persawahan itu sendiri (Ketut Setiawan dalam Kebudayaan, 1996: 68).

Pulau Bali memiliki iklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain. Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai. Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha (www.astrobali.com).

Mengutip pernyataan Clifford Geertz dalam Koentjoroningrat (ed) (1984:247), Geertz menyatakan :

“…Dilihat dari sudut geografis, tanah pusat ini di sebelah utara pedalaman, terdiri dari suatu daerah tanah pegunungan dengan gunung-gunung berapi setinggi 1500 sampai 3000 meter, yang menurun menjadi dataran yang lebarnya rata-rata delapan sampai enam belas kilometer samapai pantai selatan. Seluruh daerah ini, yang luasnya kira-kira 3500 kilometer persegi, terpotong-potong pada jarak-jarak sejauh beberapa ratus meter satu dengan yang lain oleh berpuluh-puluh sungai kecil yang mengalir ke arah laut, dan menyebabkan adanya tebing-tebing tinggi, bagaikan lipatan-lipatan dari suatu kipas yang terbuka. Perkampungan-perkampungan letaknya berturut-turut sepanjang tebing-tebing yang menurun, dan terpisah satu sama lain oleh semak-semak dan kebun-kebun kelapa. Hubungan-hubungan antara perkampungan-perkampungan yang mempunyai satu jalur tebing yang sama (atau hubungan-hubungan antara utara dan selatan), adalah selalu lebih erat daripada hubungan antara perkampungan-perkampungan yang berlainan jalur tebing (atau hubungan antara barat dan timur). Hal itu antara lain disebabkan oleh karena perkampungan-perkampungan yang menempati jalur yang sama mendapat airnya dari sungai yang sama, dan ini menyebabkan terjadinya kesatuan-kesatuan ekologis dari perkampungan-perkampungan yang tertentu”.

 

Iklim.

 

 

Penduduk Bali.

Kepercayaan yang Dianut.

Sebagaian besar dari orang Bali menganut agama hindu-Bali, walaupun demikian, ada pula suatu golongan kecil orang-orang Bali yang menganut agama Islam terutama di daerah pinggir pantai di beberapa desa di pedalaman, di beberapa kota seperti Karangasem, Klungkung, dan Denpasar, sedang penganut-penganut agama Kristen dan Katolik terutama terdapat di daerah Denpasar, Jembrana, Singaraja.

Agama Hindu banyak mengandung

Sistem Kekerabatan.

Sistem kekerabatan orang Bali bersifat Patrilineal dan adat menetap sudah

Sistem Masyarakat.

Stratifikasi Sosial.

Subak.

Sejarah Subak.

Air sebagai sumber daya alam tampaknya telah dikelola dengan baik pada masa Bali Kuno, dikatakan demikian karena tersurat dalam prasasti Tengkulak A 945 Saka/1023 Masehi dijumpai ungkapan amabati, amaluku, atanem, amatun, ahani, anutu yang berarti “membuka lahan, membajak, menanam, menyiangi, menuai, menumbuk”. Prasasti Dawan 975 Saka terdapat istilah rotting banyu yang berarti semacam “pajak air”. Jabatan Samgat Nayakan air yaitu petugas yang mengelola air irigasi tersurat dalam prasasti Bungli Pura Kehen B, sedangkan jabatan ser danu “petugas yang mengelola danau sebagai sumber air untuk irigasi telah disebutkan dalam prasasti Trunyan AI yang terbit tahun 833 Saka (I Ketut Setiawan dalam Etnografi, no. 03 Vol. 4, Mei 2003: 93-102).

Berdasarkan sumber prasasti-sumber prasasti diperoleh keterangan bahwa pada pertengahan abad XI Masehi Organisasi subak sudah dikenal di Bali. Hal itu didasarkan atas keterangan dalam prasastis Pandak Bandung bertahun 993 Saka/1071 Masehi yang dikeluarkan oleh Raja Anak Wungsu yang menyebut kasuwakan talaga (Persubakan Talaga). Selanjutnya, dalam prasasti Klungkung A, B, C bertahun 994 Saka/1072 Masehi menyebut kasuwakan rawas. Sementara itu, dalam prasasti Bugbug bertahun 1103 Saka/1181 Masehi yang dikeluarkan oleh Raja Jayapangus disebut kasuwakan bunglunan dan prang (persubakan Bunglunan dan persubakan Prang) yang berada di wilayah Desa Bugbug. Prasasti Pengotan C II (tanpa tahun) yang diduga dikeluarkan oleh Raja Jayangpus. Dengan demikian, berdasarkan data tertulis (prasasti) bahwa subak munccul pada masa pemerintahan Raja Anak Wungsu, putra bungsu Raja Udayana Warmmadewa (I Ketut Setiawan dalam Kebudayaan/no 10/ th 1995: 69).

 

Organisasi Subak.

Dalam melaksanakan tugasnya, Subak mengkoordinasikan setiap gerak anggota guna mencapai sasaran yang tepat, yaitu pembagian air yang cukup dan adil. Peranan organisasi dan pengurus subak menjadi amat penting.

Pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi subak ialah Sedahan Agung, jabatan ini termasuk Pegawai Negeri, berkedudukan di kantor bupati dan diangkat oleh bupati dengan tugas: a). Mengatur pengairan dan persediaan air irigasi di wilayah kabupaten, b). Memecahkan persoalan-persoalan yang timbul antar subak yang tidak sanggup diselesaiakan oleh petugas bawahannya. c). Memungut Pajak tanah. d). Menjadi penghubung antara subak-subak dan pemerintah untuk menetapkan tanggal pelaksanaan upacara-upacara untuk desa dan subak. e). Mengkoordinasi upacara adat yang berhubungan dengan subak di tingkat kabupaten.

Di bawah Sedahan Agung terdapat Sedahan, seorang yang berstatus pegawai negeri. Tugasnya sama saja dengan Sedahan Agung, tetapi dengan wilayah yang lebih kecil

Gatra Fisik Subak.

Gatra Religi Subak.

 

PELESTARIAN SUBAK DI BALI.

Pelaku Pelestarian Subak.

Anggota Subak.

Pemerintah Bali.

Masyarakat Bali.

Usaha-usaha Pelestarian Subak.

Modernisasi.

 

AKTUALISASI SUBAK DALAM MASYARAKAT BALI.

Pengaturan Irigasi.

Pengaturan Penanaman.

Penyelenggara Upacara Adat.

Usaha Pensejahateraan Petani dan Anggotannya.

Pelaku Program Pemerintah.

Swasembada Bahan Makanan.

Demonstrasi Masa.

artikel lainnya Contoh skripsi bab IV latar belakang sistem pertanian subak di bali

Tuesday 7 February 2012 | blog

NAMA PRODUK BAHAN UKURAN MIN HARGA PER WARNA 1 2 3 4 SPARASI Brosur, Leaflet, Poster…

Thursday 19 February 2015 | blog

Thursday 13 August 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT     MELAKUKAN UPGRADE HARDWARE…

Tuesday 30 October 2012 | blog

*MS : Medium shot (seluruh badan sebelum kaki) *Knee : Knee Shoot (dari kepala hingga lutut)…