Home » blog » CONTOH PROGRAM MOTIVASI DAN KEWIRAUSAHAAN
Filed: blog
Advertisement
loading...

Bismillaahirrahmanirrahim.
Realitas kehidupan di Indonesia kian puruk terutama di lini ekonomi yang mengakibatkan terbelakangnya pendidikan dan kesehatan. Padahal pendidikan merupakan kunci cerdasnya suatu bangsa. Bagaimana mungkin suatu Negara dapat cerdas dan maju, sedang kebutuhan akan pendidikan tidak terakses oleh warganya. Tidak lagi limbah sarjana yang kita temui, akan tetapi banyak anak bangsa yang hanya berkeliaran dijalan mencari sesuap nasi. Entah dengan cara halal atau bahkan banyak yang mengambil jalan pintas tindak kriminalitas dan asusila. Kendati WAJAR 94 diwajibkan, pada realitasnya menjadi sebuah program yang haram dilaksanakan karena langkanya pemilikan uang.
Sulitnya orang dalam memenuhi kebutuhan hidup menyebabkan kian tajamnya jurang pemisah antar status masyarakat dan kian tingginya individualistis. Guyonan “yang kaya semakin kaya dan yang miskin bertambah fakir” kini benar adanya. Tidak sedikit orang yang mau peduli dengan orang lain dan simpati bahkan empati pada permasalahan orang lain. Tidak jarang orang yang orientasi perbuatannya hanya untung atau buntung semata. Realitas demikian sangat memprihatinkan dimana jika tidak ada yang mencoba mengubahnya niscaya bangsa ini akan binasa dengan sempurna.
Untuk itu, Yayasan Al-Fithrah berusaha memberikan kontribusi bagi permasalahan tersebut dengan mendirikan sekolah multi integrated SAMARA (Satelit Masa Depan Negara).
SAMARA merupakan implementasi idealita masa depan dunia dimana tercipta manusia yang berkualitas. Tidak hanya berkutat pada sisi afektif, kognitif, psikomotor tetapi juga berkonsentrasi pada penanaman sisi emosi dan religi atau spirit. Fenomena pendidikan Indonesia hingga saat ini hanya menekankan pada salah satu aspek saja yaitu aspek intelegensi kognitif, afektif, dan psikomotor. Peserta didik dituntut untuk menyelesaikan kurikulum yang ditetapkan. Padahal kurikulum sendiri ditetapkan atau dibuat tidak untuk diselesaikan. Akan tetapi menjadi pedoman yang perlu adanya evaluasi dan rekomendasi perbaikan dan peningkatan secara kontinyu. Sedang pendidikan itu sendiri wajib mengembangkan 3 aspek utama yaitu intelegensi, emosi, dan religi atau spiritual. Aspek emosi meliputi bagaimana peserta didik mempunyai sikap dan prilaku yang sehat, disiplin, optimistis, percaya diri, kreatif, dan lain lain. Sedang aspek religi atau spiritual menekankan peserta didik menjadi seorang individu yang beriman. Menjalankan hidup sesuai perintah, tidak keluar dari rel yang telah ditentukan, dan menyadari bahwa manusia wajib berikhtiar sedang hasil hanya haknya yang Maha menciptakan. Dengan kolaborasi ketiga aspek tersebut diatas akan tercipta output pendidikan yang cerdas, dinamis dan kompetitif.
Manusia yang tangguh kendati tak henti di terjang uji. Manusia yang kian kuat di berbagai kondisi. Manusia yang tetap manusiawi kendati zaman berganti. Jika hanya bertahan pada aspek intelegensi semata, mustahil gemilangnya masa depan tergenggam. Sebagai bukti, masih banyak out put pendidikan yang tidak bermoral, patah semangat, lemah dan memiliki benteng diri yang rapuh. Sehingga figur/sosok pemimpin sekarang ini kurang memiliki jiwa kepemimpinan/leadership yang baik dikarenakan instant dalam melalui proses capaiannya. Dan otomatis berimbas pada output yang dihasilkan. Rendah hati dan kasih sayang pun kini tak lagi diasah. Kontrol diri tak lagi terkendali. Yang ada hanyalah ingin menang , menuntut, dan menyalahkan akan realiltas yang dihadapi. Fatalnya, tidak percaya lagi pada takdir Illahi. Seorang sarjana yang baru wisuda misalnya, ketika Allah mengambil kedua matanya sehingga ia tak mampu tuk melihat. Gelap sebagai mana pekatnya masa depan saat itu. Jika sang sarjana baru ini tidak memiliki pondasi spiritual yang kuat disertai cerdasnya emosi dan intelegensi, ia akan mencoba bunuh diri, menyalahkan tidak adilnya sang Maha Adil, dan … paling ringan ia akan selalu rendah diri. Padahal semua itu terjadi atas kehendak dan maksud baik pencipta sebagai bentuk kasih sayangnya pada setiap hamba dan menyelamatkan hambanya itu dari hal-hal yang tidak pernah diketahui. Sebaliknya jika sarjana baru tersebut memiliki kecerdasan luar biasa dari aspek intelegensi, emosi, dan spiritualnya, ia tetap dapat bertahan hidup bahkan membuat sebuah surprise pada dunia.contoh kasus lain seorang anak yang lahir dengan keadaan cacat. Jika lingkungannya tidak memiliki multipel intelegensi maka anak tersebut akan cacat selamanya karena hanya dianggap sebagai kutukan, beban, dan tidak memiliki daya guna. Padahal jika anak cacat tersebut dididik dan dioptimalkan tentu akan menjadi manusia yang utuh, bermanfaat bagi lingkungan dan masa depan kendati memiliki keterbatasan karena pada hakikatnya setiap manusia punya keterbatasan, tidak ada seorang manusiapun sempurna kecuali Rasulullah SAW dan jelas dalam QS Attin ayat 5 dikatakan bahwa manusia lahir dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Jika manusia satu memiliki keterbatasan, pun begitu dengan manusia lain karena hakikatnya manusia saling melengkapi.
Kondisi sehat dan saling memahami antar individu tersebut dapat terjadi ketika ditanamkan sejak dini.
Berangkat dari realiltas pendidikan yang masih sangat compang-camping tersebut, SAMARA hadir dengan performance yang beda dengan performance pendidikan pada umumnya. SAMARA berupaya mewujudkan pendidikan yang aksesibel dan multi integrated. Mulai dari kurikulum, strategi pembelajaran, fasilitas, peserta didik, hingga finansial. SAMARA mengupayakan interaksi dan integrasi lintas kebutuhan. Multi integrated bermakna luas. Menggabungkan antara kurikulum kepondokan dengan kurikulum formal, antara sekolah umum dengan sekolah alam, antara anak normal dengan yang berkebutuhan khusus, antara yang golongan ekonomi atas dengan yang di bawah rata-rata, dan lainya. Selain itu SAMARA tidak hanya menekankan pada perkembangan intelegensi peserta didik, akan tetapi juga mengembangkan aspek lain emosi dan spirit/religi yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan lain diluar kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan secara kontinuing. Kegiatan tersebut meliputi 3 kegiatan besar yaitu:
1. Gizi dan deteksi dini. Kegiatan ini diampu oleh tim dokter dari dokter spesialis, umum dan dibantu para Co-ass. Deteksi dini dilakukan untuk mengetahui kelainan atau kekurangan yang terdapat pada peserta didik sehingga dapat diambil langkah antisipasi sejak dini baik pada sisi medis maupun layanan pendidikan. Gizi dimaksudkan untuk memberikan penyuluhan pada masyarakat, dalam hal ini wali/orang tua siswa akan urgensi gizi bagi anak dan memberikan suplemen atau makan sehat/vitamin pada anak. Aksi gizi tersebut diampu oleh ahli gizi dan mahasiwa akademi gizi.
2. Motivasi. Motivasi dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan psikis/psikologi anak, mentalitas dan kepribadian anak sehingga dapat mengarahkan anak menggapai cita cita sesuai potensi , minat dan bakat. Kegiatan ini diampu oleh psikolog dan para profesi atau praktisi lain. Diharapkan tumbuh kesadaran bersama akan keterkaitan antar berbagai pihak karena pendidikan bukan hanya kewajiban/tugas para akademisi saja. Akan tetapi lingkungan mempengaruhi tingkat keberhasilan pendidikan itu sendiri. Dukungan/support dari semua pihak akan sangat mempengaruhi psikologi anak dalam menorehkan tinta perjuangannya di medan pendidikan. Motivasi tersebut tidak hanya berbentuk penyuluhan, akan tetapi simulasi dan action.
3. Out bond.
Out bond dimaksudkan untuk melatih aspek emosi peserta didik. Disini peserta diarahkan untuk bisa melatih aspek kepemimpinan dan organisasi.
SAMARA dalam pelaksanaan kbm menggunakan kurikulum yang dibuat sendiri disesuaikan kebutuhan. Dalam hal ini kurikulum samara menekankan pada aspek kediniyahan sebagai sarana penguatan benteng aqidah anak. Pokok materi dalam kurikulum terbagi menjadi 4 yaitu aqidah akhlaq, fiqh, sejarah kebudayaan islam (ski), dan (bta) baca tulis al qur’an. Sedang waktu pembelajaran efektif mengikuti waktu standar sekolah pada umumnya 6 hari kerja. Mulai jam 15.30-17.30. Tim pengajar berasal dari sebagian alumni dan mahasiswa. Dalam pelaksanaan pengajaran samara menggunakan system PPI (Program Pelayana Individual) bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus dan memiliki karakter lain dengan peserta didik lainnya. PBM dibagi menjadi dua bagian yaitu : 40% teori, dan 60% praktek.
Dalam hal finansial SAMARA menggunakan sistem subsidi silang dimana anak yang berasal dari keluarga mampu membantu pembiayaan peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang atau tidak mampu dengan cara mengisi formulir kesanggupan sebagai donatur selain INFAS (Investasi, Infaq dan Shodaqoh). Di luar infas dan donasi dari orang tua siswa, SAMARA mengupayakan donasi lain dari sponsor atau donasi calon aghniya. Samara menyelenggarakan program beasiswa bagi peserta didik yang berprestasi dan program orang tua atau kakak asuh. INFAS juga digunakan untuk biaya operasional, seperti : gedung, listrik, air, buku, alat peraga, dan kegiatan-kegiatan rutin lainnya (gizi dan deteksi dini, motivasi, out bond, kunjungan lapangan, dll) Kegiatan belajar mengajar di SAMARA berlangsung selama tiga tahun yang terbagi menjadi enam semester. SAMARA terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu :
1. Tingkat dasar : pendidikan anak usia dini 3-4 tahun dan TK 5-6 tahun.
2. Tingkat satu : pendidikan anak usia 7-9 tahun atau kelas satu sampai kelas tiga SD.
3. Tingkat dua : anak usia 10-12 tahun (kelas 4-6 SD)
Diharapkan SAMARA dua tahun ke depan menjadi sekolah formal.
Struktur SAMARA
Kepala Sekolah SAMARA : Fitri Nugrahaningrum Spd.
Waka I, membidangi pendidikan dan kesiswaan : Fatchu Subchan
Waka II, membidangi administrasi dan keuangan : Muh. Ilham Radiansyah, S.Pt
Kepala Sekolah SAMARA KID : Erika Purnamasari, S.Si.
Waka membidangi pendidikan dan kesiswaan : Achmad Irfan Maulana
Tata usaha : Doso Wulandari
Deteksi dini : Zainal Arifin
Motivasi : Fitri Nugrahaningrum, S.Pd
Outbond : Zain Panji Pangestu

Testimoni

Related Post CONTOH PROGRAM MOTIVASI DAN KEWIRAUSAHAAN

Membuat Algoritma Pemrograman Lanjut TIK.PR02.002.01

Membuat Hiasan Pada Busana Lembroidery

Contoh Surat Kerjasama

Menggunakan Spesifikasi Program TIK.PR02.004.01

Informasi Tentang Lenovo Handphone