Menu

Contoh Laporan

Jun
16
2015
by : 2. Posted in : blog

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. I.                   LATAR BELAKANG

 

Pendidikan dasar untuk instruktur Administrasi Bisnis tahun 2013 yang diadakan di Balai Besar Latian Kerja Industri (BBLKI) Surakarta selama kurun waktu 7 bulan, salah satu program kegiatan yang dilakukan adalah study tour.

Study tour yang diikuti oleh 3 (tiga) BBLKI penyelenggara dikdas yang lain (BBLKI Serang, BBPKDN Bandung, BBPKLN Bekasi) diadakan di Solo Raya dan Yogyakarta, pada tanggal 26-27 Juni 2013. 3 (tiga) BBLKI penyelenggara yang lain melakukan study tour di Solo Raya, diantaranya ATMI, JA TV, Solo Pos, Tempat pembuatan gitar, sedangkan BBLKI Surakarta melakukan study tour di Yogyakarta, diantaranya PT Anugerah Mulia Indobel, P4TK. Pembedaan lokasi study tour berdasarkan keahlian yang dipelajari selama diklat dasar instruktur.

 

  1. II.       MAKSUD DAN TUJUAN

Diadakannya study tour di Solo Raya dan Yogyakarta pada tanggal 26-27 Juni 2013, dengan tujuan untuk mengetahui penerapan ilmu yang didapat selama pendidikan teknis dengan kenyataan di lapangan. Dengan demikian diharapkan dapat mengembangkan ilmu yang di dapat dengan keadaan di lapangan.

 

  1. III.             RUANG LINGKUP

Kegiatan study tour yang diadakan berupa profil perusahaan, manajemen perusahaan, market share perusahaan.

 

 

 

 

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

 

  1. I.                   PT ANUGERAH MULIA INDOBEL

I.1 Sejarah PT Anugerah Mulia Indobel (Coklat Monggo)

PT Anugerah Mulia Indobel didirikan pada tahun 2005 oleh pria asal Belgia bernama Thierry, memiliki showroom dan pabrik di Dalem Kg III/978, RT 043/RW 010 Kelurahan Purbayan, Kotagede. Awal mulanya karena ketidakpuasan Thierry terhadap rasa coklat yang ada Indonesia. Akhirnya dia bekerjasama dengan 2 (dua) orang temannya yaitu Edo (Direktur) dan Burhan (Staff Kreatif) untuk membuat perusahaan coklat dengan citarasa Belgia tetapi menggunakan sumber daya yang terbatas.

Asal muasal kata “Monggo” yang akhirnya menjadi nama produk mereka berasal dari obrolan ringan dari Edo, Burhan dan Thierry, yang mencari nama tentang produk mereka, yang mudah diingat. “Monggo” yang dalam bahasa jawa berarti “silakan”, adalah kata-kata yang sering mereka dengar, saat orang Yogya mempersilakan tamu masuk atau meninggalkan rumah seseorang.

Kata – kata yang tidak hanya digunakan oleh orang Yogya namun juga sudah merupakan tradisi dari budaya Jawa, kota Yogyakarta, akhirnya digunakanlah kata “Monggo” sebagai brand/merk dari produk mereka.

I.2 Pemasaran PT Anugerah Mulia Indobel (Coklat Monggo)

Produk yang pertama kali dihasilkan adalah coklat “truffle”. Awal mulanya coklat itu ditawarkan kepada teman-temannya Indonesia dan mereka menyukainya. Lalu Thierry mencoba menjualnya di daerah UGM dan diluar Gereja Kota Baru dengan menggunakan vespa pink yang diubahnya menjadi tempat berjualan, tujuannya tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi mengetahui minat dan reaksi masyarakat terhadap produk yang dia hasilkan.

Dengan perkembangan yang terjadi sejak tahun 2005 hingga sekarang, PT Anugerah Mulia Indobel mempunyai 100 staff yang bekerja di kantor Yogyakarta dan Jakarta. Dengan tetap mempertahankan kekhasan home industry, pemasaran produk meluas hingga ke seluruh Jawa dan Bali. Belum dilakukan perkembangan hingga ke daerah luar pulau jawa dikarenakan coklat monggo tidak menggunakan pengawet. Jadi bila coklat monggo berada di luar suhu kamar, coklat tersebut akan cepat meleleh.

PT Anugerah Mulia Indobel sedang merancang supaya coklat monggo bisa dipasarkan hingga luar jawa dan luar negri. Dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan, sehingga mereka menggunakan kertas daur ulang dan pengolahan produksi yang ramah lingkungan.

I.3 Market Share PT Anugerah Mulia Indobel (Coklat Monggo)

Rasa coklat yang khas membuat coklat monggo mempunyai citarasa yang eksklusif. Tempat penjualan yang khusus pun menjadi pilihan pemasaran coklat monggo, karena tidak semua orang menyukai coklat yang pahit dan menyehatkan ini. Di ciptakannya banyak varian rasa membuat  coklat monggo memperluas jaringan pasarnya, tanpa meninggalkan citarasa khasnya.

 

  1. II.                PROFIL POLITEKNIK SENI (PPPPTK SENI BUDAYA)

II.1 LATAR BELAKANG DAN SEJARAH PPPPTK KESENIAN

Berdirinya P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan PTK) Bidang Seni dan Budaya diawali dengan kebutuhan akan   melestarikan seni dan budaya Indonesia yang terkenal dengan banyak aneka ragamnya.Kekayaan Bangsa Indonesia yang tidak terbatas merupakan sumber kekayaan yang tak ternilai.Oleh Karena itu untuk menjaga dan mengembangkan seni budaya Indonesia,didirikanlah P4TK pada tanggal 1 September 1983 yang waktu itu bernama PPDG Kesenian.Pada tanggal 1-1-1988 lokasi pindah ke jallan Kaliurang Km 13,8 Sleman Jakarta.P4TK disini ditujukan khusus untuk melatih dan mendidik Pendidik  seni budaya yang telah mempunyai NUPTK dan bersertifikasi,sehingga keprofesionalan dan keahlian pendidik akan semakin terasah setelah mengikuti progam pelatihan dan pendidikan di P4TK.

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalm mengembangkan Seni Budaya maka berdasarkan Keputusan Menteri Pendidkan No 8/2007 pada tanggal 13 Pebruari tentang Organisasi dan tata kerja PPDT melalui pengembangan dan pemberdayaaan tenaga dan kependidikan seni budaya,P4TK memiliki progam pendidkan yang meliputi :

  • Kelompok Seni Kriya

Kriya Kayu

Kriya Logam

Kriya Tekstil

Kriya Keramik

Kriya Kulit

  • Kelompok  Seni Rupa

Seni Murni

Seni Lukis

Desain Komunikasi Visual dan Animasi

  • Kelompok Seni Pertunjukan

Seni Pendalangan

Seni Tari

Seni Teater

Musik

Seni Karawitan

Adapun fasilitas yang tersedia di P4TK diantaranya adalah kantor pusat atau ruang administrasi,uaditorium,ruang pameran,ruang belajar meliputi laboratorium bahasa, laboratorium komputer ,ruang kuliah umum,perpustakaan, gazebo,ruang hunian meliputi asrama dan guest house.Produk-produk yang dihasilkan adalah produk inovative seni dan budaya yang sudah melalui kerjasama techno art park,TAP serta P4TK seni dan budaya Yogyakarta. Suasana dan kondisi lingkungan kampus yang teduh berudara sejuk dan segar mendukung berjalannya proses  pembelajaran sebagai pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidikan seni dan budaya. P4TK telah membuktikan lembaga pendidikan bertaraf internasional ditandai dengan dalam Asean 2009,Asia Pasific 2015 serta Global 2020.Adapun kemajuan dalam bidang manajemen yang tertata rapi dan terorganisir sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001-2000 sebagai jaminan mutu pelayanan terbaik. Kemajuan dan prestasi ini diraih sesuai dengan Visi dan Misi P4TK yaitu sebagai berikut:

  1. a.        Visi Pendidikan

Menjadi pelopor pendidikan profesional dalam bidang seni, kriya dan desain di Indonesia.

Pendidikan Profesional adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu dan diselenggarakan oleh akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut atau universitas (SK Mendikbud Tahun 1994, Pasal 1).

 

  1. b.        Misi Pendidikan

1)       Melaksanakan program pendidikan yang mengantisipasi kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  dengan meletakkan pada konsep pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui praktek.

2)       Menghasilkan tamatan yang bermutu dan professional agar dapat memenuhi tuntutan dunia industri.

3)       Melaksanakan penelitian agar menjadi landasan serta sumber  pelaksanaan program pendidikan.

4)       Berperan aktif dalam pendidikan berkelanjutan yang dibutuhkan masyarakat.

 

Adapun kerjasama dengan luar negeri sudah terjalin dengan beberapa negara diantaranya adalah dengan Singapura, Malaysia, dan Kedubes Suriname. Adanya radio yang bisa dijangkau dengan Internet yaitu radio VDEC merupakan bukti salah satu prestasi P4TK selain itu adanya jurusan baru yang didirikan diantaranya adalah animasi,game tech serta teknik komputer dan jaringan. Festival dan pertunjukan selalu diadakan 2 tahun sekali.Magang siswa dari mancanegara diadakan secara teratur yang terkenal dengan nama Darma Siswa.

 

Demikianlah profil P4tk seni budaya yang berlokasi di Kaliurang Km 15,5 Klidon Sukoharjo,Ngaglik,Sleman,Yogyakarta 55581.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

HASIL KUNJUNGAN

 

  1. I.                                                                Perusahaan Cokelat ‘Monggo’

Cokelat ‘Monggo’ yang merupakan salah satu produk dari PT Anugrah Mulia Sentosa telah berhasil membuat terobosan berbeda di dunia industri pangan kususnya produk cokelat yang ada di Indonesia. Cokelat ‘Monggo’ berusaha mengubah mindset masyarakat Indonesia mengenai cita rasa cokelat yang sesungguhnya.  Dalam kunjungan kami ke perusahaan cokelat  ‘Monggo’ yang awalnya adalah home industri, kami mendapatkan bahwa  ;

  1.  Perusahaan ini lebih mementingkan pada kualitas produk dan bukan pada kuantitas produk yang pada akhirnya hanya mengejar keuntungan dan melupakan kualitas dari produk (cokelat) tersebut.
  2. Kualitas produk (cokelat) tersebut dapat dilihat dari cara pembuatan yang masih handmade, ke  sterilan selama pembuatan cokelat yaitu ketika tidak mengijinkan pegawai yang sedang sakit masuk kedalam ruang produksi bahkan mereka lebih baik tidak masuk kerja daripada produk cokelat yang mereka hasilkan terkontaminasi bakteri/virus. Pembungkus cokelatnya yang menggunakan bahan bahan yang mudah didaur ulang serta tidak menggunakan bahan pengawet.
  3. Pemasaran produk yang tidak sembarangan.

Target pasar dari Cokelat Monggo ini adalah kalangan middle up atau menengah keatas, mengingat harga produknya yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga cokelat lokal yang telah beredar dipasaran.

  1. Pemasaran produk yang masih terbatas.

Pemasaran Cokelat Monggo belum mencakup keseluruh wilayah di Indonesia. Pemasarannya baru meliputi wilayah Jawa dan Bali. Hal ini disebabkan karena terbatasnya bahan baku pembuatan cokelat dan produksi yang masih mengunggulkan cara handmade.

  1. Untuk manajemen yang ada di perusahaan cokelat ini sampai saat ini masih dalam taraf pengembangan. Karena memang pada awalnya si pemilik tidak berpikiran untuk membuat suatu usaha yang besar. Mereka hanya berkeinginan mengubah mindset masyarakat Indonesia mengenai cita rasa cokelat yang sesungguhnya. Namun karena permintaan pasar yang terus meningkat, akhirnya mau tidak mau mereka harus memperluas usaha mereka dan sampai saat ini mereka masih terus mengembangkan sistem manajemennya.
  2. Cara pemasaran.

Perusahaan ini tidak menggunakan sistem franchise dalam pemasaran produknya. Dia lebih memilih sebagai distributor tunggal dalam pemasaran produknya. Hal ini disebabkan karena perusahaan ini tetap berusaha menjaga kualitas produknya dengan baik.

Dilihat dari beberapa hasil pengamatan kami mengenai cokelat ‘Monggo’ , produk ini memang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan cokelat cokelat yang telah beredar dipasaran luas. Varian rasa yang unik dari yang original sampai ada yang rasa pedas menambah ‘ramainya’ industri pangan di Indonesia kususnya cokelat.

 

  1. II.                                                             POLITEKNIK SENI Yogyakarta

Dari hasil kunjungan ke Politeknik Seni Yogyakarta kita mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan yang berguna untuk kemajuan dunia pendidikan khususnya Seni dan Budaya. Banyak hal yang kita bisa pelajari dari hasil kunjungan tersebut,diantaranya:

  • Progam pelatihan yang berjenjang,terstruktur dan terorganisir dengan baik dari dasar sampai mahir.Peserta diklat,dari kalangan pendidk,akan diseleksi lebih awal untuk menentukan jenis program pelatihan yang diikuti sesuai dengan tingkat kompetensi yang telah dimiliki.
  • Kurikulum yang telah teruji dan dipantau oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan.Dimana sistem pengajaran dfitempat tersebut mengacu 30% teori dan 70% praktek,sehingga hasil lulusannya dapat diukur tingkat ketrampilannya.
  • Hasil karya peserta pelatihan yang tidak diperjualbelikan dan sering diadakan pameran bekerjasama dengan Disperindag.Kita dapat melihat hasil karya tersebut sebagian dipajang di sepanjang lorong kampus.Keindahan hasil karya tersebut menunjukkan kompetensi si pembuatnya.
  • Pengajar yang berpengalaman dan sudah teruji kemampuannya. Kualitas pengajar dipantau oleh Lembaga Penjamin Mutu.
  • Selalu diadakannya program on job training disetiap akhir pelatihan untuk menambah wawasan akan kebutuhan industri diluar.
  • Suasana Kampus yang teduh dan nyaman,luas dengan penghijauan yang tertata rapi mendukung  suasana belajar mengajar yang kondusif.
  • Adanya fasilitas yang lengkap diantaranya workshop, laboratorium, dan asrama yang bersih dan nyaman serta hasil karya siswa seperti adanya radio VDEC yang bisa dijangkau jaringan internet dan pertunjukan pameran yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali.
  • Siswa-siswi yang magang dari luar negeri untuk menambah wawasan pengetahuan mereka akan seni budaya yang terkenal dengan nama Dasa Wisma.

 

Untuk kemajuan sumber daya manusia Indonesia kiranya dapat tercapai dengan maksimal dengan adanya progam pelatihan seperti yang diselenggarakan P4TK sebagai contohnya.Dan dari banyak hal yang positif, menunjukkan bahwa P4TK telah memberikan sumbangsih yang luarbiasa bagi pengembangan dunia Seni Budaya Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

                                   KESIMPULAN

 

Hadirnya cokelat ‘Monggo’ di industri wirausaha di Indonesia kususnya di Jogjakarta Jawa Tengah dapat dijadikan sebagai salah satu referensi motivasi bagi masyarakat Indonesia dalam berwirausaha di dunia pangan. Berawal dari keprihatinan akan rasa coklat yang ada di Jogjakarta pada waktu itu, kemudian berkeinginan mengubah mindset masyarakat sekitar mengenai  rasa cokelat, meproduksi cokelat yang berbeda dan akhirnya melempar produk tersebut ke pasaran. Ketekunan, kesabaran dan pantang menyerah membuat produksi cokelat ini yang semula hanya home industri berkembang menjadi perusahaan cokelat yang banyak peminatnya. Ide dan kreativitas yang tinggi dalam menciptakan aneka rasa cokelat ‘Monggo’ ini patut diacungi jempol . Maka untuk para pemula wirausaha ataupun yang sudah lama bergelut di bidang kewirausahaan (wiraswasta) sangatlah tepat jika menjadikan cokelat ‘Monggo’ ini sebagai salah satu referensi untuk pengembangan usahanya.

 

Sedangkan dari kunjungan P4TK, kita mendapatkan banyak pengetahuan yang bisa diaplikasikan ke BBLKI diantaranya program pelatihan yang diselenggarakan dan kurikulumnya.Dengan adanya ilmu baru yang didapat,diharapkan dapat menyempurnakan program pelatihan di BBLKI.Dan diharapkan output yang dihasilkan dari BBLKI akan berkualitas sama dengan peserta P4TK(Politeknik Seni)di Kaliurang,Yogyakarta.

 

 

 

 

artikel lainnya Contoh Laporan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Wednesday 26 November 2014 | blog

    MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI …………………………………………………………………                  …

Friday 22 March 2013 | blog

Kepemimpinan spiritual diyakini sebagai solusi terhadap krisis kepemimpinan saat ini. Kepemimpinan spiritual boleh jadi merupakan puncak…

Thursday 5 February 2015 | blog

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Bahasa…

Sunday 3 May 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI           MEMBUAT DOKUMEN…