Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

CONTOH LAPORAN KOPERASI INDONESIA

Oct
10
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

Laporan pencapaian billing bulan : 08 september 2005 – 05 oktober 2005 no client uraian pekerjaan billing 1. Pt.lokaniaga adipermata – pengisian dan pemasangan spanduk la – pemasangan umbul – umbul – pemasangan panggung counter rp. 1.115.000,- 2. Pt.lokaniaga adipermata – pemasangan umbul –umbul black cappucinno – pemasangan neon box djarum black cappucino – pemasangan panggung counter black cappucino rp. 800.000,- 3 pt.lokaniaga adipermata – pengisian spanduk djarum super kejuaraan bulu tangkis kapolres karanganyar dan pemasangan – pemasangan umbul – umbul djarum super – pemasangan pa nggung counter rp. 1.416.000,- 4 pt.tiara agung – produksi , pasang dan pajak, media umbul – umbul dan vertikal banner rp. 2.620.000,- 5 pt. Yamaha mulia pabelan – produksi dan pemasangan media shop sign rp. 1.900.000,- 6. Raine & horne – produksi spanduk rp. 80.000,- 7. Genteng mi dan safira regency – produksi dan pemasangan media midi board rp. 4.300.000,- 8. Young motor – produksi umbul – umbul – grand opening – vertikla banner ( produksi , pasang dan pajak ) rp. 600.000,- rp. 240.000,- rp. 700.000,- 9. Young motor – pemasangan cover rp. 100.000,- 10 young motor – produksi media sun blind rp. 470.000,- 11 young motor – produksi mmt dan pasang di batu rp. 650.000,- 12. Cv. Lancar makmur motor – produksi media sun blind rp. 325.000,- – total rp. 15.316.000,- keterangan : 1. Laporan pencapaian billing didasarkan pada transaksi yang tersalin dalam purchasing order ( po ) pada tanggal : 05 oktober 2005 dilaporkan oleh : arief w laporan triwulan i bidang administrasi dan keuangan pengurus koperasi mahasiswa universitas sebelas maret surakarta periode 2006- 2007 • pendahuluan bismillahirrohmaanirrohiim segala puji bagi allah, pemilik dan pengenggam seluruh kehidupan di jagad raya ini., yang telah memberikan berbagai nikmat dan kesempatannya untuk mempelajari berbagai kekuasaannya. Tanpa terasa, bidang adminkeu yang merupakan bidang yang berfungsi sebagai pengendalian dan kontrol managemen keuangan kopma indonesia telah menjalankan amanah selama tiga bulan dengan penuh berbagai dinamika didalamnya. Bidang yang diamanahkan kepada orang-orang baru ini tentunya membutuhkan masa adaptasi tersendiri bagi personil yang ada didalamnya, walaupun sebenarnya salah satu personil yang ada didalamnya adalah orang lama namun dengan berada di bidang yang baru tentunya membutuhkan skill yang berbeda dengan bidang yang diamanahkan sebelumnya. Namun hal ini tidaklah berlangsung lama karena ada banyak hal yang harus segera membutuhkan penanganan dan keputusan. Dengan segenap kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki kami menjalankan amanah ini dengan sepenuh hati sebagai salah satu bentuk keprofesionalan kerja di kopma indonesia dan sebagai salah satu bentuk loyalitas terhadap kopma indonesia, walapun hasil yang dicapai tentunya masih jauh dari yang harapkan. Bidang adminkeu periode 2006- 2007, terdiri dari seorang ketua bidang yaitu yuli dwi rinawati (ekonomi/ ekonomi pembangunan/ 2003) dan seorang wakil ketua bidang yaitu reistiana sari pratidyna (pertanian/ pkp/ 2004). Di awal kepengurusan, bidang adminkeu terfokus pada kegiatan- kegiatan yang bersifat daily organization dan juga kegiatan-kegiatan yang merupakan tahapan awal bagi sebuah bidang baru. Kegiatan yang dimaksud meliputi perbaikan layout kopma indonesia dengan membuat sekat antara ruang pengurus, ruang tamu dan ruang pengawas, pembenahan arsip-arsip kopma indonesia, kunjungan dengan pembina, pengadaan dan perbaikan perangkat-perangkat penunjang kegiatan organisasi (id card dan memperbaiki komputer yang rusak) dan kegiatan-kegiatan harian yang lain. Bidang adminkeu mempunyai tugas pokok yang dapat diklasifikasikan menjadi dua hal yaitu administrasi umum dan administrasi keuangan dengan pertimbangan efektivitas, konsentrasi dan pembelajaran bertahap, kami membagi konsentrasi pelaksana teknis harian sebagai berikut : administrasi keuangan dikerjakan oleh ketua bidang dan untuk administrasi umum dikerjakan oleh wakil ketua bidang namun tidak menutup kemungkinan untuk melaksanakan tugas dengan bersama-sama mengingat kemampuan masing-masing person dan keterbatasan yang dimiliki sebagai person yang masih sama-sama baru. Pelaksanaan program kerja dalam triwulan pertama ini, bidang adminkeu telah melaksanakan beberapa program kerja yang telah direncanakan dalam program kerja dan kegiatan yang lain yang berhubungan dengan bidang adminkeu. Kegiatan yang dimaksud antara lain: 1. Reevaluasi aktiva tetap, reinventarisasi dan pengelolaan asset tujuan program kerja ini adalah untuk menjamin aktiva tetap yang akurat, mengetahui keberadaan dan keadaan asset dan arsip kopma indonesia, efektifitas dan efisiensi aset non produktif, memudahkan pencarian arsip yang dibutuhkan dan penertiban administrasi bidang dengan sasaran pada unit usaha, lso, pengurus dan pengawas kopma indonesia. Target yang ingin dicapai adalah mendapatkan data dan nilai aktiva tetap yang akurat, terdeteksinya aset secara pasti dengan tidak adanya aset non produktif dan terkelolanya aset/arsip dengan baik dan penyusunan biodata alumni. Tindakan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : • reinventarisasi arsip pengurus kopma indonesia serta pengelolaan buku, majalah, koran dan dokumentasi serta file-file lain dan vandel. Kegiatan ini dilaksanakan sedikitnya setiap 2 bulan sekali dan penertiban setiap harinya agar tercipta suasana kerja yang nyaman. Pelaksanaan program kerja ini adalah penomoran arsip-arsip, dan penyesuaian penomoran dengan arsip-arsip yang ada, memilah arsip-arsip pengurus dengan arsip-arsip umum serta arsip-arsip pengawas terkait dengan adanya pemisahan antara ruang pengurus, pengawas, almari arsip-arsip umum. Hasil dari pelaksanaan program ini adalah terjaganya kerapian arsip-arsip dan file pengurus, arsip-arsip pengurus dapat terkelola dengan baik dan mengurangi tingkat kehilangan arsip yang penting dan memudahkan dalam pencarian arsip yang segera dibutuhkan. Dalam teknisnya bidang adminkeu dibantu oleh staf adminkeu. Namun sampai saat ini untuk inventarisasi di unit-unit belum dilaksanakan, karena keterbatasan waktu yang dimiliki oleh pengurus. • pembuatan peraturan yang jelas dan tegas mengenai peminjaman inventaris kopma indonesia. Hal ini masih dalam proses dikarenakan belum menemukan format yang tepat. Namun direncanakan akan dilakukan di bulan juni dengan format launching new library kopma indonesia dan adanya peraturan peminjaman barang-barang elektronik kopma indonesia. • analisis dan penindaklanjutan asset non produktif (penjualan asset-asset asrama mahasiswa). Kegiatan ini berjalan selama periode kepengurusan dan hasil penjualan yang telah terakumulasi selama ini sebesar rp 8.207.150 dan kegiatan ini akan terus berlangsung dan membutuhkan penanganan yang segera selama periode kepengurusan karena banyaknya asset-asset yang non produktif milik asrama mahasiswa yang telah banyak dicuri oleh warga masyarakat sekitar dan banyaknya asset-asset yang akan segera habis nilainya karena dimakan oleh waktu. Selain asset non produktif asrama yang dijual, asset di pusat pun tak luput dari sasaran bidang adminkeu dan hasil dari penjualan asset pusat ini sebesar rp 280.000,00 • pembuatan database alumni kopma indonesia. Kegiatan ini masih meneruskan database tahun kemarin dengan penambahan alumni-alumni kepengurusan periode 2005/2006. Selain itu terkait dengan hasil sarasehan antara kopma indonesia dengan kakopma juga akan dibuat buku alumni kopma indonesia. 2. Pengendalian dan kontrol keuangan tujuan program kerja ini adalah efisiensi dan efektivitas pembiayaan, pelaksanaan spi secara konsekuen serta mendapat modal guna menopang usaha kopma indonesia dengan sasaran unit-unit usaha, pengurus, pengawas dan lso, investor dan pencairan dana investasi yang macet. Targetnya adalah penggunaan dana diluar apb tepat sasaran, tersajinya data yang up to date demi lancarnya organisasi, mendapat investor serta mendapat modal yang cukup. Tindakan yang dilakukan adalah : • kontrol terhadap pendapatan dan biaya melalui analisa laporan 10 harian, laporan konsolidasi dan cash flow secara akurat. • hasil analisis laporan keuangan bulan maret dan april 2006. Analisis l/r konsolidasi maret 2006 secara keseluruhan, pendapatan di bulan maret pencapaiannya di bawah rapb sebesar rp. 3.624.535,40 (pendapatan baru tercapai 96%).untuk unit-unit yang pendapatannya masih di bawah rapb antara lain : 1. Unit mini market sejahtera solusi : pemberian pelayanan yang lebih cepat dan ramah dikarenakan banyak pembeli yang merasa tidak sabar dikarenakan harus mengantri lama untuk melakukan pembayaran. 2. Unit wtp dan wta solusi: peningkatan promosi mengenai adanya fax terima dan kirim serta adanya jasa pengiriman tiki. 3. Unit foto copy solusi : peningkatan pelayanan kepada konsumen dengan cara pemberian fasilitas tambahan seperti jilid spiral dan adanya pengadaan seragam untuk karyawan foto copy. 4. Keanggotaan solusi : meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak luar pada setiap kegiatan untuk mendongkrak pendapatan tiket dan menekan biaya keanggotaan. Di bulan maret, pendapatan di dukung dengan adanya pendapatan jaket yang cukup besar rp.1.705.000,00. Sedangkan beban di bulan maret mengalami pembengkakan sebesar rp 1.645.321,07 (mengalami pembengkakan sebesar 6 %). Biaya-biaya yang mengalami pembengkakan adalah : o biaya lembur ( terkait belum adanya staf pembelian di mms) o biaya perlengkapan. O biaya pemeliharaan. O biaya transportasi o biaya listrik. O biaya telepon. O biaya administrasi anggota o honor pengurus o formatur (dikarenakan di rapb-kan di bulan april) o fkkmi (terkait kunjungan kopma-kopma untuk membahas rakernas fkkmi) o biaya lain-lain laba bersih bulan maret sebesar rp. 1.533.341,71 yang berada jauh di bawah rapb ( rp. 6.283.773,87). Analisis neraca : kas yang ada : rp. 45.561.843,84 analisis likuiditas ratio lancar : aktiva lancar = rp. 629.734.191,26 = rp. 2,26 utang lancar rp. 278.302.283,07 artinya setiap utang rp.1,00 dijamin dengan aktiva lancar rp. 2,26. Rasio ini digunakan untuk menganalisis kemampuan kopma indonesia untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan semua aktiva lancarnya. Rasio ini mengalami penurunan dibandingkan dengan rasio pada bulan yang sama di tahun 2005 dimana rasionya sebesar 2,94. Ratio kas = kas = rp. 45.561.843,84 = rp. 0,16 utang lancar rp. 278.302.283,07 artinya setiap utang rp. 1,00 dijamin dengan kas rp.0,16. Ratio ini digunakan untuk menganalisis kemampuan kopma indonesia untuk membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan kas yang beredar dalam kopma. Rasio ini juga mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2005 dimana rasionya sebesar 1,17 analisis solvabilitas ratio utang dengan aktiva = total utang = rp. 283.428.582,5 = rp. 0,38 total aktiva rp. 744.819.707,23 ratio ini digunakan untuk menganalisis berapa bagian dari aktiva yang dimiliki kopma yang digunakan untuk menjamin hutangnya. Besarnya ratio hasil perhitungan adalah rp.0,38 yang berarti rp. 0,38 dari setiap rupiah aktiva digunakan untuk menjamin utang. Rasio ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2005 dimana rasionya sebesar 0,31. Analisis l/r april 2006 secara keseluruhan, pendapatan di bulan april pencapaiannya jauh di bawah rapb dengan selisih sebesar rp. 18.350.006,70.unit-unit yang pendapatannya masih di bawah rapb antara lain : 1. Unit lpk solusi : pengoptimalan program-program khusus untuk mendongkrak pendapatan privat dan peningkatan kerjasama-kerjasama dengan pihak-pihak luar. 2. Unit wta dan wtp solusi : peningkatan promosi mengenai adanya fax terima dan kirim serta adanya jasa pengiriman tiki dan pengoptimalan dengan adanya investasi kbu baru di wta. 3. Unit mini market sejahtera solusi : pengoptimalan pelayanan yang cepat dan pengurangan item-item sejenis digantikan dengan item lain. 4. Unit simpinsyah solusi : selektif dalam memberikan pembiayaan agar tidak ada nasabah yang macet dan publikasi. 5. Unit foto copy solusi : sama dengan bulan maret dikarenakan solusi yang diberikan belum diberikan. 6. Pendapatan kantor pusat solusi : meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak luar pada setiap kegiatan untuk mendongkrak pendapatan tiket. Sedangkan beban di bulan april, beban dapat diefisiensikan sebesar 16 % dengan selisih dari rapb rp 6.440.052,96, walaupun demikian tetap ada beberapa beban yang mengalami pembengkakan yaitu : o biaya perlengkapan. O biaya pemeliharaan. O biaya listrik. O beban lain-lain. Laba bersih bulan april sebesar rp. 4.867.818,98 yang berada di bawah rapb ( rp.6.569.832,96). Analisis neraca : kas yang ada : rp.40.165.532,24 analisis likuiditas ratio lancar : aktiva lancar = rp. 593.938.289,98 = rp. 2,43 utang lancar rp. 244.570.025,05 artinya dalam setiap utang rp.1,00 dijamin dengan aktiva lancar rp. 2,43 ada peningkatan dibanding bulan maret akibat penurunan jumlah utang lancar. Rasio ini digunakan untuk menganalisis kemampuan kopma indonesia untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan semua aktiva lancarnya. Ratio kas = kas = rp. 40.165.532,24 = rp. 0,16 utang lancar rp. 244.570.025,05 artinya setiap utang rp. 1,00 dijamin dengan kas rp.0,16. Ratio ini digunakan untuk menganalisis kemampuan kopma indonesia untuk membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan kas yang beredar dalam kopma. Hasil rasio ini menunjukkan tidak ada perbedaan dengan bulan maret. Analisis solvabilitas ratio utang dengan aktiva = total utang = rp.244.570.025,05 = rp. 0,35 total aktiva rp. 706.528.830,23 ratio ini digunakan untuk menganalisis berapa bagian dari aktiva yang dimiliki kopma yang digunakan untuk menjamin hutangnya. Besarnya ratio hasil perhitungan adalah rp.0,35 yang berarti rp. 0,35 dari setiap rupiah aktiva digunakan untuk menjamin utang. Rasio ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan bulan maret. Sebagai wujud kopma indonesia sebagai lembaga yang profesional, berikut adalah daftar yang telah melakukan penelitian di kopma indonesia : 1. Sundari um’isar f 0204020 2. Andriyastuti suratman f 0204035 3. Endang novi f 0204061 4. Akhmad rifa’i k 7403041 5. Arif budiman k 7403053 6. Bagus setro argo k 7403060 7. Muhamad agus salim k 7403138 8. Sidiq purnomo k 7403181 9. Richa m f 0204122 10. Prasetyo b p f 0204113 3. Optimalisasi dan penyempurnaan sistem pengendalian intern (spi) kopma indonesia tujuan dari program kerja ini adalah untuk menyempurnakan pelaksanaan spi dan terpantaunya pelaksanaan spi di semua elemen kopma indonesia. Target yang ingin dicapai adalah tercapainya pelaksanaan spi dengan sempurna dan optimal bagi seluruh elemen kopma indonesia. Tindakan yang telah dilakukan adalah : • menertibkan penyusunan dan pengarsipan surat-menyurat intern dan ekstern kopma indonesia. Bidang adminkeu mengupayakan pengoptimalan file surat masuk dan surat keluar agar surat masuk maupun surat keluar segera ditindaklanjuti. Kendala yang terjadi selama triwulan pertama adalah tertahannya surat yang masuk ke bidang-bidang di kepengurusan kopma indonesia, sehingga menghambat pengarsipan. Adapun solusi mengenai hal ini adalah berusaha sesering mungkin untuk mengecek file-file tiap bidang termasuk file ketua umum. Kendala lainnya adalah dalam hal penomoran surat yang terkadang mengalami kesalahan dan tidak adanya arsip yang disimpan di adminum. Solusi mengenai permasalahan ini adalah mengadakan pengecekan tiap minggunya ke adminum. Selama bulan maret (dari tanggal 13 maret) sampai dengan juni 2005, data surat masuk, surat keluar, surat keputusan pengurus dan surat perjanjian adalah sebagai berikut : • surat masuk : 57 buah • surat keluar : 32 buah • surat keputusan pengurus : no tentang 004/ a / sk/ p/ kopma indonesia/ iv/ 2006 pengangakatan pembina kopma indonesia 005/ a/ sk/ p kopma indonesia/ iv/ 2006 pengangkatan pengurus lembaga semi otonom kopma indonesia 006/ a/ sk/ p / kopma indonesia/ v/ 2006 pengangkatan staff pengurus kopma indonesia periode mei-september 2006 • surat perjanjian : no tentang penerima 004/ b / p/ spks/ kopma indonesia/ iv/ 2006 surat perjanjian tentang pengadaan jaket almamater indonesia tahun 2006 sugimin- aviyanto 005/ b/ p / spks/ iv/ 2006 surat perjanjian tentang pengadaan jaket almamater indonesia tahun 2006 sugimin- drs. Totok sarsito, su, ma 006/ b / p/ spks/ kopma indonesia/ v/ 2006 surat perjanjian mobile burger dengan kopma indonesia sugimin-berlian santosa 007/ b/ p / spks/ v/ 2006 surat perjanjian kerjasama caesar baverage division dengan kopma indonesia sugimin- dicky ari risandy ^ pengadaan pertemuan sosialisasi dan penyegaran spi. Sosialisasi mengenai spi hasil raker kepengurusan 2006/2007 dilakukan dengan cara memberikan surat sosialisasi dilampiri dengan photocopyan peraturan perusahaan (pp) dan perubahan hasil raker kepengurusan tahun 2005/2006 dengan 2006/2007. Namun tidak menutup kemungkinan bagi karyawan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai hasi raker secara langsung, dan untuk hal ini dari bidang adminkeu memfasilitasinya dalam forum reu bulan mei. 4. Pemantapan sistem komputerisasi unit tujuan dari pelaksanaan program kerja ini adalah mendukung terciptanya pelaporan keuangan yang cepat dan efisien, mempermudah penyediaan data yang penting dalam pengambilan keputusan keuangan, dan mendukung ketertiban sistem komputerisasi sesuai dengan spi dan memperlancar kinerja seluruh elemen kopma indonesia. Target yang ingin dicapai adalah terciptanya sistem komputerisasi keuangan yang terintegrasi, tercapainya pelaporan keuangan yang cepat dan efisien dan menciptakan ketertiban pelaksanaan sistem komputer sesuai dengan spi serta lancarnya kinerja seluruh elemen kopma indonesia. Tindakan yang telah dilakukan adalah : • mengadakan penghapusan file-file dalam computer pengurus dan lso yang tidak penting, file-file pribadi dan file-file yang overlapping sehingga dari tindakan ini diharapkan akan mempercepat loading computer sehingga akan memperlancar kinerja seluruh elemen kopma indonesia. Selain itu, tindakan yang dilakukan adalah segera menindaklanjuti jika ada keluhan mengenai kerusakan computer. 5. Menciptakan dan melaksanakan sistem komunikasi internal di kopma indonesia. Tujuan dari program kerja ini adalah menyamakan persepsi informasi, menciptakan kebersamaan dalam keluarga bersama kopma indonesia. Target yang ingin dicapai adalah terciptanya arus informasi yang teratur dan terintegrasi sehinggga dapat membantu menciptakan suasana kerja yang kondusif. Tindakan yang telah dilakukan adalah : • mengkaji sistem pengendalian informasi, namun karena masih minimnya pengetahuan tentang sistem ini mengakibatkan beberapa kendala. Untuk itu diharapkan semua elemen kopma indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan dan melaksanakan sistem yang ada. Mengadakan pertemuan informal dalam lingkup kepengurusan, dapat berupa malam pengakraban, berkunjung kerumah pembina, berkunjung ke rumah alumni, dll. Realisasi dari kegiatan ini adalah : 1. Berkunjung ke rumah pengurus (rakhmi adi hastuti) yang dilaksanakan pada tanggal 18 mei 2006 yang diikuti oleh seluruh pengurus dan pengawas dan juga diikuti oleh kader-kader kopma indonesia. Kunjungan ini untuk selain sebagai sarana silaturahmi juga dimaksudkan untuk menjeguk yang bersangkutan setelah mengalami kecelakaan. 2. Berkunjung ke rumah alumni (mbak anita yurista avianti) yang dilaksanakan pada tanggal 03 juni 2006. Kunjungan ini untuk memberikan selamat kepada mbak anita yang baru saja melahirkan putra pertamanya. 6. Mengadakan forum bersama kepengurusan tujuan dari pelaksanaan program kerja ini adalah untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis dan dinamis antara pengurus dan pengawas kopma indonesia. • harmonisasi kepengurusan diadakan pada tanggal 03 juni 2006, bertempat di manahan dengan alasan untuk mencari suasana baru. Bentuk kegiatan ini adalah mengungkapkan seperti apa diri kita dengan penyampaian latar belakang diri kita, keluarga, kisah asmara sampai pada hal-hal yang kita sukai dan tidak kita sukai dari rekan-rekan di dalam kepengurusan sehingga ada saling keterbukaan, keterikatan batin, dan dapat saling memahami antar personil di antara sesama pengurus dan pengawas. Rencananya forbes ini tidak hanya dilakukan sekali dalam kepengurusan, namun akan lebih sering diadakan mengingat banyaknya permasalahan internal yang mungkin akan timbul selama periode kepengurusan, dan dengan diadakannya forbes diharapkan akan mampu meredam dan meminimalisir berbagai permasalahan tersebut. 7. Optimalisasi fungsi pembina dan alumni tujuan dari program kerja ini adalah berjalannya fungsi pembina sebagaimana peran sertanya dan adanya kontribusi dari alumni terhadap perkembangan kopma indonesia. Target yang ingin dicapai dari program kerja ini adalah adanya masukan dan saran dari pembina dan alumni terhadap perkembangan kopma indonesia serta terjalinnya hubungan silaturahmi antara pembina dengan pengurus dan pengawas. Tindakan yang telah dilaksanakan: • silaturahmi ke rumah pembina yaitu bapak djoko purwanto, mba yang dilaksanakan pada tanggal 19 april 2006. Silaturahmi ini dihadiri oleh pengurus dan pengawas dengan acara perkenalan kepengurusan baru kopma indonesia dan sekaligus permohonan kembali menjadi pembina serta sharing perkembangan kopma indonesia. • silaturahmi ke rumah bapak drs. Marsusi, msi yang dilakukan pada tanggal 29 mei 2006. Silaturahmi ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan pengawas dengan acara perkenalan kepengurusan baru kopma indonesia dan sekaligus permohonan kembali menjadi pembina serta sharing perkembangan kopma indonesia dan kemungkinan peluang usaha baru di fakultas mipa. • memfasilitasi adanya sarasehan antara kakopma dengan kopma indonesia, yang dilaksanakan pada tanggal 23 mei 2006 bertempat di rm.adem ayem. Sarasehan ini dihadiri oleh pengurus-pengurus kakopma (bp. Syahril, bp. Adib, mas her suprabu, mas farid sunarto, mbak anita) dan alumni yang lain (mas muladi, mas budi, mas suyatno, mas arif) serta seluruh pengurus dan pengawas kopma indonesia. Hasil dari sarasehan ini adalah bahwa pihak kakopma akan membantu berbagai kegiatan yang akan diadakan kopma indonesia dan akan adanya pertemuan kakopma setiap 6 (enam) bulan sekali serta adanya usulan pembuatan buku alumni kopma indonesia. 8.. Pelaksanaan manajemen organisasi tujuan dari program kerja ini adalah menghasilkan notulen rapat yang lebih baik demi kelancaran organisasi. Target yang ingin dicapai dalam program kerja ini adalah : • terkelolanya hasil rapat dengan lebih baik • terlaksananya tertib administrasi • perbaikan lay out ruangan sehingga tercipta suasana kerja yang lebih baik. Tindakan yang telah dilaksanakan : • pengelolaan hasil-hasil rapat yang lebih baik dan teratur. • perubahan layout ruang pengurus dengan pembuatan sekat antara ruang pengurus, ruang tamu, dan ruang pengawas yang telah dikerjakan pada tanggal 11-12 april 2006. • pembuatan id card pengurus dan pengawas • pembuatan jadwal piket produktif dengan kontrol pelaksana harian dilakukan oleh bidang personalia. Rencana yang belum terealisir : • pembuatan id card karyawan baru dan perscard katera. • pembuatan struktur kepengurusan kopma indonesia. Penutup demikian laporan triwulan pertama ini kami sampaikan, kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan program kerja kami, mengingat berbagai keterbatasan yang seharusnya bukanlah alasan. Oleh karena itu perbaikan dan masukan dari berbagai pihak yang peduli akan kemajuan dan perkembangan kopma indonesia sangat kami harapkan dan tentunya perlu adanya kemauan untuk terus selalu melakukan perbaikan diri dari bidang adminkeu tersendiri. Laporan triwulan i bidang keusahaan kopma indonesia periode 2006-2007 maret – juni i. Pendahuluan puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat allah swt, atas kelimpahan rahmat, taufiq, dan hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk berusaha memberikan karya terbaik, hingga akhirnya dapat menikmati buah kebahagiaan didunia dan akhirat yang menjadi idaman setiap orang di dunia ini. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi muhammad saw, yang insyaallah memberikan syafa’atnya besok di yaumul qiyamah, (amiin ). Sesuai dengan keputusan tim formatur, bidang keusahaan periode kali ini mengalami perubahan format, yang semula terdiri dari tiga orang, kini hanya dipegang dua orang, yaitu sdri. Tuti lestari (fp’03) selaku kabid keusahaan, dan sdri. Rakhmi adi hastuti (fisip’04) selaku wakabid keusahaan. Pada triwulan pertama ini, banyak sekali nampak adanya penyesuain yang coba ditunjukkan kedua personil untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya di bidang keusahaan ini. Hal ini dapat terjadi karena kematangan personil untuk dapat memahami dan menguasai bidang keusahaan sendiri yang masih jauh dari yang diharapkan bersama-sama. Sehingga dibutuhkan adanya usaha yang benar-benar nyata dari kedua personil keusahaan ini untuk dapat mengejar segala harapan yang telah di amanahkan kepada tim keusahaan ini.. Dalam pelaksanaan kerjanya, bidang usaha saat ini telah dibantu oleh beberapa staff sekaligus yang diharapkan sekali dapat mendukung semua program-program yang telah pengurus bidang usaha buat. Baik itu staff usaha yang dijabat oleh sdr. Sri gunawan sigit (fe ’03), maupun staff pembelian yang saat ini dijabat oleh sdri. Indah dwi ayu s (fp’04) dan sdr. Rahmat santoso (mipa’ 04). Akan tetapi dalam kenyataannya salah satu staff pembelian yang ada (sdr. Rahmat santoso (mipa’ 04)) mengundurkan diri dikarenakan kesibukan di akademis. Untuk paruh waktu yang singkat ini nampaknya personil bidang usaha baik ketua bidang maupun wakil ketua bidang menglamai banyak kendala yang dirasakan sehingga dalam pelaksanaan tugasnya banyak sekali hal-hal yang kurang berkenan di hati banyak orang yang menginginkan sebuah bidang usaha yang mumpuni di bidangnya. Sebagai bentuk tanggung jawab kami selaku pengurus bidang usaha dalam kurun waktu ini, maka kami mencoba menuliskan sebuah laporan dari apa-apa yang telah kami lakukan dan usahakan selama ini. Ii. Rencana, program kerja, dan pelaksanaan 1. Peningkatan kerja sama a. Mempertahankan kerja sama yang telah ada realisasi : kerjasama yang telah terjalin hingga hari ini telah mengalami penambahan kerjasama. Baik itu dengan kader kopma indonesia sendiri yang merupakan prioritas tersendiri maupun dengan pihak lain seperti di mm telah ada beberapa penambahan kerjasama (konsinyasi) dan di kantin kopma ceria (kkc) yang telah dapat menggandeng bp. Ian selaku pemilik mr. Burger maupun sdr. Dicky ari risandi (fk ’03) selaku pemilik salah satu stan kkc. Untuk kedepannya kerjasama perlu ditingkatkan kembali mengingat persaingan dunia usaha yang semakin ketat dewasa ini. Sehingga kedepannya juga diharapkan bidang keusahaan dapat mencapai targetan-targetan yang telah dibuat. B. Menjalin hubungan dengan pihak yang telah mengadakan kerja sama tetapi sekarang terlepas. Realisasi : penjalinan kembali pihak yang dahulu pernah mengadakan kerjasama dan sekarang terlepas nampaknya telah dapat diatasi dengan adanya beberapa alternatif teknik dalam transaksinya. Contohnya saja di mm, untuk suplier atk yang berasal dari bintang muda dengan menggunakan sistem berjangka dalam hal pembayarannya. Untuk solusi yang coba di berikan selama ini adalah adanya pencarian tempat pembelian barang-barang dengan harga miring di tempat selain yang telah ada. C. Melakukan pemotongan jalur distribusi di mm realisasi : sampai dengan triwulan pertama ini pemutusan jalur distribusi belum dilakukan, karena belum adanya perusahaan yang sesuai dengan keinginan kita. Tetapi kedepannya akan diusahakan untuk merealisasikan pemutusan jalur distribuasi yang semakin panjang, sehingga didapatkan harga yang murah. D. Mempertahankan kerjasama di lpk realisasi : dari adanya kerjasama yang telah ada diharapkan untuk kedepannya akan tetap mengadakan kerjasam dengan lpk kopma indonesia yang kita banggakan. Adapun langkah-langkah konkrit untuk melakukan semua ini adalah dengan jalan kembali memasukkan proposal penawaran kerjasama dengan berbagai instansi, seperti ppa dan berbagai kelurahan yang ada di kecamatan jebres dalam hal penggunaan dana block grand yang telah dianggarkan pemerintah. E. Mengadakan kerjasama dengan biro keuangan indonesia maupun masyarakat luas di simpin realisasi : kerjasama dengan biro keuangan indonesia dalam hal peminjaman uang nampaknya belum bisa dilaksanakan dengan mengingat berbagai keadaan yang ada. Baik itu dari pihak intern (kopma indonesia) maupun dengan pihak luar (kpri serta fakultas). Sedangkan untuk kerjsama dengan masyarakat luas telah dapat direalisasikan. Terbukti dengan adanya penigkatan jumlah nasabah baik tabungan maupun pinjaman dari masyrakat sekitar. 2. Peningktan akses dan memfasilitasi anggota di unit usaha a. Perlakuan khusus bagi anggota realisasi : adanya point yang diberikan di setipa unit usaha kopma menandakan adanya perlakuan khusus apabila anggota melakukan transaksi diunit-unitynya.. Untuk meningkatkan pengetahuan anggota kopma indonesia akan adanya point yang bisa mereka peroleh apabila mereka berbelanja di setiap unit usaha kopma indonesia dengan nominal tertentu, maka pengurus bidang keusahaan mencoba membuat media yang berisikan tentang hak-hak anggota. B. Peningkatan akses anggota terhadap unit usaha realisasi : peningkatan akses anggota terhadap unit usaha sampai saat ini masih terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan magang kepada anggota yang telah mengikuti cbt. C. Sosialisasi perkembangan unit usaha secara lebih intensif bagi anggota realisasi : dengan adanya staff usaha yang telah di rekrut pada bulan mei lalu sosialisasi perkembangan unit usaha secara intensif kepada anggota dapat lebih tercipta. Mulai dari adanya sosialisasi stand yang kosong di kkc, penggunaan point di setiap unit, sampai kepada sosialisasi program reguler di lpk. 3. Optimalisasi unit usaha a. Lpk dan wtp : menambah variasi pelayanan, perubahan lay out yang memungkinkan, dan pengoptimalan pogram dua semester. Realisasi : perubahan lay out dan penambahan variasi pelayanan di lpk ini belum dapat dilakukan karena untuk melaksanakan kedua program ini dibutuhkan adanya investor ataupun dana yang tidaklah sedikit. Sedangkan konsentrasi sampai dengan 2 bulan kedepan adalah program dua semester yang merupakan program andalan lpk melalui berbagai media guna mendongkrak capaian hasil yang telah ditetapkan. B. Jn : pengkajian ulang lay out, penggantian rak kayu dengan gondola, penggunaan barcode, program berhadiah, pelayanan ramah kepada pembeli realisasi : untuk pengkajian ulang lay out dan penggantian rak kayu dengan gondola belum dapat sepenuhnya dilakukan. Karena kedua hal tersebut saling berpengaruh terhadap keuangan yang ada.. Solusi yang coba ditawarkan dengan belum adanya penggantian rak kayu dengan gondola adalah mengoptimalkan tempat-tempat yang ada dengan seksama. Saat ini, barcode sendiri telah ada di mms, namun untuk penggunaannya belumlah semaksimal yang kita harapkan bersama. Pelaksanaan program undian berhadiah hingga saat ini masih dalam proses pencarian sponsor guna mewujudkan program-program yang dapat menaikkan kemampuan unit usaha. Sedangkan dalam hal pelayanan ramah kepada pembeli sampai dengan saat ini masih terus tetap berusaha melayani pembeli dengan ramah setiap waktunya. C. Simpin : pengangkatan dewan pengawas dan penambahan karyawan baru. Realisasi : sejauh ini kedua program tersebut belum dapat terwujudkan. Dikarenakan masih banyaknya pertimbangan serta analisis yang belum memungkinkan adanya penambahan karyawan disimpin. D. Kkc : mencari para penyewa stand. Realisasi : sebagai usaha dari adanya proker tersebut adalah dengan menempelkan publikasi adanya stand kkc kita yang kosong di setiap tempat dan fakultas di kampus. Sebagai hasilnya, telah didapatkan dua orang penyewa stand baru di kkc ini. Yaitu bp. Ian dan sdr. Dicky a r e. Fc : mengupayakan adanya seragam bagi karyawannya dan mengusulkan kebersihan, kerapian, dan pelayanan di unit. Realisasi : dalam periode ini, setidaknya langkah yang telah ditempuh bidang ini adalah dengan mensosialisasikan proker tersebut kepada penyewa tempat fc kita (bp. Burhan). Dimana kedua proker tersebut langsung disambut dengan antusias oleh pemiliknya. Terbukti dengan adanya sebuah kesepakatan untuk merealisasikan seragam karyawan pada bulan juni ini dan pengoptimalan mesin fc yang saat ini tidak beroperasi akibat rusak. 4. Penciptaan sistem komunikasi yang efektif a. Pengkajian sistem pengendalian informasi realisasi : belum adanya pengkajian sistem pengendalian informasi diakibatkan masih disibukkannya pengurus pada berbagai permasalahan yang ada. Sehingga adanya pengkajian sistem informasi yang telah ada belum dapat dilaksanakan. B. Harmonisasi seluruh elemen kopma indonesia realisasi : sama halnya dengan pengkajian sistem informasi, harmonisasi seluruh elemen kopma indonesia belumlah dapat terealisasikan. Akan tetapi dalam kesehariannya seluruh elemen kopma indonesia dapat terangkul dengan baik. Terbukti dengan adanya hubungan yang harmonis antara pembina, karyawan, pengurus, pengawas, serta kader kopma indonesia itu sendiri. 5. Pengkajian dan pendirian usaha baru realisasi : setelah adanya pertemuan dengan berbagai pihak (pembina dan alumni) nampaknya semakin menguatkan mantapnya pendirian usaha baru. Namun hingga saat ini usaha baru itu masih dalam tataran pengkajian dan bvelum dapat didirikan. Hal itu mengingat tidak mudahnya sebuah proses menuju pendirian sebuah usaha. 6. Penertiban administrasi bidang realisasi : administrasi bidang usaha sendiri mulai dari bulan pertama telah tersusun dengan rapi. Hal itu direalisasikan dalam sebuah buku agenda “secret usaha” dan juga banyak data mengenai unit usaha itu sendiri. Mulai dari laporan keuangan sampai kepada evaluasi dan program kerja unit-unit usaha. Iii. Kondisi keusahaan (unit- unit usaha) 1. Mini market a. Mini market sejahtera pada dasarnya unit ini merupakan induk dari semua mini market yang ada di fakultas. Namun sayangnya dengan adanya penambahan barcode di kasir belum menunjukkan hasil yang nyata. Terbukti dengan masih seringnya antrean panjang terjadi pada waktu-waktu tertentu dengan alasan belum terbiasanya kasir yang ada menggunakan sistem itu. Dan kedepannya dengan adanya penekanan pada mo unit ini diharapkan antrean panjang yang sering terjadi tidak akan terjadi kembali. Permasalahan selain di barcode juga terletak pada tidak efektifnya lay out-an ruang dan barang yang ada. Belum adanya gondola nampaknya menjadi kendala utama dalam pe-lay out-an ruang dan barang yang ada di mms. Kedepannya setelah adanya waktu yang tepat untuk membeli gondola permasalahyan yang timbul karena adanya gondola ini akan segera teratasi. B. Mini market osteo (mmo) berbeda dengan hasil tahun lalu, cabang dari mms ini sekrang telah mengalami kenaikan yang signifikan. Dari semula pengelolaan yang sempat minus akhirnya sekarang ini mmo telah dapat melampaui apb yang di rencanakan. Hanya saja, permasalahan-permasalahan kecil seperti rayap masih saja muncul. Tetapi dengan adanya obat yang ampuh untuk membasminya, diharapkan permasalahan ini akan segera teratasi. C. Mini market hipotesa (mmh) sama halnya dengan mmo, mmh ini juga mengalami pencapaian apb setiap bulannya. Penambahan item barang tetap dilakukan mengingat pamaksimalan tempat dan potensi pasar yang ada. Ruangan yang sempit nampaknya tidak menjadi kendala utama bagi mmo, akan tetapi rayap tetap saja menjadi musuh utama. Sehingga obat ampuh anti rayappun akan dicoba disana untuk menanggulanginya. 2. Wartel a. Wartel anda (wta) setelah lama wartel ini berdiri, nampaknya ujian-ujian selalu datang di wta ini. Mulai dari salah satu komponen yang disambar petir sampai kepada rusaknya printer yang ada. Sehingga mau tidak mau pembebanan biaya operasional untuk wta kali ini tinggi. Hingga saat ini di wta terdapat 3 kbu dimana salah satunya adalah menggunakan flexi. Selain itu wta ini masih juga melayani pembelian benda-benda pos seperti perangko dan materai beserta perimaan maupuun pengiriman fax. Dimana apb yang direncanakan di wta ini belum dapat tercapai. B. Wartel panggung sama halnya dengan wta, wtppun juga belum mencapai apb yang direncanakan. Hal ini diakibatkan mungkin karena penurunan trend wartel yang ada disana serta adanya kecenderungan banyak orang menggunakan hp disana. Selain itu, pendapatan fax sebenarnya dapat dimaksimalkan dengan adanya publikasi yang jelas. Sehingga kedepannya diharapkan apb wtp bisa tercapai. 3. Simpan pinjam syariah satu-satunya unit yang terkuat dalam hal pencapaian apb ini hingga saat ini masih menunggu dewan pengawas dan karyawab baru yang telah dianggarkan biayanya di apb tahun ini. Akan tetapi hingga saat ini kedua jabatan tersebut masih kosong dikarenakan belum adanya kesepahaman yang sama di jajaran pengurus tentang pengisian ke dua bagian tersebut. Secara garis besar, simpin hanyalah mempunyai sedikit permasalahan yang sangat mengganggu, yaitu adanya tunggakan yang macet karena berbagai hal. Sehingga dengan adanya pengisian kedua jabatan tersebut diharapkan permasalahan seperti ini dapat segera teratasi dengan mantap. 4. Lpk upaya untuk tetap merekrut siswa program 2 semester hingga saat ini masih menjadi prioritas utama. Sehingga banyak cara dilakukan untuk merealisasikan targetan tersebut. Tentu saja ini akan membawa konsekuensi tingginya biaya publiaksi yang disebarluaskan ke masyarakat umum khususnya siswa kelas tiga smu/ smk di dalam kota surakarta sendiri maupun daerah-daerah eks karisidenan surakarta dan sekitarnya. Program-program reguler dan non reguler yang saat ini masih dapat menjadi andalan lpk antara lain adalah program autocad 2d dan 3d, teknisi komputer, privat 3d studio max, privat design grafis, privat spss, microsoft office, dea7myob accounting, dll. 5. Fc adanya program kerja untuk merekomendasikan banyak hal kepada penyewa tempat kopma sebagai usaha fc nampaknya membawa hasil. Terbukti dengan segera diperbaikinya mesin yang rusak sehingga memperlancar kegiatan di fc dan segera akan direalisasikannya seragam karyawan pada bulan juni ini serta pembelian alat untuk menambah variasi pelayanan di unit ini (alat untuk jilid spiral). Pelayanan dan kebersihan unit ini juga tidak terlepas dari setiap pertemuan bidang usaha dengan pemilik fc, sehingga kebersihan yang nampak ada sedikit perubahan disana. Meskipun terkadang masih juga nampak pelayanan kepada pelanggan kurtang memuaskan. Dengan adanya ini semua bidang usaha nampaknya harus selalu memberikan rambu-rambu kepada pemilik fc untuk lebih mengkondusifkan karyawan-karyawannya. Iv. Penutup demikian laporan tri wulan ini kami sampaikan sebagai pemaparan terhadap kerja bidang keusahaan selama bulan maret sampai dengan bulan juni 2006. Banyak sekali suatu hal yang seharusnya kami lakukan tetapi kami tidak lakukan dan banyak hal yang telah kami lakukan tetapi sebenarnya tidak seharusnya kami lakukan sebagai konsukuensi keterbatasan sebagai makhluk-nya. Saran dan kritik sangat kami nantikan sebagai wujud perhatian dan cinta anda terhadap kami dan kopma indonesia ke depan. Bravo kopma indonesia bravo indonesia bravo!!! Surakarta, 5 juni 2006 pengurus bidang keusahaan 20062007 tuti – amee

Testimoni

artikel lainnya CONTOH LAPORAN KOPERASI INDONESIA



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Monday 4 May 2015 | blog

Jasa desain grafis terpercaya dengan hasil menarik dan creative dan harga ... Seni dan teknik membuat…

Wednesday 3 September 2014 | blog

Membuat PowerPoint 2003 Presentasi Menggunakan Windows 2000/Me/XP Memulai PowerPoint 2003 Klik dua kali dengan cepat pada…

Wednesday 13 August 2014 | blog

SASARAN KERJA PEGAWAI NO I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI 1 Nama…

Wednesday 6 August 2014 | blog

BAB I PROYEK PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK CV. MEDIA LOKAL Latar Belakang Multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer…