Menu

Contoh Laporan Dikdas 2013

Oct
22
2014
by : 1. Posted in : blog

LAPORAN KEGIATAN
PADA KEGIATAN DIKLAT DASAR INSTRUKTUR KEJURUAN ADMINISTRASI BISNIS DI BALAI BESAR LATIHAN KERJA INDUSTRI (BBLKI) SURAKARTA TA.2013

DISUSUN OLEH :

Xxxx
NIP. bbbb

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
UPT LK TECHNOPARK GANESHA SUKOWATI KABUPATEN SRAGEN
Jl. Dr. Sutomo no. 5 Sragen Jawa Tengah

KATA PENGANTAR

Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Dasar Instruktur merupakan salah satu Diklat untuk pembentukan kompetensi PNS dalam Jabatan Fungsional, yaitu calon instruktur Tingkat Ahli yang memiliki kualifikasi profesional yang merupakan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan, metodologi, teknik analisis dibidang pelatihan dan pembelajaran kejuruan tertentu.
Oleh karena itu Kemenakertrans Republik Indonesia mengadakan Diklat Dasar Instruktur guna mencetak calon Instruktur yang diharapkan kompeten dalam bidang tertentu sehingga mampu memberikan ilmunya dan membekali para pencari kerja agar siap memasuki dunia kerja.
Laporan ini merupakan laporan kegiatan belajar selama mengikuti pelatihan di Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Surakarta Tahun Anggaran 2013. Demikian Laporan ini penulis buat agar dapt dipergunakan sebagaimana mestinya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.

Surakarta, 11 November 2013
Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang dewasa ini mengalami kemajuan yang cukup pesat, dimana perkembangan tersebut perlu direspon dan diantisipasi secara positif yaitu dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.
Untuk mensinergikan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang industri dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain melalui jalur pendidikan, pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja. Peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia melalui jalur pelatihan tidak terlepas dari peranan dan fungsi lembaga pelatihan serta lembaga pendidikan dan pelatihan profesi.
Instruktur sebagai bagian integral dari sistem pelatihan mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat strategis dalam bidang pelatihan, oleh karena itu kualitas dan kuantitas instruktur perlu ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinamis.
Pendidikan dan Pelatihan Dasar Instruktur dimaksudkan untuk mempersiapkan calon instruktur yang memiliki wawasan pengetahuan, kemampuan keterampilan teknik dan kemampuan metodologi pelatihan, sehingga mampu mentransferkan pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga kerja melalui pelatihan.
Perubahan paradigma pelatihan dari sistem pelatihan konvensional menjadi Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) juga harus diikuti dengan perubahan paradigma instruktur dalam menyelenggarakan proses pelatihan, sehingga proses pelatihan berbasis kompetensi dapat menghasilkan tenaga kerja yang berkualiatas dan kompeten.
Pendidikan dan Pelatihan Dasar Instruktur dilaksanakan selain untuk kaderisasi juga dipersiapkan dalam rangka mengisi kekosongan instruktur terutama di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Semarang, karena BLK Kota Semarang belum memiliki tenaga Instruktur, sementara tantangan yang dihadapi dalam sektor ketenagakerjaan terutama di bidang pelatihan semakin besar.

Tujuan
Tujuan Diklat Dasar Instruktur adalah untuk :
1. Membentuk Instruktur yang memiliki kompetensi di bidangya
2. Memberikan pengetahuan, kemampuan teknis, metodologi pelatihan serta pembentukan sikap instruktur
3. Memberikan pengakuan terhadap Calon Instruktur menjadi Instruktur pada Balai Latihan Kerja

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pelatihan
1. Diklat Dasar Instruktur Kejuruan Administrasi Bisnis tahun 2013 dilaksanakan selama ± 7 bulan, dimulai tanggal 04 April 2013 sampai dengan 11 Nopember 2013
2. Tempat Pelaksanaan Diklat di Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Surakarta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jl. Bhayangkara No. 38 Surakarta
3. Diklat dibuka oleh Dra. Nora Ekaliana, MM. Direktur Pembinaan Instruktur dan Tenaga Kepelatihan (INTALA) dan ditutup oleh Drs. Sukiyo, M.Pd. Kepala Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Surakarta.

C. Metode
Metode yang digunakan dalam Diklat Dasar Instruktur ini adalah :
1. Kuliah/ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi
4. Praktek
5. Belajar Mengajar (Micro dan Macro Teaching)

D. Kurikulum
Untuk mencapai tujuan dan sasaran Diklat Dasar Instruktur Berbasis Kompetensi yang optimal serta sesuai dengan SKKNI maka disusun kurikulum oleh BBLKI Surakarta. (Terlampir).

E. Fasilitator / Tenaga Pengajar
Tenaga pengajar pada Diklat Dasar Instruktur tahun 2013 adalah Instruktur, Widyaiswara, Pejabat dilingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Instruktur dari instansi lain baik pemerintah maupun swasta yang memiliki kompeten di bidangnya.
F. Evaluasi, Penilaian dan Penghargaan
a. Evaluasi terhadap peserta
Aspek yang dinilai :
1. Aspek Pengetahuan (Knowledge)
Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui ujian. Instrumen penilaian berupa naskah soal ujian dan lembar jawaban dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Soal disusun berdasarkan kriteria unjuk kerja (KUK) unit kompetensi.
b) Soal ujian menggunakan bahasa yang jelas, mudah dimengerti, serta tidak multi tafsir.
c) Soal ujian memuat unit kompetensi seperti pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.
d) Soal disesuaikan dengan waktu unit kompetensi maksimum 30 menit tiap – tiap unit kompetensi
e) Bentuk soal bervariasi diantaranya tes objektif, tes komprehensif dan uraian (essay)
f) Bentuk soal dan pembobotan disesuaikan dengan tingkat kesulitan.
g) Soal dapat dikerjakan dengan cara open book atau cloused book sesuai dengan unit kompetensi.

2. Aspek Keterampilan(Skill)
Penilaian aspek keterampilan meliputi :
a) Sikap dan perilaku kerja, aspek ini berkaitan dengan perilaku peserta pada saat menghadapi dan melaksanakan pekerjaan melalui kegiatan pengambilan data, penyusunan/penulisan kertas kerja, seminar kertas kerja dan praktek kerja yang disesuaikan dengan sikap dan perilaku kerja.
b) Kegiatan – kegiatan yang dilakukan peserta diklat pada saat :
1) Pengambilan data dalam rangka penulisan lesson plan
2) Menyajikan dalam bentuk micro teaching
3) Menyajikan dalam bentuk macro teaching
4) Melakukan praktek nyata macro teaching (riil audience) dan orientasi lapangan (OL)
5) On The Job Training (OJT) dan
6) Melakukan simulasi kerja, meliputi :
 Obsevasi menggunakan chek list unjuk kerja;
 Penugasan;
 Main peran (role playing);
 Latihan mengajar (micro teaching)

3. Aspek Sikap dan Perilaku (attitude)
a) Disiplin :
1) Kesungguhan
2) Ketepatan waktu
3) Tingkat kepatuhan dan ketaatan
4) Kerapian (dalam berpakaian dan menjaga kebersihan kamar)
5) Bertanggung jawab dan memelihara fasilitas dan sarana pendukung diklat
b) Kerjasama :
1) Membina keutuhan dan kekompakan kelompok
2) Konstribusi dalam penyelesaian tugas bersama
3) Kesediaan menerima pendapat orang lain
4) Tidak mendikte atau mendominasi kelompok
c) Prakarsa :
1) Memberikan saran
2) Mampu mendorong tumbuhnya iklim diklat yang menggairahkan
3) Mampu memberikan motivasi kepada peserta lain
4) Mampu mengatur diri
5) Aktif mengajukan pertanyaan yang relevan
6) Bersikap aktif, kreatif dan inovatif
d) Kepemimpinan :
1) Tanggung jawab
2) Demokratis
3) Pemberdayaan (Empowering)
4) Visioner

b. Penilaian
1) Tim Penilai
a) Fasilitator/Instruktur
Memberikan penilaian terhadap keseluruhan aspek penetahuan, keterampilan dan sikap perilaku.
b) Panitia Pelaksana
Memberikan penilaian terhadap sikap dan perilaku (attitude)

c) Peserta
Memberikan nilai sikap dan perilaku kepada peserta lain (peer)

2) Aspek yang dinilai
a) Aspek sikap dan perilaku (attitude) mempunyai bobot sebesar 30 % yang meliputi disiplin (15%), kerjasama (35 %), prakarsa (35 %), dan kepemimpinan 15 %
b) Aspek Kompetensi/akademik, mempunyai bobot sebesar 70 % terdiri dari aspek pengetahuan dan keterampilan yang masing-masing mempunyai bobot sebagai berikut :
I. Aspek pengetahuan (knowledge) mempunyai bobot sebesar 30 % (ujian tertulis, penugasan baik lisan maupun tertulis) sesuai dengan kurikulum dan silabus
II. Aspek keterampilan (skill) mempunyai bobot sebesar 70 % yang meliputi hasil kerja, lesson plan, micro teaching dan macro teaching.

3) Kriteria Penilaian
Kriteria penilaian dimaksudkan untuk dapat memberikan gambaran kepada penilai tentang standart yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai dengan memberikan batas nilai. Pembatasan nilai dimaksud sebagai berikut :
a) Standar nilai 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus)
b) Nilai batas lulus (passing grade) per unit kompetensi selain materi aspek kritis minimal 75,00 (tujuh puluh lima). Sedang materi aspek kritis dari setiap unit kompetensi harus dikuasai tuntas (nilai 100).

4) Evaluasi Akhir Kelulusan
a) Evaluasi akhir dilakukan untuk menentukan kualifikasi kelulusan peserta diklat, ditetapkan oleh penyelenggara diklat berkoordinasi dengan unit kerja terkait.
b) Evaluasi akhir dilakukan dengan memperhatikan hasil evaluasi terhadap aspek sikap, perilaku dan penguasaan materi.
c) Nilai sikap perilaku serta nilai penguasaan materi direkapitulasi dengan pembobotan nilai akhir.
d) Nilai kelulusan akhir didasarkan pada pencapaian kompetensi minimal yang telah ditetapkan oleh penyelenggara diklat.

e) Kualifikasi Hasil Evaluasi Akhir Kelulusan
96 – 100 = Sangat Memuaskan
89 – 95,99 = Memuaskan
82 – 89,99 = Baik Sekali
75 – 81,99 = Baik
0 – 74,00 = Belum Kompeten
f) Ketidak hadiran peserta melebihi 5 % dari seluruh program pelatihan atau 1200 JP X 5% = 60 JP /10 JP per hari = 6 (enam) hari dinyatakan gugur/gagal.

c. Sertifikasi
Sertifikat yang akan diberikan kepada peserta diklat berupa :
1) Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) yang dikeluarkan oleh Pusdiklat Pegawai Kemenakertrans, diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan program dan dinyatakan lulus. Bagi peserta yang tidak dapat menyelesaikan program, akan diberikan Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Pusdiklat Pegawai Kemenakertrans. Transkrip Nilai akan dikeluarkan oleh Penyelenggara Diklat.
2) Sertifikat Kompetensi, yang dikeluarkan oleh lembaga Sertifkasi Profesi (LSP) melalui uji kompetensi.

BAB II
PROSES BELAJAR MENGAJAR SELAMA DIKLAT DASAR INSTRUKTUR KEJURUAN TEKNOLOGI INFORMATIKA

Materi Diklat Dasar Instruktur terbagi menjadi beberapa jenis yaitu Materi Teknis dan Materi Metodologi (termasuk di dalamnya terdapat micro teaching, macro teaching dan on the job training (OJT)) serta dilaksanakannya Out Bond sebagai pembentuk Fisik, Mental dan Disiplin dari seorang Calon Instruktur. Pada hari pertama dan kedua diisi dengan pengecekan administrasi dan orientasi lingkungan (Jadwal pelatihan terlampir).
A. Materi Teknis
Materi teknis merupakan materi yang diberikan kepada calon instruktur berupa hal-hal yang menyangkut teknis kejuruan. Hal ini dibutuhkan oleh seorang calon instruktur sebagai bekal awal mengajar dalam hal teknis kejuruan.
Pada Kejuruan Administrasi Bisnis, penulis dibekali oleh beberapa materi teknis antara lain :
1. ADM.PK01.001.01 : Mengaplikasikan ketrampilan dasar komunikasi
2. ADM.PK01.002.01 : Berkomunikasi melalui telepon
3. ADM.PK01.003.01 : Bekerjasama dengan kolega dan pelanggan
4. ADM.PK01.004.01 : Memberikan pelayanan kepada pelanggan
5. ADM.PK01.005.01 : Mengoperasikan komputer
6. ADM.PK01.006.01 : Menggunakan peralatan kantor
7. ADM.PK02.001.01 : Mengoperasikan aplikasi perangkat lunak
8. ADM.PK02.003.01 : Menciptakan dan menggunakan dokumen dan lembar kerja
sederhana
9. ADM.PK02.005.01 : Menghasilkan dokumen sederhana
10. ADM.PK02.007.01 : Melakukan prosedur administrasi
11. ADM.PK02.008.01 : Menangani penerimaan surat/dokumen
12. ADM.PK02.009.01 : Menangani pengiriman surat/dokumen
13. ADM.PK02.012.01 : Mempersiapkan dokumen
14. ADM.PK02.013.01 : Mengelola dan menjaga sistem kearsipan
15. ADM.PK02.014.01 : Memelihara data di komputer
16. ADM.PK02.015.01 : Mengatur perjalanan bisnis
17. ADM.PK02.022.01 : Berkomunikasi dalam bahasa inggris pada tingkat operasional dasar
18. ADM.PK02.023.01 : Membaca dalam bahasa inggris pada tingkat operasional dasar
19. ADM.PK02.024.01 : Menulis dalam bahasa inggris pada tingkat operasional dasar
20. ADM.PK02.027.01 : Mengelola kas kecil
21. ADM.PK02.028.01 : Melaporkan aktivitas kas kecil
22. ADM.PK02.032.01 : Merencanakan dan mengelola pertemuan/ rapat
23. ADM.PK02.033.01 : Membuat presentasi
24. NON. SKKNI : Pembinaan profesi instruktur

Selain materi teknis yang berkaitan dengan bidang Administrasi Bisnis, pada saat orientasi di awal pelatihan, penulis juga mendapatkan materi yang menunjang sebagai seorang instruktur ketenagakerjaan, diantaranya adalah :
1. Hubungan Industrial
2. Pengawasan Ketenagakerjaan
3. Perlindungan Tenaga Kerja Industri
4. Dasar-dasar Produktivitas

B. Materi Metodologi
Materi metodologi merupakan materi dasar bagi calon instruktur yang digunakan sebagai bekal dalam menyusun program, menyiapkan bahan dan alat, hingga menyampaikan materi dalam kelas. Materi metodologi ini juga sering disebut Seni Mengajar oleh sebagian pengajar. Karena dengan materi ini penulis diajarkan mengenai cara meramu sebuah program pelatihan hingga menciptakan output berupa SDM yang handal.
Pada Diklat Dasar Calon Instruktur ini, penulis mendapatkan materi mengenai metodologi antara lain :
1. PLK.MP01.003.01 : Mengindentifikasi dan menganalisis standar kompetensi
2. PLK.MP01.006.01 : Mengelola bahan pelatihan
3. PLK.MP01.007.01 : Mengelola peralatan pelatihan
4. PLK.MP02.001.01 : Memilih sumber daya manusia pelatihan untuk penyusunan program
5. PLK.MP02.002.01 : Merumuskan tujuan , prasarat dan materi pelatihan
6. PLK.MP02.003.01 : Merancang strategi dan penilaian pembelajaran
7. PLK.MP02.005.01 : Merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran
8. PLK.MP02.006.01 : Meracang media pembelajaran dalam bentuk media cetak
9. PLK.MP02.007.01 : Merancang dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang
kondusif
10. PLK.MP02.008.01 : Merencanakan penyajikan materi pembelajaran
11. PLK.MP02.009.01 : Memfasilitasi proses pembelajaran
12. PLK.MP02.010.01 : Menilai kemajuan kompetensi peserta pelatihan secara individu
13. PLK.MP03.002.01 : Melakukan pembentukan sikap

Selain mendapatkan materi mengenai metodologi pelatihan tersebut diatas, penulis juga telah melaksanakan praktek mengajar dengan rincian sebagai berikut :
1. Micro Teaching
Merupakan simulasi pelaksanaan praktek mengajar dengan diberikan waktu 15 menit dengan audiensi berasal dari rekan sesama peserta Diklat Dasar Calon Instruktur. Micro teaching dilaksanakan sebanyak 2 kali.
2. Macro Teaching
Merupakan pelaksanaan praktek mengajar dengan durasi yang lebih panjang dan dengan audiensi yang berbeda. Macro Teaching 1 dan 2 dilaksanakan masing-masing selama 1 Jam Pelajaran (45 menit) dengan audiensi peserta Diklat Dasar Calon Instruktur dari Kejuruan Administrasi Bisnis. Macro Teaching 3, 4, dan 5 dilaksanakan masing-masing selama 5 Jam Pelajaran (5 x 45 menit) dengan audiensi peserta pelatihan pencari kerja (PBK) kejuruan Administrasi Bisnis.

C. Out Bond
Out Bond adalah kegiatan belajar di luar ruangan, namun dalam Diklat Dasar Instruktur kegiatan out bond lebih condong kepada pembentukan Fisik, Mental dan Disiplin. Outbond dilaksanakan di Akademi Militer Magelang dengan anggota militer sebagai pembinanya.Kegiatan utama disana adalah baris berbaris, kedisiplinan bersikap baik dalam keadaan kerja maupun santai dan diselingi dengan kegiatan game ala militer.

BAB III
PENUTUP

Demikianlah laporan kegiatan pada Diklat Dasar Instruktur kejuruan Administrasi Bisnis di BBLKI Surakarta mulai bulan April 2013 sampai dengan bulan Nopember 2013. Dengan harapan setelah selesai mengikuti pelatihan penulis (peserta dikdas) memiliki kompotensi yang memadai untuk menjadi instruktur di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Semarang dan dapat melatih pencari kerja di Kota Semarang sehingga mereka memiliki keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal untuk bersaing di dunia kerja.
Mengetahui,
An. Kepala BBLKI Surakarta
Kepala Bidang Penyelenggara dan Pemberdayaan

Drs. Arif Gunawan HS, MM
NIP. 19600914 198603 1 002
Surakarta, 11 November 2013
Peserta Dikdas,
(Penulis)

Xxxx
NIP. a

DOKUMENTASI

artikel lainnya Contoh Laporan Dikdas 2013

Sunday 18 March 2012 | blog

cara membuat group facebook 101. Mata Pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi untuk Sekolah Menengah Kejuruan…

Monday 1 June 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI            …

Wednesday 25 February 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI    …

Wednesday 12 November 2014 | blog

    MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA PERUSAHAAN   BIDANG JASA ADMINISTRASI PERKANTORAN    …