Menu

Contoh bab 3 pembuatan skripsi dengan tema sosial

Jun
19
2014
by : 1. Posted in : blog

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

Tempat dan Waktu Penelitian.

Tempat Penelitian.

Tempat penelitian sangat menentukan diperolehnya informasi untuk menyampaikan kebenaran dari suatu penelitian. Penulis mengadakan penelitian dengan mengambil lokasi di Kabupaten Gianyar, Bali. Lokasi ini dipilih sebagai tempat penelitian dengan alasan yaitu:

Pihak-pihak terkait yang memiliki data yang diperlukan penulis dan data tersebut dapat dipertanggung jawabkan.

Lokasi penelitian tersebut memiliki objek yang diteliti oleh penulis.

 

Waktu Penelitian.

Rencana waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejak proposal disetujui pembimbing yaitu bulan Januari 2010 sampai dengan Agustus 2010 (delapan bulan). Adapun kegiatan yang dilakukan dalam jangka waktu tersebut diantaranya adalah mengumpulkan sumber, melakukan kritik untuk menyelidiki keabsahan sumber, menetapkan makna yang saling berhubungan dari fakta-fakta yang diperoleh dan terakhir menyusun laporan hasil penelitian.

Dengan jadwal penelitian, sebagai berikut :

Jadwal Kegiatan Penelitian

No Jenis Kegiatan Tahun 2010
Januari

 

Februari Maret April-Mei Juni-Juli Agustus
1. Pengajuan Judul
2. Penyusunan Proposal
3. Pengajuan Surat Ijin
4. Pengumpulan Data
5. Analisis Data
6. Laporan Penelitian

 

Metode Penelitian.

Dalam penelitian ilmiah peranan metode penelitian sangat penting, karena keberhasilan yang akan dicapai tergantung dari metode yang  tepat. Kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu “Metodos” yang berarti cara atau jalan. Karena berhubungan dengan hal ilmiah, maka yang dimaksud metode yaitu cara kerja yang sistematis yang mengacu pada aturan buku yang sesuai dengan permasalahan ilmiah yang bersangkutan dan hasilnya dapat dipertanggung  jawabkan secara ilmiah (Koentjaraningrat, 1977: 12). Dalam usaha mendapatkan data yang diperlukan pada suatu penelitian, maka harus menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan dan sifat penelitian itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif sehingga substansinya sebagai berikut:

 

Bentuk Penelitian.

Bentuk penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, kalimat, pencatatan dokumen, maupun arsip yang memiliki arti yang sangat lebih dari sekedar angka atau frekuensi. Penelitian Kualitatif adalah bentuk penelitian yang menghasilkan karya ilmiah yang menggunakan data diskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dengan orang-orang atau perilaku yang dapat diamati terhadap status kelompok orang, suatu obyek, dan suatu kelompok kebudayaan (Laxy J. Moleong, 1990: 3).

Ciri-ciri pokok metode Diskriptif adalah :

Memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang ada pada saat penelitian dilakukan (saat sekarang) atau masalah yang aktual.

Menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselididki sebagaimana adanya, diiringi dengan interpretasi nasional (Hadari Nawawi, 1995: 64).

Dari pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian deskriptif adalah metode penilitian yang digunakan untuk meneliti peristiwa yang terjadi sekarang atau masih aktual, dengan cara interpretasi nasional dengan fakta-fakta sebagaimana adanya, data-data yang didapatkan berupa data diskriptif berupa kata-kata atau lisan terhadap suatu obyek tertentu.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian diskriptif sebagai berikut :

Memilih masalah yang diteliti.

Merumuskan dan mengadakan pembatasan masalah. Kemudian berdasarkan masalah tersebut diadakan studi pendahuluan yang menghimpun data dasar menyusun teori.

Membuat asumsi atau anggapan yang menjadi dasar perumusan hipotesis.

Merumuskan hipotesis.

Merumuskan dan memilih teknik pengumpulan data.

Mengumpulkan dan mengategorikan data untuk megklasifikasi data. Menetapkan teknik pengumpulan data yang akan digunakan.

Melaksanakan penelitian atau pengumpulan data untuk menguji hipotesis.

Mengadakan analisis data (menguji hipotesis).

Menarik kesimpulan atau generalisasi.

Menyusun dan mempublikasikan Laporan Penelitian (Mohammad Ali, 1982: 20)

 

 

 

Strategi Penelitian.

Ditinjau dari masalah yang diangkat di dalam penelitian ini, tehnik serta alat yang digunakan maka dapat digunakan strategi penelitan Studi Kasus. Studi kasus adalah salah satu metode penelitian ilmu-ilmu sosial, studi kasus adalah inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tak tampak dengan tegas dan di mana multi sumber di manfaatkan. Secara umum, studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan “how” atau “why”, bila peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa yang akan diselidiki dan bilamana fokus penelitiannya terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) di dalam konteks kehidupan nyata (K. Yin, 1997: 1-18). Sesuai dengan pengertian di atas bahwa penilitian ini membahas tentang fenomena dalam konteks kehidupan nyata  dan sudah ditentukan focus penelitianya yaitu tentang Subak di Bali.

 

Sumber Data.

Sumber data dalam penelitian Kualitatif dapat berupa manusia, peristiwa atau aktivitas, tempat atau lokasi, benda, beragam gambar dan rekaman, dokumen atau arsip. Sedangkan menurut Lofland dalam Lexi J. Moleong, (1990: 47), Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. Dalam penelitian ini sumber data diperoleh melalui :

 

Informan.

Moleong (2001: 45) mengatakan bahwa yang disebut informan adalah “Orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian”. Manusia sebagai sumber data perlu dipahami, bahwa mereka terdiri dari siapa yang akan menjadi informan, peneliti wajib memahami posisi dengan beragam peran serta yang ada sehingga dapat diperoleh informasi pernyataan maupun kata- kata yang diperoleh dari informan Kunci (Key Informan). Informan yang diwawancarai sebagai sumber data adalah para Anggota dan Pengurus subak.

 

Tempat dan Peristiwa.

Tempat dalam artian ini adalah Subak di Bali sendiri yang menjadi fokus penelitian ini sebagai fokus dari penelitian tentu saja memiliki data-data yang penting yang tidak boleh diabaikan. Lingkungan yang berada di sekitar Subak sendiri juga menjadi data yang tidak kalah penting. Peristiwa yang dimaksud adalah peristiwa yang terjadi yang menyangkut Subak tersebut.

 

Dokumen.

Dokumen atau arsip merupakan bahan tertulis yang dapat digunakan sebagai sumber data yang dijadikan sumber informasi, dokumen-dokumen yang digunakan tentu saja yang berkaitan dengan masalah yang sedang dipelajari saat ini. Sutopo (2002: 54) mengemukakan bahwa “Dokumen dan arsip merupakan sumber data yang sering sangat penting artinya dalam penelitian kualitatif. Terutama bila sasarannya terarah pada latar belakang dengan kondisi peristiwa yang terkini yang sedang dipelajari”.

 

Teknik Sampling.

Teknik cuplikan cenderung menggunakan teknik cuplikan yang bersifat selektif dengan menggunakan pertimbangan berdasarkan konsep teoritas yang digunakan, keingintahuan pribadi peneliti, karakteristik empiris dan lain-lain. Oleh karena itu cuplikan yang akan digunakan dalam penelitian ini bersifat Purposive Sampling (sampel bertujuan), dengan kecenderungan peneliti untuk memilih informasi dan masalahnya secara labih mendalam dan dapat dipercaya untuk manjadi sumber data yang baik. Hal tersebut dipertimbangkan untuk mendapatkan data yang memilliki kebenaran dan pengetahuan yang dapat dipertanggung jawabkan secara empiris.

Selain Purposive Sampling juga digunakan Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data, yang pada awal jumlahnnya sedikit, lama kelamaan menjadi banyak, sebagai informan awal dipilih secara purposive, obyek penelitian yang menguasai permasalahan yang diteliti ( key informan ). Informasi selanjutnya diminta kepada informan awal untuk menunjukan orang lain yang dapat memberikan informasi, dan kemudian informan ini diminta pula untuk menunjukan orang lain yang dapat memberikan informasi begitu seterusnya (Sugiyono, 2005: 54).

 

Teknik Pengumpulan Data.

Menurut Mohammad Nazir (1988: 211), pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode pengumpulan data dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan, yaitu memberi arah dan mempengaruhi metode pengumpulan data. Berdasarkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, maka teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut:

 

Wawancara Mendalam.

Teknik wawancara mencakup cara yang dipergunakan seseorang untuk tujuan suatu tugas tertentu, mencoba mendapatkan keterangan secara lisan dari seorang responden. Wawancara bertujuan untuk mendapatkan keterangan dan meminta pendapat  dari pihak yang dijadikan sebagai informan, serta untuk lebih memahami obyek penelitian secara cermat dan akurat, sehingga diperoleh kesempurnaan data dan hasil penelitian yang bersifat obyektif (Koentjaraningrat, 1983: 128).

Teknik yang digunakan dalam penelititan ini adalah wawancara mendalam atau in depth interviewing. Wawancara ini bersifat lentur dan terbuka, serta tidak tersetrukur ketat dalam suasana formal dan biasa  dilakukan berulang pada informan yang sama. Wawancara adalah teknik yang harus digunakan dalam penelitian kualitatif. Di dalam wawancara terdapat dua orang satu sebagai pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang satunya adalah yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban.

 

Observasi Langsung.

Observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Observasi ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Observasi langsung dilakukan terhadap obyek di tempat berlangsungnya kegiatan, sehingga observer berada bersama obyek yang diteliti (Hadari Nawawi, 1993). Alasan metodologis penggunaan observasi/ pengamatan langung adalah untuk mengoptimalkan kemampuan peneliti dari segi motif, kepercayaan, perhatian pelaku tak sadar dan sebagainnya. Pengamatan lebih memungkinkan peneliti lebih merasakan apa yang dirasakan dan dihayati oleh subjek sehingga memungkinkan pula peneliti sebagai sumber data.

Observasi di gunakan disebut observasi berperan pasif. Observasi ini akan dilakukan dengan cara formal dan informal untuk mengamati kegiatan pokok dengan observasi peneliti akan mendapatkan data dari sumber berupa tempat atau lokasi serta gambar dan juga peristiwa. Dengan observasi dapat memudahkan bagi peneliti untuk mendapatkan data secara mendalam, sebab peneliti sudah melihat sendiri bagaimana keadaan obyek tersebut.

 

Kajian Isi ( Content Analysis ) .

Untuk memanfaatkan dokumen yang padat isi biasanya digunakan teknik tertentu. Teknik yang paling umum digunakan adalah content analysis atau dinamakan “kajian isi”. Guba dan Lincoln dalam Moleong (1990: 163) memberikan definisi bahwa kajian isi adalah teknik apa pun yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha sistematis. Dalam penelitian ini analisis dokumen dilakukan dengan menganalisa lingkungan, buku-buku, media-media dan dinas-dinas dan pihak yang terkait dengan masalah yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

 

Validitas Data.

Validitas data dilakukan dengan Trianggulasi data atau sumber. Validitas data adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur dengan tepat mengenai gejala-gejala yang hendak diukur. Dengan begitu dapat ditentukan data tersebut valid atau tidak untuk digunakan dalam  sumber penelitian.

Trianggulasi, menurut H.B. Sutopo (2002: 78), ada empat macam Trianggulasi yaitu: (1) Data Trianggulation, dimana peneliti menggunkan beberapa sumber untuk mengumpulkan data, (2) Investigator Trianggulation yaitu megumpulkan data semacam dilakukan beberapa peniliti, (3) Methodological Trianggulation, penelitian dilakukan beberapa metode, (4) Theoretical Trianggulation, melakukan penelitian dan datanya dengan menggunakan beberapa persepektif yang berbeda.

Trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Trianggulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dengan metode kualitatif.

Hal tersebut akan dicapai dengan jalan :

Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.

Membandingakan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.

Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.

Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain.

Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan (Lexy Maleong, 1990: 178).

 

Teknik Analisa Data.

Menurut Nugroho Notosusanto (1971: 14), teknik analisis data adalah analisis dengan kritik sumber sebagai metode untuk menilai sumber yang digunakan untuk mengadakan penulisan sejarah. Analisis dilakukan dengan meneliti semua bahan yang dipakai, setelah identitasnya dapat dibuktikan asli, baru dapat diteliti apakah pernyataan, fakta dan ceritanya dapat dipercaya.

Analisis data dalam peneltian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengmpulan dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, diperoleh data dianggap kredibel.

Ada dua model pokok dalam melaksanakan analisis data didalam penelitian kualitatif yaitu model analisis jalinan mengalir dan analisis interaktif. Dalam penelitian ini data yang telah dikumpulkan dalam penelitian dianalisa secara kualitatif menggunakan model analisis interaktif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model analisis interaktif yang menggunakan empat komponen sebagai berikut :

Pengumpulan data.

Kegiatan ini digunakan untuk memperoleh informasi yang berupa kalimat-kalimat yang dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumen. Data yang diperoleh masih berupa data yang mentah yang tidak teratur, sehingga diperlukan analisis agar data menjadi teratur.

Reduksi Data.

Proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi berlangsung terus-menerus selama proyek yang berorientasi kualitatif berlangsung. Reduksi merupakan bagian dari analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diversifikasi.

Sajian Data.

Sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian-penyajian akan berbentuk matriks, gambar, grafik, jaringan, bagan atau skema. Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih.

Penarikan Kesimpulan/Verifikasi data.

Kesimpulan terakhir akan diperoleh bukan hanya pada akhir pengumpulan data, melainkan dibutuhkan verifikasi yang berupa pengulangan dengan melihat kembali field note agar kesimpulan yang diambil lebih kuat dan bisa dipertanggung jawabkan (Miles dan Huberman, 1992: 15-21).

Keterkaitan komponen itu dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan dengan proses pengumpulan data sehingga sehingga proses analisis merupakan rangkaian interaktif yang bersifat siklus.

 

 

Gambar Skema Model Analisis Interaktif (Miles dan Huberman, 1992: 20 ).

 

 

artikel lainnya Contoh bab 3 pembuatan skripsi dengan tema sosial

Wednesday 17 June 2015 | blog

Manajemen administrasi perkantoran Manajemen administrasi perkantoran merupakan bagian dari manajemen yang memberikan informasi layanan bidang administrasi yang…

Monday 4 May 2015 | blog

Perusahaan bali indonetworkcoid baliindonetworkcoid daftar perusahaan konveksitranslate this page aurora design merupakan sebuah perusahaan konveksi di…

Monday 4 May 2015 | blog

<p style=”text-align: justify;”>Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Matematika…

Sunday 1 February 2015 | blog

SILABUS   Nama Sekolah             : SMA  WARGA Surakarta Mata Pelajaran            : BASA JAWA Kelas/Semester           : XI/GASAL…