Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Bekal Hidup di Dunia sampai di Akhirat

Nov
19
2012
by : Bupeko. Posted in : blog

 

Kebutuhan Jiwa dan Badan

•      Meskipun badan jasmani hidup bertunggal dengan Jiwa (Roh), dan saling membantu serta mempengaruhi, tetapi kebutuhan JIWA dan BADAN itu tidak sama.

•      Badan membutuhkan kehidupan yang menyenangkan dan kesehatan.

•      Adapun Jiwa (Roh) itu membutuhkan perasaan tenang-tentram, bahagia, heneng-hening-eling (sadar), kembali kepada asal Hidup, ialah kembali kepada Tuhan yang abadi kemuliaanNya.

 

Ilmu Lahir dan Ilmu Batin

•      Pengetahuan untuk badan jasmani dapat disebut pengetahuan lahir. Ini dapat diperoleh di sekolah-sekolah atau dengan berguru kepada para ahli.

•      Adapun ilmu guna kebutuhan jiwa (roh) dinamakan ilmu kebatinan atau ilmu kesuksmaan (ilmu ke-Tuhanan) sebagaimana tertera di dalam Kitab-kitab Suci, ajaran Agama atau ajaran para ahli ilmu kebatinan.

 

Terbuka Hatinya

     Orang yang sudah terbuka hatinya tentulah membutuhkan ilmu lahir-batin sebagai bekal hidup di dunia sampai di akhirat, karena ia mengerti, bahwa orang yang tidak memiliki ilmu lahir-batin itu tidak sempurna hidupnya dan ia akan jatuh dalam kesengsaraan dan kehinaan di dunia sampai pada ajalnya.

 

Kegunaan Ilmu Lahir

Tidak lain sebagai bekal kita hidup di dunia, karena kita membutuhkan makan, minum, tidur, pakaian (sandang, pangan, dan papan). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut kita harus bekerja, kadangkala kita bekerja sesuai dengan ilmu lahir yang kita pelajari, kadangkala pula tidak sesuai dengan ilmu yang kita pelajari.

Kegunaan Ilmu Batin

•             Sebelum engkau dijadikan, engkau ada dimana?

•             Apa sebabnya engkau dijadikan di dunia ini?

•             Engkau mempunyai perjanjian apa, dan bagaimana melaksanakan janji itu?

•             Apa perlunya engkau diciptakan hidup di dunia?

•             Apa kewajibanmu? Sesudah kewajibanmu selesai, engkau kembali kemana? Apa bekalmu apabila engkau kembali ke rumahmu yang sejati?

Sebelum engkau dijadikan di dunia, engkau ada dimana?

Sebelum saya dijadikan di dunia, Roh Suci bertempat di dalam Hidup Sejati atau Sumber Hidup, ialah Suksma Kawekas (Allah) yang bersifat Karsa, yang menciptakan seluruh Alam dan isinya.

 Apa sebabnya engkau dijadikan di dunia ini?

Saya dijadikan di dunia ini adalah karena ayah-ibu tertarik oleh kehendak untuk bersatu. Atas Karsa dan Kekuasaan Tuhan, maka turunlah Roh Suci (percikan hidup) yang dihidupi oleh Hidup Sejati atau Suksma Sejati, yang menjadi Penuntun dan Guru kita yang sejati.

 Apa perlunya engkau diciptakan hidup di dunia?

Untuk menjadi perantara guna melaksa-nakan Karsa atau Kehendak Tuhan yang abadi.

Engkau mempunyai perjanjian apa, dan bagaimana melaksanakan janji itu?

•      Roh Suci sebelum diciptakan di dunia, mempunyai perjanjian, yang –apabila  diucapkan dengan kata-kata– merupakan perjanjian hidup, ialah Pahugeran Tuhan kepada umat-Nya.

•      Untuk melaksanakan janji itu, kita harus mempunyai niat untuk kembali kepada asal mula Hidup dengan menepati Tri Sila dan Panca Sila

 

Apa kewajibanmu hidup di dunia?

Mentaati perintah Tuhan, ialah bahwa kita harus hidup dengan cinta mencintai serta tolong menolong sesama hidup, dan saling melindungi untuk kesejahteraan pergaulan hidup (masyarakat).

 

Sesudah kewajibanmu selesai, engkau kembali ke mana?

Apa bekalmu apabila engkau pulang ke rumahmu yang sejati?

Bekal saya “sadar” (ingat) kepada Asal dan Tujuan Hidup; yaitu ingat kepada Suksma Kawekas dan kepada Suksma Sejati, Penuntun dan Guru kita yang Sejati. Dengan hati yang penuh kepercayaan akan kembali kepada Tuhan yang disertai dengan bersuci, ialah ikhlas dan rela meninggalkan semuanya yang saya cintai.

 

Sadar (Ingat)

•    Syahadat

•    Panembah à Agar dapat sadar, engkau harus selalu manembah dengan kebulatan hati yang hening dan suci

Percaya akan kembali

•      Percaya

Apabila engkau berkehendak mendapatkan pertolongan-Nya, engkau harus percaya kepada Sang Guru Sejati, sebab Dia itu memang telah disertakan kepadamu, supaya jadi Panutanmu, Penuntunmu, yakni Guru Sejatimu.

Ciri-ciri orang percaya

Kepercayaan yang benar

•      Bekal kembali menghadap ke hadirat Tuhan :

Kesucian

Buang karep

 

Kesucian

•      Suci Lahir à Air

•      Suci Batin à Hasta Sila

–   Kesucian Hati

–   Kesucian Angan2 (Cipta, Nalar & Pangerti)

Kesucian Hati

Kesucian Hati dapat diperoleh apabila seseorang sudah dapat unggul dari empat macam nafsunya, sehingga kemudian mempunyai perilaku yang baik atau budi pekerti yang mulia.

(Lauwamah à Makan, Tidur, Syahwat)

(Amarah à + Kekuatan – Mudah Marah)

(Sufiah à Keinginan + Berbuat Baik – Berbuat Jahat)

(Mutmainah à Suprasosial)

Kesucian Angan-angan

Kesucian angan-angan dapat diperoleh, apabila seseorang sudah dapat memisahkan cipta dari otak (suasana keramaian), atau menyelamkan angan-angan ke dalam suasana keheningan atau ketentraman.

Empat macam nasfu dikendalikan oleh angan-angan.

Lalu angan-angan harus disilemkan.

Ikhlas dan Rela

Orang yang mempunyai watak rela, tidak sepatutnya mengharapkan imbalan atas jerih payahnya, apalagi jika sampai bersusah hati atau berkeluh kesah mengenai semua penderitaan yang lazimnya disebut sengsara, penghinaan, fitnah, kehilangan harta benda, derajat, kematian, dan sebagainya.

Cara mempelajari
Ilmu Lahir dan Ilmu Batin

•      Mendengar

•      Menerima

•      Mengerti

•      Melaksanakan

•      Mendekat

Mendengar

•      Ceramah Penerangan.

•      Sama seperti ilmu lahir, kita wajib datang ke sekolah dalam ilmu batin kita wajib datang ke olah rasa.

 

Menerima

Mengerti

Melaksanakan

Mendekat

•  Dalam ilmu lahir, apabila kita telah membaca, bertanya, melakukan praktikum. Setelah itu kita dievaluasi/ ditest sejauh mana pengertian kita tentang suatu ilmu, supaya kita naik kelas. Demikian pula dalam ilmu batin atau ajaran Sang Guru Sejati, kalau kita sudah belajar dengan membaca dan sudah praktikum dengan merasa-rasakan dan menjalankan, tentunya kita sudah tau ilmu itu, dan kita harus yakin bisa lulus dalam test/ dapat melalui cobaan yang diberikan oleh Sang Guru Sejati, kita jangan sedih dan menangis (memang hal itu manusiawi), karena sebenarnya Sang Guru Sejati akan menaikan derajat kita.

•  Siapa yang menaikkan derajat kita? Dan siapa yang mengetahui tingkatan derajat kita?

Mendekat

RINGKASAN

•      Ilmu Lahir : untuk bekal hidup di dunia.

•      Ilmu Batin : untuk bekal hidup di akhirat.

•      Caranya 5 M

–  Sadar (Syahadat dan Panembah merupakan inti dari Jalan Rahayu, dimulai dengan mengekang hawa nafsu)

–  Percaya (Inti dari Trisila, dimulai dari Taat)

–  Rela (Inti dari Pancasila, dimulai dari Jujur)

•      Bekal kembali menghadap ke hadirat Tuhan :

–   Kesucian

–   Buang karep

 

Testimoni

artikel lainnya Bekal Hidup di Dunia sampai di Akhirat



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Monday 19 January 2015 | blog

Misi perusahaan, Pengertian , Bagian dari perencanaan strategik yang diketahui masyarakat banyak dan bahkan menjadi milik…

Sunday 22 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR MULTIMEDIA       MENULIS NASKAH TIK.MM02.022.01  …

Friday 23 August 2013 | blog

Colok-masuk[1] (bahasa Inggris: plug-in) adalah sebuah program komputer yang menambah fungsionalitas sebuah program utama (suatu peramban…

Sunday 29 March 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI            …