Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

AD ART KAMMI INDONESIA

Jul
18
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

GARIS-GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI (GBHO)

KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (KAMMI) DAERAH SOLO

PERIODE 2006 – 2008

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1.

Pengertian

Garis-garis besar haluan organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Solo, yang selanjutnya disebut GBHO KAMMI Daerah Solo adalah kerangka acuan yang disusun secara sistematis, terarah dan terpadu yang terdiri dari arah perjuangan dan haluan organisasi KAMMI Daerah Solo

 

Pasal 2.

Landasan Dasar

Landasan dasar GBHO KAMMI Daerah Solo adalah visi, misi, kredo gerakan, prinsip gerakan, karakter organisasi, paradigma gerakan dan unsur-unsur perjuangan KAMMI yang ditetapkan dalam muktamar nasional V KAMMI

Pasal 3.

Fungsi

GBHO KAMMI Daerah Solo berfungsi :

  1. Sebagai arahan perjuangan dan kerja organisasi dan pedoman penyusunan program kerja yang harus dilakukan oleh kepengurusan KAMMI Daerah Solo periode 2006 – 2008
  2. Sebagai dasar bagi anggota dalam melakukan penilaian terhadap kinerja kepengurusan KAMMI Daerah Solo

 

Pasal 4.

Ruang Lingkup

GBHO KAMMI Daerah Solo meliputi wilayah kerja KAMMI Daerah Solo

 

BAB II

ARAH PERJUANGAN

Pasal 5

Menjadikan KAMMI Daerah Solo sebagai pelopor dan perekat dalam rangka mendorong dalam setiap perubahan menuju masyarakat Solo yang islami

 

BAB III

HALUAN ORGANISASI

Pasal 6.

Analisa Potensi KAMMI

  1. Potensi Positif
    1. Banyaknya jumlah kader yang memiliki beragam potensi
    2. Moralitas yang terjaga dan komitmen terhadap perjuangan Islam yang kuat
    3. Memiliki manhaj kaderisasi yang aplikatif dengan semangat zaman
    4. Posisi gerakan dalam perpolitikan daerah yang semakin menguat
    5. Keberadaan akan sumber alumni KAMMI sebagai pendukung gerakan
    6. Citra KAMMI sebagai gerakan mahasiswa Islam yang solid dan militan
  2. Potensi Negatif
    1. Pengelolaan organisasi KAMMI belum berjalan profesional
    2. Dukungan sumber dana yang belum memadai
    3. Minimnya sumber daya kader yang paham akan filosofi gerakan KAMMI
    4. Kurang mampu mengoptimalkan jaringan gerakan yang telah terbangun
    5. Konsolidasi struktur gerakan yang masih lemah
    6. Belum terbangunnya tradisi ilmiah, daya kritis serta kepedulian sosial
    7. Belum diterapkannya manhaj kaderisasi secara utuh sebagai metode pengelolaan kader
    8. Belum mampu mentransformasikan pembangunan basis sosial KAMMI di masyarakat secara komprehensif

 

Pasal 7

Analisa Potensi Kedaerahan

  1. Potensi Positif
    1. Tumbuhnya proses demokrasi di tataran daerah melalui usaha-usaha reformasi konstitusi, pemilihan kepala daerah secara langsung dan transparansi politik
    2. Bangkitnya kesadaran umat Islam dalam melakukan pembelaan hak-hak umat, hak-hak politik dan hak-hak sipil mereka
    3. Berkembangnya teknologi informasi yang mendukung kecepatan arus informasi dan komunikasi gerakan
    4. Banyaknya jumlah mahasiswa baru sebagai sasaran perekrutan kader
  2. Potensi Negatif
    1. Basis ideologi masyarakat Solo yang beraneka ragam dengan kesadaran politik yang masih kurang
    2. Otonomi daerah yang gagal mensejahterakan masyarakat daerah justru memunculkan koruptor baru baik dari legislatif, yudikatif maupun eksekutif
    3. Tidak tuntasnya penyelesaian kasus KKN dan pelanggaran HAM orde baru yang justru semakin kompleks dengan munculnya kasus yang sama di orde reformasi
    4. Lemahnya kesadaran elemen-elemen gerakan di kota Solo untuk bersama-sama mengusung agenda perubahan
    5. Menguatnya ancaman neoliberalisme, cengkraman lembaga ekonomi kapitalis yang mengancam kemandirian dan stabilitas perekonomian daerah

 

Pasal 8.

Tujuan Jangka Panjang ( 2006 – 2014 )

  1. Mampu meletakkan seluruh aktifitasnya dalam kerangka filosofi gerakan secara konsisten
  2. Memiliki sistem kaderisasi yang kuat, handal, berkelanjutan (sustainable) yang terinternalisasi secara utuh dan khas (otentik) dalm diri setiap kader
  3. Kader KAMMI memiliki pemahaman akan nilai-nilai Islam yang terinternalisasi dalam aktifitasnya sehari-hari, tradisi politik dan intelektual, serta komitmen ke-KAMMI-an yang tinggi
  4. Memiliki mekanisme keorganisasian yang lengkap, tradisi organisasi yang disiplin dan islami,  serta mampu mendistribusikan fungsi strukturalnya dengan rapi
  5. Memiliki struktur organisasi yang lengkap tanpa terjebak pada aturan yang birokrasi yang mampu mengakomodasi potensi dan kecenderungan kader
  6. Diperhitungkan secara institusional serta memiliki daya tawar sebagai salah satu kekuatan politik alternatif di Indonesia
  7. Mampu memberikan sikap politik yang cerdas dan solutif yang berbasis pada pemahaman substansi prinsip-prinsip Islam, pemahaman realitas politik, dan kemampuan intelektual kader-kadernya
  8. Mampu berkembang dan dapat menjangkau 35% institusi pendidikan tinggi di daerah Solo.
  9. Mampu menjadi elemen masyarakat yang diterima oleh banyak pihak, serta menjadi pelopor dan perekat antara elemen gerakan masyarakat khususnya gerakan Islam
  10. Mampu berinteraksi dan membangun jaringan dengan gerakan mahasiswa Islam internasional untuk mendorong tumbuhnya kekuatan muda alternatif berskala global
  11. Menjadi elemen dakwah yang penting dan memberikan kontribusi yang besar pada dakwah Islam meliputi:
  • Kontribusi kuantitas kader yang meningkatkan jumlah kader (da’i) gerakan dakwah Islam
  • Kontribusi kualitas kader, melalui kemampuan meningkatkan kualitas kader gerakan dakwah dengan kekhasan kaderisasi siyasi KAMMI, dan mampu menjadi wahana transformasi kader gerakan dakwah dari kader mahasiswa (thulabiyah) menjadi kader masyarakat (sya’biyah), profesional (mibaniyah), dan politik (siyasiyah)
  • Kontribusi agenda dakwah, melalui dukungan terhadap agenda-agenda strategis gerakan dakwah dalam bingkai logika dan prinsip gerakan KAMMI

Pasal 9.

Rencana Strategis Pencapaian Tujuan Jangka Panjang

Tahap I. 2006 – 2008

  1. Implementasi pola umum kaderisasi dalam beragam perangkat dan mekanisme kaderisasi di tataran daerah dan komisariat
  2. Penguatan infrastrutur gerakan dan implementasi sistem manajemen organisasi yang  mengarahkan organisasi menjadi efektif dan efisien
  3. Pengokohan komisariat-komisariat yang sudah ada
  4. Perumusan dan peletakkan konsep dasar community development secara terpadu dan integratif
  5. Pembangunan jaringan politik yang kuat dalam konteks kedaerahan
  6. Penguatan bargaining position dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah

 

Tahap II. 2008 – 2010

  1. Mempertahnkan implementasi pola umum kaderisasi dalam  beragam perangkat dan mekanisme kaderisasi di tataran daerah dan komisariat
  2. Penjagaan infrastrutur gerakan dan implementasi sistem manajemen organisasi yang  mengarahkan organisasi menjadi efektif dan efisien
  3. Penguatan peran lokal dan ekspansi dakwah di masing-masing komisariat
  4. Penguatan implementasi community development secara terpadu dan integratif
  5. Pengembangan jaringan politik yang kuat dalam konteks kedaerahan
  6. Penguatan bargaining position dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah

 

Tahap III. 2010 – 2012

  1. Evaluasi ulang pola umum kaderisasi
  2. Menjaga infrastruktur gerakan dan implementasi sistem manajemen organisasi yang mengarahkan organisasi menajdi efektif dan efisien
  3. Meneruskan usaha penguatan peran lokal dan ekspansi dakwah di masing-masing komisariat dan perintisan lahirnmya komisariat baru
  4. Penguatan kemandirian basis sosial masyarakat yang telah dibangun dan perumusan konspe perluasan basis sosial masyarakat yang baru
  5. Pengembangan jaringan politik yang kuat dalam konteks kedaerahan
  6. Penguatan bargaining position dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah

 

 

Tahap IV. 2012 – 2014

  1. Perumusan pola umum kaderisasi yang baru
  2. Menjaga infrastruktur gerakan dan implementasi sistem manajemen organisasi yang mengarahkan organisasi menajdi efektif dan efisien
  3. Penguatan peran lokal komisariat yang sudah ada dan komisraiat yang baru serta ekspansi dakwah di masing-masing komisariat
  4. Perluasan basis sosial kemasyarakatan dengan konsep community development
  5. Pengembangan jaringan politik yang kuat dalam konteks kedaerahan
  6. Penguatan bargaining position dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah

 

Pasal 10

Agenda Jangka Pendek (2006-2008)

A.   Organisasi

  1. Seluruh struktur komisariat memiliki cetak biru (blue print) organisasi setidaknya sampai 2 periode kedepan dalam GBHO masing-masing
  2. Menguatkan implementasi distribusi fungsi struktural dengan rapi
  3. Memiliki mekanisme penelitian, pengembanagn dan evaluasi organisai KAMMI daerah dan komisariat
  4. Mengimplementasikan gerakan intelektual profetik dalam kinerja organisasi
  5. Mengakomodir spesialisai kader dalam struktur organisasi atau pembentukan ruang-ruang speseialisasi keilmuan sebagai basis kontruksi dari gerakan inteletual profetik
  6. Mengokohkan KAMMI komisariat Abdullah Azam dengan pendampingan khusus dan integratif
  7. Membangun komunikasi …

 

  1. Kaderisasi
    1. Menyempurnakan konsep pola kaderisasi sebagai adaptasi terhadap perkembangan kondisi dan tuntutan penguatan ke arah gerakan intelektual
    2. Menyelesaikan rancangan perangkat implementasi kaderisasi yang efektif dan efisien
    3. Memiliki sistem basis data kaderisasi yang seragam
    4. Pencapaian target penambahan kader hingga yang ditetapkan oleh setiap struktur KAMMI
    5. Pencapaian target rasio jenjang kader KAMMI Daerah secara piramida dengan rincian AB1 60 %, AB2 30 %, dan AB3 10 %
    6. Pencapaian target kualitas kader dengan indikator 60 % dari semua anggota tersertifikasi
    7. Meningkatkan skill kepemimpinan dan wawasan politik pengurus KAMMI Daerah dan KAMMI Komisariat
    8. Membangun tradisi intelektual dengan menumbuhkan tradisi membaca, menulis, dan diskusi di kalangan kader.

 

  1. Jaringan Gerakan
    1. Mengoptimalkan gerakan Islam baik tingkat daerah maupun kampus
    2. Terlibnat aktif dalam interaksi antar gerakan mahasiswa
    3. Membangun jaringan politik (tokoh, LSM dan partai politik) di daerah
    4. Membangun jaringan donasi baik institusi maupun inidvidu
    5. Membangun jaringan ke media massa
    6. Mempertahankan citra KAMMI sebagai gerakan mahasiswa Islam yang terbuka dan moderat

 

  1. Sosial
    1. Memperkuat kerja community based development yang telah dibangun
    2. Merapikan infrastruktur jaringan
    3. 3.       Memperkuat kemampuan SDM yang menunjang pelaksanaan community based development

 

  1. Politik
    1. Proaktif dalam menyikapi isu social politik local sebagai adaptasi terhadap konsep otonomi daerah
    2. Membangun tradisi penyikapan realitas social politik yang sedang berkembang dengan cerdas, intelektual, progresif dan islami

 

 

  1. Administrasi dan Keuangan
    1. KAMMI Daerah dan KAMMI Komisariat memiliki sekretariat beserta kelengkapan organisasi standar
    2. KAMMI Daerah dan KAMMI  Komisariat memiliki tata tertib administrasi.organisasi
    3. KAMMI Daerah dan KAMMI Komisariat memiliki mekanisme laporan keuangan yang tertib
    4. KAMMI Daerah  dan KAMMI Komisariat menyehatkan cashflow  organisasi
    5. Seluruh strutktur KAMMI menyehatkan uang pangkal kader dan iuran rutin pengurus dengan mekanisme yang telah dibuat
    6. Membangun kemandirian finansial KAMMI

 

Pasal 11

 Parameter Keberhasilan

Kepengurusan KAMMI Daerah Solo dinyatakan berhasil jika agenda jangka pendek pada masing-masing aspek dapat terlaksana 70 %

 

BAB IV

Pasal 12

KHOTIMAH

Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga kaum itu yang merubah kondisinya sendiri. Terus bergerak untuk menyadarkan umat dan senantiasa menciptakan perbaikan dengan seluruh makna yang terkandung di dalamnya adalah jati diri KAMMI yang sesungguhnya. Keyakinan terhadap kebenarn hanya bisa dibuktikan oleh perjuangan yang tidak terhenti untuk merealisasikannya. KAMMI adalah ruh baru di tubuh umat yang dilahirkan sebagai fajar kebangkitan umat. KAMMI seharusnya merupakan ”anugerah Allah bagi Indonesia”. Dan hanya kepada Allah semata kami berserah diri dan memohon pertolongan-Nya. Faidza ’azamta fatawakkal ’alallah

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya AD ART KAMMI INDONESIA

Saturday 3 January 2015 | blog

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN DAN PRODUKTIVITAS BALAI BESAR LATIHAN KERJA INDUSTRI…

Saturday 27 June 2015 | blog

MILIK NEGARATIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum…

Thursday 30 October 2014 | blog

INTRODUKSI INDUSTRI MINYAK DAN GAS BUMI PTK. AKAMIGAS – STEM & TECHNOPARK SRAGEN          I.           …

Friday 31 October 2014 | blog

LOGO TECHNOPARK JUDUL: SUPER NANNY PROGRAM PUSING DEH…… TIDAK PUNYA PENGASUH ANAK PUSING DEH….. CARI GURU…